
Beberapa hari setelah penyerangan monster di kota Legicia, ada party petualang yang melapor kepada resepsionis, bahwa mereka sudah menyelesaikan quest yang mereka jalani.
Quest itu adalah mengintai tempat bersembunyi dan berkumpulnya para monster dan dari hasil investigasi petualang tersebut, Sepertinya para monster itu ada yang mengendalikannya.
Sehingga resepsionis pun melaporkan hal tersebut ke master guild petualang, dan master guild pun mengeluarkan quest.
"Woy apa kalian belum melihat di papan pengumuman bahwa master guild mengeluarkan quest khusus untuk petualang level gold" ucap salah satu petualang.
"Quest apa yang menginginkan petualang level gold yang mengambil quest ini" tanya salah satu temannya.
"Kemarin party si denim sudah melaporkan, bahwa monster yang kemarin lusa menyerang kota kita ada yang mengendalikan, master guild ingin petualang level gold menangkap orang yang mengendalikan monster tersebut, dan ini sangat berbahaya sehingga minimal harus level Gold yang turun tangan" ucap petualang itu.
Seketika orang yang mendengar pembahasan itu melirik ke arah party yang di pimpin Willy.
Salah satu wanita yang berprofesi sebagai penyihir di party mereka pun berbicara "tidak mungkin mereka mau mengambil quest ini, secara ini sangat berbahaya, mereka memang level gold tetapi mereka belum berpengalaman dan masih anak anak"
"Siapa lagi yang harus mengambil quest ini, sedangkan 10 party yang berlevel gold hanya tinggal 2 party saja yang tersisa, sedangkan guild petualang membutuhkan 3 party" ucap petualang itu.
Resepsionis yang melihat party Willy dari kejauhan menganguk anggukan kepalanya sambil menyeringai dan nampak seperti tertawa jahat.
Kemudian resepsionis itu pun memanggil "Party Level Gold, tolong berkumpul di tempat ini segera"
Party Willy yang merasa di panggil kemudian bangkit berdiri dan berjalan menuju ke resepsionis, bukan hanya party Willy saja, tetapi ada 2 party yang mendekati resepsionis.
"Aku kumpulkan kalian semua yang berlevel gold karena ada 1 misi penting, yaitu menangkap Beast tamer yang mengendalikan monster kemarin yang menyerang kota, misi ini sangat penting dan kalian sebagai petualang level gold wajib menjalankan quest ini karena hanya tersisa 3 party kalian yang berlevel gold, karena yang lainnya sudah dalam misi yang lain" ucap resepsionis.
Rooney yang menyukai uang langsung mengangkat tangannya dan bertanya "Berapa bayaran kami kalau bisa menyelesaikan misi"
Resepsionis itu pun tersenyum "Masing masing dari kalian akan mendapatkan 10 uang koin emas, dan meskipun kalian gagal, maka asal kalian memberikan informasi penting maka akan di berikan 2 uang koin emas untuk masing masing kalian"
Mendengar perkataan resepsionis tentang uang Rooney menyeringai dan mengangkat jari jempolnya "ok party kami akan ikut, dan kapan kita berangkat"
"Sekarang kalian bersiap dan besok kalian berangkat, Party Denim yang akan memimpin dan memandu party kalian, karena informasi ini dia lah yang paling tahu" ucap resepsionis itu.
__ADS_1
*
Ke esokan harinya mereka pun bersiap ada sekitar 10 orang dalam 3 party, yang memiliki level gold siap untuk di berangkatkan.
Sebelum berangkat mereka terlebih dahulu memperkenalkan dirinya masing-masing. Party yang di pimpin denim memiliki 3 anggota termasuk dirinya. Dan party satunya lagi di pimpin oleh orang yang bernama Rolet yang memiliki 3 anggota termasuk rolet sendiri.
Mereka para petualang yang sudah berpengalaman karena rata rata usia mereka berada di 30 tahunan, dan mereka sudah menjadi petualang selama 10 tahun.
Sedangkan party termuda adalah party pimpinan Willy yang usianya di bawah 16 tahun, sehingga di perjalanan ini party Willy berada di barisan tengah.
Mereka pun berangkat menyusuri hutan lebat dengan formasi party denim berada di depan party Willy di tengah dan party rolet di belakang.
Ini karena party denim yang memandu mereka, dan melindungi party muda yang berada di tengah.
Awal masuk hutan belum ada nampak hal yang mencurigakan, tidak ada hewan buas yang terlihat atau pun yang melintas.
Tetapi ketika memasuki kedalam hutan mereka di hadang oleh monster beast kera berlevel prajurit, semua orang siap untuk bertempur.
Dan serangan pun terjadi, Willy dengan mudah menebas monster tersebut, begitu juga Maria yang dalam beberapa gerakan dia bisa menumbangkan monster tersebut.
Mereka pun lebih jauh masuk ke dalam hutan yang pepohonannya bertambah besar dan rimbun, bahkan sinar matahari hanya sedikit yang masuk kedalam hutan ini.
Sehingga meskipun sudah siang hutan ini gelap seperti malam hari, tetapi karena masih ada sinar matahari yang masuk maka ada sedikit cahaya yang masuk.
Goar.... Goar....
Suara beast terdengar dan banyak, duru langkah kaki pun terdengar dan suara suara lain terdengar mendekati mereka.
Denim berteriak kepada seluruh party "Formasi pertahanan....."
Mereka pun kembali membentuk lingkaran dengan para penyihir dan Ronny yang memakai senjata busur berada di tengah tengah mereka.
Mereka melangkah mencari area yang sedikit lebih luas untuk bertempur, karena kalau di area yang banyak pepohonan mereka akan di rugikan.
__ADS_1
Iya monster kera pandai dalam hal memanjat sehingga mereka bisa menyerang dari atas, dan itu bisa memecahkan formasi bertahan mereka.
Mereka pun menemukan area untuk bertarung di mana area ini cukup luas dan tidak ada dahan kayu yang berada di atasnya, sehingga mereka tidak akan takut di serang dari atas.
Setelah mencapai tempat itu, monster keluar dari berbagai arah dan mereka pun terkepung oleh para monster kera yang nampak pemimpin kera itu juga ada dan 10 kali lebih besar dari pada kera biasanya.
Disana juga banyak monster kera yang tingkatannya beast, yang dapat merepotkan petualang karena level beast sama seperti manusia di level C.
Dan pemimpin kera yang sering di sebut Alfa berada di tingkatan monster kelas bencana, level itu bisa menghancurkan kota kecil hanya sendirian.
"Astaga, kita tidak akan bisa lolos dari tempat ini, dan sudah pasti kita akan mati" ucap Rolet.
"Meskipun ini hari terakhir kita, kita harus berjuang keras dan mati dalam pertarungan yang hebat" ucap teman Rolet.
"Aku bersyukur bisa hidup sampai saat ini dan mati dalam keadaan melawan monster beast yang sangat banyak ini" ucap teman satunya lagi.
Willy dan Maria yang saling berdampingan dia saling menatap dan mengaktifkan barier pelindung di tubuh mereka, dan siap untuk bertranformasi.
Semua monster berjalan berlahan, nampak mereka seperti membuat mental para petualang ngedrop, karena mereka begitu banyak.
Tanpa di duga Sovia mengangkat tongkat sihir milik nya dan menggunakan sihir cahaya, itu juga tanpa adanya orang yang menyuruh.
Dan dia berinisiatif sendiri untuk mengeluarkan sihir cahaya tersebut dan entah apa yang sedang dia pikirkan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna