PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Aku Si Jenius Dari Kerajaan Gramostola


__ADS_3

Setelah Willy memenangkan pertandingan melawan Crude dia pun kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Maria.


Crude masih berada di bawah arena 3 dia pingsan dan terkapar, dengan muka yang bonyok bahkan wajahnya sudah tidak di kenali lagi.


Dia pun dibawa oleh tim kesehatan dengan menggunakan sebuah tandu kemudian dia dibawa ke ruang kesehatan untuk mendapatkan perawatan.


*


"Wow keren semua orang Fokus melihat pertandingan mu, semua kameraman mengshoot pertarungan di arena 3, bahkan petarung yang lain sangat cemburu padamu.


Sekarang kamu menjadi sangat terkenal dan akan menjadi idola baru dibenua bagian Utara ini"


Willy tersenyum kepada Maria.


"Ach jangan membesar besarkan, tadi kebetulan saja lawan ku adalah si Crude yang dulu suka membully ku waktu di kerajaan Jovalavia.


Dan sekarang aku membalas semua perbuatannya dahulu yang dilakukan kepada ku"


Maria pun merasa senang


"Bagus lah kalau begitu jadi balas dendam mu sama si Crude sudah terselesaikan tingggal satu lagi yaitu dengan pangeran ke 2 Billy"


Willy malah memuji Billy


"Kak Billy sekarang sudah menjadi orang yang lebih kuat di bandingkan dulu, tadi juga pas di pertandingan pertama dia memenangkannya dengan mudah"


Maria pun menggaruk kepalanya, dan sedikit kesal.


"Aduh....kamu ini malah memuji musuh sendiri, walau pun dia adalah Kaka mu sendiri tetapi di pertandingan ini dia adalah musuh mu sendiri.


Dan ingat perlakuan dia waktu di kerajaan Golemonst yang selalu Mempropokasi diri mu dengan teman temannya.


Selain itu dia level B dan hanya memiliki kekuatan tempur sebesar 550 poin apa yang bisa di banggakan sekali Gibas dengan tombak ku saja dia pasti terpental jauh"


Willy pun menghentikan obrolannya.


"Sudahlah ayo sekarang isyarat, aku mau ganti baju dulu, baju ini penuh dengan keringat dan darahnya Crude, soalnya hari ini aku 2 kali bertanding"


"Ya sudah sana pergi keruang ganti, aku nunggu di sini saja, apa mau aku ganti in baju kamu"


Willy tersenyum sambil memandang dada Maria.


"Ehem....Boleh juga ide mu itu"


Plak....


Maria memukul kepalanya Willy sambil marah kemudian memegang dadanya dengan kedua tangannya.


"Dasar Bocah mesum, belum waktunya tau, sana pergi"


Willy pun pergi sambil menggosok kepalanya.


"Sakit tau,"

__ADS_1


Pertandingan lain sedang di laksanakan di babak penyisihan ini suara sorak Sorai tertengar bergemuruh.


Willy yang sudah mengganti bajunya dengan memakai T'shirt dan PDL Loreng khas pasukan Raja Naga, kemudian dia mengajak Maria untuk mencari makanan ke luar.


"Kamu lapar gak, ini sebentar lagi sudah mau jam makan siang ayo kita cari makanan"


"Ya sudah ayo kebetulan aku sangat lapar"


Willy dan Maria pun pergi keluar dari ruang tunggu peserta, dan ternyata mereka di ikuti seseorang dari belakang.


Setelah mendapat makanan Willy dan Maria pun berniat untuk masuk kembali kedalam stadium dan baru juga berdiri dari tempat duduk, ada seorang anak yang menghalangi Maria dan menantang dirinya.


"Hai cewek sialan, aku tadi sudah bilang di arena aku boleh kalah tetapi di sini di luar aku tidak mungkin kalah dari wanita seperti mu"


Kemudian Willy bertanya kepada Maria,


"Siapa dia, ada dendam apa dia sama kamu sehingga dia menantang mu seperti itu"


Maria pun menjawab pertanyaan dari Willy.


"Oh dia namanya Yarnt, orang yang aku kalahkan tadi waktu di kompetisi"


"Oh kenapa dia apa dia tidak terima kekalahannya"


Yarnt kemudian berbicara kepada Willy.


"Hai Wildan putra Eldra, jangan ikut campur ini bukan urusan mu, ini adalah urusan ku dengan wanita yang ada di sebelah mu itu"


"Siapa juga yang mau ikut campur, kalau ingin bertarung dengan Maria silahkan saja tapi kita cari tempat yang sepi.


Disini sangat ramai nanti mengundang perhatian, tapi saya ada satu permintaan kepada kamu"


Yarnt sedikit menyombongkan diri


"Apa yang kamu inginkan, baik lah kalau dia kalah aku akan memaafkannya asalkan dia berlutut meminta maaf kepadaku setelah kalah"


Willy tersenyum


"Bukan itu maksudku, ayo kita bertaruh aku punya sekantong uang koin emas kalau Maria kalah aku akan memberikan uang koin emas ini.


Tetapi kalau kamu yang kalah kamu juga harus memberikan uang koin emas dengan jumlah yang sama dengan uang ku.


Dan melupakan kejadian yang sudah terjadi, atau dengan kata lain kamu tidak boleh menyimpan dendam kepada Maria"


Yarnt pun menyetujuinya


"Baiklah aku setuju bila aku kalah aku tidak akan memiliki dendam kepadamu dan Maria tapi itu juga kalau Maria menang karena aku tidak akan kalah.


Aku si jenius dari kerajaan Gramostola yang sekarang berada di Level B dan kalian hanya berlevel C dan D jadi tidak mungkin aku kalah dan jika aku kalah aku akan menjadi anak buah mu bagai mana"


Si Yarnt tidak tahu kalau Maria dan Willy bisa memanipulasi kekuatanya Maria menekan kekuatannya sampai level C1 sedangkan Willy karena dulu orang orang menganggapnya lemah.


Dan dalam pengukuran Bejana Ilahi dan bejana Ilahi Willy menunjukkan Level D maka Willy pun menekan kekuatannya sampai level D, sehingga orang lain masih mangganggap bahwa Willy adalah seorang pangeran sampah.

__ADS_1


Padalah sebenarnya Maria dan Willy berada jauh melampaui ekspektasi mereka dengan Level A dan skill lainnya yang banyak di sembunyikan oleh Maria dan Willy.


Willy pun menyanggupinya


"Baiklah kalau itu keinginan mu tapi mana dulu uang nya biar aku simpan setidaknya bila kamu kalah dan melarikan diri uangnya masih tetap aku dapatkan"


"Eh...dasar kamu ya, mana mungkin si jenius ini ingkar janji"


Yarnt mengambil sekantong uang koin emas kemudian dia melemparkannya ke arah Willy.


"Nih tangkap ayo kita cari tempat yang tepat untuk pertarungan aku dengan Maria"


Maria pun melihat di ujung jalan ada gang yang sepi dan di dalamnya cukup luas.


"Heh ... Tuan jenius bagai mana kalau kita bertanding di sana saja"


Maria menunjuk kearah gang


"Lihat di gang sana cukup luas"


Yarnt pun setuju


"Ya baiklah ayo kita kegang itu"


Mereka bertiga pun menuju gang yang telah di tunjuk oleh Maria dan kemudian mereka pun masuk gang tersebut.


Di gang itu ada kakek tua mirip pengemis yang sedang tertidur dan kakinya terinjak oleh si Yarnt.


"Adu...du...duh...."


Kake tua itu bangun karena kakinya merasa sakit, tetapi si Yarnt malah memarahi kake tua itu.


"Hai kakak tua, kalau tidur jangan di gang begini menghalangi jalan saja yang mau lewat, tidur itu di rumah lebih nyaman dan tidak ada orang yang akan mengganggumu. Dasar Pengemis"


Kemudian Willy meminta maaf kepada kake tua itu.


"Maaf ya kek, ini uang untuk kompensasi kake pasti kakinya sakit kan"


Willy memberikan beberapa koin uang emas kepada kakek tua itu.


"Terima kasih anak muda, ternyata tidak semua anak jaman sekarang yang ditak tahu tatak Rama, masih ada orang seperti mu yang mau memberikan uang kepada pengemis ini"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2