PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Baju Ala Penyihir


__ADS_3

Ke esokan harinya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju federasi bebas, bersama sama dengan Pemimpin Republik Polinesia dan para Rombongannya yang juga akan mengikuti Kompetisi di Federasi Bebas.


Mereka Menunggangi Burung yang lumayan besar, mirip seperti burung Laut yang memiliki tembolok besar dilehernya.


Setibanya di Federasi Bebas Semua penunggang Mahluk terbang mendarat di lapangan yang berada di luar gerbang kota orang orang mendarat di lapangan tersebut tetapi Willy dengan Maria tidak langsung mendarat.


Mereka masih terus terbang diangkasa, melihat pemandangan yang begitu indah dan pantai yang indah dan air laut yang berwarna Biru.


Federasi bebas terletak di Perbatasan Benua bagian Utara dan benua bagian tengah tetapi dipisahkan oleh teluk amonius, dan apabila orang dari benua bagian Utara ingin menuju benua bagian tengah maka mereka harus menaiki kapal pesiar yang besar untuk menyeberangi teluk tersebut.


Dan yang menyatukan antara Benua bagian Utara dan benua bagian tengah adalah Lembah keabadian, tetapi jalan yang menghubungkan antara benua itu tidak sembarangan orang yang dapat melaluinya.


Orang orang yang dapat melalui jalur lembah keabadian adalah hanya utusan para Dewa atau para penyembah Dewa Cahaya yang dikenal dengan sebutan Dewa Ra.


Dewa Ra dianggap sebagai dewa tertinggi sehingga banyak manusia yang menyembah dewa ini, termasuk kerajaan Dewagon yang sangat terkenal dengan kuil dewanya yang sangat megah lebih megah dari pada kastil istana mereka.


Willy terus terbang berkeliling kemudian dia pun mendarat di lapangan yang sudah di sediakan panitia penyelenggara.


Raja Freevik Reagon dan kepala negara Republik Polinesia berjalan bersama dengan di ikuti oleh rombongan mereka masing masing.


Untuk menghindari kecurigaan, Willy dan Maria menggunakan Baju ala penyihir dengan menutupi kepala selain itu Willy dan Maria juga menggunakan masker supaya wajah tidak dikenali oleh orang.


Raja Ferik Reagon disana menghampiri Willy dan Maria.


"Kemana saja kalian, ini negri orang jangan keluyuran nanti kalian tersesat bagai mana"


Willy cengengesan


"Hehehe...iya maaf kak, Willy terpesona oleh keindahan negri ini, pemandangannya sungguh luar biasa"


"Ingat sekarang kamu itu bernama Wildan putra Eldra jangan sebut lagi nama Willy, karena Rumor kematian mu dan ibunda mu itu sudah tersebar sampai ke sini"


"Iya kak maaf"


"Sekarang putra Eldra dan Maria bertugas untuk mengawal ku, kita pergi dulu ke penginapan karena ini sudah sore, besok baru kita jalan jalan"


"Iya baik kak aku nurut saja, eh ngomong ngomong dimana kakek dan kak Clarisa"


"Oh kakek dan kak Clarisa pergi menemui kepala keluarga Klan Lodaya, dia ketua ketua penyelenggara di tempat ini, dia salah satu pahlawan yang pernah menilai bejana Ilahi kamu 5 tahun yang lalu"


"Oh iya aku baru ingat pahlawan yang pernah menilai bejana Ilahi dari federasi bebas ternyata orang hebat bisa menyelenggarakan kompetisi sebesar ini bahkan sebenua bagian Utara"


Raja Ferik Reagon meminta Willy untuk cepat.


"Ayo cepat kita nanti mengobrolnya di penginapan saja nanti keburu kehabisan kamar"


Mereka pun pergi kepenginapan, Willy dan Maria berjalan di belakang Raja Ferik Reagon, di jalan mereka berpapasan dengan Raja Adrian Plakona, dia berjalan bersama Para pendeta dan di kawal oleh para kesatria kuil cahaya.


"Tuan Muda lihat Raja Adrian Plakona dia di kawal kesatria kuil cahaya"


"Jangan panggil aku tuan muda sudah panggil saja aku putra Eldra, iya aku melihatnya Maria, kira kira ada urusan apa raja Adrian Plakona dengan para pendeta dan kesatria cahaya itu"


"Entahlah aku juga tidak tahu"


Maria dan Willy saling berbisik satu sama lain tetapi Raja Ferik Reagon tidak merespon dia hanya fokus ke arah jalan dan penginapan.


Sesudah sampai di penginapan Raja Ferik Reagon segera menuju Resepsionis dan menyerahkan tanda pengenal. Mereka pun dilayani oleh pelayan laki laki.


Brak....


"Pelayan ini adalah tanda pengenal kami"

__ADS_1


Kemudian pelayan itu melihat tanda pengenal dari Raja Ferik Reagon.


"Tuan dari kerajaan Lareagon, saya sudah menyiapkan 5 kamar untuk rombongan anda mari saya tunjukkan"


Pelayan itu mengantarkan Raja Ferik Reagon untuk ke kamarnya. Pelayan itu terlebih dahulu menunjukan kamar barak untuk 10 orang prajurit.


Kemudian 1 kamar untuk peserta turnamen yang tempat tidurnya memiliki 2 ranjang tidur.


Kemudian kamar untuk Raja Freevik Reagon, terus kekamar sebelahnya yaitu kamar untuk putri Clarisa terus kamar untuk Jenderal dan Raja Ferik Reagon.


"Terima kasih pelayan sudah mengantarkan kami"


"Sama sama tuan"


Kemudian raja Ferik Reagon memberikan tips uang koin kepada pelayan itu.


"Kamar aku bersebelahan dengan kamar kalian, kalian berdua kan peserta turnamen ini maka kalian 1 kamar dan aku tidur bersama Jenderal sloane"


Maria komplen


"Kok saya sekamar dengan putra Eldra, dia kan laki laki dan saya sendiri perempuan"


Raja Ferik Reagon berbicara kepada Maria


"Kalian kan dari kecil tinggal bersama, masa gini aja komplen, bahkan saya pernah mendengar bahwa kalian punya ikatan janji, jadi suatu saat juga kalian berdua akan hidup bersama jadi kenapa kalian harus tidur terpisah"


Mendengar kata kata itu Maria langsung memalingkan muka kemudian dia membuka pintu dan masuk ke kamar. Willy hanya tersenyum melihat tingkah laku Maria.


"Hehehe kak Ferik bisa aja, aku masuk dulu ya kak"


"Baiklah selamat beristirahat"


*


Bukan hanya di kompetisi inti mereka di daftarkan juga ke cabang kompetisi pembuka seperti keahlian memanah, melempar pisau, berkuda dan lain sebagainya.


Willy dan Maria berjalan ke kota dengan di kawal oleh 10 kapten bawahan Willy, semuanya mengenakan jubah seperti penyihir untuk penyamaran.


Tetapi mereka memiliki pengenal yaitu pelakat kerajaan Lareagon yang di pasang di jubah mereka, di kota Federasi seperti adanya Bazaar karena banyak pedagang dan pernak pernik juga pengunjung dari berbagai Ras.


Bukan hanya manusia tetapi banyak juga Demi Human, seperti manusia setengah binatang, Suku Laut dan lain sebagainya.


Di kota ini manusia dan Demi Human bebas berinteraksi karena disini adalah wilayah yang netral dan tidak ada yang bisa merubah aturan disini.


Willy melihat banyak penjual barang barang yang aneh, dia pun menghampiri salah satu pedagang.


"Maaf mau tanya, apakan punya yang besar"


Willy menanyakan Inti dari Monster yang berukuran besar, karena yang di pajang di lapak sipenjual kebanyakan hanya sebesar bola tenis, Si penjual langsung menunjukan salah satu dari inti monster yang besar.


"Apa sebesar ini cuku tuan"


Willy bertanya lagi.


"Ada yang lebih besar lagi tidak"


Si penjual terkejut karena inti dari monster yang berukuran besar, itu harganya mahal dan mendapatkannya juga susah.


"Yang lebih besar dari ini tuan, ada tapi anda berani dengan harga berapa, soalnya yang lebih besar dari ini sangat jarang bahkan para petualang level Gold paling bisa mendapatkan inti Monster sebesar ini"


"Baik kalau ada yang lebih besar dari yang anda tunjukan saya akan beli 20 buah berapapun biayanya akan saya berikan"

__ADS_1


Kemudian si penjual itu menunjukan inti monster yang berukuran sebesar Bola basket.


"Saya hanya punya 10 buah inti monster ini juga jarang ada yang menanyakan karena mahal sekali"


Willy mengeluarkan sekantong uang koin emas kemudian memberikannya kepada sipedangang itu.


"Apa uang segini cukup untuk membayar ke 10 inti monster itu"


Kemudian si penjual mengambil dan menghitung uang koin emas tersebut.


"Iya cukup tuan bahkan ada kembalian"


"Ya sudah kembaliannya saya belikan inti monster yang lebih kecil dari ini"


"Baik tuan..."


Willy membeli 10 inti monster yang berukuran besar bola basket dan 5 inti monster yang berukuran lebih kecil dari ke 10 inti monster itu.


Maria bertanya kepada Willy.


"Hai untuk apa benda benda itu, kamu menghabiskan uang mu membeli barang yang tidak berguna"


Willy tersenyum


"Ini adalah alat untuk membuat sesuatu nanti juga kamu akan tahu apa yang akan aku buat"


Setelah membeli Inti monster Willy membeli banyak Otak monster yang berukuran besar.


Dalam seminggu ini di Federasi Bebas, Willy hanya jalan jalan di pinggiran kota memburu pedangang yang menjual barang barang yang menurut penduduk setempat aneh dan tidak Lazim.


Tetapi bagi Willy itu adalah barang barang berguna untuk proyek pembuatan MecaBotnya. Alat alat itu Adalah bagian bagian dari monster yang bisa digunakan sebagai penggerak MecaBot.


Maria pun menjadi kesal karena setiap hari harus menemani Willy berbelanja benda benda aneh.


"Hai putra Eldra, seharusnya kamu itu berbelanja Pakaian atau makanan bukan benda yang berasal dari Monster, kamu kayaknya tidak normal ya, apa ini untuk koleksi pribadi mu"


Willy tersenyum, dia mengerti keinginan dari Maria.


"Baiklah apa yang kamu inginkan aku akan belikan kamu ayo, Sekarang giliran mu berbelanja karena aku sudah cukup berbelanja seminggu ini"


Mendengar kata kata Willy Maria pun menjadi senang kemudian Maria memerintahkan para kapten.


"Para Kapten kalian tolong bawa barang barang putra Eldra dan simpan di kamar kami ya, kami berdua ingin jalan jalan dan tidak usah di kawal"


Para kapten itu pun mengangguk


"Baik nona"


Mereka pun pergi dengan membawa belanjaan Willy, disana tinggal Willy dan Maria saja, mereka berdua berkeliling kota.


Maria disini bermaksud ingin berkencan dengan Willy karena semenjak berada di Kerajaan Lareagon mereka berdua jarang bersama sama.


Meskipun Maria dan Willy tidur di kamar yang sama tetapi Willy selalu langsung tidur tanpa mengobrol dulu dengan Maria.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2