
Di kerajaan Lareagon
Willy bersiap berangkat bersama 3.000 pasukan pendukung, mereka tidak memakai Armor Jirah, mereka hanya memakai kaos polos dan celana panjang.
Karena peralatan mereka simpan di sihir dimensi item Book, hanya padukan Raja naga saja yang memikul senjata api, itu juga untuk penjagaan dari monster dan serangan dari bandit yang menghalangi mereka menuju Medan perang.
Pasukan mereka berjalan kaki dan hanya Willy saja lah yang menunggang kuda putih dengan Jirah Armor khas kerajaan Lareagon.
Hanya kudanya saja yang memakai Jirah Armor, Willy hanya memakai pakaian militer lorang seperti semua pasukan Raja naga.
Dan pasukan lain seperti pasukan tombak naga dan perisai naga mereka Seperti prajurit yang habis di rampok karena hanya memakai kaos dan celana ketat Tanpa membawa apapun.
Maria berangkat terlebih dahulu dengan menaiki Falion dan bersama pasukan udara yang dipimpin kapten Fergus.
Kapten Blair yang memegangi tali kuda, yang di tunggangi Willy di depan bertanya "komandan kenapa anda bersama kami, akan lebih mudah bila anda bersama komanda Maria menaiki Gripon menuju ladang kematian"
Willy tersenyum sambil menjawab "aku hanya ingin tahu tentang daerah ini, soalnya setiap kali ke kerajaan Lareagon atau ke kerajaan Jovalavia selalu lewat jalur udara, aku hanya ingin melihat pemandangan indah yang membentang dan melihat dari daratan ini saja"
Willy beralasan begitu supaya mereka merasa dapat perhatian dari komandannya, "Dan aku juga ingin mengetahui stamina kalian semua dalam perjalanan ini, biar nanti pas kalian bertempur aku bisa memprediksi apa pasukan sudah dalam batas atau belum"
Blair tersenyum dan berkata "sungguh komandan sangat perhatian"
"Ini aku lakukan demi kemenangan kerajaan Lareagon dan mengurangi korban jiwa dari pihak kita" ucap Willy.
*
Di bukit tertinggi ladang kematian sudah sekitar 3 hari Raja Freevik Reagon dan yang lainnya berada di sana. Dan melihat dari kejauhan ke arah berlawanan dengan menggunakan teropong.
Terlihat ribuan pasukan musuh dari kerajaan Inggarsia sudah tiba dan mendirikan camp prajurit dan ada sekitar 10 komplek Camp prajurit di arah berlawanan.
__ADS_1
Dari camp musuh kurang lebih sejauh 3 km jaraknya dari camp kerajaan Lareagon dan hanya bisa di lihat dengan teropong untuk melihat keadaan musuh.
Hamparan luas Padang rumput, yang memiliki rumput haya setinggi mata kaki, dan disana banyak terdapat hewan liat seperti rusa, bison, dan kambing. Bahkan terdapat beberapa hewan buas seperti Haina, cetah dan singa.
Kedatangan pasukan dari kerajaan Inggarsia yang banyak membuat takut hewan tersebut dan mereka pun bermigrasi meninggalkan Padang rumput ladang kematian, sehingga tinggal beberapa hewan buas saja yang masih bertahan di area tersebut.
Ke esokan harinya, 60.000 pasukan Golem yang di pimpin oleh wakil jenderal setiap divisi sudah tiba di bawah bukit tertinggi mereka pun membentuk barisan dengan mengelilingi bukit tertinggi itu.
Sore harinya barulah pasukan inti yang berjumlah 40.000 lebih prajurit tiba di sana dan segera membuat camp prajurit. Camp tersebut di buat di kaki bukit yang di atasnya ada camp Raja Freevik Reagon dan yang lainnya.
Setelah mereka mendirikan camp camp prajurit selanjutnya pasukan Magi membuat benteng dari tanah yang ada di sekitar lokasi yang bertujuan untuk benteng pertahanan.
Mereka mengantisipasi serangan dadakan dari pihak musuh, dan camp itupun di kelilingi benteng setinggi 4 meter, dan setelah itu pasukan Magi membuat anak tangga menuju bukit tertinggi.
Setelah semua itu selesai mereka pun mengadakan pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya karena pihak musuh juga sudah berada di sisi lain dari ladang kematian.
"Kita akan jalankan Rencana putra Eldra, yaitu mengerahkan terlebih dahulu pasukan infantri Golem, dan mudah mudahan prediksi putra Eldra itu benar, mereka akan mengorbankan terlebih dahulu prajurit wajib militer" Ucap Raja Freevik Reagon.
"Kemudian pasukan Golem Kavaleri akan langsung menyerang pasukan inti musuh itu juga setelah mereka melepaskan anak panah" ucap wakil komandan pasukan kavaleri.
Mereka berdiskusi sampai akhir dan Raja Freevik Reagon pun memperingatkan kepada setiap komandan dan jenderal "ingat malam ini beberapa Ratus prajurit harus berjaga di setiap sisi benteng.
Tetapi tiba-tiba salah seorang prajurit melapor "Lapor yang mulia Raja, ada beberapa prajurit musuh menghampiri kita dengan membawa hewan buas"
Semua tersentak kaget karena waktu perang yang di janjikan belum di mulai yaitu 2 hari kedepan tetapi mereka sudah berani berbuat onar dengan mengirimkan beberapa prajurit dan membawa hewan buas.
"Usir mereka kembali ke camp nya dan perketat penjagaan" ucap Raja Freevik Reagon.
"Baik laksanakan yang mulia Raja...."ucap prajurit tersebut.
__ADS_1
Kemudian semua jenderal pun kembali ke posisinya masing-masing tetapi sebelum mereka beranjak dari sana Raja Freevik Reagon berbicara "Amankan semua Pangan kita, mereka akan mengincar pangan kita supaya kita tidak dapat bertahan"
Semua jenderal mengangguk "baik tuanku"
*
Di camp prajurit yang berada di bawah kaki bukit tertinggi ketika prajurit Lareagon akan mengusir prajurit musuh yang membawa hewan buas.
Prajurit musuh langsung melepaskan 10 ekor badak dan badak tersebut berlari kearah prajurit Lareagon.
"Awas badak itu dilepas dan berlari ke arah kita tutup segera benteng pertahanan" teriak salah satu prajurit.
Badak tersebut di biarkan berlari ke arah benteng dan salah satunya masuk kedalam, badak yang masuk kedalam benteng itu sengaja di pasangi duri duri dan yang lainnya di pasangi Bom.
Dan prajurit musuh yang melepaskan hewan buas itu malah tertawa terbahak-bahak "hahaha.....Rasakan dasar Dwarf Bodoh karena telah berani menantang kerajaan Inggarsia"
"Iya bahkan petarung mereka berani melukai pangeran dan putri kerajaan Inggarsia kita" ucap prajurit satunya.
"Mereka boleh menang di kompetisi antar benua tetapi di dalam peperangan kita lebih unggul dan jumlah kita lebih banyak, mereka hanya cari mati saja" ucap prajurit.
"katanya bangsa Dwarf ahli dalam pertahanan tetapi baru di kasih hewan buas yang mengamuk mereka sudah kalang kabut, hahahaha....." Cemooh prajurit dan kemudian mereka pun berlalu pergi dengan mencemooh pasukan dari kerajaan Lareagon.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna