
Willy pun tanpa ragu dia menyerang dengan kekuatan penuh.
Wuss....
Willy tiba-tiba menghilang.
Brak....Bruk....Brak....Bruk....
Trang....Trong....Trang....Trong....
Duwar....Duwar....Duwar....
Ledakan dahsyat terjadi di area pertarungan. Willy dan pangeran haytham tidak terlihat hanya kilatan bayangan yang sangat cepat yang tidak bisa di tangkap oleh penglihatan orang biasa.
Dan hanya Ledakan ledakan yang terjadi bahkan rumput hijau terpotong dan tanah serta lumpur berhamburan. Tidak karuan karena efek dari pertarungan tingkat tinggi.
Di sisi lain Putri Afsha Alfattih berkata kepada Maria.
"Sekarang giliran kita, kamu akan merasa serangan ku karena telah berani menantang ku"
Putri Afsha Alfattih menggoyangkan pedang lenturnya dia langsung menggunakan sihir dengan dipadukan dengan pedang lenturnya tersebut.
"Rasakan Jurus Serangan Ombak menubruk karang...."
Wuss....
Serangan yang berbentuk obak besar yang berkelok-kelok pun datang dengan cepat menghampiri Maria.
Maria pun tidak tinggal diam dia memutar mutar tombaknya kemudian dialiri Manna.
Maria tidak membentuk dinding pertahanan tetapi dia melah balik menyerang dengan menggunakan jurus beladiri taring serigala.
"Jurus Serigala angin menerjang ombak...."
Wuss....
Jurus ini pernah di pakai oleh Maria untuk menembus ombak besar di federasi bebas untuk menyelamatkan kapal pesiar dari terjangan ombak akibat monster Kraken.
Duwar....
Kedua serangan sihir itu pun bertabrakan satu dengan yang lainnya sehingga menimbulkan ledakan yang besar.
Penonton pun tercengang melihat pertarungan yang begitu dahsyat ini bahkan kalau saja tidak adanya penghalang mungkin kastil istana kerajaan Jovalavia akan hancur porak poranda oleh pertarungan mereka.
Prajurit yang menonton pun berkata.
"Apa ini kehebatan pangeran dan putri dari kerajaan samudra yang selama ini dianggap sebagai dongeng belaka"
Prajurit satunya berkomentar.
"Lihat pangeran Willy Jovanka dan Maria mereka masih anak-anak tetapi mereka berdua tidak kalah hebat"
Di arena pertarung putri Afsha Alfattih pun memuji Maria.
"Ternyata kamu bisa menghalau jurus ku, tetapi rasakan jurus ku ini kamu tidak akan bisa menghindarinya.
"Jurus pedang ombak stunami...."
Air besar tiba tiba datang yang bisa menenggelamkan Maria, air yang begitu deras membuat orang tidak bisa menghindarinya.
Maria pun sedikit tertekan tetapi dia berfikir lagi untuk mengeluarkan jurus selanjutnya, Maria bergumam dalam hati.
"Putri Afsha adalah pengguna sihir elemen air, karena dia hidup di pesisir pantai dan jurus yang dia pakai adalah jurus gelombang air yang Banyak.
Kalau aku gunakan jurus elemen api tidak mungkin dan aku pasti kalah, kalau aku gunakan jurus elemen petir tidak mungkin juga menghilangkan sihir air yang begitu banyak.
Berarti aku harus menggunakan sihir elemen angin milik ku, tetapi bagai mana supaya air itu bisa berbalik dan tidak mengarah kepada ku"
Maria berpikir keras dan dia pun mendapatkan sebuah ide.
"Iya cuaca, para pelaut tidak bisa masuk ke kerajaan samudra karena dikira cuaca selalu buruk, baiklah aku gunakan jurus itu saja"
__ADS_1
Maria pun memutarkan tombaknya dengan cepat dan mengalihkan sihir elemen angin.
"Jurus pusaran angin ****** beliung terhempas lah..."
Wuss....
Pusaran angin ****** beliung pun terbentuk dan membawa elemen air milik putri Afsha keudara.
Langit pun menjadi gelap karena pusaran angin ****** beliung ditambah dengan membawa air dari jurus putri Afsha Alfattih.
Udara pun menjadi lembab
Putri Afsha Alfattih pun tertawa
"Hahaha....bagu....bagus itu yang aku harapkan dari kamu, ternyata kamu bukan gadis sembarangan.
Kalau prajurit biasa mungkin kamu akan mati dengan sekali serang tetapi kamu bisa menahannya tanpa ragu"
Maria pun tersenyum kecut dan berkata.
"Terima kasih atas pujiannya, sekarang giliran ku menyerang mu, putri Afsha...."
Kemudian Maria pun bergerak dengan cepat dia memiliki pertarungan jarak dekat karena dia pikir sangat menguntungkan.
Tombak panjang nya sangat diuntungkan melawan pedang lentur dari putri Afsha Alfattih.
"Hiat...."
Trang....Trong.... Trang....
Duwar.... Duwar....
Maria dan putri Afsha Alfattih saling beradu senjata mereka dan beberapa kali menimbulkan ledakan.
*
Di sisi lain Willy dan pangeran haytham saling serang dalam pertarungannya mereka sambil berbicara.
Willy pun berteriak.
"Aku tidak menolak, hanya saja urusan ku lebih penting untuk sekarang ini dan aku menunda ajakan itu"
Pangeran haytham pun tertawa
"Hahaha....jangan banyak alasan dasar bocah bau kencur"
Brak....
Bruk....
Jual beli serangan saling di lancarkan oleh Willy dan pangeran haytham sehingga lapangan latihan sudah tidak berbentuk lagi.
"Kamu Other Worlder yang tidak layak hidup di dunia ini, dan bisa menggangu tatanan kehidupan di dunia ini sehingga kamu harus ikut dengan kami atau kalau tidak mau kamu harus mati di tangan ku"
Willy mengerti kenapa Raja Bahri Alfattih mengajak dia berlatih di kerajaan samudra jadi alasannya adalah seperti yang di katakan oleh pangeran haytham.
"Ingat aku bukan orang dari dunia lain, yang kamu kira aku penduduk kerajaan Jovalavia lahir dari seorang ibu bernama Ratu Elisia dan ayah ku Raja Hendrik Jovanka"
Pangeran haytham pun menyangkalnya.
"Tapi isi otak mu itu adalah orang dari pelanet bumi yang tidak di terima oleh pemikiran orang dari pelanet zoltus ini"
Willy pun membalikkan pertanyaan kepada pangeran haytham.
"Kamu sendiri adalah orang yang di panggil ke dunia ini dan tidak berhak menghakimi ku, apa kamu juga tidak merasa bahwa kamu lebih berbahayanya dengan ku yang hanya seorang yang berengkarnasi"
Pangeran haytham pun menjawab dengan perkataan yang lantang.
"Jangan banyak alasan dasar bocah bau, aku tidak ada urusan dengan dunia ini dan kami para other worlder menutup diri di pulau yang bernama kerajaan samudra"
Kemudian pangeran haytham menggunakan jurus nya dan menendang Willy.
__ADS_1
Buk....
Willy pun terpental dan tersengkur di tanah dengan memengang pedang Dewa Naga Agung.
"Agh...."
Brak....
"Ugh....
Willy Sangat kesakitan, meskipun waktu di federasi bebas dia banyak terluka dalam pertarungan di kompetisi tetapi tendangan yang telak dari pangeran Haytham sangat membuat Willy jatuh tersungkur dan sekujur tubuhnya merasa sakit.
Tulang tulangnya seakan remuk dia pun tidak sanggup untuk bertarung bahkan berdiri pun dia tidak bisa, kalau orang lain mungkin menerima serangan seperti itu sudah mati atau pingsan tetapi Willy masih sadar dan mengerang kesakitan.
"Aaaa....agh....."
*
Di pertarungan Maria pun seperti Willy yang jatuh tersungkur terkena serangan dari putri Afsha Alfattih dan dia pun sudah tidak bisa bergerak lagi.
Willy dan Maria kalah telak, bahkan mereka berdua tidak bisa menggores sedikitpun luka bahkan sehelai rambut dari pangeran Haytham dan putri Afsha Alfattih.
Percakapan antara Willy dan pangeran haytham tidak terdengar oleh orang lain karena mereka berbicara dalam pertarungan dan hanya mereka berdua lah yang mendengarnya.
Pangeran haytham berjalan kearah Willy dan mengarahkan pedang Gigi Hiu kearahnya, Maria pun di todongkan pedang ombak milik putri Afsha Alfattih.
Raja Bahri Alfattih pun membuka barier pelindung sehingga Ratu Elisia pun langsung berlari menghampiri Willy untuk mengobati Willy dan Maria.
Raja Bahri Alfattih dan yang lainnya mengikuti Ratu Elisia dari belakang, Raja Bahri Alfattih pun berteriak kepada pangeran haytham dan Puri Afsha Alfattih.
"Cukup....jangan di lanjutkan lagi...."
Pangeran haytham dan Puri Afsha Alfattih pun memasukkan senjata mereka ke sihir dimensi item Book miliknya.
Ratu Elisia pun berusaha mengobati Willy dengan sihir pengobatan yang dia miliki tetapi Raja Bahri Alfattih berbicara.
"Jangan buang buang energi sihir mu untuk mengobati anak mu"
Kemudian Raja Bahri Alfattih mengeluarkan potion dari balik saku nya.
"Ini berikan kepada mereka berdua"
Potion itu pun langsung di minum kan ke Maria dan Willy dan dengan sekejap Willy dan Maria pun menjadi sembuh total tetapi mereka lemas karena sihir mereka sudah habis terkuras dalam pertempuran tadi.
Maria dan Willy pun bangun dibantu oleh yang lainnya, kemudian Raja Bahri Alfattih pun berkata kepada Willy.
"Berjuanglah, banyak yang lebih hebat dari pada kamu, ada level lebih tinggi di atas level dewa kamu masih lemah dan jadilah pahlawan terpilih yang melindungi dunia ini.
Kemudian Raja Bahri Alfattih mengambil lencana berbentuk bulat dan bergambar bola dunia yaitu peta pelanet bumi.
"Kamu kami terima sebagai anggota other worlder, kapan pun kamu ingin berlatih maka datanglah ke kerajaan ku"
Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon membungkukkan badannya kearah Raja Bahri Alfattih.
"Terima kasih sudah menerima cucu kami sebagai bagian dari kerajaan Samudra"
Raja Bahri Alfattih pun tersenyum
"Berdiri lah, jangan sungkan. Aku menyukai anak ini karena berpotensi, maaf aku tidak bisa lama-lama lagi di sini kami harus kembali ke kerajaan kami"
Raja Bahri Alfattih pun berpamitan kepada semua orang dan mereka pun pergi meninggalkan kerajaan Jovalavia dengan menaiki karpet terbang.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna