
Setelah sarapan Willy melihat Maria yang sedang berlatih tombak di luar, sekarang Willy tidak lagi lari lari di tangga dari atas kebawah.
Dia sekarang berani keluar dari Gedung Menara pengawas kemudian dia memulai melakukan Pemanasa
Willy merentangkan tangannya ke depan, kemudian ke atas kekiri lalu kekanan, setelah itu kemudian dia loncat loncat.
Maria yang melihat apa yang dilakukan Willy tertawa karena Maria menganggap Willy lucu dan gerakan yang dilakukannya sangat bodoh.
"Woy apa itu gerakan yang akan membuat kamu lebih kuat, itu hanya gerakan bodoh yang tidak bermanfaat"
Willy pun membalas ejekan dari Maria
"Biarin suka suka aku saja, dari pada kamu hanya mengayun ngayun tombak kesana kemari hanya memukul angin saja"
Maria sedikit marah
"Apa kamu mau menjadi sasaran latihan ku heh.."
Willy melambaikan tangan
"Oh terima kasih, tidak usah tunggu saja 2 sampai 3 bulan lagi aku pasti siap melayani mu bertarung"
Maria tertawa
"Hahaha.... Baiklah aku tunggu 3 bulan lagi bagai mana aku bisa menghajar mu sampai babak Belur"
Kemudian Willy berbicara lagi
"Ya sudah, sebelum waktu 3 bulan itu, kita jangan saling menggangu, lakukan kegiatan mu dan aku lakukan kekuatan ku, dan ingat jangan ganggu aku sampai 3 bulan kedepan"
Mereka pun bersepakat sampai 3 bulan kedepan tidak akan saling mengganggu.
Willy pun melanjutkan pemanasan sampai selesai kemudian dia masuk kelatihan inti yaitu Latihan Pencak Silat.
Willy melakukan gerakan dasar dari pencak silat, gerakan gerakan tersebut terlihat seperti tarian yang sangat indah.
Ratu Elisia melihat apa yang dilakukan Willy dia sangat terpesona dengan gerakan dari Willy, gerakan tarian yang sangat indah dan lemah gemulai tetapi bertenaga.
Setiap hari Willy melakukannya di luar gedung menara pengawas selama satu bulan berturut-turut dan semua yang Willy kuasai di dunia asalnya sekarang Willy kuasai kembali
Dasar dasar dari beladiri pencak silat sudah Willy kuasai tinggal masuk ketahap selanjutnya yaitu tahapan beladiri pencak silat tingkat tinggi.
**
Ibunya Willy kembali di jemput oleh prajurit kerajaan, Willy pun meminta ikut dengan ibunya untuk pergi ke istana karena dia rindu ingin bertemu dengan kak Heri Jovanka, dan sekarang ibunya Willy di jemput setiap 2 Minggu sekali.
Ibunya Willy mengiyakan dan mereka pun berangkat ke istana tetapi Maria tidak ikut dia sedang sibuk berlatih dan menjaga menara karena Maria hawatir akan ada orang jahat atau monster kelas rendah yang akan masuk dan menjarah barang-barang mereka.
Di dalam kereta kuda ibunya Willy berpesan supaya dia tidak masuk kedalam istana dan dia menunggu di lapang tempat latihan para prajurit.
Willy pun mengangguk dan dia akan menunggu di depan gerbang masuk istana atau depan lapangan latih para prajurit.
Sesampainya di sana Willy benar benar menunggu di gerbang masuk istana sedangkan ibunya pergi untuk menghadap Raja Hendrik Jovanka.
Ibunya Willy yaitu Ratu Elisia langsung masuk ke kamar Raja Hendrik Jovanka, dan Raja pun sudah siap menyambut dengan Tanpa berpakaian hanya mengenakan ****** ***** saja.
__ADS_1
Ratu Elisia setiap 2 Minggu sekali hanya dijadikan pemuas nafsu saja, tetapi dia tidak menolak karena Raja Hendrik Jovanka masih menjadi suami nya.
Ratu Elisia pun melayaninya, Dengan ikhlas, tetapi setelah dia melakukan hubungan intim tersebut, Ratu Elisia selalu meminta supaya Willy bisa kembali ke istana dan bergabung kembali dengan keluarga kerajaan.
Setiap kali Ratu Elisia meminta Willy kembali. Raja Hendrik Jovanka selalu marah dan melampiaskan kemarahannya kepada Ratu Elisia bahkan Raja Hendrik Jovanka sering memukul Ratu Elisia dengan sangat kejam.
Setelah lelah menyiksa Ratu Elisia, Raja Hendrik Jovanka memerintahkan Prajurit untuk mengembalikan Ratu Elisia ke Menara pengawas yang berada di tengah hutan itu kembali.
*
Di Gerbang istana, pangeran ke 2 yaitu Billy sedang latihan bersama dengan beberapa orang anak bangsawan, mereka adalah teman teman dari Billy.
Salah seorang dari mereka melihat Willy sedang duduk termenung samping gerbang yang selalu terbuka setengahnya karena pintunya ada 2 bagian.
Kemudian anak tersebut melaporkan kepada Billy.
"Eh pangeran ke 2 Lihat siapa orang yang sedang duduk di samping gerbang itu"
Mereka pun menengok kearah Willy, Willy pun jadi pusat perhatian.
"Berani sekali si pangeran sampah itu berada di sini ayo teman teman kita kerjai dia"
Mereka ada 6 orang, kemudian mendatangi Willy yang sedang duduk.
"Hai adik, sudah lama tidak bertemu ayo kita latihan bareng, apakah kamu sudah bertambah kuat dalam satu bulan ini apakah masih menjadi pecundang seperti dulu"
"Willy pun melirik mereka ber enam, maaf kak Billy aku tidak ingin berlatih, aku sedang menunggu ibunda kembali dari dalam istana"
Billy pun memaksanya dan menyuruh ke 2 temanya untuk menarik dia kelapangan latihan
Mereka pun menarik Willy dengan paksa. setelah berada di tengah lapang Willy pun di kelilingi ke enam orang anak tersebut.
"Ayo kita latihan tanding, kamu lawan kami ber enam, kamu kan anak yang kuat bukan pecundang yang seperti orang orang bilang"
Willy pun di bully dia di dorong kesana kemari, dia terjatuh terus bangun lagi dan terjatuh kembali anak yang lainnya menarik kakinya kemudian menarik tangannya.
Billy pun menghentikan mereka semua
"Sudah sudah berhenti, begini saja kamu melawan anak terlemah di antara kami jika kamu menang kami akan melepaskan mu bagai mana"
Willy pun diam tidak bicara
"Kalau kamu diam berarti kamu setuju, ayo kalian mundur semua"
Kemudia anak anak itu memberikan jarak kepada Willy
"Crude ayo lawan Willy, karena kamu yang terlemah di antara kita"
Crude adalah anak seorang bangsawan yang terkenal dengan kekuatan sihir elemen api dia umurnya beda 2 tahun dengan Willy tetapi kekuatan tempurnya sudah hampir mendekati para prajurit tingkat rendah.
Mereka pun berteriak menyemangati
"Lawan... lawan.... lawan...."
Willy hanya berdiri saja tanpa bergerak sedikitpun tetapi crude sudah memasang kuda-kuda untuk menyerang.
__ADS_1
Crude pun maju menyerang
"Ciat...."
Was....
Wis....
Wus....
Crude memukul dan menendang, tetapi serangannya bisa Willy hindari, Willy hanya mengelak dia bergerak kekanan dan kekiri menunduk lalu melompat.
Crude semakin kesal karena serangannya tidak ada yang mengenai Willy, dia pun mengeluarkan sihir elemen api.
"Hempasan Api..."
Wuss....
Api menyembur dari telapak tangan Crude, api tersebut tidak terlalu besar hanya terasa panas saja kalau itu terkena.
Willy bukanya mundur dia malah maju menyambut tangan Crude yang sedang menghempaskan sihir elemen api.
Setelah mendekat Willy memegang tangan Crude yang menyemburkan api kemudian Willy tarik kearah samping dan kebetulan disana ada akan bangsawan lain
Wuss....
Anak itu terkena hempasan api, rambutnya terbakar sedikit dan mukanya menjadi hitam kemudian mulutnya keluar asap putih.
Willy menarik tangan Crude dia pun terhuyung ke depan, tangan Willy sudah siap menanti datangnya wajah dari Crude ketika ditarik dan terhuyung.
Baam....
Muka Crude terkena pukulan dari Willy sampai hidung Crude mengeluarkan darah karena tinju dari Willy telak mengenai wajah bagian depan dari Crude.
Melihat 2 temanya itu yang satu gosong karena sihir elemen api dan yang satu berdarah karena tinju Willy.
Billy pun langsung memerintahkan ke 3 temanya yang lain untuk mengeroyok Willy.
Ke 2 tangan Willy di pegangi oleh 2 orang dan yang satu lagi memukul wajah dan perut dari Willy.
Sehingga Willy pun babak belur dan tersungkur di tengah lapang latihan.
Setelah mereka puas memukuli Willy mereka pun pergi dan Willy pun dibiarkan tergeletak di tengah lapang latihan.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.