PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kota Sudah Tidak Aman Lagi


__ADS_3

Welf pun segera mungkin mengambil alat pemotong kuku yang sering di pakai untuk memotong kuku kuda kemudian dia serahkan kepada Willy.


Semua peralatan sudah tersedia Willy pun memasukan bijih logam Adamantium itu ke mangkuk lebur kemudian Willy menoleh ke arah Maria.


"Maria keluarkan tombak yang aku buat dulu yang aku berikan kepadamu" pinta Willy sambil menengadahkan tangannya.


"Tapi tombak itu sudah rusak, waktu pertempuran dulu, dan tidak bisa di pakai lagi, untuk apa kamu minta lagi" Jawab Maria.


"Sudah keluarkan saja aku akan memperbaikinya" kembali Willy meminta.


Dengan terpaksa Maria pun mengeluarkan tombak yang dulu di buat pertama kali oleh Willy, kenangan di waktu kecil pun terlintas.


Waktu mereka masih berada di Menara Pengawas yang sudah tidak di pakai lagi yang ada di dalam hutan.


Tetapi kenangan itu langsung di tepis oleh Willy dan fokus kepada pembuatan senjata.


Tombak yang pertama kali di buat oleh Willy itu bisa di pecah menjadi 4 bagian dan jadi lebih mudah di bawa kemudian Willy kembali meminta kepada Maria "Maria tolong keluarkan blue aku butuh apinya untuk peleburan dan kuku kakinya untuk unsur beast"


Tanpa banyak bicara Maria pun mengeluarkan blue dari dalam sihir dimensi item Room.


Goar.... Goar....Goar....


Blue si Harimau kilin api meraung membuat welf dan anaknya Leoni bergidik ngeri dan ketakutan.


Monster hewan buas level tinggi sekarang ada di bengkel black Smith miliknya, dan itu terasa mimpi bagi welf dan Leoni, karena selama mereka pernah menjadi petualang.


Mereka belum pernah bertemu dengan monster hewan buas seperti Harimau kilin api seperti ini, dan bahkan mereka berdoa supaya tidak pernah bertemu dengan monster ini.


Dan sekarang ini benar benar ada di depan mereka,welf membelalakan matanya yang pernah mereka dengar bahwa harimau kilin api diselimuti api berwarna merah, tetapi yang di hadapan mereka di selimuti api berwarna biru.


Willy pun mengeluarkan sepotong daging Giant Rabbit dari dalam sihir dimensi item Book dan memberikan daging itu ke Blue "ini blue Makana untuk mu, tetapi aku ingin meminta kuku kaki mu dan meminjam api biru mu"


Blue pun mengangguk seakan mengerti ucap Willy dia pun berbaring sambil memakai daging tersebut.


Willy menghampiri blue santai, dengan membawa alat pemotong kuku, setelah Willy memotong beberapa kuku blue Willy pun siap melebur bijih logam Adamantium.


Dengan palu yang di pegang Willy untuk menempa, dan logam Adamantium sudah sedikit memuai, Willy pun dengan sigap menenpa logam tersebut.


Willy pun menempa logam dengan ayunan yang sangat kuat, dan stabil dengan tempaan yang terus menerus Tanpa henti.

__ADS_1


Sesekali Willy melelehkan kembali logam tersebut dengan menggunakan api biru milik blue dan kemudian menempanya kembali.


Cara menempa Willy itu tidak biasa yang membuat welf melongo dengan mulut menganga, dia tidak mungkin bisa mengikuti irama tempaan palu yang di di lakukan oleh Willy.


Bukan hanya kuat tetapi juga waktu irama hantaman palu itu stabil dan tanpa jeda.


Irama tak tok tak tok terdengar seperti alunan musik yang merdu, dan dalam waktu sekitar 2 jam sebuah mata tombak sudah jadi dan Willy pun Langsung memasangkan mata tombak itu di tombak milik Maria.


Setelah itu selesai Willy mengambil pedangnya dan kemudian manakah pedang itu dengan api biru dan pedang itu sedikit memuai.


Willy menoreh sebuah goresan panjang dari ujung sampai ke bawah pedang dan menaburkan cakar blue yang sudah di haluskan kemudian menutupnya kembali.


Dengan beberapa waktu pedang Willy pun sudah disisipi dengan unsur beast dari cakar harimau kilin api blue .


Setelah selesai Maria memasukan kembali blue kedalam sihir dimensi item Room dan Maria pun mencoba tombak yang sudah di modifikasi dan di perbaiki oleh Willy


Maria mengayunkan tombaknya dan menyalurkan energi sihir elemen angin ke tombak tersebut dan ujung tombak itu di selimuti api.


Maria pun merasa senang, apalagi kalau di kombinasikan dengan armor yang diberikan welf kepadanya, menjadikan Maria seperti kesatria merah.


"Beri lah nama tombak baru mu itu" ucap Willy kepada Maria.


"Aku akan memberi nama tombak ini, dengan nama tombak kilin api" ucap Maria.


Setelah mereka selesai mereka pun kembali ke dalam toko senjata, karena hari ini toko tutup dan memang sengaja di tutup karena welf tidak ingin diganggu dalam pengobatan anaknya tersebut.


Tetapi di luar toko ada seseorang yang mengetuk pintu, seperti orang yang sedang panik.


Tok....tok....tok....


"Tuan Welf Crozzo apa anda ada di dalam....Tuan Welf Crozzo apa anda ada di dalam" beberapa kali orang itu berteriak.


Mendengar suara yang memanggil, welf sudah familiar dengan suara orang itu, segera welf membuka pintu toko.


"Ada apa manager beay, nampaknya kamu sedang panik" tanya welf


Manager beay pun lirik kekiri dan lirik kekanan kemudian dia masuk dan segera menyuruh welf untuk menutup pintu. "tuan Welf Crozzo tolong tutup pintunya"


Welf pun menutup kembali, Willy dan Maria yang sedang berdiri melihat manager beay kemudian tersebut.

__ADS_1


Manager beay menghela napas kemudian bergumam "Syukurlah anda ada di tempat ini"


Kemudian manager beay melangkah mendekati Willy dan Maria kemudian berlutut dan melapor "Pangeran dan nona muda Maria, kota ini sudah tidak aman lagi, kami sudah memanggil semua anggota klan serigala untuk mengawal anda keluar dari kota ini"


Willy pun memegang pundak manager beay "bangunlah terlebih dahulu dan ceritakan apa yang terjadi"


Manager beay pun berdiri kemudian dia bercerita "kejadian semalam membuat semua tentara bayaran armor Putih mencari anda, bahkan mereka menurunkan pasukan elitnya untuk menangkap anda"


Welf menatap heran, karena datang datang manager beay langsung berlutut dan memanggil pangeran kepada Willy dan welf juga bingung ada apa Willy di cari oleh tentara bayaran armor Putih.


Welf pun memberanikan diri untuk bertanya kepada manager beay "kenapa dengan tentara bayaran armor Putih sehingga mereka mencari nak Willy"


Manager beay pun melirik ke arah welf kemudian dia menjawab "Pangeran sudah membantai tentara bayaran armor Putih di penginapan lotus kemarin malam"


Mendengar perkataan itu welf pun membulatkan matanya, dia melirik Willy kemudian Willy mengangguk kinya kemudian melirik ke arah Maria dan mendapatkan anggukan yang sama.


"Paman welf, aku ingin mengambil armor itu sekarang apa boleh" tanya Willy.


Welf pun menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun karena dia kaget dengan anggukan Maria dan Willy yang telah membantai tentara bayaran armor Putih.


Selama ini tidak ada yang berani menyinggung tentara bayaran armor Putih tersebut kedua anak ini malah sengaja menyinggung mereka dengan membantai pasukan tentara bayaran armor Putih tersebut.


Willy pun memerintahkan Maria "Ambil dan pakai lah, ini saatnya kita menghancurkan markas tentara bayaran armor Putih itu"


Maria pun mengangguk dan mengambil armor full set tersebut dan mengganti pakaian dengan bahan sutera berwarna hitam dengan pas membentuk lekuk tubuh Maria, dan memakai celana hitam berbahan spandek sutra.


Kemudian Maria memakai Armor pelindung Dada, pelindung tangan dan bahu, kemudian pelindung kaki dan lutut serta memakai helm pelindung.


Setelah itu Maria pun keluar dengan Full set armor dan memegang senjata berupa tombak.


Willy pun berkecap kagum karena Maria mirip seperti pemeran utama di serial anime fantasi saint Saiya.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2