
Ketika kain itu terbuka Raja Ferik Reagon terkejut dengan MecaBot yang berwarna hitam dengan Polet ungu memegang pedang kapak hitam dengan salur tengah bergambar naga berwarna ungu.
"Wow bagus sekali MecaBot ini, apa benar ini buat ku putra Eldra" tanya Raja Ferik Reagon yang sangat senang.
Willy mengangguk "iya kak itu hadiah untuk mu tetapi aku belum memberikan nama kepada MecaBot itu" jawab Willy.
Raja Ferik Reagon sangat senang kemudian tangannya menegadah kearah Willy "Putra Eldra mana buku panduan untuk ku biar bisa menjalankan MecaBot itu"
Willy menggelengkan kepalanya kemudian Raja Ferik Reagon pun terlihat murung seketika. Tetapi dia langsung menatap Raja Gibran dan Clarisa.
"Eh pinjam buku panduannya dong aku mau coba nih MecaBot ku" pinta Raja Ferik Reagon ke Raja Gibran dan Clarisa.
Willy mendekati Raja Ferik Reagon kemudian dia menepuk pundaknya "kak MecaBot milik mu tidak perlu tidak perlu buku panduan, karena MecaBot yang aku buat itu adalah model khusus untuk mu.
Semua orang tidak akan bisa menjalankannya kecuali dirimu sendiri, kak Ferik hanya perlu masuk dan di sana ada tempat, kak Ferik tinggal berdiri dan nanti dengan otomatis kak Ferik akan seperti memakai Jirah Armor perang.
Dan kak Ferik bisa menggerakkannya seolah kak Ferik sedang memakai Jirah Armor untuk berperang" jelas Willy kepada Raja Ferik Reagon.
Dia pun menjadi senang dan seperti anak kecil menaiki sebuah patung besar "di mana dimana pintu masuk nya" Raja Ferik mencari dan menekan nekan punggung dari MecaBot yang dia naiki.
Semua orang menggelangkan kepalanya seolah mereka melihat anak kecil yang mencari tombol remote control untuk menjalankan mainannya.
Willy menunjuk kearah Raja Ferik dan memberitahu dimana dia bisa masuk "kak tekan bola bulat yang ada di depan itu, yang berwarna merah"
Raja Ferik pun memanjat kearah depan "yang ini bukan putra Eldra" dia memengang tombol tersebut"
"Iya itu tinggal tekan saja tapi...." Willy memberitahukan bahwa itu pintu masuk dan harus di tekan tetapi Willy mau melanjutkan bicaranya Raja Ferik langsung menekan tombol tersebut.
Krek....ckrit....brak....
Raja Ferik tersempas dan jatuh kebawah karena ketika pintu itu terbuka dia terseret dan tidak ada pijakan sehingga langsung terhempas dan jatuh kebawah.
__ADS_1
Beruntung ada Raja Gibran yang berada di bawah dan menangkap dia "hep....hati hati jangan sembrono" kemudian Raja Ferik pun di turunkan ke tanah.
"Terima kasih sudah menangkap ku" ucap Raja Ferik Reagon, kemudian dia berkata lagi "aku terlalu senang karena mendapatkan hadiah spesial yang tidak pernah aku dapat sebelumnya"
Raja Ferik pun naik kembali dan dia masuk ke dalam tubuh MecaBot tersebut memudian menempelkan tubuhnya di dalam dan dengan otomatis pintu tertutup dan dia pun seperti memakai Armor Jirah perang.
Kemudian dia mencoba menggerakkan MecaBot tersebut dan setelah beberapa lama dia pun bisa menyesuaikan diri setelah itu dia segera turun dari dalam MecaBot tersebut.
"Uhuy ini sangat mudah benar kata mu putra Eldra, ini sangat mudah dan aku bukan seperti di dalam MecaBot, aku seperti sedang memakai Jirah Armor saja" ucap Raja Ferik Reagon sambil bahagia.
Willy hanya mengangguk dan tersenyum melihat tingkah lucu dari Raja Ferik Reagon dan Raja Gibran pun bertanya kepada Willy
"Kenapa kamu membuat model dan cara kendali yang berbeda, bukanya itu akan sangat sulit" ucap raja Gibran.
"Willy sengaja membuat model dan cara kendali yang berbeda, king Eldragon bisa membawa penumpang 1 orang dan si penumpang juga bisa bekerja sama dengan si pilot yang mengendalikan.
Si penumpang bisa menjadi navigator atau bisa juga mengendalikan senjata khusus yang ada di dalamnya. Sedangkan punya kak Ferik pengendali an singgel tipe tempur.
Setiap MecaBot itu ada kelemahan dan kelebihannya sendiri, sebagai contoh MecaBot King Eldragon bisa melontarkan kapsul penyelamat diri ketika diserang dan hampir meledak.
Sedangkan king Eldragon kita harus pandai memakai cara kita mengendalikan seperti dalam buku panduan maka dari itu pilot king Eldragon harus sering berlatih supaya terbiasa" Willy menjelaskan panjang lebar.
Raja Ferik Reagon pun bertanya kepada Willy, "nama yang bagus untuk MecaBot ku kira kira apa ya, apa ada yang memiliki ide, siapa nama yang bagus menurut mu putra Eldra"
"Terserah kak Ferik saja " Willy sambil melambaikan tangannnya. Karena dia tidak ada nama di dalam pikirannya.
Raja Freevik Reagon dari tadi hanya menyaksikan saja tetapi sekarang dia mengeluarkan suaranya "karena milik Gibran adalah king Eldragon, bagai mana kalau punya mu juga King Lareagon"
Raja Ferik Reagon menjentikan jarinya "setuju kek, itu nama yang bagus MecaBot ku bernama king Lareagon, ya karena aku Raja Muda kerajaan Lareagon ini"
Kemudian Raja Ferik berlari dan menarik tangan dari Raja Gibran dan Clarisa. "Ayo kita naik ke MecaBot kita dan coba untuk berlatih"
__ADS_1
Raja Gibran dan Clarisa pun mau tidak mau dia mengikuti Raja Ferik Reagon untuk naik ke MecaBot mereka masing masing. Tetapi sebelum naik Raja Gibran pun berpesan kepada anak buahnya.
"Kalian semua pulang saja duluan saya akan menginap di sini 2 hari dan kemudian kembali ke kerajaan Eldragon"
Semua anak buahnya Raja Gibran mengangguk "baik tuanku" mereka pun pergi menaiki Wyvern dan pulang ke kerajaan Eldragon.
Raja Ferik Reagon menaiki MecaBot king Lareagon, Raja Gibran dan Clarisa menaiki MecaBot king Eldragon mereka bergerak kelapangan luas untuk berlatih mengendalikan MecaBot mereka supaya terbiasa.
Disana tersisa raja Freevik Reagon, Maria dan Willy sedangkan pasukan mereka berada di dalam markas sedang merangkai benda yang di bawa oleh anak buahnya Raja Gibran dari kerajaan Eldragon.
"Putra Eldra apa sebenarnya yang kamu pesan dari Gibran sepertinya itu benda yang sangat penting bagi mu" tanya Raja Freevik Reagon.
"Ayo ke kita lihat kedalam tidak baik berada di luar anginya sangat kencang akhir akhir ini dan tidak baik untuk kesehatan" ajak Willy.
Mereka bertiga pun masuk kedalam markas dan naik ke atas kantor utama, Raja Freevik Reagon pun menatap kagum markas tersebut, awalnya ini adalah sebuah gudang besar.
Tetapi setelah di berikan kepada Willy, dia merombak dalamnya menjadi begitu indah dan nyaman untuk ditinggali, terkadang para pasukan tidak pulang dan tidur di markas ini
Karena di markas ini sebagian di jadikan barak Untuk tempat beristirahat para prajurit yang bekerja siang dan malam.
Willy menunjukan dari atas kebawah "lihatlah ke mereka sedang bekerja dengan semangat menyambungkan satu persatu item yang sedang di rangkai"
Raja Freevik Reagon pun tambah terkejut karena dibawah bukan hanya ada 2 kelompok pasukan yang sedang bekerja tetapi disana ada MecaBot lain.
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
***
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna