
Sovia langsung berteriak mengeluarkan sihir cahaya tersebut "Cahaya Keadilan......"
Wuss.....
Semua orang kaget dengan Sovia yang mengeluarkan cahaya tersebut sehingga mata mereka kelilipan karena cahaya yang menyilaukan mata.
Karena Willy dan Maria dari tadi sudah memasang Barier Pelindung di tubuh mereka dan pas cahaya terang menyelimuti, Maria pun memanfaatkan situasi tersebut untuk memakai Armor merahnya.
Begitu pula Willy, dia juga bertransformasi dan memakai Full set armor yang dia dapatkan dari gudang senjata tentara bayaran armor Putih.
Full set armor itu terbuat dari bijih logam Mithril dan berwarna putih kehitaman, seperti sisik naga dan itu yang Willy suka dari Armor tersebut.
Dan untuk melawan ribuan monster Maria dan Willy mengganti senjata mereka, Maria mengeluarkan tombak petir dan Willy dengan terpaksa mengeluarkan pedang dewa naga agung.
Kilau cahaya yang dikeluarkan oleh Sovia berlahan menghilang dan area hutan pun terlihat kembali, tetapi di sana petualang lain tidak ada.
Hanya Willy dan Maria saja yang masih berdiri, ketika Maria melihat ke bawah 3 orang petualang sudah dalam keadaan meringkuk di tanah.
Di punggung mereka tertancap anak panah, dan beruntung mereka tidak meninggal dunia dan hanya terluka saja, tetapi dalam keadaan pingsan.
Party pimpinan denim hilang begitu juga Rooney dan Sovia, kelima orang itu tidak ada di antara mereka, entah kemana mereka setelah kilau cahaya itu dilepaskan, yang pasti mereka menghilang begitu saja.
Willy dan Maria tidak panik, karena mereka berdua sering dalam situasi seperti ini, apalagi waktu perang melawan kerajaan inggarsia yang situasinya lebih parah dari pada sekarang ini.
Willy dan Maria berjalan mendekati party rolet yang sedang pingsan, Maria siaga sedangkan Willy memeriksa mereka bertiga.
Willy mencabut anak panah yang tertangkap di punggung rolet yang membuat rolet tersadar dari pingsannya karena kesakitan.
Crak.... dengan cepat anak panah di cabut "Se....agh....." Ringis kesakitan rolet yang tersadar dari pingsan.
"Kenapa aku ?" Rolet bertanya bingung.
"Jangan Bergerak, aku sedang mengobati mu, kamu terkena anak panah dan pingsan" ucap Willy.
Setelah mencabut anak panah itu Willy mengucurkan potion ke luka, dan luka itu berlahan menutup.
__ADS_1
Rolet pun melihat kedua temannya yang sedang pingsan dengan anak panah menancap di bahu mereka.
"Kurang ajar kenapa ini terjadi dan dimana party si denim dan kedua teman mu" Rolet bertanya dan marah.
"Entahlah aku tidak tahu, sejak kilau cahaya menghilang mereka berlima sudah tidak ada, dan aku hanya melihat kamu dan teman mu tergeletak di tanah ini" jawab Willy sambil melangkah ke teman Rolet yang sedang pingsan.
Willy segera mencabut anak panah kemudian mengucurkan potion dan mereka berdua pun kembali sadar, tetapi bahaya masih mengintai mereka.
Karena monster masih mengelilingi mereka, tetapi anehnya monster itu tidak bergerak sedikitpun setelah cahaya itu hilang.
Terdengar suara tertawa dari balik hutan "Hahahaha.... ternyata kamu hebat juga pangeran ke 3, ya pastinya kamu hebat karena jenius benua ini, yang menjuarai turnamen sebenua bagian Utara ini, tetapi kalau saja aku tidak dalam misi penting, maka aku lah yang akan menjadi juara turnamen tersebut"
Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Willy dan Maria, itu adalah suara dari Rooney, yang berbicara dan bergema.
"Rooney siapa kamu sebenarnya dan apa maksud dan kamu rencanakan ini" teriak Willy.
"Aku cemburu kepadamu Willy Jovanka, selain kamu seorang pangeran, kamu juga sudah merebut gelar juara yang seharusnya aku dapatkan, kedai pembunuh bayaran memerintahkan ku untuk membunuh mu, karena kamu itu berbahaya bagi kelangsungan hidup para penganut ajaran dewa, terima lah kematian mu dengan anak panah ku ini pangeran Willy" ucap Rooney
Kemudian muncul lingkaran sihir di langit, sihir itu di buat oleh Sovia, sihir yang bisa menggandakan serangan sampai ribuan kali lipat.
Lingkaran sihir itu pun tepat mengarah ke arah Willy dan temannya, sehingga party rolet pun pasrah menerima terjangan anak panah tersebut.
Tetapi Willy dan Maria mengaktifkan barier pelindung sihir lebih besar lagi dan membentuk kubah yang dapat melindungi mereka berlima.
Anak panah menghantam barier pelindung seperti hujan yang mengguyur genteng rumah.
"Hahaha....apa kamu hanya akan terus berlindung di barier sihir lemah yang kamu buat itu, sebentar lagi kematian mu akan segera menghampiri" ucap kembali Rooney.
Wuss....anak panah meluncur lagi menembus lingkaran sihir, tetapi anak panah ini tidak biasa, di ujung anak panah tersebut di berikan alat peledak, sehingga apabila Terkena benda keras, maka ledakan akan terjadi.
Lingkaran sihir itu pun kembali memuntahkan anak panah, dan menghujani barier pelindung milik Willy, sehingga ledakan demi ledakan terjadi.
Barier Pelindung sihir milik Willy pun mulai menampakan keretakan, karena ledakan dari anak panah dan wuss.... barier pelindung Willy pecah sehingga anak panah menembus barier pelindung Willy.
Tetapi walaupun begitu disana masih terdapat barier pelindung milik Maria menjadi basis pertahanan kedua.
__ADS_1
Maria pun berteriak "Apa ini tindakan pengecut kalian semua, kalau berani ayo berhadapan langsung, kalau pun tidak berani menghadapi langsung, tunjukan posisi kalian dan jangan bersembunyi"
"Hai gadis bodoh, berani menantang kami, jangan mentang mentang kamu juara ketiga di kompetisi benua, sehingga kamu bisa menantang kami seenaknya, level C3 saja sudah belagu, kamu itu tidak selevel dengan ku, aku dapat dengan mudah membunuh mu" ucap salah seorang dari mereka.
"Sovia, jangan mentang mentang kamu diberikan berkat dewa, sehingga memandang rendah diri ku, keluar lah hadapi aku" teriak Maria.
Anak panah pun sudah berhenti menghujani dan seseorang muncul dari kumpulan monster itu, dan dia adalah Denim dan Partynya.
"Kalian akan mati oleh para monster yang aku Jinakan ini, aku sudah berusah payah, menjalin kontrak dengan Alfa dari monster kera ini, sehingga aku dapat memerintah seluruh monster kera yang ada di hutan ini" ucap Denim.
"Sialan kamu Denim, aku kira kalian semua petualang, Ternyata kalian semua itu bajingan" ucap Rolet marah.
"Hahaha...aku memang bajingan, Rolet. Dan siapa bilang aku petualang, aku ini salah satu assassin di kedai pembunuh, dan kamu akan mati karena untuk menghilangkan saksi mata. Beruntung kamu masih hidup, ternyata jenius kedai pembunuh tidak bisa membunuh petualang lemah seperti mu " ujar denim.
"Apa kamu menghina ku, denim, aku hanya memberi mereka peringatan saja bahwa kedai pembunuh itu sangat mengerikan" ucap Rooney sambil melesatkan anak panahnya.
Wuss....brak.... brak....
2 kali Rooney menembakan anak panah ketitik yang sama sehingga barier pelindung Maria tertembus dan retak, di tembakan ketiga anak panah itu tepat menembus kepala salah satu petualang. Dan petualang anggota rolet mati tertembak di bagian kepalanya.
"Itu adalah satu peringatan, kalau kamu selamat dari sini maka kita akan bertemu lagi di federasi bebas sebelum pembaktisan di lembah keabadian dilaksanakan" ucap Rooney.
Rooney dan Sovia pun menghilang dari tempat tersebut dengan tanda lingkaran sihir yang di bentuk Sovia menghilang.
Dan di hutan itu tinggal party denim dan ribu monster dibawah kendali denim sendiri.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna