PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Cuman Main Keroyokan


__ADS_3

Willy mencibir perkataan dari Raja Hendrik Jovanka


"Aku akan mengikuti kompetisi itu, dan aku akan memenangkan nya, tetapi aku tidak akan kembali ke istana kerajaan ini"


Dengan sombongnya Willy menyatakan akan memenangkan pertandingan tersebut dan kemudian dia pergi bersama Ratu Elisia tanpa menoleh lagi kebelakang.


Setelah agak jauh Ratu Vanessa bergegas menyusul Ratu Elisia karena dia melupakan sesuatu.


Ratu Vanessa berlari menyusul mereka.


"Tunggu Willy tunggu dulu"


Willy pun berhenti berjalan kemudian menyuruh Ratu Elisia untuk pergi terlebih dahulu.


"Ibunda duluan saja nanti Willy akan menyusul"


"Baiklah nak ibunda pergi duluan"


Ratu Elisia terus berjalan keluar gerbang kastil istana sedangkan Willy dihampiri oleh Ratu Vanessa.


"Ada apa Ibunda Ratu pertama memanggil saya"


"Ibunda Ratu hampir lupa"


Ratu Vanessa mengeluarkan kotak dan memberikannya kepada Willy


"Ini titipan dari kakak mu Heri Jovanka, dia bilang titip ini untuk adiknya tersayang dia tidak bisa kembali ke istana karena subuh dikira perbatasan dan sekarang dia sudah diangkat sebagai gubernur sementara kota tersebut"


Willy pun tersenyum


"Terima kasih ibunda Ratu pertama, dan maaf sikap ku yang tadi membuat ibunda Ratu pertama menjadi kena semprot oleh Willy"


Ratu Vanessa tersenyum sambil mengelus kepala Willy.


"Ibunda Ratu tahu kamu anak yang baik, kamu hanya meluapkan kekesalan mu selama ini kepada ayah mu sendiri dan tidak bermaksud untuk jahat"


Kemudian Ratu Vanessa berjongkok dan mencium kening Willy.


"Jaga dirimu baik baik dan jaga ibundamu ya"


Willy pun membungkukan badannya kemudian dia berpamitan kepada Ratu Vanessa.


Willy pun pergi dari istana kerajaan dan di antara oleh prajurit dengan naik kereta kuda.


Di dalam kereta kuda Willy membuka kotak pemberian dari Heri Jovanka didalamnya berisi surat dan uang.


Willy mengambil surat tersebut kemudian dia masukan kedalam kantong dan mengambil uang,sebagian uang Willy berikan kepada Ratu Elisia.


"Ibunda ini adalah uang pemberian dari Ibunda Ratu pertama simpanlah, dan Willy ijin untuk turun di sini, Willy ingin kekota untuk berbelanja"


Sudah lama Willy tidak berinteraksi dengan manusia selama tiga tahun ini dia hanya berinteraksi dengan orang dekatnya saja seperti ibundanya, Maria dan juga kakek Fahetar.

__ADS_1


Willy pun meyakini ibunda nya


"Jangan hawatir Willy akan baik baik saja, Willy bukan anak yang lemah seperti dulu, sekarang Willy sudah kuat dan bisa pulang sendiri"


Ratu Elisia dengan berat hati menyetujui permintaan dari Willy.


"Baiklah hati hati ya sayang dan cepat pulang"


"Iya baik ibunda"


Ratu Elisia meminta kusir untuk berhenti dan Willy pun keluar dari kereta kuda. Ratu Elisia pun melanjutkan perjalanan.


Willy berjalan memasuki kota, dia berjalan sendiri, dan orang orang melihat Willy dengan tatapan yang aneh.


Orang orang tahu rumor tentang pangeran yang dibuang, mereka saling berbisik satu sama lain.


"Itu kan si pangeran sampah, yang dibuang Raja karena tidak mempunyai kekuatan sihir"


"Iya bukanya di sudah di buang, kenapa dia ada di sini ya"


"Dengar dengar Raja sedang sakit mungkin Ratu ke 3 sedang mengobati raja kan ratu ke 3 dikenal dengan sihir penyembuhnya"


"Tapi kenapa ya anaknya lemah kan ibunya hebat".


"Entahlah..."


Mereka berbisik sambil menatap Willy yang sedang berjalan, tetapi Willy nampak acuh tak acuh dan memperdulikan mereka.


Di arah lain Billy dan teman temannya ada di kota, sekitar ada 10 orang dan dikawal oleh sekitar 20 prajurit kerajaan.


Salah satu teman dari Billy melihat Willy.


"Pangeran ke 2 lihat, apa sekarang kita sedang beruntung"


Billy tidak mengerti apa yang dimaksud.


"Beruntung apa maksudmu"


Temanya itu menunjuk ke arah Willy


"Lihat itu adik mu, si pangeran sampah"


Kemudian mereka pun melihat kearah yang ditunjuk


"Iya benar itu Willy, mau apa dia ke kota dan berani jalan sendiri tanpa pengawalan si Asasin yang diberikan kak Heri Jovanka"


Mereka pun memanas manasi Billy.


"Pangeran ke 2 ingat tidak waktu yang lalu dia sudah mempecundangi si Crude, bagai mana kalau kita balas kembali perbuatan dia"


Billy berpikir sejenak kemudian dia berkata

__ADS_1


"Ya lakukanlah, tapi saya tidak mau ikut campur, biar begitu dia Masih adik satu ayah dengan saya"


"Okeh kalau begitu ayo teman teman kita kerjai si pangeran sampah itu"


Ke 9 orang temannya Billy mereka cepat cepat menyamperi Willy yang sedang memilih barang.


"Hai pangeran masih ingat dengan saya, saya Crude yang waktu itu kamu curangi"


Willy pun berpikir mengingat ingat


"Oh Crude temannya kak Billy, apa kabar kelihatannya kalian bertambah kuat"


Crude menyombongkan diri


"Ya iya dong saya bertambah kuat dan sekarang bagai mana kalau aku tantang pangeran ke 3 untuk berduel dengan saya"


Willy tertawa


"Haha...tidak usah kalau nantinya kamu kalah dan cuman main keroyokan"


Crude marah


"Kurang ajar dasar pangeran sampah tidak berguna, anak anak pegangi dia"


Anak anak lain yang mengitari Willy langsung memegagi kedua tangan Willy.


Crude bersiap meninju perut dari Willy


Brak....


Bruk....


Bruk....


Tanpa di duga kaki Willy menendang muka Crude, kemudian menginjak ke 2 orang yang memegang tangan nya.


Wajah Crude berubah menjadi biru dengan hidung yang mengeluarkan darah. Kedua anak yang memegangi Willy loncat loncat kesakitan karena kakinya di injak oleh Willy.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2