PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Wolf-grek Tersungkur


__ADS_3

Vico pun merasakan sesuatu mengalir dari tangannya sampai ketelapak tangan dan kemudian muncul gumpalan dan membentuk bulat, dan ternyata gumpalan yang keluar dari tangan Vico itu adalah sihir elemen air.


Vico pun menjadi senang tetapi konsentrasi dia menjadi buyat sehingga gumpalan air itu menjadi pecah.


Willy pun menegur Vico


"Konsentrasi lah fokuskan pikiran mu ke satu titik"


Vico pun mengangguk dan berkonsentrasi lagi, sedangkan Yarnt terus komat Kamit membaca mantra yang ada di kitab sihir tersebut dan kemudian tangannya menjadi kepanasan karena muncul api di tangannya tersebut.


"Adu...h panas...panas.."


Yarnt pun meniup tangannya.


"Huh ...huh...huh..."


Maria pun tertawa.


"Hahaha..... dasar Yarnt begitu saja sudah panik"


Willy pun geleng geleng kepala.


"Bagus Yarnt, konsentrasi lah kamu dapat mengeluarkan sihir elemen api, nanti juga kalau sihir itu sudah menyatu api yang kamu keluarkan tidak akan terasa panas"


Yarnt pun berkonsentrasi lagi dengan khusu.


Satu jam pun sudah lewat Maria pun bertepuk tangan menandakan waktunya berganti posisi.


"Pok....pok....pok....ayo gantian setelah satu jam kedapan kita istirahat makan siang terlebih dahulu"


Mereka pun tanpa berkata-kata langsung bertukar tempat dan mempelajari kitab yang berbeda.


Willy dan Maria hanya mengontrol mereka saja dan memperhatikan latihan mereka semua.


Di sisi lain wolf-grek sedang bermeditasi dan jiwanya berada di dalam alam rahasia kitab beladiri taring serigala.


Willy hanya tersenyum saja melihat wolf-grek yang sedang bermeditasi. Tidak terasa satu jam pun sudah lewat Willy pun memanggil mereka semua.


"Hai semua sudah cukup ayo makan siang dulu"


Semua orang pun berhenti berlatih dan membawa kitab masing-masing. Mereka duduk di kursi batu dan mengeluarkan bekal yang mereka bawa.


Tetapi karena Vico dan Yarnt tidak membawa bekal makan Willy pun memberikan milik nya untuk dimakan dan Maria pun sama memberikan milik nya untuk dimakan Vico dan Yarnt.


Tavin menyikut tangan Willy yang ada di sampingnya.


"Eh putra mahkota, aku tidak melihat Wolf-grek kemana dia"


Willy pun menunjuk kearah wolf-grek.


"Itu dia masih di sana jangan di ganggu biarkan saja"


Mereka pun langsung makan dengan lahap Maria pun bangkit dari duduknya kemudian dia mengeluarkan tombak petir dari sihir dimensi item Book.

__ADS_1


Kemudian berjalan kearah sungai.


Cleb....


Cleb....


Cleb....


Maria menusuk tiga ikan besar yang berenang di sungai tersebut kemudian melemparkannya kepada Willy.


"Hai, Willy ini buat makanan kita"


Wuss....


Maria melemparkan nya dari jarak jauh Willy dengan sigap mengeluarkan sihir elemen api.


Wuss....


Willy pun dengan cepat mengambil nampan yang tadi di bawa Maria untuk membawa poci dan gelang batu.


Brak....


Brak....


Brak....


Ikan itu ditangkap menggunakan nampan dan bau sedikit gosong pun tercium karena tadi Willy menggunakan sihir elemen api untuk membakar ikan supaya matang.


Ikan itu pun mengunggah selera semua orang. Mereka sampai menelan air liur nya sendiri saking aromanya yang membuat mereka menjadi sangat lapar.


"Apa ikan ini untuk teman nasi kami"


Maria yang masih di sekat sungai pun dengan cepat berjalan menghampiri mereka dan berkata.


"Enak saja, itu untuk ku dan Willy, kalau kalian mau ya nangkap sendiri saja"


Nolan dan yang lainnya pun menjadi cemberut sambil memakan bekal yang mereka bawa. Maria dan Willy langsung menyantap ikan tersebut dan di sisakan satu Ekor untuk wolf-grek yang sedang bermeditasi.


Sesudah makan mereka pun kembali berlatih dengan menukar kitab yang mereka pelajari masing-masing. Tetapi ketika Vico yang sedang belajar beladiri pedang dengan Yarnt.


Vico melihat kearah wolf-grek yang sedang mengerenyitkan wajahnya seperti sangat kesakitan dan tiba-tiba.


Buwar....


Wolf-grek tersungkur dan masuk kedalam air danau kecil tersebut, Vico dengan sigap langsung menceburkan diri untuk menyelamatkan wolf-grek.


Wolf-grek langsung di bawa ke dalam gubuk bambu dan di baringkan di tempat tidur yang berada di dalam gubuk tersebut.


Willy menyalurkan energi kepada wolf-grek, sihir pemulihan pun di salurkan kepada wolf-grek.


"Uhuk...uhuk...."


Wolf-grek batuk dan tersadar semua orang berkumpul di dalam gubuk tersebut.

__ADS_1


Willy pun bertanya.


"Kenapa kamu sampai bisa pingsan begitu"


Wolf-grek pun bercerita kejadian waktu berada di alam rahasia kitab beladiri taring serigala.


"Aku sudah menguasai setengah dari kitab beladiri taring serigala, tatapi ketika melangkah ke tahap berikutnya aku tidak kuat menahan gejolak energi yang sangat besar"


Willy pun menepuk jidatnya


Plak ....


"Aduh aku sampai lupa, tingkat selanjutnya dari beladiri taring serigala ada batasan level yang harus di penuhi.


Maaf aku telat memberi tahu mu, minimal untuk mempelajari tahap berikutnya kamu harus berada di Level B1. Dan disini kalian rata rata berlevel C3 termasuk kamu wolf-grek"


Tavin pun bertanya kepada Willy


"Bagai mana cara menaikkan Level kita, apa kamu tahu sedangkan aku juga tidak tahu batasan bejana Ilahi kami"


Willy tersenyum dan mengangguk


"Ya sebenarnya aku tahu cara menaikkan Level, yaitu kalian harus banyak berlatih dengan rajin bukan hanya berlatih sihir tetapi kalian juga harus menguatkan fisik kalian.


Karena kekuatan fisik dan kekuatan sihir kalian harus seimbang, contoh Tavin yang memiliki kekuatan sihir tetapi tubuh fisik nya lemah maka dia akan kelelahan setelah melepaskan beberapa elemen sihir"


Mereka pun mengerti tetapi waktu sudah hampir sore dan wolf-grek pun sudah pulih kembali karena Willy sudah menyalurkan energi kepadanya dan memberikan potion penambah stamina.


Willy pun mengambil kembali kitab tersebut termasuk kitab beladiri taring serigala, dan Willy simpan bersama ketiga kitab lainnya di gubuk bambu tersebut.


"Ayo waktunya kita pulang, dan untuk kitab beladiri taring serigala aku akan simpan di sini sampai kamu sudah memenuhi syarat untuk mempelajarinya"


Semua orang masih ingin berada di tempat ini karena suasana yang nyaman dan menyenangkan bahkan berlatih di sisi pun mereka sangat semangat.


Siren seperti biasa dia sangat cerewet dan menolak untuk pulang.


"Ih...kenapa sih kita harus pulang, kita jangan dulu pulang sebelum mempelajari kitab kitab itu, bahkan aku dan Tavin belum sempat mempelajari kitab dasar sihir"


Semua orang setuju dengan perkataan dari Siren, tetapi Willy tetap mengajak mereka untuk pulang.


"Ayo jangan banyak alasan nanti juga kalian akan berlatih di sini lagi, ingat besok lusa adalah pernikahan paman ku Raja Gibran dan Kak Clarisa, masa di hari penting seperti itu yang kalian pikirkan hanya berlatih saja"


Setelah Willy mengomel mereka pun menunduk kepalanya dan dengan berat hati mereka pun pulang kembali ke kerajaan Jovalavia.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2