
"Rasakan serangan ku, itu adalah kartu As ku, hahaha...." Maria merasa senang karena bisa mengalahkan prajurit berelemen petir tersebut.
Di pihak musuh ada yang ingin memacu kudanya kemudian di cegah oleh seseorang. "Elena mau kemana kamu" ucap orang itu.
"Ibunda Maharani, sihir petir itu milik Maria, orang yang membuat wajah ku ini menjadi cacat, aku akan membalaskan dendam ku waktu di federasi bebas, dan aku akan melawannya" ucap Elena, sambil menahan emosi.
"Kembali, kalau kamu pergi kamu akan merusak rencana kita" cegah Maharani Roselia
"Aku tidak peduli apa yang dikatakan oleh ibunda, pokok nya Maria harus mati di tangan ku sekarang juga" bantah Elena.
Maharani Roselia langsung memerintahkan prajurit "Prajurit halangi putri Elena jangan sampai dia pergi ke Medan perang"
Semua prajurit yang berada di sana langsung menghalangi Elena dan memegang tali kekang kuda yang Elena naiki.
Maharani Roselia menunjuk kearah Elena "jika kamu pergi dan merusak rencana kita maka aku tidak akan ragu untuk memenggal kepala mu, walaupun kamu anak ku sendiri" ancam Maharani Roselia.
Mendengar ancaman itu Elena pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke medan Perang untuk menghadapi Maria.
*
Di sisi lain Maria yang telah mengalahkan prajurit tersebut terus bertarung dengan prajurit musuh sambil melangkah mundur.
Willy yang melihat Maria bertarung merasa gatal dia pun berencana masuk ke medan Perang hanya sekedar untuk melemaskan otot-otot yang tegang.
Willy pun meminta ijin kepada Raja Ferik Reagon dan para jenderal senior yang ada di sana "kak Ferik aku mau membantu Maria, ini hanya sekedar pemanasan sebelum pasukan musuh mengerahkan semua kekuatanya, dan ingat jangan ada yang menyerang terlebih dahulu sebelum ada pemberitahuan dari ku" ucap Willy sambil menaiki kuda.
"Tenang saja aku tidak akan menyerang, karena mereka pun punya rencana seperti kita, tunggu sampai pasukan Golem habis baru pasukan inti aku kerahkan untuk menyerang" ucap Raja Ferik Reagon.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu" Willy sambil memacu kudanya ke tengah peperangan.
"Hati hati...dan jangan lengah" teriak Raja Ferik Reagon memperingatkan Willy.
Sambil menunggangi kuda kencang Willy pun melambaikan tangannnya tandan jangan menghawatirkan dirinya.
Maria melihat Willy yang memacu kuda mendekati dirinya dia pun tersenyum dan semakin bersemangat, Willy pun sampai di tempat Maria berada dan turun dari atas punggung kuda.
Willy mengeluarkan senjata andalannya yaitu pedang dewa naga agung dan tidak ragu menebas semua prajurit musuh yang menghampirinya.
Komandan pasukan musuh melihat Willy dan Maria yang sedang membantai pasukannya komandan itu berteriak. "Itu adalah putra Elda pemenang kompetisi Benua, bunuh anak itu dan kita akan di berikan hadiah besar oleh Maharani Roselia"
__ADS_1
Semua prajurit pun beralih mereka pun langsung mengerumuni Willy dan Maria, prajurit musuh yang menghampiri mereka semakin lama semakin banyak.
Willy pun menggunakan jurus sihir elemen Es dan mengayunkan pedang dewa naga agung kearah prajurit musuh "frezz Slash...."
Wuss....
Krekak....
Sepuluh orang prajurit musuh membeku menjadi Es dan di timpah oleh sihir elemen petir milik Maria "jurus Tombak Naga Petir...."
Krekak....
Wuss....
Duwar....
Ke sepuluh orang prajurit musuh yang di bekukan oleh Willy hancur berkeping keping di hantam jurus petir Maria.
"Frezz Slash...."
Wuss....
"Tombak Naga Petir...."
Wuss....
Willy bertugas untuk membekukan prajurit musuh dan Maria yang menjadi eksekutor dan membunuh musuhnya dengan sihir elemen petir yang dia miliki.
Prajurit lain yang merasa tidak akan sanggup untuk melawan mereka berdua memilih mundur secara berlahan untuk tidak menghadapi mereka berdua.
*
Di pihak musuh salah satu prajurit melaporkan situasi di Medan perang garis depan "laporan Yang mulia Maharani, pasukan garis depan banyak yang di bantai oleh putra Eldra dan Maria, kalau di biarkan terus pasukan kita akan segera habis"
Maharani Roselia pun memerintahkan kepada prajurit tersebut " perintahkan mereka untuk mundur dan lanjutkan dengan rencana kita selanjutnya"
"Baik yang mulia Maharani...." Ucap prajurit tersebut dan kemudian prajurit itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tidak lama kemudian suara terompet pun berbunyi, terompet yang sangat besar dan suaranya pun sangat nyaring.
__ADS_1
Toooot....torototot.... torototot....
Mendengar suara terompet itu semua prajurit yang berada di garis depan pulang mundur dengan seketika, teriakan para kapten dan jenderal perang garis depan pun bersautan.
"Pasukan mundur...."
"Mundur...."
"Mundur...."
"Mundur...."
Mereka pun berlari mundur, dan prajurit musuh yang sedang bertarung melawan pasukan Golem pun mundur meskipun pasukan Golem tinggal sedikit lagi dan pasukan musuh masih banyak.
Hanya tinggal sekitar 3.000 prajurit yang tersisa dari 60.000 pasukan Golem, semua telah hancur berkeping keping oleh pasukan musuh.
Banyak pasukan musuh pun yang mati di Medan perang tersebut dan sisanya terpaksa harus mundur karena perintah langsung dari Maharani Roselia.
Entah ada rencana apa yang di jalankan oleh Maharani Roselia untuk bisa memenangkan peperangan melawan bangsa Dwarf ini yang pasti mereka tidak sebodoh itu.
Dan Hanya mengandalkan banyak prajurit, tetapi mereka juga memiliki strategi yang sangat bagus yang bisa membuat kerajaan Inggarsia menang dalam pertempuran ini.
Pasukan musuh berlari untuk meninggalkan ladang kematian dan kembali ke barisan belakang untuk membentuk formasi pertahanan.
Di pihak kerajaan Lareagon ada salah satu jenderal senior yang mengambil inisiatif untuk menyerang karena pasukan musuh mundur dari pertarungan di Medan perang.
Jenderal infantri yang berada di barisan depan pasukan meneriakan perintah "Pasukan Infantri maju dan kejar pasukan musuh yang melarikan diri di Medan perang itu"
Seluruh pasukan Infantri mengangkat senjata mereka keatas dan berteriak bersama sama.
"Hura..."
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna