PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pesta Pernikahan


__ADS_3

*ke esokan harinya


Pernikahan antar putri Clarisa dan Raja Gibran pun digelar. Para undangan mengikuti pengantin dari belakang untuk memasuki balai Nikah.


Di gedung balai nikah sudah berjajar prajurit penyambutan dan ditengahnya adalah karpet merah dan memanjang sampai beberapa puluh meter.


Barisan prajurit pertama ada 40 prajurit Raja naga kiri dan kanan, di barisan jajaran ke 2 ada 40 prajurit Jovalavia kiri dan kanan pasukan Heri Jovanka, dan jajaran barisan ke 3 ada 40 pasukan Magi dari kerajaan Eldragon pasukan setia Ratu Elisia.


Iringan pengantin yang di bimbing oleh pendamping melangkah berlahan menuju karpet merah, dan pasukan pun bersiap.


Salah seorang prajurit memimpin penyambutan.


"Angkat Senjata...."


Brak....


Brak....


Pasukan dari Lareagon mengangkat senjata api, pasukan Jovalavia mengangkat pedang dan pasukan Eldragon mengangkat tongkat sihir.


Iringan pengantin mendekati jajaran prajurit Lareagon dan pemimpin pasukan mengomandoi, senjata api di arahkan ke atas langit.


"Tembak...."


Door....


Duwar....


Door....


Duwar....


Tembakan dari senjata api itu meledak ke angkasa dan meledak di atas sehingga terlihat seperti kembang api.


Kemudian pasukan Jovalavia yang mengangkat pedangnya mereka adalah magic sword man, dan mereka pun menyalurkan Manna kepedang mereka dan meluncur ke udara sehingga menimbulkan ledakan.


Wuss....


Duwar....


Begitu pula pasukan Magi kerajaan Eldragon mereka pun menembakan sihir ledakan dari tongkat sihir mereka.


Wuss....


Duwar ....


Langit Jovalavia di penuhi ledakan sihir yang nampak seperti kembang api yang indah.


Pengantin pun berjalan dengan di ikuti pendamping dan para undangan pernikahan.


Disana Heri Jovanka berkata pada Willy,


"Dek apa itu prajurit yang kamu pimpin"


Willy mengangguk


"Iya kak mereka disebut pasukan Raja Naga"


Kemudian Heri Jovanka bertanya lagi.


"Senjata apa yang mereka bawa dan bisa menimbulkan ledakan"


Willy mencari alasan yang tepat untuk kakaknya itu, karena pada dasarnya senjata api yang di pake oleh pasukan raja naga adalah rahasia tetapi di momen yang bahagia ini Willy terpaksa menggunakan senjata tersebut.


"Itu adalah alat pelontar kembang api kak, Rubahan dari panah CrossBow yang aku modifikasi"


Heri Jovanka tersenyum mendengar pertanyaan dari Willy, dan Willy pun balik bertanya.


"Apakah para kesatria magic sword man itu prajurit kak Heri"


Heri Jovanka mengangguk.


"Iya, mereka sebenarnya ada 50 orang prajurit elite dan mereka adalah kapten dari 5.000 pasukan yang kak Heri pimpin"


Willy pun merasa kagum dengan kakaknya itu.


"Wow kak Heri memiliki pasukan sebanyak itu"


Heri Jovanka merendah.


"Itu sudah biasa bagi bangsawan seperti kita. Eh...Kakak dengar kamu memiliki 1.000 pasukan dan sekarang sudah menjadi prajurit tingkat dua, apa itu benar"


Willy menggaruk kepalanya


"Benar kak, itu hanya keberuntungan saja karena pasukan Willy memenangkan kompetisi pasukan latih"


Heri Jovanka bertanya lagi.

__ADS_1


"Apa pasukan Magi itu dari kerajaan Eldragon"


Heri Jovanka menatap kagum karena di kerajaan Jovalavia ini tidak memiliki pasukan khusus para penyihir.


Kemudian di belakang Ratu Elisia menjawab pertanyaan dari Heri Jovanka.


"Mereka pasukan milik ibunda, yang di datangkan khusus untuk acara ini"


Heri Jovanka dan Willy menatap kagum kepada Ratu Elisia.


Kemudian Willy pun bertanya.


"Berapa banyak pasukan Magi yang ibunda pimpin"


Ratu Elisia pun menjawab sambil tersenyum manis dengan wajah berseri membuat orang yang melihatnya menjadi adem.


"Ibunda hanya beruntung, kakek mu Maharaja Alfred Eldragon memberikan 10.000 pasukan senior dan 5.000 pasukan latih termasuk teman mu Siren"


Heri Jovanka dan Willy tidak berhenti mengagumi Ratu Elisia. Dan Heri Jovanka pun memuji Ratu Elisia.


"Wow ibunda Ratu ke 3 memang luar biasa bisa memimpin pasukan sebanyak 15.000 orang"


Ratu Elisia tersenyum


"Ibunda hanya beruntung di jadikan komandan divisi Magi, karena komandan sebelumnya sudah wafat sehingga kepemimpinan di serahkan kepada ibunda"


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di dalam balai nikah, para pendamping dan para undangan menempati tempat duduk mereka.


Sedangkan kedua mempelai berdiri di depan penghulu untuk memulai ritual pernikahan.


Penghulu pun bertanya kepada Raja Gibran.


"Anak ku Gibran, apakah kamu akan menerima Clarisa sebagai istri mu dalam suka mau pun duka, dalam susah atau pun senang"


Raja Gibran pun menjawab.


"Ya saya akan menerima putri Clarisa menjadi istri saya dalam suka mau pun duka dan dalam sudah atau pun senang"


Kemudian penghulu itu bertanya kepada putri Clarisa.


"Anak ku Clarisa, apakah kamu akan menerima Gibran sebagai suami mu dalam suka mau pun duka, dalam susah atau pun senang"


Putri Clarisa menjawab


"Saya akan menerima Raja Gibran sebagai suami saya dalam suka mau pun duka, dalam susah atau pun senang"


"Berhadapan lah kalian berdua"


Mereka pun berhadapan dan saling memandang satu sama lainnya, kemudian salah satu pelayan yang membawa nampan mendekati pengantin dengan membawa 2 kotak berisi cincin.


Raja Gibran dan putri Clarisa pun mengambil kotak tersebut kemudian raja Gibran memakaikan cincin ke jari manisnya putri Clarisa. Begitu pula putri Clarisa memakaikan cincin ke jari manisnya Raja Gibran.


Setelah itu penghulu pun berkata lagi dengan lantang.


"Atas nama Sang pencipta alam semesta dan para hadirin yang menjadi saksi, maka aku sah kan kalian berdua menjadi pasangan suami istri"


Raja Gibran dan putri Clarisa pun berciuman didepan para undangan pernikahan dan mereka pun bertepuk tangan dengan meriah karena pernikahan antar putri Clarisa dan Raja Gibran saja dan berjalan dengan lancar.


Lonceng dari Menara balai nikah pun di tarik dan di bunyikan itu bertanda Festival dan pesta di gelar oleh Rakyat kerajaan Jovalavia.


Mereka semua bersuka cita dalam pesta pernikahan putri Clarisa dan Raja Gibran.


**


Setelah beberapa Hari setelah pesta pernikahan tamu undangan pun pulang kekerajaan mereka masing-masing. Tetapi ada beberapa orang tamu yang belum pulang.


Mereka adalah orang dari kerajaan samudra. Raja Bahri Alfattih bertanya kepada Willy dengan akrab.


"Apa kamu mau ikut dengan kami untuk berlatih disana biar skill mu bertambah pesat"


Willy pun menggelengkan kepalanya


"Terima kasih atas kebaikan anda, untuk sekarang aku banyak urusan lain, karena kerajaan Lareagon akan berperang melawan kerajaan Inggarsia jadi aku harus menyiapkan diri untuk menghadapi perang tersebut.


Lain waktu aku akan siap untuk ikut anda ke kerajaan samudra untuk berlatih, tetapi maaf untuk sekarang saya menolaknya"


Raja Bahri Alfattih mengaguk dan mengerti tetapi pangeran haytham sedikit marah kepada Willy.


"Kamu membuang kesempatan emas, ribuan orang ingin memasuki kerajaan kami tetapi mereka tidak bisa, tetapi kamu dengan mudah menolak permintaan dari Ayahanda kami, sudah sekuat apa kamu ini bocah"


Kemudian Willy berkata dengan sopan.


"Maaf kan aku pangeran haytham, bukan aku menolak, tetapi untuk sekarang aku tidak bisa"


Pangeran haytham pun geram dengan tolakkan Willy dia pun langsung menantang Willy.


"Baiklah lawan aku, jika kamu menang aku akan melepaskan mu, jika kamu kalah aku akan membawa mu pergi dari sini untuk berlatih di kerajaan kami"

__ADS_1


Kemudian putri Afsha Alfattih berkata


"Kak biar aku yang melawan bocah ingusan ini kak haytham tidak perlu turun tangan"


Willy pun mencibir.


"Maaf putri Afsha, aku tidak mungkin melawan mu, karena jika kamu kalah aku tidak mau menikahi mu"


Mendengar perkataan Willy putri Afsha Alfattih pun menjadi kesal dan wajah nya menjadi merah.


"Uh dasar bocah bau kencur"


Maria berjalan menghampiri Willy dan berkata kepada Putri Afsha Alfattih.


"Kalau anda sangat ingin bertarung, biarlah aku yang menjadi lawan bertarung mu putri Afsha"


Maria berani menantang putri Afsha, dan putri Afsha Alfattih pun merasa tidak senang.


"Siapa kamu gadis kecil, berani menantang putri samudra"


Maria pun menjawab


"Aku Maria pengawal pribadi pangeran Willy Jovanka, siapa pun yang berani kepada tuan ku, harus menghadapi ku terlebih dahulu"


Semua orang yang mendengar pertikaian mereka menjadi sangat shock tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.


Karena Raja Bahri Alfattih menenangkan orang orang agar tidak ikut campur dalam urusan Willy dan pangeran haytham.


Pangeran haytham pun tertawa.


"Hahaha....baik lah 2 lawan dua, bagai mana kalau kita bertarung di halaman kastil kerajaan ini sekarang"


Willy pun mengangguk dan mereka semua pun di giring menuju lapang latih yang ada di depan kastil istana.


Mereka ber empat pun sudah berada di tengah lapangan, pangeran haytham mengangguk kearah raja Bahri Alfattih.


Kemudian Raja Bahri Alfattih membacakan mantera dan membentuk dimensi ruang berbentuk kubah untuk melindungi mereka dari efek serangan para petarung.


Sehingga para penonton berada di luar dinding kubah sihir dan menonton dengan aman tanpa khawatir terkena serangan sihir yang nyasar.


Bukan hanya keluarga kerajaan yang menonton tetapi para prajurit yang ada di sekitar sana mengelilingi lapangan tersebut untuk melihat pertarungan ini.


Pangeran haytham langsung mengeluarkan senjata andalannya berupa pedang yang mirip gergaji


Pedang kelas legenda yang di beri nama pedang Gigi Hiu, dan Willy pun mengeluarkan pedang Dewa Naga Agung dari sihir dimensi item Book miliknya.


Di sisi lain Putri Afsha Alfattih mengeluarkan pedang lentur yang diberi nama pedang ombak, Maria pun tidak mau kalah dia mengeluarkan tombak petir pemberian tetua Wan.


Pangeran haytham pun mencoba memprovokasi Willy dan Maria.


"Oh ternyata kamu pewaris pedang dewa naga agung, hahaha....pedang karatan yang sudah ratusan tahun menancap di batu itu bukan tandingan pedang Gigi Hiu ku ini. Apalagi gadis assassin itu dengan tombak yang hanya mirip tusuk Gigi saja"


Putri Afsha Alfattih pun tertawa


"Hahaha.... benar apa kata mu kakak, tusuk gigi itu tidak akan bisa mampu menahan serangan pedang ombak ku ini"


Willy pun tersenyum


"Kita tidak tahu sebelum kita mencobanya, ayo kita mulai"


Willy pun memulai dengan mengayunkan pedangnya kearah pangeran haytham.


Wuss....


Aliran angin terhempas kuat menuju pangeran haytham.


Duwar....


Dengan mudah pangeran haytham menahan serangan dari Willy, Serangan itu dilakukan Willy Tampa menggunakan tenaga tetapi efek serangannya luar biasa


Tetapi karena lawanya berlevel dewa sehingga dapat di halau dengan mudah.


"Tunjukan kekuatan mu yang sebenarnya jangan setengah setengah karena aku tidak akan berbelas kasih kepada bocah yang telah berani menolak ajakan Raja samudra"


Pangeran haytham meneriaki Willy supaya mengeluarkan semua kemampuannya.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2