
Keesokan harinya mereka bersiap untuk berangkat menuju hutan keabadian, mereka tidak bisa menggunakan kereta kuda, mereka harus berjalan kaki menuju ibukota kerajaan melalui hutan keabadian tersebut.
Barot memandu mereka, tetapi sebelum mereka berangkat, Barot terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada mereka.
"Ingat di Hutan keabadian kalian jangan sampai terpencar dan harus dalam posisi kelompok, kalau sampai keluar barisan dan tersesat, aku tidak akan dapat menjamin keselamatan kalian" ucap Barot.
Salah satu dari mereka pun mengacungkan tangan kemudian bertanya "Tuan Barot, memang ada apa di hutan keabadian"
Barot tersenyum dan menjawab "Di hutan keabadian ada yang namanya monster treant, monster jenis pohon yang bisa membuat orang tersesat dan mati di dalam hutan, maka dari itu kalian jangan keluar barisan sembarangan apa kalian mengerti"
Semua orang menganguk dan mematuhi perintah dari Barot, kemudian Barot menatap ke arah Willy dan Maria "kalian berdua berada di barisan depan, aku khawatir kalian akan pergi meninggalkan barisan, aku tahu jiwa petualangan kalian yang selalu ingin tahu sesuatu, ini adalah kerajaan Elf kalian berdua tidak bisa seenaknya kemana saja"
Willy dan Maria menjadi pusat perhatian karena tatapan mengarahkan ke mereka berdua.
Willy dan Maria hanya tersenyum sampai menggaruk kepalanya, setelah itu Willy dan Maria berada di barisan depan mereka pun memulai perjalanan menuju ibukota.
Di sana juga bukan hanya barot yang menjadi pemandu, tetapi ada 2 prajurit yang mengawal mereka yang berada di barisan belakang.
Setelah mereka sampai di ibukota mereka pun di bawa ke penginapan dan di perintahkan untuk istirahat.
"Istirahat lah di tempat ini, cari kamar yang kalian suka, nanti malam kita bertemu yang mulia Raja Smith Flander setelah makan malam" perintah Barot.
Mereka pun mencari kamar, Willy dan Maria yang sudah mendapatkan kamar dia langsung merebahkan diri dan beristirahat sampai bangun malam dan kemudian makan malam.
Setelah itu mereka pun di bawa ke singgasana kerajaan untuk bertemu dengan yang mulia raja Smith Flander.
"Selamat datang para pemberani, kalian adalah masa depan dari Benua ini, rendah hati dan jangan sombong kalau kalian sudah di baktis di kerajaan ini, jadi lah pilar untuk membuat benua ini jadi lebih baik" seru raja Smith Flander.
Kemudian semua orang membungkukkan badannya dan berucap secara bersamaan "Terima kasih yang mulia Raja, kami akan mengingat nasihat anda itu"
Kemudian mereka pun berbincang dengan raja, hanya Willy dan Maria lah yang tidak ikut berinteraksi mereka berdua hanya diam saja dan tidak menunjukkan ekspresi antusiasme seperti yang lainnya.
__ADS_1
Kemudian raja Smith bertanya "Siapa juara pertamanya, aku lupa karena aku pulang terlebih dahulu waktu itu ?"
Semua orang menatap ke arah Willy dan salah satu dari mereka pun berkata "Juara pertama adalah pangeran Willy dari kerajaan Jovalavia, yang mulia raja"
Kemudian Willy tersenyum dan mengangguk ke arah raja Smith, kemudian raja Smith pun menyapa "Jadi kamu anak muda yang jadi juara pertamanya ?"
Willy pun menjawab "Iya yang mulia raja, aku juara pertama pertandingan sebenua bagian Utara, mewakili kerajaan Dwarf Lareagon"
Mendengar pengakuan dari Willy raja Smith Flander mengernyitkan dahinya, karena dia mewakili kerajaan lain bukan kerajaan sendiri.
Memang waktu di federasi bebas semua orang sudah tahu tetapi raja ingin mengetahui secara pasti kenapa bisa Willy mewakili kerajaan Lareagon, bukan kerajaan Jovalavia.
"Bukannya kamu pangeran dari kerajaan Jovalavia, kenapa kamu mewakili kerajaan Lareagon yang dimana mereka tidak termasuk kedalam ras manusia dan selain ras manusia dilarang mengikutinya?" Tanya raja Smith Flander.
"Ya benar, aku memang pangeran dari kerajaan Jovalavia, kenapa aku menjadi perwakilan dari kerajaan Lareagon itu karena aku ingin pengakuan dari ayah ku sendiri yang telah membuang ibu dan diriku sendiri ke menara pengawas yang berada di dalam hutan...." Willy pun bercerita.
Setelah Willy bercerita panjang dan lebar mereka pun mengerti mengapa Willy di sebut pangeran sampah dan mewakili kerajaan Lareagon untuk mendapatkan pengakuan.
"Ya sekarang aku sudah di akui bahkan ayah ku sendiri meminta maaf dengan berlutut kepada ku, dan apa yang aku inginkan akan di penuhinya" ucap Willy.
Semua orang menatap kagum atas kerja keras Willy, karena tidak semua orang menderita seperti Willy, dia di buang untuk menjadi orang yang lebih kuat.
Kemudian raja Smith Flander bertanya lagi "Aku tahu Raja Hendrik Jovanka memiliki 3 orang istri, kalau boleh tahu siapa nama ibu mu"
Willy pun berkata "Ibu ku bernama Ratu Elisia, anak dari Maharaja Alfred Eldragon dan putri dari Elvia, awalnya ibu ku adalah seorang budak yang hendak di jual tetapi ayah ku menyelamatkannya dan kemudian menikahinya"
Seseorang bertanya "Kenapa bisa tahu ibu mu anak dari Maharaja Alfred Eldragon sedangkan dia seorang budak ?"
Willy mengeluarkan kalung yang pernah di berikan Maharaja Alfred Eldragon kepada putri Elvia "kami di serang assassin dan Ibu ku terkena racun, waktu itu aku meminta tolong ke kerajaan Lareagon untuk menyembuhkan ibu ku, dan ternyata Maharaja freevik reagon mengenali kalung yang di pakai ibu ku ini....."
Willy terus bercerita tentang ibunya yang dimana kalung itu di kenali Maharaja freevik reagon kemudian dia menghubungi Maharaja Alfred Eldragon.
__ADS_1
Karena waktu masih muda Maharaja freevik reagon, Maharaja Alfred Eldragon, putri Elvia dan wolf Feng mereka berteman baik dan satu party di guild petualang.
Setelah Ratu Elisia sembuh barulah ratu Elisia bercerita tentang masa kecilnya yaitu anak dari putri Elvia cucu dari Raja bangsa Elf yang di buang dan di titipkan ke pendeta agung kerajaan dewagon.
Pendeta agung tersebut menitipkan Ratu Elisia pasangan petani yang tidak memiliki anak untuk mereka adopsi, setelah ratu Elisia menginjak remaja, desa itu di serang perampok dan semua wanita dan anak anak hendak di jual untuk di jadikan budak.
**
Cerita yang di ceritakan oleh Willy itu tentang kehidupan ibunya membuat orang merasa sedikit dan bahkan semua orang menangis kecuali raja Smith Flander.
"Aku merasakan bagai mana rasanya di usir dari kerajaan sendiri dan tidak di akui sebagai anak, aku juga berada di sini memiliki tujuan lain yaitu ingin pergi ke tempat peristirahatan terakhir nenek ku yaitu putri Elvia" ucap Willy menambahkan.
Sambil menangis semua orang menatap raja Smith Flander, yang membuat raja Smith Flander salah tingkah karena di tatap semua orang.
Kemudian dia pun berbicara "Putri Elvia adalah anak ku, dia melarikan diri dari kerajaan ini dan memilih hidup bebas di dunia luar, kami memiliki aturan tersendiri di kerajaan ini yang sangat ketat"
Raja Smith Flander tidak mengelak dan mengakui bahwa putri Elvia adalah anaknya, tetapi karena peraturan putri Elvia harus di hukum apalagi dia pulang dengan sedang mengandung anak dari Maharaja Alfred Eldragon.
Aturan di kerajaan ini tidak memandang siapa pun, mau rakyat biasa atau pun putri raja mereka akan mendapatkan hukuman yang sama.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1