PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Melawan Monster Laut


__ADS_3

Nahkoda kapal itu meringis kesakitan dia marah kepada Raja Alfred Eldragon.


"Hai apa yang kamu tahu tentang pelayaran dan laut di sini tua Bangka, apa kamu ingin mati disini pengawal lempar tua Bangka ini kelaut biar dia jadi makanan ikan"


Penumpang yang tahu siapa yang berbicara dengan nahkoda kapal pun berbicara kepada temannya.


"Kurang ajar nahkoda kapal itu sudah menyinggung Maharaja Alfred Eldragon, apa dia tidak melihat pertandingan di stadion kemarin lusa.


Maharaja Alfred Eldragon orang yang sudah berpengalaman baik di laut atau pun di udara ucapan dia tidak pernah berbohong"


Teman yang satunya pun berbicara


"Kalau begitu bisa benar benar mati kita, hari ini oleh monster laut, sialan padahal kenap tidak besok pagi saja aku ikut berlayar, aduh dasar tergiur dengan pelayanan yang di sebut eklusif"


Kedua orang tersebut terdengar oleh saudagar kaya yang berada tidak jauh dari kedua orang tersebut.


Para pengawal sudah mengepung Raja Alferd Eldragon untuk menangkapnya dan di lemparkan ke laut tetapi keburu dihentikan oleh saudagar kaya.


"Berhenti..."


Kemudian saudagar kaya itu menghampiri Raja Alfred.


"Maaf tidak mengenali anda Maharaja Alfred Eldragon kalau benar seperti ucapan mu akan adanya monster laut maka saya mohon selamatkan lah saya.


Saya akan sangat berterima kasih kepada anda dan saya rela memberikan apa saja kepada anda Maharaja Alfred Eldragon"


Mendengar saudagar kaya itu menyebutkan Maharaja Alfred Eldragon maka dengan sigap nahkoda kapal itu berteriak kepada anak buahnya.


"Turunkan Jangkar, Lipat layar dan perlambat laju kapal para magi dan pasukan pemanah siap di posisi masing masing"


Di kapal pesiar itu pun penumpang menjadi panik semua pengawal siaga.


(Magi sebutan untuk orang atau prajurit yang memakai pelepasan sihir atau sihir ledakan)


Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon pun kembali menaiki Wyvern dan Gripon mereka.


Mereka berdua terbang kembali ke udara di ikuti oleh para kapten dan yang lainnya.


Willy pun bertanya kepada raja Alfred.


"Kek ada apa dengan kapal pesiar itu"


Raja Alfred pun menjawab


"Kapal itu akan menggangu kita kalau tidak di hentikan akan banyak korban jiwa yang berjatuhan dan kita tidak akan bisa menyelamatkan semua orang yang ada di kapal tersebut"


Tidak lama setelah itu monster kepiting laut pun muncul Monster itu lumayan besar tetapi tidak lebih besar dari kapal pesiar.


Di perkirakan ukurannya ada seperempat dari kapal pesiar tersebut tetapi tetap lah besar untuk ukuran manusia.


Di atas kapal pesiar para magi menembaki kepiting laut itu dengan sihir pelepasan mereka.


Wuss....


Duwar....


Wuss....

__ADS_1


Duwar....


Sekitar ada 30 Magi yang menembaki 1 monster kepiting laut tersebut dan kemudian monster itu pun mati, si nahkoda kapal pun menyombongkan dirinya.


"Jangan panik wahai para penumpang kapal pesiar kita bisa mengatasi monster monster itu, lihat lah para magi yang hebat di kapal ini mereka telah mengalahkan monster kepiting laut itu"


Mereka pun menjadi tenang kembali tetapi mereka mencari aman dan pergi kedek paling atas supaya bisa melihat pertempuran yang dilakukan oleh para Magi.


Dan walaupun berada di dalam kapal lantai bawah itu lebih rentan karena apabila monster tersebut melunbangi kapal maka mereka akan mati tenggelam dan tidak mungkin bisa menyelamatkan diri dari lantai bawah kapal.


"Lihat para magi ku yang hebat mereka tidak terkalahkan kalian tidak akan sia sia membayar pelayaran ini"


Kemudian datang lagi 4 ekor monster kepiting laut kelas Beast dan para magi di kapal pesiar tersebut langsung menembaki dengan sihir mereka.


Wuss....


Duwar....


Wuss....


Duwar....


Para magi itu mulai kewalahan, para pemanah pun membantu mereka tetapi anak panah tidak ada yang menembus satu pun cangkang keras monster kepiting.


Setelah beberapa lama 4 ekor monster kepiting laut pun di kalahkan oleh para Magi dan pemanah itu.


Para magi mulai kelelahan sebagian energi sihir nya sudah terkuras habis ada beberapa Magi yang membawa Potion untuk mengembalikan stamina mereka.


Dan mereka pun kembali fit lagi dan siap melawan monster kepiting laut lagi.


Di atas udara semua Rombongan Raja Alfred Eldragon melihat pertempuran itu dan Raja Alfed pun berbicara kepada Willy.


Tetapi lihat dulu situasinya, kalau para magi di kapal pesiar itu sudah kehabisan Sihir bantu lah mereka tetapi ingat kalian berdua hanya boleh menggunakan Jurus Beladiri Taring Serigala tidak boleh menggunakan jurus lainnya"


Maria dan Willy pun mengangguk


"Baik kek saya mengerti"


Kemudian Willy menyuruh Fallion untuk terbang di belakang kapal pesiar tersebut.


"Fallion kita turun dan dekati kapal itu"


Fallion pun meraung


"Kiyak....."


Raja Alfred berbicara kepada Raja Freevik.


"Hai Freevik perintahkan prajurit mu untuk bersiaga bentuk Formasi panyerangan tetapi jangan menyerang dulu kalau belum di perintahkan"


Raja Freevik pun mengajukan jempol jarinya.


"👍 Asiap...."


Kemudian Raja Freevik pun berteriak kepada para kapten.


"Prajurit siapkan senjata kalian bentuk Formasi tempur jangan menyerang kalau belum di perintahkan"

__ADS_1


Semua menjawab.


"Siap tuan ku Maharaja Freevik Reagon"


Para kapten langsung berpencar membentuk formasi tempur.


Raja Alfred pun berteriak kepada semua yang tersisa.


"Semuanya sekarang ikuti Aku..."


Raja Alfed pun menaikan posisi Wyvern nya ke atas dan terbang berlahan supaya bisa melihat pertempuran Willy dan Maria melawan monster laut.


Tavin yang ahli strategi udara melihat para pasukan Lareagon membentuk Formasi tempur yang berbeda dengan formasi yang sering dia lakukan.


Formasi tempur para kapten Lareagon sangat terbuka dan mudah untuk dipecah kalau dalam pertarungan udara dan mudah untuk di kalahkan.


Tetapi pasukan Lareagon malah membentuk Formasi seperti ini yang sangat berbeda dengan Formasi tempur kerajaan Eldragon.


"Benar benar amatir kalau pertempuran sesama penunggang mahluk terbang maka mereka akan mudah terpecah dan mudah di hancurkan musuh"


Siren yang jeli melihat para kapten pasukan Lareagon memberitahukan Tavin.


"Apa kamu menyadari sesuatu,...."


Tavin sedikit heran dengan Siren.


"Menyadari apa maksud mu..."


Kemudian Siren menjelaskan


"Pasukan udara yang di pimpin oleh mu itu memakai senjata apa"


Tavin sedikit bingung karena Siren bertanya.


"Apa maksud mu, hampir semua prajurit angkatan udara ku dan ayah ku menggunakan panah CrossBow dan tongkat sihir"


Siren pun menunjuk kearah salah satu kapten.


"Lihatlah apa yang mereka pegang, itu bukanlah panah CrossBow atau pun Tongkat sihir"


Tavin pun mengamati dengan seksama.


"Iya benar, aku baru pertama kali melihat senjata yang di gunakan oleh prajurit Lareagon itu"


Siren pun berkata lagi


"Karena itu formasi mereka sangat terbuka mungkin mereka mengandalkan individualis dari pada sistem berkelompok"


"Iya mungkin saja, kita lihat saja nanti ketika mereka menyerang para monster laut tersebut"


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2