
Cruise crusher berteriak kepada semua orang dan mengancam "Siap yang patuh akan di ampuni dan siapa yang masih setia kepada Raja Hendrik Jovanka maka akan di penjarakan"
Tetapi semua orang setia kepada Raja Hendrik Jovanka dan mereka tidak takut untuk mati "saya akan setia kepada Raja Hendrik Jovanka dan tidak akan menjadi pembelot"
"Ya saya juga..."
"Ya saya juga..."
Semua orang berteriak tidak ingin membelot dan akan setia kepada Raja Hendrik Jovanka sehingga Ratu Isabel menjadi geram.
"Kurang ajar kalian semua, dasar cecunguk tidak berguna..... Prajurit penjarakan mereka semua. Tangkap keluarga mereka dan penjarakan juga jangan sampai ada yang tersisa " ucap ratu Isabel.
Semua prajurit berteriak bersama sama "siap yang mulia Ratu"
Mereka pun diseret prajurit dan di jebloskan ke dalam penjara, tetapi Cruise crusher sedikit khawatir dengan dirinya sendiri.
Ratu Isabel pun tahu kegelisahan Cruise crusher "tenang saja beberapa hari lagi Ayah ku Raja Adrian Plakona akan sampai ke kerajaan ini dan mengambil alih kerajaan Jovalavia ini.
Setelah itu tugas mu selesai dan kamu dapat menikmati kejayaan dan kekayaan yang akan Raja Adrian Plakona berikan kepada mu"
Cruise crusher pun langsung berlutut setelah mendengarkan perkataan dari Ratu Isabel "terima kasih atas kepercayaan anda kepada saya Yang mulia Ratu "
*
Di kerajaan Nebulosus Baru Raja Adrian Plakona sebenarnya sudah menyiapkan semua pasukanya sebelum keberangkatan Ratu Isabel ke kerajaan Jovalavia.
Semua prajurit di kerahkan menuju kerajaan Jovalavia dan hanya meninggalkan sedikit prajurit yang berjaga di kerajaan Nebulosus Baru.
Mereka berjalan memutar arah supaya tidak di ketahui oleh prajurit kerajaan Jovalavia atau prajurit lain karena niat mereka menduduki kerajaan Jovalavia dengan instan dan tanpa berperang dengan prajurit kerajaan Jovalavia.
Sehingga rencana mereka adalah mengadu domba dengan Dungeon Raja Iblis Garuda dan prajurit Jovalavia menyerang Dungeon Raja Iblis.
Sehingga mereka akan mengalami kerugian besar dan meskipun mereka menang perang, dan kembali ke kerajaan Jovalavia maka mereka akan di sergap dan di kalahkan oleh prajurit kerajaan Nebulosus Baru.
Dan rencana yang mereka gunakan itu berhasil dan dengan mudah mereka bisa merebut kerajaan Jovalavia dan menjadi daerah kekuasaan dari kerajaan Nebulosus Baru.
Seluruh kekuatan militer kerajaan Nebulosus Baru di kerahkan menuju kerajaan Jovalavia dan hanya menyisakan 1.000 prajurit berjaga di kerajaan Nebulosus Baru.
Setelah prajurit bergerak keluar dari dalam ibukota kerajaan, penduduk pun seketika menghilang dari kita tersebut, mereka bersembunyi di bawah tanah dan sebagian ikut masuk ke dalam taman Labirin bersama para prajurit setelah pemakaman pangeran Heri Jovanka selesai.
Setelah satu hari, prajurit kerajaan Jovalavia pergi dari ibukota, pasukan dari kerajaan Nebulosus Baru pun datang, tetapi mereka tidak curiga bahwa ibukota kerajaan sangat sepi.
__ADS_1
Mereka kira ini hanya bentuk berkabung, karena kematian putra mahkota kerajaan Jovalavia ini, mereka pun berjalan menyusuri jalan utama ibukota.
Erik Plakona bertanya kepada Raja Adrian Plakona "ayah apa ini tidak terlalu mencurigakan, lihat lah penduduk ibukota ini semuanya tidak ada, dan kota ini seperti kota mati saja"
"Kamu benar anak ku Erik, perintahkan semua prajurit untuk siaga siapa tahu rencana kita sudah terendus oleh Raja bodoh sialan itu" ucap Raja Adrian Plakona.
Kemudian Erik Plakona pun berteriak kepada seluruh pasukannya "Prajurit Bersiaga dan siap untuk bertempur"
Semua prajurit pun langsung siap dan mengeluarkan pedang dari sarungnya, mereka berjalan berbaris dengan formasi pertahanan"
Di sana Billy pun bersama mereka dengan menaiki kuda dan memimpin pasukan menunggang kuda di samping Erik Plakona.
Mereka berjalan terus sampai keluar dari kota dan masuk ke jalan menuju kastil kerajaan Jovalavia, tetapi mereka dikejutkan dengan adanya makhluk terbang.
Raja Adrian Plakona pun berteriak "Siaga semuanya"
Mereka semua berhenti dan bersiap karena melihat mahkluk terbang yang berputar putar mengelilingi mereka.
Kemudian di arah kota terlihat beberapa bayangan hitam, seperti segerombolan anak kecil berusia 10 tahunan memakai pakaian jubah hitam.
Ada sekitar 600 orang dan mereka pun berlutut sambil memengang senjata yang belum pernah dilihat, mirip seperti panah CrossBow tetapi bukan panah.
Dan di antara mereka ada satu orang yang berdiri tegak melihat kearah prajurit kerajaan Nebulosus Baru.
Raja Adrian Plakona pun menjadi geram "sialan kita terjebak padahal rencana kita sudah matang, aku melupakan bahwa kerajaan Jovalavia ini bersekutu dengan kerajaan Lareagon dan kerajaan Eldragon"
Erik Plakona pun menjadi cemas "bagai mana ini ayah, penunggang Wyvern yang ada di atas kita itu dari kerajaan Eldragon dan bangsa Dwarf itu prajurit kerajaan Lareagon. Kita sudah terkepung"
"Apa kamu yakin kastil istana sudah, Isabel kuasai, kalau begitu kita harus cepat menuju kastil itu dan kita bisa bertahan di sana, kalau kita sudah menguasai kastil mereka tidak akan berani berbuat yang macam macam " ucap Raja Adrian Plakona.
Erik Plakona pun memerintahkan semua prajurit "prajurit bersiap bertempur dan maju menuju kastil kerajaan Jovalavia "
Semua prajurit sambil mengangkat pedangnya berteriak "ya...."
Mereka semua berlari dan yang menunggangi kuda memacu kudanya dengan cepat supaya masuk ke dalam gerbang area kastil istana.
Tetapi ketika mereka akan melalui pintu masuk taman Labirin, pasukan Jovalavia yang bersembunyi disana keluar dan mengepung prajurit kerajaan Nebulosus Baru.
Di jalan menuju kastil kerajaan 2 sosok Ratu yang mengendarai kuda menghadang mereka dan di belakang mereka banyak berbaris prajurit.
Dengan otomatis Raja Adrian Plakona, Erik Plakona, Billy dan yang lainnya menghentikan kudanya, mereka semua merasa kaget dengan kejadian ini.
__ADS_1
Ratu Vanessa pun berteriak dan bertanya kepada Raja Adrian Plakona "Hai Raja Adrian Plakona, kenapa kamu ada di kerajaan Jovalavia ku dengan membawa banyak sekali pasukan, apa kamu akan memanfaatkan kematian anak ku Heri Jovanka untuk menguasai kerajaan Jovalavia ku"
"Hahaha .... Aku lupa ada 2 Ratu pintar di sisi Raja yang bodoh, sehingga aku tidak memprediksi kejadian yang akan terjadi ini, tetapi aku terlanjur ketahuan, ya aku ingin menguasai kerajaan Jovalavia ini dan Isabel sudah menguasai kastil istana kalian" ucap Raja Adrian Plakona.
Ratu Elisia pun berkata "Kamu bilang suami kami Raja yang bodoh, apa itu tidak mengatai diri mu sendiri"
Erik Plakona menjadi marah karena ayahnya di hina oleh Ratu Elisia "Hai Ratu Elisia jangan sombong kamu dasar mantan budak, berani kamu menghina ayah ku akan ku bunuh kamu dengan kejam"
Eris Plakona mengancam Ratu Elisia dan menghina dengan sebutan mantan budak, tetapi Ratu Elisia tidak mau kalah.
"Erik Plakona, kamu ini hanya seorang yang tidak tahu diri, dan mau maunya bercinta dengan Isabel, yang seorang Budak dan bahkan dia selalu berhubungan dengan semua orang, bahkan suami ku tidak mau menyentuh nya, bahkan kamu sendiri lebih rendah dari pada seorang budak " ucap Ratu Elisia.
Ratu Vanessa pun ikut mencibir "Hai Raja Adrian Plakona, kamu pikir kamu ini orang yang bisa di bodohi, rencana kamu tidak berhasil untuk kami dan kerajaan Jovalavia ini. Jangan pikir kamu akan berhasil seperti dulu kamu merebut kerajaan Nebulosus dan menghabisi Raja nya.
Tetapi kami sudah mempelajari trik mu sejak awal, dan tidak akan Mungkin kamu berhasil merebut kerajaan Jovalavia kami dengan mudah"
Raja Adrian Plakona menggertakkan gigi karena rencana mereka gagal total dan sekarang mereka sedang di kepung dari berbagai arah, tetapi mereka juga datang dengan persiapan yang matang.
Mereka membawa seluruh pasukan kerajaan Nebulosus Baru yang berjumlah lebih dari 200.000 prajurit, sedangkan prajurit Jovalavia yang menghadang hanya 100.000 di depan yang di pimpin oleh Ratu Elisia dan Ratu Vanessa.
Di belakang mereka hanya 600 prajurit bangsa Dwarf dan 200 penunggang Wyvern, sehingga Raja Adrian Plakona tidak gentar karena mereka menang dalam hal jumlah.
Dan bahkan di istana kerajaan Jovalavia, 500 prajurit kerajaan Nebulosus Baru sudah menguasai kastil istana.
"Pasukan ku, Hari ini kita akan merebut kerajaan Jovalavia menjadi milik kita, kita akan menyingkirkan semua penghalang dan menyatukan kerajaan Nebulosus dengan kerajaan Jovalavia dan mencapai kejayaan.
Sehingga kita sekarang akan mempertaruhkan nyawa kita untuk mencapai tujuan dan kejayaan kita, berjuang lah dan serang serta bunuh mereka semua" Seru Raja Adrian Plakona.
Semua prajurit mengangkat senjata mereka dan berteriak "Ya, Bunuh... bunuh.... bunuh...."
Erik Plakona, Raja Adrian Plakona dan bahkan Billy mengangkat pedang mereka ke atas kemudian berteriak "serang dan habisi mereka"
Seketika para prajurit kerajaan Nebulosus Baru berlari dan menyerang pasukan kerajaan Jovalavia, Peperangan pun terjadi antara pasukan Nebulosus Baru yang berniat mengambil alih kerajaan Jovalavia dan pasukan yang di pimpin oleh Ratu Elisia dan Ratu Vanessa.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna