
Clovis dan Maria sama sama terpental jauh dan mendarat di ujung arena pertarungan.
Clovis pun mengeluarkan jurus andalannya dia menghantam tanah dengan tombak palunya tersebut sambil berteriak "Hantaman Palu bumi...."
Wuss....
Suara ayunan tombak palu di ayunkan dengan sangat keras.
Brak....
Benturan dari tombak palu itu membentuk tanah menjadi retak dan terbuka sehingga retakan itu terus memanjang sampai ke arah Maria
Area sekitarnya pun mengalami goncangan seperti gempa, yang membuat semua orang menjadi resah.
Wuss....
Maria pun tidak mau kalah dia mengayunkan tombaknya dan memunculkan api aura berbentuk harimau api.
Ini juga salah satu dari jurus yang Maria pelajari dari kitab beladiri taring serigala "Serigala api menerjang....."
Sosok serigala api yang keluar dari ujung tombak Maria membesar dan berlari kearah Clovis. Serangan itu pun Maria melakukannya dengan cara melompat untuk menghindari serangan retakan bumi yang dilancarkan oleh Clovis.
Lompat Maria bukan sembarang lompat dia menggunakan sihir elemen angin di kakinya seperti sekali lompatan langsung melayang di udara.
Serigala api yang berlari dengan cepat tidak terpengaruh serangan elemen tanah milik Clovis, karena Clovis hanya membuat retakan tanah saja supaya Maria terperosok kedalamnya kemudian Clovis menutupnya kembali sehingga Maria terperangkap di tanah.
Tetapi itu tidak berhasil karena Maria melompat dan sekarang dia melayang di udara, Clovis pun menggunakan jurus lainnya untuk menghalau terjangan serigala api.
"Jurus pertahanan barier tanah...."
Clovis mengayunkan tombak palu dari bawah ke atas, dan tanah itu pun seperti diangkat oleh magnet sehingga timbul keatas dan membentuk benteng.
Krakak....
Tanah yang membentuk benteng itu pun mengeras sekeras batu, yang bisa melindungi Clovis dari serangan yang ada di depannya.
Brak....
Serigala api pun menabrak benten pertahanan dari Clovis dan membuat ledakan besar.
Duwar....
Setelah ledakan itu debu pun membumbung tinggi dan menutupi area pertarungan, sehingga area itu nampak gelap akibat debu yang berhamburan.
Benteng pertahanan Clovis pun membali seperti semula dan menjadi tanah kembali. Dan entah kemana Clovis nampak hilang dari sana tetapi suaranya terdengar.
"Hai bocah, ternyata kamu kuat juga, aku baru sekali ini melawan bocah kuat seperti mu, tetapi aku tidak akan kalah, rasakan serangan ku ini" Clovis yang tidak kelihatan hanya terdengar suaranya dan dia hendak menyerang lagi ke arah Maria.
"Bola tanah meluncur lah...."
Lingkaran sihir muncul di kepulan debu dan kemudian,
Wuss....
Wuss....
Beberapa Tanah berbentuk bulat sebesar bola basket meluncur keatas kearah Maria yang sedang melayang di udara.
Maria yang sedang melayang di udara menyeringai, sepertinya dia sangat bersemangat "Yuhuy.... ayo serang aku dengan kekuatan sihir mu, aku sangat bersemangat untuk bertarung"
Kemudian Maria pun merentangkan satu tangannya ke arah bola tanah itu, dan muncul 3 lingkaran sihir sebesar piring, setelah itu Maria pun berteriak "Multi Fire boll...."
Wuss....
__ADS_1
Wuss....
Bola api muncul dari tiap lingkaran sihir dan beberapa bola api bertubrukan dengan bola tanah sehingga menghasilkan ledakan yang bercampur dengan percikan api.
Sisa dari bola api yang keluar dari lingkaran sihir itu menghujani Clovis yang berada di bawahnya.
Semua orang kembali di buat terpana oleh Maria, apa lagi para penyihir pelepasan yang sering memakai sihir elemen api sebagai sihir serangan dan sihir ledakan.
Mereka tercengang, karena biasanya mereka hanya bisa mengeluarkan satu bola api dari setiap serangan dan itu juga mereka harus membacakan mantra yang panjang untuk mengeluarkannya.
Di sini Maria dengan cepat dan tidak menggunakan perapalan mantera dia membentuk 3 lingkaran sihir dan setelah lingkaran sihir bisa mengeluarkan lebih dari 10 bola api.
"Apa dia seorang Iblis, atau bukan" ucap salah seorang dari penyihir yang melihat pertarungan itu.
Setelah serangan itu maria pun kembali menginjakan kakinya ke atas tanah dan menunggu reaksi dari Clovis yang tadi di serang oleh bola api Maria.
Clovis menyerang dengan bola tanah tetapi di serang balik 10 kali lipat oleh Maria dengan bola api.
Kepulan asap pun berlahan menghilang dan terlihat disana ada sebuah kubah tanah yang lumayan besar, dan ternyata Clovis membentuk kubah tanah itu untuk melindungi dirinya dari bola api Maria.
Area pertarungan mulai kembali kondusif, dan kubah tanah berlahan runtuh dan terlihat Clovis sedang membungkuk sambil satu tangannya memegang lutut dan tangan lainnya memegang tombak palu.
Sepertinya dia bertumpu ke tombak dan lutut kakinya, karena terlihat dia sedang terengah engah.
Di sana Maria pun mencibir "Ayolah, apa hanya begini saja kekuatan mu tuan Clovis, aku sedang bersemangat untuk bertarung, jangan kecewakan aku seperti itu, atau kamu terlalu tua sehingga cepat lelah"
Mendengar cibiran dari Maria, Clovis pun kembali berdiri tegak, sebenarnya dia kehabisan napas di dalam kubah tanah itu, karena bola api Maria terus menghujani, dan setelah menghantam kubah, bola api itu tidak langsung menghilang tetapi terbakar seperti memiliki bahan bakar yang apa bila habis bahan bakarnya barulah api menghilang.
Akibat bola api itu lama hilang sehingga membuat kubah tanah menjadi panas dan membuat oksigen di dalam kubah tanah cepat habis.
Kalau saja serangan bola api itu lebih lama lagi, maka Clovis pun mungkin akan pingsan karena kehabisan napas karena oksigen memuai dan menghilang.
Tetapi beruntung bola api itu habis dan segera Clovis pun membuka kubah tanahnya untuk bisa menarik napas. Sehingga Clovis tadi terlihat terengah engah dan membungkukkan badannya karena kehabisan napas.
Kemudian Clovis pun membacakan mantra dan kemudian muncul lingkaran sihir yang lumayan besar di atas tanah, Clovis pun berteriak "Gilgit Keluar lah....."
Di dalam lingkaran sihir itu muncul sebuah makhluk yang mirip seperti trenggiling yang di panggil Gilgit, memiliki ekor sedikit panas dan di ujung ekor membulat dengan banyak duri mengelilingi.
Kaki yang pendek dan kuku yang tajam serta kepala bertanduk dengan leher dan muka mirip seperti kura kura dengan lidah menjulur belah 2.
Para petualang langsung bertepuk tangan dan berteriak "Wow hebat, aku baru pertama kali melihat Monster Beast yang di sumon tuan Clovis"
"Iya betul, kabarnya Beast yang di sumon tuan Clovis itu sangat kuat dan termasuk kedalam hewan legendaris, disebut juga naga bumi, beast dengan kekuatan elemen tanah" ucap petualang lainnya.
"Sekarang bocah itu tidak dapat lagi berkutik setelah tuan Clovis mensumon beast itu" semua orang memuji Clovis.
Disana Maria kembali mencibir "Wow, apa kamu mau melawan ku 2 lawan 1, apa itu di sebut adil"
"Hahaha.....Adil, apakah di dalam pertarungan sebenarnya ada yang di namakan Adil, bertarung dengan curang pun di nyatakan sah apa bila bisa memenangkan pertarungan ini" Clovis berucap dengan nada kesombongan.
Merasa dirinya akan menang karena sudah mengeluarkan kartu andalan, tetapi dengan memanggil beast tersebut, membuat Clovis kehilangan sebagian energi sihir bahkan staminanya terkuras.
Sehingga untuk sekarang Clovis hanya mengandalkan Gilgit sebagai beast panggilannya untuk melawan Maria, sedangkan dirinya berada di belakang untuk memulihkan energi sihir dan staminanya.
Maria pun berkata "Baiklah aku akan membuat beast mu menjadi santapan beast ku"
Mendengar perkataan dari Maria, Clovis pun menjadi kaget, karena tidak percaya bahwa Maria juga memiliki monster beast.
"Hahaha.... tidak ku sangka kamu juga beast tamer, tapi. Monster beast ku sangat kuat, apalagi kulitnya yang keras itu yang menjadi pertahanannya tidak tertembus...." Clovis membanggakan monster beast yang dia miliki supaya Maria menjadi takut dan kena mental.
"Monster beast itu, aku panggil dengan menggunakan setengah dari kekuatan ku, dan karena itu Gilgit ku itu sangat kuat" tanpa sadar Clovis membuka kelemahannya.
Disana Maria sudah bisa menebak, bahwa Clovis sudah tidak bisa bertarung lagi karena kehabisan energi sihir dan staminanya.
__ADS_1
Maria pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha....kalau begitu ini lah akhir pertarungan ini dan kamu akan kalah"
"Bodoh mana mungkin aku bisa kalah, ayo Gilgit hajar bocah itu....." Clovis pun menunjuk Maria dan menyuruh beast yang dia panggil untuk menyerang Maria.
Monster beast itu pun meraung kemudian menghentakkan kakinya dan tanah pun bergoncang seperti gempa.
Seketika tanah di sekitarnya berubah menjadi pasir dan monster beast itu pun meluncur seperti berenang di dalam pasir yang monster itu ciptaan sendiri.
Maria pun hampir terperosok kedalam pasir itu karena pasir itu seperti pasir hisap, kemudian Maria pun melompat dengan menggunakan sihir elemen angin di kakinya.
"Langkah angin...."
Wuss....
Maria melompat dan kemudian mendarat kembali di atas pasir, tetapi tidak menumpuk ke pasir tersebut, karena Maria tahu kalau dia menumpu kakinya ke pasir maka Maria akan tersedot pasir itu dan akan di serang oleh Gilgit.
Gilgit tiba-tiba ada di bawah kaki Maria dan hendak mengigit kaki Maria dan menariknya kedalam pasir, tetapi disana mari menyadari dan segera melompat ke atas.
Maria sedikit kewalahan tetapi karena dia bisa melayang di udara dengan menggunakan langkah angin, dia tidak akan terkena serangan Gilgit, karena Gilgit tidak bisa melompat keatas.
Tetapi monster beast itu, sama hebatnya seperti Clovis, dengan menggunakan elemen tanah Gilgit meluncurkan jarum jarum pasir kearah Maria. Sehingga Maria pun segera melindungi dirinya dengan barier pelindung.
Di sana juga, Clovis tidak tinggal diam, meskipun energi sihir yang dia miliki terkuras tetapi dia masih bisa menggunakan sihir level rendah untuk menyerang Maria.
"Bola tanah meluncur lah ...."
Wuss....
Beberapa bola tanah meluncur, tetapi tidak sebesar tadi yang bisa sebesar bola basket, sekarang ukuran bola tanah yang meluncur sebesar bola kastik.
Dalam beberapa menit Maria terus di hujani jarum pasir dan bola tanah, tetapi Maria nampak terlihat tenang dan bahkan ekspresi wajah Maria tetapi menunjukan wajah bersemangat.
Dia tidak merasa tertekan sedikit pun meskipun di hujani serangan bertubi-tubi, dan serang itu tidak dapat menembus barier pelindung yang Maria gunakan.
"Hahaha....bagai mana serangan gabungan aku dan Gilgit, apakah kamu sudah puas, ayo tunjukkan kepada ku, katanya kamu memiliki beast seperti ku" Clovis berkata dengan nada merendahkan dan menantang.
Maria pun mencibir "Serangan gabungan yang lemah, bahkan tidak dapat menggores kulit ku, bahkan tidak bisa menghancurkan barier Pelindung ku"
Mendengar perkataan itu Clovis menjadi marah dan memerintahkan kepada Gilgit supaya mengganti serangan kepada Maria.
"Gilgit gunakan serangan yang lain...."
Monster beast itu menghentikan serangan jarum pasirnya, dan kemudian pasir itu menyeruak ke atas dan nampak seperti tangan yang hendak menepuk lalat.
Maria pun segera menghentakan kakinya supaya langkah angin di perkuat dan dia pun menghindar.
"Cukup bersenang-senang nya, ini sudah terlalu lama"
Maria pun menggunakan sihir dimensi item Room dan mengeluarkan blue.
"Blue keluarlah dan serang monster beast itu" teriak Maria.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1