PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Membunuh Willy Dengan Tangannya


__ADS_3

Maria di tantang kembali oleh Miles, dia ingin bertarung dengan taruhan semua harta kekayaannya yang ada di cincin penyinpan yang dia pakai.


Maria pun menyetujuinya "Baiklah tapi ini pertarungan hidup dan mati, aku akan ambil semua harta mu jika kamu mati"


"Sombong, aku sudah pernah mengalahkan mu, dan akan terulang sekarang" ucap Miles.


Dia pun langsung mengeluarkan jurus yang pernah dia keluarkan di kerajaan Elf yaitu membuat tanah di area sihir yang dia jangkau menjadi pasir hisap.


Selain itu dia juga mensummon sebuah makhluk yang mirip terenggiling dengan kuku yang tajam seperti dapat berenang di dalam pasir.


Dan kulit cangkang yang keras dan dapat menggelinding seperti bola serta masuk kedalam pasir tersebut.


Melihat itu Maria hanya tersenyum, karena pernah menghadapi makhluk seperti itu.


"Hai Apakah kamu mau melawan ku dengan bantuan makhluk tadi ?" tanya Maria.


"Memangnya kenapa, apa kamu takut ?" Ucap Miles.


"Tentu saja tidak, monster seperti itu bukan ancaman untuk ku" ucap Maria.


Dia pun mengeluarkan blue dari dalam sihir dimensi "Blue keluar lah ...."


Goar....


Sosok Makhluk dengan di selimuti api biru keluar dari dalam lingkaran sihir item dimensi.


Itu adalah harimau kilin yang di beri nama blue, karena harimau itu di selimuti oleh api berwarna biru.


Maria langsung menunjuk ke arah pasir yang di mana makhluk berada "bunuh makhluk itu...."


Goar....


Blue pun melompat dan mengeluarkan api dari badannya yang membuat sekeliling pasir terbakar.


"Kurang ajar mau membunuh makhluk Summoner ku, rasakan lah ini, pasak tanah berduri....." Teriak Miles.


Wuss....


Muncul benda tajam seperti duri kaluar dari dalam tanah, sehingga membuat blue melompat untuk menghindarinya.


Maria pun tidak tinggal diam pun mengeluarkan jurus andalannya "Jurus naga petir penghancur...."


Wuss....


Energi sihir petir keluar dari tombak milik Maria dan membentuk sosok ular naga yang besar dan melesat kearah Miles.


Miles langsung membuat pertahanan dengan menggunakan tanah yang di padatkan dan di buat benteng yang sangat besar dan kokoh.


Duwar....

__ADS_1


Energi sihir naga membentur dinding tersebut dan membuat ledakan yang besar.


"Hahaha....hanya itu saja kemampuan mu" dengan sombongnya Miles meledek Maria.


Padahal Maria sudah menyiapkan jurus selanjutnya yang tidak akan bisa di tahan oleh sihir lainnya.


"Petir penghakiman....."


Krekak....


Duwar....


Langit yang mendadak menghitam, langsung mengeluarkan petir yang sangat besar dan langsung menghantam tubuh Miles.


Miles pun terkena petir tersebut sampai dia gosong, dan mulutnya mengeluarkan asap putih.


Tubuhnya menjadi lemas karena tersengat Petir, tetapi dia tidak langsung mati, karena kekuatannya lumayan besar.


"Kurang ajar, kamu menggunakan serangan tersembunyi " ucap Miles.


Dia pun menjadi sangat marah dan mengeluarkan seluruh kekuatannya "Hiah....Berkah Dewa Rasukilah tubuh ku, berikan kekuatan yang melimpah...."


Wuss....


Tubuh Miles di selimuti oleh cahaya dan luka lukanya pun kembali sembuh serta otot otot menjadi menonjol.


Setelah itu dia melesat kearah Maria dengan mengayunkan senjata yang dia pegang, Maria pun menahan dengan tombaknya.


Maria pun menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghadapi Miles, dan sekuat tenaga menahan serta menyerang dirinya.


**


Di sisi lain prajurit yang ada, mereka pun sedikit mundur menjauhi arena pertarungan, karena pertarungan ini bukan pertarungan prajurit biasa seperti mereka.


Sedikit saja terkena percikan sihir dari kedua orang ini, mungkin mereka akan langsung mati seketika, sehingga mereka memilih mundur dari daerah tersebut dan berlindung di tempat yang aman.


Salah satu Prajurit yang memakai jubah sihir, dia melepaskan sihirnya keatas udara dan sihir itu meledak di langit seperti kembang api.


Itu menandakan bahwa orang yang sedang mereka cari ada di sini dan mereka meminta bantuan.


Jhon yang memimpin pasukan pun melihat ledakan di atas langit, kemudian dia memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk pergi ke sumber ledakan.


Bukan hanya Jhon dan prajuritnya yang melihat ledakan tersebut, tetapi pasukan aliansi SPBU yang akan menjemput Willy dan Maria pun melihatnya.


"Jenderal Travis ada ledakan energi sihir terlihat 10 kilo meter dari sini" ucap salah satu prajurit aliansi.


"Cepat laju kuda kalian dengan cepat, aku dan pasukan udara akan menyusul nanti" ucap jenderal Travis.


Kebetulan pasukan aliansi SPBU mereka adalah pasukan kavaleri yang menaiki kuda dan mahluk lainnya yang bisa di tunggangi.

__ADS_1


Sedangkan jenderal Travis sendiri dia komandan pasukan udara dari kerajaan Eldragon dan kedudukannya paling tinggi di antara komandan yang lain.


Sehingga kalau ada sesuatu, mereka selalu melapor terlebih dahulu kepada jenderal Travis.


*


Di tempat yang lain Jhon dan pasukannya sudah tiba di tempat di mana Maria dan Miles sedang bertarung.


Jhon melihat Willy yang sedang berdiri dan menonton pertarungan Maria dan Miles.


Jhon langsung menyuruh anak buahnya "Kepung anak itu dan tangkap dia"


Segera semua prajurit berlari untuk mengepung Willy, sehingga Willy terperanjat dan dia pun bersiap untuk bertarung.


Willy tidak mau repot untuk mengalahkan satu persatu prajurit yang di bawa oleh Jhon, sehingga dia mengeluarkan pedang taring salju.


Wuss....


Willy langsung mengayunkan pedangnya kearah prajurit tersebut dan prajurit yang ada di jangkauan sihir pedang es langsung membeku dan berubah menjadi patung.


"Bagi yang memiliki sihir elemen api, jangan takut, terus lah bergerak, bagi yang tidak memiliki sihir api bergeraklah di belakang yang lain sebagai pendukung" teriak Jhon.


Kemudian dia pun mengeluarkan pedangnya, kemudian pedang itu dia selimuti dengan sihir api, dan kemudian di arahkan ke pada anak buahnya yang sudah membeku


Seketika prajurit yang membeku itu mencair, mereka selamat dan tidak mati tetapi mereka dalam keadaan pingsan.


Willy sudah terkepung oleh prajurit yang di bawa oleh Jhon, dan sekarang Jhon langsung melesat kearah Willy sambil menebaskan pedangnya.


"Mati kamu bocah kurang ajar, kamu telah membunuh ibu dan saudara perempuan ku...."


Wuss....


Willy tersenyum sambil mengangkat pedangnya untuk menahan tebasan pedang Jhon.


Trang....


Benturan keras pun terjadi dan terjadi ledakan yang sangat besar.


Duwar....


Jhon menggunakan kekuatan penuh nya sehingga epek dari ledakan itu membuat kawah di sekeliling Willy.


Sedangkan para prajurit yang tadi mengelilingi Willy terpental beberapa meter, mereka hanya mengalami luka ringan saja.


Akibat kemarahan dan penyerangan yang membabi-buta, mengakibatkan kerugian di pihak prajurit yang di bawa oleh Jhon.


Dan Jhon sendiri, tidak memperdulikan apa pun yang terjadi, yang penting dia bisa membunuh Willy dengan tangannya.


***

__ADS_1


* Bersambung


__ADS_2