
Di kubu musuh ada Seseorang yang kelihatannya kuat di mengunakan pedang yang di aliri sihir berelemen petir dan petir itu berwarna ungu, tidak seperti petir yang dimiliki Maria yang berwarna kuning.
Dia dengan lincah menebas prajurit Golem yang menghampirinya, satu kali tebasan membuat Golem prajurit hancur beserta inti monster yang ada di dalamnya.
"Kurang Ajar, aku kira mereka semua manusia ternyata mereka adalah sekumpulan Golem tanah yang sangat merepotkan" ucap orang tersebut.
Orang itu berteriak kepada semua prajurit lainnya "Mereka bukan manusia, mereka Golem tanah kalian cari inti monster yang ada di dalam tubuhnya baru mereka akan hancur dengan sendirinya"
Prajurit lain berteriak "ya..."
Komandan Enes berbicara kepada Willy "putra Eldra bagai mana ini mereka tahu bahwa prajurit kita bukan manusia" komandan Enes sedikit khawatir.
Tenang saja inti monster yang di pasang prajurit inti tidak pokus di satu titik, jadi bisa membuat pasukan musuh kerepotan" ucap Willy santai.
Tetapi ketika melihat prajurit itu yang menebaskan pedangnya dengan dilapisi elemen petir Maria pun sempat khawatir.
"Hai Willy biar aku pergi ke Medan perang Untuk melawan orang itu" pinta Maria.
Willy tidak melarang karena dia tahu kampuan dari Maria, "pergilah tetapi tetap hati hati karena ini perang baru permulaan belum semua pasukan musuh di kerahkan untuk terjun ke Medan perang"
"Baik aku akan pergi dan berhati hati" Maria memacu kudanya dengan kencang dan menghampiri prajurit berelemen petir ungu tersebut.
"Hai prajurit akulah lawan mu" tantang Maria.
"Gadis kecil pergilah dari sini, ini bukan tempat untuk bermain" ucap prajurit itu.
Justru aku ingin bermain dengan mu, aku tertarik dengan elemen petir mu yang berwarna ungu" ucap Maria.
"Baiklah ayo lawan aku, aku akan menemani mu bermain sampai puas" ucap prajurit itu
Maria pun turun dari atas punggung kuda kemudian berjalan kearah prajurit tersebut sambil membawa senjata tombaknya.
Sesekali ada saja prajurit musuh yang menerjang Maria dan menebaskan pedangnya Maria hanya menghindar kemudian menusuknya sampai mati.
Ada lagi yang menyerang kemudian Maria tangkis dengan tombaknya dan membalas menyerang prajurit musuh sampai pada akhirnya Maria berhadapan dengan prajurit berelemen petir ungu tersebut.
Prajurit itu mengayunkan pedangnya dengan kilatan petir yang ungu, menebaskan pedang itu kearah Maria, dan Maria pun segera menangkis pedang itu dengan tombak milik Maria.
Dua kekuatan petir bertubrukan, sehingga menimbulkan suara ledakan yang begitu besar, bahkan prajurit lain tidak berani mendekat dan ikut dalam pertarungan mereka berdua.
Krekak ....
Duwar....
Mereka berdua mundur beberapa langkah kebelakang kemudia prajurit itu mengeluarkan jurus sihirnya. "Tebasan pedang petir ungu...."
__ADS_1
Wuss....
Maria pun tidak kalah dia mengeluarkan jurus tombak sihirnya "jurus ayunan tombak Naga Petir...."
Wuss....
Kembali dua kekuatan petir bertubrukan dan membuat ledakan besar.
Duwar....
Ledakan itu membentuk cekungan yang lumayan besar, prajurit yang terkena ledakan itu pun seketika mati, dan prajurit Golem yang terkena efek dari ledakan itu pun hancur.
Setelah ledakan itu asap membumbung tinggi dan tertebak oleh angin dan berlahan asap itu pun menghilang.
"Ugh...Nona muda ini sungguh kuat dia bisa menahan petir ungu milik ku, petir berwarna kuning itu....apa begitu kuat sehingga ledakannya membuat cekungan yang begitu besar dan bahkan bisa di jadikan danau kalau di isi dengan banyak air" gumam prajurit yang bertarung dengan Maria.
Kemudian dia pun mulai bergerak turun kedalam cekungan itu dan Maria pun sama dia langsung turun dan bergerak untuk berhadapan kembali dengan prajurit tersebut.
"Sepertinya aku harus menggunakan kartu As ku untuk mengakhiri pertarungan ini" gumam Maria sambil berlari menyongsong musuhnya.
Setelah mereka berdua berhadapan mereka pun saling menyerang dengan senjata yang di aliran sihir elemen petir.
Di sekitar cekungan tempat Maria dan prajurit itu bertarung tidak ada yang berani mendekat karena lompat energi sihir yang berupa petir menyambar nyambar di area tersebut.
Dua warna sihir elemen petir yang satu Petir ungu dan yang satu Petir kuning membentuk bulatan seperti aura yang saling beradu satu sama lain.
Wuss....
Maria pun mengibaskan tombaknya "tombak naga petir...." Aliran sihir dari tombak Maria keluar dan membentuk sosok ular naga.
Wuss....
Kedua sosok sihir hewan buas tersebut seperti saling menyerang satu sama lainnya, harimau petir dan naga Petir.
Duwar....
Kedua sosok hewan itu pun hancur dan menimbulkan suara ledakan, sepertinya sihir yang mereka keluarkan sama kuatnya.
"Apa dia benar benar seorang prajurit, tapi Jirah Armor yang dia pake berbeda dengan prajurit biasa" ucap Maria heran dan sedikit menyadari sesuatu.
"Hai nona apa kamu sudah menyadari orang yang kamu lawan saat ini, aku bukan prajurit biasa tetapi aku adalah jenderal pemimpin dari 10.000 pasukan ini dan 4 jenderal lainya sedang menghabisi pasukan Golem kalian" ucap prajurit yang mengaku dirinya jenderal.
"Pantas kamu begitu kuat, tetapi sayangnya aku akan membunuh mu dengan cepat" ucap Maria.
"Hahaha....gadis kecil seperti mu tidak akan mampu untuk membunuh ku" ucap prajurit itu dengan percaya diri.
__ADS_1
Kemudian orang itu membentuk kuda kuda kakinya di tekuk dan pedangnya di arahkan kesampingnya, langit di sekitarnya pun berubah menjadi menghitam.
"Bersiap lah untuk mati, karena aku tidak akan ragu lagi membunuh gadis kecil seperti mu" ucap prajurit itu mengancam.
Maria pun mengeluarkan kemampuannya tubuhnya bersinar dan awan hitam pun muncul di atas kepala Maria.
"Jangan terlalu percaya diri, kamu lah yang akan mati hari ini" ucap Maria sambil tersenyum jahat.
Prajurit itu pun mengeluarkan jurus andalannya " jurus petir Harimau buas menerjang badai....."
Wuss....
Sosok harimau petir keluar dari dalam awan hitam di atas kepala prajurit tersebut dan harimau itu lebih besar dari pada yang pertama kali di keluarkan.
Maria memutar tombaknya kemudian menembakan sihir elemen petir ke awan hitam yang berada di atasnya kemudian awan itu mengeluarkan gelombang petir.
Crack....
Crack....
Kilatan cahaya petir terjadi di awal hitam tersebut kemudian Maria berteriak sambil mengayunkan tombaknya. "Jurus Naga petir penghakiman meluncur lah...."
Naga Petir 10 kali lipat dari sebelumnya muncul dari awan hitam milik Maria, naga itu meluncur dan melahap harimau petir milik prajurit tersebut.
Cleb....
Duwar.....
Setelah di lahap energi sihir petir meledak dan bergabung dengan naga sihir milik Maria dan melaju terus ke arah prajurit itu
"Tidak.... harimau petir ku di lahap. Tidak mungkin ini terjadi aku tidak mungkin kalah....." Teriak prajurit itu
Duwar....
"Agh.... aku tidak terima...."
Prajurit itu pun di hantam naga petir milik Maria membuat prajurit tersebut mati gosong.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna