
Di kerajaan Lareagon seseorang mengirimkan secarik kertas kepada raja muda ferik reagon di singgasana kerajaan.
Disana juga sedang berkumpul putri Clarissa, Raja Gibran, Maharaja freevik reagon dan para petinggi kerajaan.
Raja muda ferik reagon pun membaca secarik kertas itu yang di kirim oleh Willy menggunakan burung pembawa pesan.
Setelah di baca kemudian raja muda ferik reagon memberitahukan isi dari surat tersebut.
"Putra Eldra sedang dalam bahaya, dia di incar oleh kelompok pembunuh bayaran kedai pembunuh, dia meminta bantuan kita untuk mengirim pasukan khusus wyvern, untuk membasmi para assassin yang mengincar mereka berdua"
Mereka semua tercengang dengan berita yang di kirim oleh Willy, kemudian raja muda ferik reagon pun melanjutkan.
"Menurut informasi yang putra Eldra dapat para assassin itu di perintahkan oleh Aliansi Penganut Ajaran Dewa yang khawatir bahwa dirinya akan menjadi hambatan dalam rencana mereka di kemudian hari"
Maha raja freevik reagon pun langsung menggebrak meja.
Brak....
"Kurang ajar, berani beraninya mereka mengusik putra Eldra, itu berarti mereka ingin di hancurkan oleh kerajaan kita"
Raja Gibran pun langsung menenangkan maha raja freevik reagon "Ayah angkat tenang lah, ingat kesehatan mu. Aku juga tidak akan tinggal diam kalau keponakan ku kenapa kenapa"
Kemudian raja muda ferik reagon pun memerintahkan jenderalnya "Jenderal beritahukan kepada pasukan Naga supaya bersiap untuk berangkat membantu putra Eldra"
Jenderal itu pun membungkukkan badannya "Siap laksanakan yang mulia Raja"
"Hai Clarissa, beritahukan kepada ayah mu di kerajaan Jovalavia untuk menyiapkan pasukan dan kirim ke federasi bebas aku juga akan menyiapkan pasukan kerajaan Lareagon untuk berangkat ke federasi bebas " ucap maha raja freevik reagon
Mereka pun menjadi sibuk dengan urusan untuk membantu Willy, tetapi di sana raja Gibran masih dalam keadaan tenang.
"Gibran kenapa kamu masih diam, cepat beritahukan kepada ayah mu maha raja Alfred Eldragon, untuk menyiapkan pasukan" pinta maha raja freevik reagon.
Raja Gibran malah tersenyum "tenang lah ayah angkat, kita tidak sedang menghadapi perang besar, aku hanya akan mengirimkan pasukan pelindung raja untuk membantu pasukan Naga, kita tidak perlu mengerahkan banyak pasukan, kalau bisa ayah angkat hubungi kepala keluarga klan serigala dan klan harimau untuk menjemput Willy"
Mereka pun langsung bubar untuk menggunakan kristal sihir komunikasi untuk menghubungi orang yang bersangkutan.
Informasi pun sudah di sebar, 200 prajurit wyvern dari kerajaan Lareagon berangkat menuju koordinat yang di berikan oleh Willy.
__ADS_1
Pasukan udara kerajaan Eldragon yang berjumlah 1.000 prajurit sebagai pasukan pelindung raja Gibran, berangkat menuju federasi bebas dan akan transit di klan serigala.
Pasukan kavaleri kerajaan Jovalavia pun di berangkatkan sebagai pasukan pelindung Willy dan mereka pun akan transit di klan serigala.
Raja Hendrik Jovanka pun menginformasikan kepada anggota serikat perdamaian benua bagian Utara tentang aliansi penganut ajaran dewa yang mengincar nyawa Willy dengan mengirimkan banyak assassin.
Seketika mereka pun mengadakan rapat darurat dengan menggunakan alat komunikasi sihir yang bisa menampilkan layar hologram, sehingga mereka semua rapat seperti tatap muka sungguhan.
Mereka pun sepakat akan membentuk kekuatan gabungan karena ini sepertinya akan menjadi perang besar antara kerajaan yang menganut ajaran dewa dan sekutu dewa naga agung.
Mereka memulai semua itu dengan memburu Willy, sosok anak yang akan menjadi pemimpin di masa depan karena memiliki pedang dewa naga agung.
Yang melanjutkan peran dari pahlawan legendaris Edward Eldra yang bisa menyatukan seluruh benua dalam melawan dewa.
Sehingga aliansi penganut ajaran dewa menargetkan Willy untuk di habisi supaya di kemudian hari tidak ada Edward Eldra lagi yang terlahir untuk menentang para dewa dan pengikutnya.
Semua kerajaan dan negara yang bergabung di aliansi perdamaian benua bagian Utara menyiapkan pasukan mereka dan di tempatkan di titik titik vital untuk mencegah penyerangan besar besaran dari kerajaan penganut ajaran dewa.
Selain itu kerajaan yang dekat dengan federasi bebas dan jalur menuju kerajaan dewagon dan lembah keabadian menyiapkan pasukan untuk melindungi Willy tetapi pasukan tersebut menyamar sebagai petualang dan penduduk biasa supaya tidak di ketahui oleh pihak lawan.
**
Gerbang desa tidak di jaga dan tidak ada aktivitas seperti desa pada umumnya. Seperti biasa Willy dan Maria menganggukan Golem untuk memantau desa tersebut.
Golem yang di ciptakan mirip seperti Willy dan Maria sendiri, mereka pun di perintahkan untuk memasuki desa tersebut, sedang Willy dan Maria bersembunyi.
Dan kebetulan di dekat desa itu ada goa yang tidak terlalu dalam sehari Willy dan Maria bersembunyi di goa tersebut sambil memantau Golem yang dia kirim.
"Apa yang akan kita lakukan, apakah kita akan bersembunyi terus, lebih baik kita masuk dan bertarung secara langsung" ucap Maria.
"Sabar, ada waktunya kita bertarung, sekarang kita harus melihat situasi di dalam desa itu bagai mana, setidaknya kita tidak melibatkan penduduk yang tidak bersalah" jawab Willy.
Maria pun sedikit kesal karena Willy selalu berhati hati dalam melakukan tindakan "Kamu ini terlalu khawatir, kita ini kuat dan berada di tingkatan yang berbeda dengan mereka, apa salahnya kita hadapi langsung, kan lebih cepat beres"
"Dasar Dewi perang, di pikiran mu hanya ada bertarung dan bertarung saja, Jagan ceroboh nanti kita bisa celaka dengan kecerobohan kita ini, sehebat hebatnya kita, kita akan kalah kalau jumlah dan kekuatan mereka itu lebih banyak dan lebih kuat dari pada yang kita lawan sebelumnya, ingat yang terkuat biasanya di simpan terakhir, jadi kita tidak boleh gegabah"
Willy pun terus menasehati Maria sampai dia pun kesal sendiri "ya sudahlah terserah kamu saja "
__ADS_1
Di desa itu pun Golem Willy dan Maria masuk dan tidak ada pergerakan, nampak desa tersebut seperti desa mati.
Para penduduk sudah tidak ada lagi dan jejak kehidupan pun tidak ada, sepertinya sudah satu Minggu desa ini di tinggalkan.
Terlihat dari beberapa pintu rumah yang terbuka, tidak ada barang berharga atau pun barang yang di pakai sehari hari.
Sepertinya mereka sudah Mengungsi dari desa tersebut, Golem Willy dan Maria pun terus berjalan ke tengah desa dengan bersiaga.
Golem Maria yang memiliki karakter yang sama dengan Maria itu sendiri memang ceroboh, dia menginjak jebakan.
Wuss.... wuss.... wuss....
Ratusan anak panah meluncur dari berbagai arah Golem Willy dan Maria pun langsung bertahan dengan menggunakan pedang dan tombak yang mereka bawa.
Ketika mereka sedang menghalau anak panah, Willy tidak sengaja menginjak jebakan yang pada akhirnya terjadi ledakan di tempat tersebut.
Duwar....
Jebakan itu memang di siapkan untuk membunuh Willy dan Maria, tetapi karena Willy sudah tahu bahwa disana ada jebakan, sehingga dia mengirimkan Golem untuk menggantikan posisi mereka.
Maria yang bersembunyi di goa merasa kaget karena desa itu penuh dengan jebakan dan dia merasakan bahwa duplikat dirinya sudah hancur terkena ledakan.
"Aku kata apa, kalau kita ceroboh mungkin kita akan mati dengan kecerobohan kita" ucap Willy
"Iya deh, aku salah, ayo kita keluar karena jebakan di desa itu sudah habis" ucap Maria yang langsung bangkit dan hendak pergi.
Willy pun segera mencegah Maria "Tunggu, disana masih belum aman, para assassin belum menampakkan diri mereka, aku tidak dapat merasakan aura mereka, mereka sangat pandai menyembunyikan diri "
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna