
"aku sudah siap melakukannya" ucap maria.
Willy pun mengangguk kemudian dia berteriak kepada pemimpin perampok tersebut "Hai paman kumis tebal, bersiap lah menjadi budak ku, dan kamu harus mematuhi perintah ku, hanya ada 2 aturan yang aku miliki, yang pertama patuhi aku tanpa harus bertanya dan yang kedua Berhianat adalah kematian"
"Hahaha.... bocah bau dan sombong, belum juga di mulai sudah menyatakan diri sebagai pemenang, aku ingin lihat kesombongan mu ketika kamu kalah dalam taruhan ini" ucap pemimpin peramok.
"Jangan banyak bicara, bersiaplah menjadi budak ku dan menyerahkan nyawanya kalian kepada ku" ucap Willy.
Kemudian Willy menoleh kepada Maria "ayo mulai..."
Maria pun menyalurkan sedikit energi sihir elemen angin ke tombak milik nya dan angin terasa mengalir di tombak yang di pegang oleh Maria.
Maria mengayunkan tombak tersebut kebelakang dan dia pun berteriak dengan menyalurkan energi sihir elemen angin untuk menghancurkan batu yang menghalangi jalan.
"Serangan Tombak angin penghancur Gunung.... berhembus lah....."
Wuss....
Melihat serangan dari Maria para perampok itu menjadi kaget "apa perempuan itu Menyerang kita dengan sihir elemen angin"
"Ternyata perempuan itu seorang penyihir angin, bagai mana kita sekarang " ucap perampok Yang panik
Semua peramok itu menjadi panik mereka ingin mencari perlindungan supaya tidak terkena efek serangan dari sihir elemen angin.
Beberapa orang anda di tingkatkan prajurit sehingga sedikitnya bisa menggunakan sihir pertahanan dan menguna barier pelindung, tetapi yang lainnya mereka di tingkat pembentukan dan hanya bisa menggunakan sedikit sihir penguat.
Sehingga mereka hanya bisa menggunakannya untuk membuat tubuh mereka sedikit kebal supaya mampu menerima serangan dari sihir elemen angin.
Pemimpin mereka lumayan tangguh karena berada di level kesatria tingkat pertama, dia bisa menggunakan barier pelindung dengan sedikit tebal di bandingkan anak buahnya yang tingkat prajurit.
Wuss....
Brak....
Brak....
Sihir elemen angin yang di lancarkan oleh Maria memotong habis pakaian mereka sampai tak tersisa begitu pula sihir pertahanan mereka yang bisa di tembus dengan mudah.
Tombak angin yang diluncurkan oleh Maria tidak melukai makhluk hidup serangan itu hanya menghancurkan benda mati saja, sehingga para peramok itu tidak terluka dan hanya baju mereka saja yang menjadi menghilang, sehingga mereka dalam keadaan Bugil.
Sihir elemen angin yang berhembus kencang menyapu bersih semua bebatuan yang menghalangi jalan sehingga jalan kembali kosong tanpa hambatan.
__ADS_1
Melihat itu semua orang memandang terpana dan takjub akan kekuatan dari Maria yang bisa menyingkirkan penghalang jalan dengan sekali ayunan tombak.
Semua pengawal itu bersorak "Hidup jenderal iblis petir..... Hidup jenderal iblis petir....."
Semua peramok itu mematung tidak bergerak sambil memegangi Otong mereka yang sekarang tidak memakai apa pun.
Bahkan senjata yang mereka pegang sudah hancur berkeping keping karena serangan tombak angin Maria.
Maria menghela napas kemudian berbalik dan berjalan memasuki kereta kuda, sambil berjalan Maria berbicara "Hadeuh dasar para perampok mesum"
Mendengar itu Willy tersenyum sendiri, Maria sudah biasa melihat Otong dan tubuh laki-laki tanpa pakaian, karena dia sering mandi bareng bersama Willy dan itu pemandangan yang sudah biasa bagi Maria.
Tetapi melihat 60 orang perampok tidak mengenakan sehelai benang pun, itu membuat Maria menjadi jijik dan pusing maka dari itu Maria menyebut mereka dengan peramok mesum.
"Bagaimana, lihat lah jalan di belakang kalian sudah tidak lagi terhalang oleh bebatuan, berarti aku yang menang, dan kalian sekarang menjadi budak ku" ucap Willy.
Perkataan Willy itu menyadarkan semua orang yang berdiri mematung tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Semua peramok itu bergetar ketakutan, mereka semua kena mental, karena serangan dari Maria yang menghancurkan semua batu dan pakaian mereka.
Mereka ingin melarikan diri dari tempat ini, tetapi kaki mereka terasa berat karena ketakutan, bahkan kalau mereka lari pun ada kemungkinan tidak selamat.
Melihat kemampuan dari Maria yang menggunakan tombak dengan sekali ayunan bisa menghancurkan batu, apa lagi jika mereka lari, bisa bisa mereka di hempaskan ke udara kemudian jatuh dan mati.
Terlihat pemimpin peramok itu berlutut dan menangis kemudian di ikuti oleh anak buahnya "Kami menyerah kalah, kami sedia menjadi budak tuan muda dan menyerahkan hidup dan mati kami di tangan anda"
"Bagus kalau kalian sadar diri dan menyatakan sebagai budak ku, sebagai seorang budak, perintah majikannya adalah mutlak tidak boleh di bantah, apa kalian mengerti" ucap Willy.
Para perampok itu pun mengangguk "Kami siap menjalankan perintah tuan muda" mereka berbicara dengan kompak.
"Baiklah perintah ku yang pertama adalah kalian tidak boleh melakukan kejahatan lagi, seperti merampok mencuri dan merampas milik orang lain, apa lagi memperkosa" perintah Willy.
"Siap kami laksanakan" ucap kompak mereka.
Kemudian Willy mengeluarkan uang koin emas dalam sihir dimensi item Book sejumlah 10 ribu uang koin emas yang dibungkus dengan kantong kecil. Kemudian Willy melemparkan uang koin emas tersebut.
"Ini permintaan kalian 10 ribu koin emas, gunakanlah dengan baik, belilah perlengkapan dan tunggu perintah dari ku berikutnya, ingat penghianat hukumannya adalah kematian" ucap Willy sambil melemparkan uang koin emas dan mengancam mereka.
"Sekarang pergilah dari sini, aku akan mencari kalian nanti ketika aku membutuhkan kalian, dan ingat aku tuan kalian dan kalian adalah budak ku, maka perintah ku adalah mutlak" ucap Willy sambil mengusir mereka.
Mereka pun bangkit dan pemimpin mereka mengambil uang tersebut "Terima kasih tuan muda Nama ku Regas, kami tunggu perintah selanjutnya dari anda"
__ADS_1
Mereka pun pergi berlari tanpa memakai pakaian ke arah pebukitan sampai menghilang dari pandangan Willy dan semua orang.
"Pangeran ke 3 mengapa anda memberikan uang sebanyak itu kepada para perampok tadi" ucap Hiden Balor sambil mendekati Willy.
"Jangan di pikirkan lebih baik kita melanjutkan perjalanan" ucap Willy tanpa basa-basi lagi.
Hiden Balor pun langsung mengangkat tangannya "Ayo bersiap kita lanjutkan perjalanan"
Mereka pun bergegas kembali ke posisi masing-masing dan kereta kuda pun mulai berjalan kembali menyusuri ngarai, beberapa orang dari mereka mengusap dada mereka "Beruntung ada nona muda itu dan pangeran ke 3, kalau tidak ada mereka mungkin kami akan bersimbah darah"
Di dalam kereta kuda Hiden Balor pun bertanya kembali tentang Kenapa Willy memberikan uang kepada para perampok itu dan mereka tidak akan kapok dan pasti akan merampok lagi, tetapi Willy menanggapinya dengan senyuman.
"Jangan khawatir tentang uang ku, itu tidak seberapa di bandingkan dengan nyawa pengawal anda, kalau soal mereka akan merampok lagi aku nanti akan mengutus orang untuk mengawasi mereka " ucap Willy.
"Memang sih, kalau uang segitu untuk seorang pangeran tidak seberapa, tetapi untuk kami para pedagang uang segitu sangatlah banyak " ucap Hiden Balor yang menyesalkan sikap Willy yang memberikan uang kepada perampok.
Willy tersenyum "Selama aku menjadi pangeran tidak pernah aku di berikan uang oleh Ayahanda Raja dan ibunda Ratu, itu uang hasil rampasan perang yang aku dapatkan dari menaklukan kota, dan aku tidak perduli dengan uang, karena kehidupan ini ada yang lebih menarik dari pada mengumpulkan uang"
Pola pikir antara Hiden Balor dan Willy bertolak belakang, Hiden Balor lebih mementingkan uang Sedang Willy tidak begitu mementikanya, karena bagi dirinya uang hanyalah nominal yang tidak berguna.
Willy pun mengeluarkan satu set benda unik yang dia dapat dari gudang harta milik tentara bayaran awan gelap, itu adalah satu set peralatan makan terbuat dari bahan emas dan di tabur permata.
Piring, gelas, sendok, garpu dan pisau yang semuanya terbuat dari bahan emas murni yang sekarang Willy akan berikan ke Hiden Balor.
"Ini untuk anda, aku dapatkan dari gudang harta milik tentara bayaran awan gelap, mungkin ini hasil jarahan dari reruntuhan kota kuno atau kerajaan yang sudah lama hilang" ucap Willy sambil menyerahkan set makan tersebut.
Mata Hiden Balor langsung berbinar "i..ini...benda bersejarah satu set peralatan makan yang terbuat dari emas murni yang bertabur permata, apakah ini benar untuk ku"
Willy mengangguk "iya ambilah, itu tidak akan berguna untuk ku"
Hiden Balor langsung mengambil peti kecil yang kosong kemudian dengan hati hati dia letakan kedalam peti tersebut satu set peralatan makan yang menurutnya sangat berharga.
"Terima kasih, pangeran ke 3, aku berjanji akan menjadi sekutu mu yang bisa di andalkan di kemudian hari" ucap Hiden Balor.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna