
Pertarungan melawan monster pun sudah berakhir dengan cepat, melihat kemampuan Willy dan Maria yang sangat hebat Rolet dan Yesi menganga mereka tidak percaya kedua anak kecil ini bisa mengakhiri pertempuran ini dengan sangat cepat.
Maria dan Willy pun berjalan menghampiri Partynya denim yang tadi terkena ledakan naga Petir miliknya Maria.
Blue yang diperintahkan untuk melindungi rolet dan Yesi ikut berjalan menghampiri Maria, dan di sana juga dengan terpaksa rolet dan Yesi ikut berjalan menghampiri Willy dan Maria.
Sehingga mereka bersama sama menuju tempat di mana Party Denim terkena ledakan naga Petir.
Sesampainya di sana, terlihat denim yang sudah terbujur kaku dengan kulit yang bau gosong, di depan temannya pun sama, meskipun memakai Armor tetap saja mati mengenaskan.
Tetapi ada yang masih hidup di antara mereka, yaitu seorang wanita memakai pakaian seperti penyihir, pakaian yang dia pakai sama seperti yang di pakai oleh Yesi.
Tetapi hanya warnanya saja yang berbeda, para petualang yang memiliki sihir pelepasan biasanya memakai jubah dan topi kerucut dengan tongkat sihir sebagai senjata mereka.
Begitu pula Yesi dan wanita yang pingsan itu, kayaknya sebelum terjadi ledakan, wanita itu memasak barier pelindung untuk dirinya sendiri, sehingga walaupun Terkena ledakan, hanya mengalami goncangan saja
Sehingga wanita itu tidak terpanggang kilatan petir karena tertahan barier pelindung sihir, na'as pelindung sihir milik wanita itu tidak kuat menahan ledakan sehingga barier pelindung pecah.
Meskipun dia pingsan, tetapi baju yang dia pakai, bagian belakangnya hancur, sehingga tubuh bagian belakangnya kelihatan.
Maria yang melihat pertama kali wanita itu pingsan langsung mencegah Willy dan rolet untuk melihatnya.
"Hai Willy dan kamu paman, jangan kemari, berbalik lah jangan melihat kesini" cegah Maria.
Willy pun tidak mengerti mengapa dia melarang dirinya untuk menghampiri Maria "kenapa aku tidak boleh kesan"
Yesi yang melihat, dia pun tersenyum "Khusus laki-laki dilarang berbalik ke arah sini, ingat dilarang"
"Hai Yesi kenapa kamu juga sama seperti nona muda itu, memangnya ada apa di sana" tanya rolet.
Yesi dan Maria tidak menjawab dan membiarkan mereka, mereka berdua memang patuh, dan tidak melihat kearah sana.
Tetapi rasa penasaran Willy dan rolet mengalahkan itu semua, mereka berdua pun berbalik dan yang terjadi selanjutnya adalah mata rolet melotot.
Darah di hidung langsung mengucur deras dia pun bergumam "****@*, yang montok dan semok"
Ucapan dari rolet itu memang pelan karena dia bergumam tetapi dari gerakan mulutnya. Yesi bisa menebak apa yang dikatakan oleh rolet.
Yesi kemudian mengambil kayu yang sebesar kepalan tangan kemudian melemparkannya ke arah rolet sambil berteriak "Dasar Mesum gila, apa yang kamu bicarakan tadi ****@* apa"
__ADS_1
Brak....
Kayu itu tepat kena di kepala rolet yang membuat rolet pingsan karena hantaman kartu yang di lemparkan itu.
Darah mengucur di hidungnya dan kepala yang benjolan dia pun pingsan sambil tersenyum dengan wajah mesum.
Willy juga melihat itu, tetapi dia nampak biasa saja dan Yesi pun bertanya "Hai Bocah, kenapa kamu tidak ada ekspresi ketika melihat wanita pingsan dengan kelihatan tanpa menggunakan pakaian"
Willy bersikap acuh dan berkata "maaf aku sudah terbiasa melihat tubuh Maria yang lebih seksi dari wanita itu"
Mendengar perkataan dari Willy, Maria langsung menjitak kepala Willy. Buk...
"Kamu ini ya, membuka aib dan rahasia kita saja"
Willy pun meringis kesakitan "Agh... sakit tahu, memangnya kenapa, kamu kan perempuan ku, dan kita itu sudah bertunangan mengapa harus malu"
Melihat pertengkaran Willy dan Maria. Yesi pun tersenyum dan berusaha untuk menjadi penengah "Sudah sudah, tidak apa-apa, aku akan menjaga rahasia kalian berdua, tetapi bagaimana dengan dia"
Yesi pun menunjuk kearah wanita yang bertelungkup di atas tanah dengan keadaan yang sedang pingsan.
Maria pun memeriksa wanita itu, untuk melihat apakah ada tanda atau Totem yang ada di tubuhnya yang menandakan wanita ini anggota suatu organisasi.
"Apa yang kamu lakukan Maria, mengapa kamu melepaskan pakaiannya yang hanya setelah, dan menjadi bugil begitu" tanya Willy heran.
"Aku sedang memeriksa Totem yang ada di tubuhnya, biasanya suatu organisasi Assassin atau klan assassin memiliki tanda anggota di tubuh mereka, seperti halnya aku yang seorang Assassin dari klan Yuga, aku memiliki tanda bulan sabit di kaki kanan ku" Maria menjelaskan kepada Willy dan Yesi.
Maria pun tidak menemukan Totem tersebut walaupun sudah membuat wanita pingsan itu tidak memakai sehelai benang pun.
Tetapi Yesi menunjuk kearah tangan wanita itu "Lihatlah, dia masih memakai sarung tangan, dan kamu belum melepaskannya"
Maria pun melepaskan sarung tangannya dan benar saja di bawah pergelangan tangan kana terlihat Totem ular dengan dua kepala.
Yang berarti dia adalah salah satu assassin dari kedai pembunuh, dan Willy pun iseng dia membuka sarung tangan denim yang sudah mati dan ternyata Totem ular berkepala dua ada di tangannya.
"Dia juga memiliki Totem ular di tangan kanannya, berarti memang dia assassin dari kedai pembunuh, yang menyamar untuk membunuh kita" ucap Willy.
Kemudian Yesi pun merasa bingung dan bertanya dengan canggung "Kenapa si Denim menyamar jadi petualang dan berniat membunuh kalian berdua"
Mendengar pertanyaan itu Maria malah mengeluarkan tombaknya dan menodongkan ujung tombak ke leher Yesi yang membuat Yesi terperanjat.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan kepadaku" tanya Yesi gemetaran.
"Apa kamu bisa di percaya, dan perlihatkan tangan mu, aku ragu kalau kamu juga petualang yang menyamar dan anggota dari assassin itu" tegas Maria.
Yesi pun mengangkat tangannya "A...aku bukan bagian dari mereka dan aku juga tidak tahu kalau si denim dan Partynya adalah assassin"
Yesi pun melepaskan kedua sarung tangannya dan nampak di pergelangan tangan bagian bawah bersih, tidak ada totem yang tergambar di sana.
Maria pun menurunkan tombaknya dan memasukan kembali ke dalam sihir dimensi item Book.
"Maaf aku kira kamu bagian dari mereka" ucap Maria meminta maaf.
"Ya aku memaafkan mu, aku juga kalau di posisi mu akan melakukan hal yang sama" ucap Yesi.
Willy pun mengeluarkan tali yang panjang kemudian mengikat wanita yang sedang pingsan itu, Willy mengikat wanita itu dengan simpul Sugiono.
Simpul ini dimana banyak di pakai di film biru untuk mengikat wanita, yang pertama mengikat tangan ke belakang, kemudian tali itu di arahkan kedepan dan dan membentuk simpul yang membuat gunung kembar terlilit.
Setelah itu di lingkaran di badan dengan motif bolong seperti jaring kemudian di masukan ke ************ dan di belit ke kaki kiri dan kanan kemudian kaki itu di ikat bersamaan.
Setelah Willy mengikat wanita itu dia pun menepuk tangannya "Ah... selesai sekarang dia tidak akan bisa kabur setelah dia sadar"
Maria yang melihat ikatan Willy kembali menggetok kepada Willy "Apa yang kamu lakukan"
Dengan polos Willy berbicara "Aku mengikatnya supaya tidak kabur kalau sadar"
Maria pun menepuk jidatnya sendiri "hadeuh, apakah cara mengikatnya harus seperti ini, kamu cukup mengikat tangan dan kakinya saja, bukan seluruh tubuhnya"
Willy hanya terkekeh "hehehe....talinya terlalu panjang, sayang kalau tidak di manfaatkan semua"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna