
Memang toko ini terlihat kecil, tetapi toko ini memiliki 3 lantai dan barang yang ada di sini berbagai macam, dari senjata, armor dan berbagai barang lainya, bahkan binatang awetan pun di pajang di toko ini
"Anak muda, aku menjual berbagai macam, kamu mau beli apa, coba tanyakan" jawab kakek tua.
"Kek apa kakek menjual inti monster, dan pedagang yang terbuat dari logam Adamantium serta Tameng yang terbuat dari vibranium" tanya Willy.
Mendengar perkataan Willy, kakek itu sedikit tercengang mendengar bahan bahan logam tingkat dewa yang harganya sangat mahal, bahkan logam tersebut susah untuk di buat oleh black Smith biasa.
Hanya bangsa Elf lah yang bisa mengolah logam tersebut menjadi pedang dan juga tameng, dan logam tersebut sangatlah langka Bahkan kalau ada mungkin hanya di jadikan harta keluarga mereka saja dan tidak di jual belikan.
"Hehehehe .....anak muda selera mu sangat bagus, tetapi di kota kecil seperti ini mana mungkin ada barang seperti itu, kalau pun ada harganya sangat mahal, dan kalau kamu mencari inti monster di sini banyak tersedia" jawab kakek tua.
Willy tersenyum kemudian dia pun bertanya kembali "Kek apa disini menerima barter"
Kemudian Willy pun mengeluarkan pull
Set armor hasil rampasan perang dari Pasukan tentara bayaran armor Putih dan pasukan awan gelap.
Willy meletakan ke dia armor pull set itu di atas meja yang ada di depan kakek tua itu.
"Aku memiliki beberapa pull set armor putih dan armor hitam, aku mau menukarnya dengan semua inti monster yang kakek miliki" ucap Willy
Tanpa ragu kakek tua itu bertanya "Dari mana kamu mendapatkan armor ini, sepertinya armor putih ini kakek mengenalnya"
Willy menyeringai "ya pastinya kakek mengenali ini armor milik tentara bayaran armor Putih yang kami bantai ketika mereka berperang melawan suku Centaurus, dan yang hitam itu armor pasukan awan gelap yang aku bantai ketika menyerang markasnya di kota Heypan membantu suku Orc"
Mendengar perkataan Willy, kakek tua itu tercengang, "Hey nak, kamu itu masih bocah, dan paling juga kamu memungut armor armor itu dari tentara bayaran armor Putih yang tewas di Medan Perang"
"Ya kakek bisa menganggap begitu tidak masalah" jawab Willy.
"Tapi menjual armor dari tentara bayaran armor Putih itu bisa menjadi masalah besar, kamu bisa di cari sama mereka dan di buru oleh mereka" kakek tua itu memperingatkan.
Willy tersenyum "tidak masalah, justru itu yang sedang aku lakukan, mencari masalah dengan para tentara bayaran armor Putih, dan niatan ku kemari untuk memporak-porandakan markas tentara bayaran armor Putih "
"Hus jaga bicara mu, anak muda, apa kamu tidak takut kalau ada mata mata di sini" kakek tua itu masih memperingatkan.
__ADS_1
"Tidak masalah, justru itu lebih baik kalau ada mata mata, sehingga mereka akan getar getir menyiapkan pasukan untuk mencari ku" ucap Willy.
"Hadeuh dasar anak muda yang arogan" kakek tua itu menggelengkan kepalanya.
"Jadi bagai mana, apakah kita bisa barter" tanya Willy.
Karena sudah di peringatkan maka mau tidak mau kakek tua itu menyetujuinya "baiklah seberapa banyak yang kamu punya"
Willy pun mengeluarkan semua pull set armor itu dari dalam sihir dimensi item Room, sehingga kakek tua itu mulutnya menganga tidak percaya.
"A...apa ternyata kamu bukan anak kecil biasa, sudah level apa kamu nak sehingga bisa memakai sihir ruang seperti ini" tanya kakek tua itu.
"Hehehe....kakek dapat menebaknya sendiri, kalau orang yang memiliki Sihir penyimpanan dimensi item Room itu level berapa" jawab Willy ringan.
Setelah itu kakek tua itu mengeluarkan semua inti monster yang dia miliki dan Willy pun memasukan inti monster itu kedalam Sihir Dimensi.
Karena kesepakatan telah selesai Willy pun kembali bertanya "bagai mana kek, apakah kakek memiliki senjata atau tameng yang terbuat dari bahan yang aku sebutkan itu"
Kakek tua itu berpikir sejenak "Sebenarnya ada, tapi harganya sangat mahal apa kamu berani membelinya dengan harga 300 koin emas, tapi yang aku miliki hanya tameng yang digunakan untuk kesatria wanita"
Kakek tua itu mengeluarkan tameng tersebut dari dalam sihir dimensi yang dia miliki "ini dia cocok untuk di pakai pacar mu itu"
Willy pun melihatnya dan mengecek apakah tameng ini terbuat dari bahan bijih logam vibranium.
Willy melihat desain yang sangat bagus, tameng yang ringan tetapi sangat kuat, dia pun mencoba mengalirkan sihir pertahanan di tameng tersebut, dan tameng itu menyerapnya sempurna.
Willy pun melirik ke arah Maria "Maria coba serang aku dengan kekuatan 50 persen milik mu"
Maria pun mengangguk dia mengepalkan tinjunya dan kemudian menyerang Willy dan Willy menahan dengan tameng yang dia pegang.
Brak.... tinju Maria menghantam tameng tersebut dan tidak terjadi apapun, kalau saja tameng itu di buat dari logam lain maka bunyinya akan sangat keras dan mungkin tameng itu akan hancur.
Karena tameng itu terbuat dari bahan bijih logam vibranium yang bisa menyerap getaran sehingga pukulan Maria seperti di netralisir oleh tameng tersebut.
"Apa kamu suka dengan tameng ini" tanya Willy kepada Maria.
__ADS_1
"Itu tidak cocok dengan ku, kamu bisa berikan tameng itu kepada Elvina, dengan tameng itu Elvina akan kelihatan sangat kuat" ucap Maria.
Willy tahu Maria masih memikirkan tentang pull set armor merah yang berada di tempat black Smith tadi.
"Baiklah kalau begitu aku akan berikan ini nanti kepada Elvina, dan aku tidak akan pergi dari kota ini sebelum mendapatkan armor merah dari Black Smith tadi" ucap Willy
Willy pun mengeluarkan sekantong uang koin emas yang berisi 300 uang koin emas. "Ini kek uang nya, kakek bisa menghitung lagi, kalau masih kurang bisa mendatangi ku di hotel dekat gerbang kota"
Sebenarnya Willy mencari senjata itu untuk Maria supaya lupa dengan armor yang ada di tempat black Smith itu, tetapi Maria tetap menginginkan armor tersebut sehingga mau tidak mau Willy harus mendapatkannya bagai mana pun caranya.
Dan tameng yang sudah dia beli pun berencana diberikan kepada Elvina, dan mencari senjata terbuat dari bahan bijih logam Adamantium itu memang susah, dan Willy berencana mengoleksi senjata tadi bahan tersebut.
Sebenarnya Willy memiliki pedang dari Adamantium dan armor yang terbuat dari bahan bijih Mithril, itu semua hadiah dari kemenangan Willy menjadi pemenang juara pertama waktu pertandingan di federasi bebas. Tetapi sampai sekarang Willy tidak pernah menggunakannya.
Begitu pula Maria, dia juga memiliki armor hadiah tetapi tidak di berikan senjata karena dia juara ke 3 dan sama seperti Willy, Maria tidak pernah menggunakannya.
Di toko barang bekas pun sudah selesai, karena tidak hal yang menarik lagi Maria pun mengajak Willy untuk pulang ke penginapan dan beristirahat.
Setelah meninggalkan toko itu, Willy pun menyeringai puas, "Ini adalah awal kegelisahan pasukan tentara bayaran armor Putih, besok lusa pasti akan terjadi kegemparan di kota ini" gumam Willy.
Willy tahu bahwa kakek tua itu veteran dari tentara bayaran armor Putih, dia mengetahui dari tato yang kakek itu miliki, karena setiap tentara bayaran armor Putih memiliki tanda tato di tangan kanannya.
Willy yakin bahwa kakek tua itu akan melaporkan Willy kepada tentara bayaran armor Putih dan dia tinggal menunggu waktu untuk menyerang markas tentara bayaran armor Putih.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1