PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kain Merah


__ADS_3

Kemudian jenderal divisi infanteri bengacungkan senjatanya dan di arahkan ke depan sambil berteriak "Serang....."


Beberapa kapten Infantri pun berteriak "maju...." Semua prajurit infanteri berlari menuju untuk menuju ke Medan perang.


Willy yang sedang melawan musuhnya menengok ke arah di mana pasukan kerajaan Lareagon berlari untuk menyerang karena pasukan musuh berlari meninggalkan Medan perang.


*


Di arah musuh beberapa orang berteriak "Luncurkan...."


Wuss....


Terlihat dua bola batu meluncur secara bersamaan dan bola batu itu di ikat satu dengan lainnya dan kemudian sebuah kain besar berwarna merah membentang di antara ke dua batu tersebut.


Willy langsung menyadari sesuatu ketika dia masih menjadi Wildan dan hidup di dunia yang di sebut pelanet bumi.


Wildan pernah menonton film India di bioskop bersama dengan pacarnya yaitu Elvina, Wildan menonton film India kerajaan, di dalam film itu kerajaan pihak protagonis berperang dengan suku bar bar.


Dengan strategi pertahanan mirip di lakukan oleh kerajaan Inggarsia, Sekarang ini, dan bola batu yang di lontarkan serta kain berwarna merah itu mengandung minyak yang mudah untuk terbakar.


Strategi ini di lakukan ketika target sudah mendekati wilayah dan kain itu di luncurkan supaya menutupi seluruh pasukan musuhnya kemudian setelah itu panah api di luncurkan dan pasukan musuh dalam film yang Wildan tonton di bioskop tersebut.


Panah api membakar kain merah yang menutupi pasukan bar bar, dan seluruh pasukan bar bar yang terkurung dalam kain besar itu mati terbakar habis.


Willy yang menyadari itu langsung berteriak memanggil Maria "Maria ayo mundur kita berbahaya berada di sini"


Maria pun berbalik dan menjawab Willy "baik ayo kita mundur"


Willy pun menggunakan sihir untuk membuat Golem tanah supaya ikut mundur "pasukan Golem mundur...."


Pasukan Golem pun berlari mundur di belakang Willy, tetapi pasukan infantri sudah mendekati Willy untuk mengejar musuh yang berlari meninggalkan Medan perang


Willy pun berteriak kepada prajurit yang berlari maju "Mundur.... Mundur...."


Di ikuti oleh Maria yang sama berteriak "ayo mundur ini Jebakan....ayo mundur...."


Sebagian Prajurit tidak mendengar teriakkan Willy mereka bersemangat untuk mengejar musuh, Willy pun tidak memiliki cara lain demi untuk mengurangi korban jiwa di pihak kerajaan Lareagon.


Willy menggunakan sihir elemen angin dan mengayunkan pedang dewa naga agung dia jadikan pedang dewa naga agung sebagai kipas untuk menghempaskan para prajurit supaya berhenti berlari dan kembali mundur.


"Semua prajurit Mundur....." Teriak Willy sambil menghempaskan pedang dewa naga agung yang di lapisi Sihir elemen angin sehingga banyak prajurit yang terhempas.

__ADS_1


Wuss....


"Mundur.... dasar Bodoh...." Teriak kembali Willy sambil menghempaskan pedang dewa naga agung. Dan kembali prajurit terhempas.


Di barisan belakang jenderal Infantri merasa bingung dan heran mengapa Willy menyerang dan menghempaskan pasukannya.


"Kenapa putra Eldra menyerang dan menghempaskan pasukan ku, padahal itu bisa menguntungkan bagi kerajaan Lareagon untuk mengejar dan membunuh musuh di Medan perang ini malah berbalik menyerang kawan sendiri, apa mungkin putra Eldra sudah gila" gumam jenderal infantri.


Raja Ferik Reagon dan jenderal lain pun merasa bingung karena Willy begitu pun Maria berteriak dan menghempaskan prajurit infanteri dengan menggunakan sihir elemen angin.


Willy pun geram karena prajurit kerajaan Lareagon tidak mendengarkan teriakannya dan terus berlari maju meskipun ribuan prajurit sudah di hempaskan oleh sihir elemen angin dan Maria pun ikut membantu dengan elemen angin yang dia miliki untuk menghalangi prajurit kerajaan Lareagon berlari ke tengah ladang kematian.


Di atas bukit tertinggi Raja Freevik Reagon melihat Willy yang menghempas prajurit infanteri dengan menggunakan sihir elemen angin dan pedang Dewa Naga Agung.


Raja Freevik Reagon pun memerintahkan kepada prajurit yang ada di atas bukit tersebut untuk meniup terompet supaya pasukan infantri mundur sesegera mungkin dan tidak melanjutkan untuk menyerang ke tengah Medan perang.


Toot....Toot....Toot....


Terompet ditiup tanda untuk mundur dan pasukan infantri yang berlari langsung berhenti karena mendengar suara terompet tersebut.


Kemudian di Medan perang Willy menggunakan sihir pengeras suara supaya suaranya di dengar oleh semua prajurit kerajaan Lareagon yang sedang berlari ke arah Medan perang dan mengejar musuh.


Prajurit yang mendengar perkataan dari Willy Langsung berhenti dan berlari mundur yang sudah terlanjur masuk ke depan pun berhenti dan berlari kembali ke arah Willy.


Willy pun berteriak lagi "siap yang menyuruh kalian untuk menyerang cepat mundur atau kalian mati konyol"


Mereka pun berlari untuk mundur dan bola batu yang di ikat kain pun segera menutupi ribuan prajurit Lareagon, bola batu pun menghantam beberapa orang prajurit dan mereka pun tewas seketika dan beberapa orang terhempas karena serpihan tanah hantaman bola batu yang sangat besar


Prajurit yang tersempas itu pun terluka tetapi mereka masih bisa berdiri dan melarikan diri dari sana, beberapa Ratus prajurit yang sudah tertutupi oleh kain merah besar itu berhasil meloloskan diri.


Dan masih ada ratusan prajurit yang berada di tengah tengah kain besar itu terkurung, beberapa bola batu yang membawa kain besar meluncur lagi dan menutupi kain lainnya.


Maria yang sekarang berada di samping Willy terus berteriak kepada prajurit yang berhasil meloloskan diri dari kain besar itu. "Ayo cepat lari menjauh dari kain itu"


"Maria gunakan sihir elemen angin mu untuk membuat pusaran angin supaya bola batu itu tidak sampai ke sini" ucap Willy yang memerintah Maria.


Maria pun mangangguk dan tanpa ragu mengeluarkan sihir elemen angin "jurus Elemen Angin. Angin ****** Beliung muncul lah" Maria sambil memutar tombaknya sangat kencang dan memunculkan angin puyuh di dekatnya.


Willy pun mengeluarkan jurus sihir elemen angin yang sama dengan Maria "Jurus Elemen Angin. Angin puyuh kembar muncullah" Willy mengibaskan pedangnya dua kali sehingga membentuk dua angin puyuh.


Kepanikan prajurit Lareagon terjadi mereka terus berlari tanpa henti dan tidak memperdulikan teman mereka yang berada di belakangnya, bahkan ada temannya di tepian yang jatuh terinjak oleh mereka hingga tewas.

__ADS_1


Puluhan kain merah besar melayang di udara dan menutupi semua area yang tadi di jadikan Medan perang oleh kedua belah pihak.


Ratusan prajurit kerajaan Lareagon yang masih terjebak di dalam sebagian ada yang muncul kepermukaan dengan cara menyobek kain itu dengan pedang mereka.


Dan bahkan ada dari prajurit kerajaan Inggarsia yang sama terjebak dalam kain tersebut tetapi tidak sebanyak prajurit dari kerajaan Lareagon.


Prajurit musuh pun ada banyak yang berhasil meloloskan diri dari kain merah tersebut dan lanjut berlari menjauhi tempat tersebut.


Teriakan dari kelompok musuh " panah api luncurkan...."


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Ratusan panah api di tembakan ke udara dan mendarat di kain merah tersebut sehingga menyulut api dan api tersebut menyebar dengan cepat.


Kain merah besar itu terbakar dan kobaran api memenuhi area pertempuran sehingga para prajurit dari kerajaan Lareagon maupun kerajaan Inggarsia terbakar hidup-hidup.


Lautan api terjadi di ladang kematian Ratusan prajurit kerajaan Lareagon mati sia sia akibat perintah jenderal mereka yang mengambil inisiatif sendiri untuk menyerang musuh.


Kerugian besar bagi kerajaan Lareagon karena Ratusan prajurit mati sia sia, meskipun ada beberapa prajurit yang keluar dari sana dan berlari mereka tetap mati karena api yang sangat besar.


Willy pun menggunakan jurus sihirnya kembali "frezz barier.... terbentuklah"


Dinding es pun membentang untuk menghalangi api menyebar ke arah mereka karena pihak musuh di untungkan dengan hembusan angin yang mengarah ke arah kelompok kerajaan Lareagon.


Dinding es dan 3 angin puyuh yang menghalangi api bisa bertahan beberapa lama sampai api yang menyebar benar benar padam.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2