
Willy dan Maria berjalan di sepanjang jalan utama kota, mereka berdua seperti tidak memiliki masalah dengan siapa pun.
Mereka berdua jalan jalan sebelum berangkat karena ini masih pagi dan waktu yang tersisa di manfaatkan untuk jalan-jalan di kota ini.
Dengan beristirahat dan makan banyak stamina tubuh mereka sudah kembali fit dan dapat berlari kembali dengan cepat, tetapi untuk sekarang mereka masih menikmati suasana kota ini.
Willy dan Maria melihat banyak pedagang di kiri dan kanan jalan utama tetapi tidak ada yang menarik untuk Maria dan Willy beli, karena semua itu biasa tidak menarik perhatian.
Tiba-tiba Willy di tabrak pria tua yang berjalan tergesa gesa.
Brak....
"Aduh maaf tuan muda" pria tua itu meminta maaf kepada Willy, tetapi ketika melihat Willy dia pun langsung berlutut.
"Hormat kepada pangeran ke 3 kerajaan Jovalavia" kemudian pria tua itu melihat kearah Maria dan dia pun berlutut kepada Maria "Hormat kepada jenderal Iblis Petir"
Willy dan Maria merasa heran karena di kota ini ada yang mengenali dirinya, Willy pun langsung memerintahkan pria tua itu berdiri "Bangunlah jangan berlutut lagi, dan mengapa kamu tahu siapa kami ini"
Pria tua itu pun memperkenalkan diri "perkenalkan nama saya Bomay, ayo pangeran dan Jenderal ikut dengan ku"
Maria dan Willy pun mengikuti pria tua yang mengaku namanya Bomay, mereka masuk ke sebuah gedung dan gedung itu adalah kamar dagang di kota itu.
Mereka pun duduk di ruangan khusus dan Bomay pun mulai bercerita "Terima kasih atas kemurahan hati Pangeran dan Jenderal"
"Kenapa anda harus berterima kasih kepada kami sedangkan kami tidak kenal anda" ucap Willy.
"Aku adalah penduduk kerajaan Inggarsia yang di paksa menjadi prajurit sukarelawan yang berperang melawan bangsa Dwarf, dan atas kemurahan hati Pangeran ke 3, kami selamat, meskipun di kurung dengan benteng sihir supaya kami tidak ikut terlibat dalam perang antara Inggarsia dan Lareagon" Bomay terus bercerita kepada Willy tentang kejadian waktu di Padang rumput ladang kematian.
Kemudian Bomay melanjutkan ceritanya "Setelah perang itu berakhir sebagai dari kami tidak kembali ke kerajaan Inggarsia, karena ada kabar kerajaan Inggarsia sudah di serang oleh 3 kerajaan lain yang bersekutu, mereka adalah kerajaan baru Apalone, kerajaan Philia dan kerajaan Lasiodora.
__ADS_1
Kerajaan ini sangat membenci kerajaan Inggarsia dan sekarang kerajaan Inggarsia sudah tidak adalagi, kota kota kecil di dekat ke 3 kerajaan menjadi wilayah kekuasaan kerajaan tersebut dan ibukota kerajaan Inggarsia sendiri berubah menjadi kota tanpa tuan dan di sebut kota Serikat Perdamaian Benua Utara, dan di jadikan pusat perdagangan ke 3 kerajaan tersebut"
Willy dan Maria mendengarkan cerita dari Bomay dengan khusus, sesekali Maria tersenyum karena mendengar cerita Bomay yang membuat dia senang.
Willy pun bertanya "kemana teman teman mu yang lainnya"
"Mereka mengungsi di beberapa kota dan kerajaan kecil dan bekerja di sana, kalau pangeran ke 3 ingin membentuk pasukan aku bisa membantu mengumpulkan mereka, karena mereka juga berjanji ingin membalas Budi baik pangeran dengan mengabdi kepada anda " jawab Bomay.
"Apa di sini hanya ada kamu saja" tanya Willy.
Bomay menggelengkan kepalanya "tidak pangeran, ada sekitar 50 orang yang bekerja di sini, 20 orang membantu saya di kamar dagang ini sebagi pengawal barang, dan 30 orang lain bekerja di bidang lain. Apa pangeran ke 3 ingin mengumpulkan mereka"
Willy menggelengkan kepalanya "tidak usah, jangan menggangu mereka, eh ngomong-ngomong aku dari kemarin sudah berada di sini tetapi belum tahu nama kota ini"
Mendengar pertanyaan dari Willy Maria pun menepuk jidatnya "Hadeuh aku kira kamu tahu kota ini, kan kamu memegang peta perjalanan kita"
Bomay pun tersenyum "Kota ini bernama kota Murbei, di kuasai oleh 3 klan besar, klan terkuat mengangkat diri sebagai Raja kota dan klan lainnya harus tunduk dan menjadi anak buah klan terkuat"
Maria mengangguk "berarti kota ini seperti federasi bebas yang di kuasai 4 klan besar"
Bomay menggelengkan kepalanya "Disini klan terkuat mendominasi kekuasaan sedangkan di federasi bebas ke 4 klan membuat kebijakan yang menguntungkan klan mereka yang di bagi kedalam 4 kekuasaan"
"Kalau boleh tahu 3 klan yang berkuasa di sini klan apa saja" tanya Willy.
"Klan terkuat yang menguasai kepemerintahan adalah klan Apalone, sebenarnya mereka klan cabang dari kerajaan Apalone, yang ke 2 klan Balor mereka menitik beratkan kepada perdagangan, penginapan dan restoran.
Penginapan dan restoran yang berada di sini kebanyakan milik dari klan Balor, dan yang ke 3 klan Vorn mereka memang klan terkuat ke 3 di kota Murbei ini, tetapi kekuasaannya perlu di perhitungkan, usaha utama dari perjudian, tempat pelacuran dan barang gelap lainnya. Bahkan klan ini lebih brutal dari pada klan kuat lainnya, dan banyak klan kecil yang berada di kota Murbei ini " jelas Bomay.
Willy dan Maria tersenyum, kemudian Willy bertanya kembali "Apakah Walton Vorn sangat berpengaruh di kota ini"
__ADS_1
Bomay mengangguk "Dia putra ke 2 patriak klan Vorn dan bertanggung jawab atas tempat pelacuran di kota ini, pengawal dia banyak dan dia kesayangan dari pelindung kota ini"
Maria pun bertanya kembali "Siapa pelindung kota ini dan seberapa kuat "
Bomay sudah bisa menebak kenapa Willy dan Maria bertanya tentang Walton Vorn dan pelindung kota "Apa pangeran ke 3 dan Jenderal memiliki masalah dengan tuan muda ke 2 klan Vorn"
Maria mengangguk dan tidak menyangkal "Walton Vorn berniat melecehkan ku, dan aku pun menampar dia "
Bomay malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Maria "Hahaha....bagus lah jenderal memberi dia pelajaran dengan cara menampar nya, warga di sini tidak berani menyinggung keluarga Vorn karena mereka sangat kejam.
Tahun lalu ada wanita yang baru menikah dan cantik, kemudian si Walton Vorn itu menginginkan, wanita tersebut untuk menemaninya semalam, tetapi suaminya menolak, seminggu kemudian keluar mempelai di habisi tanpa tersisa.Sehingga tidak ada yang berani lagi menyinggung keluarga Vorn "
Kemudian Bomay melirik ke arah Willy "soal kekuatan dari pelindung kota, hanya kesatria tingkat 3 (C3), aku yakin pangeran ke 3 dan Jenderal tidak menganggap serius klan Vorn ini, karena dengan kekuatan anda berdua, pasti dengan mudah membalikan kota ini" ucap Bomay.
Kemudian ada seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan khusus dia adalah laki-laki yang berusia sekitar 30 tahun, bertubuh tinggi dengan kulit putih dan tampan dengan pakaian bangsawan yang dia kenakan, berjalan masuk.
"Siapa yang Bisa Dengan Mudah membalikan Kota Murbei ini" ucap laki laki yang baru masuk kedalam ruangan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1