PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Assassin


__ADS_3

Keesokan harinya Willy, Maria dan Ratu Elisia beres beres menara pengawas dan rencana mereka adalah untuk pindah ke Goa tempat tinggal Kakek Fahetar.


Karena Ratu Elisia sudah memutuskan hubungannya dengan Raja Hendrik Jovanka dan mereka tidak ingin berhubungan lagi dengan kerajaan Jovalavia.


Diluar ada sekitar 20 Assassin yang sedang mengintai Mereka, Assassin ini adalah assassin master yang di kirim oleh kerajaan.


Willy dan Maria tidak menyadari bahwa disekitar mereka ada yang mengawasi tetapi ketika mereka berada di luar untuk mengangkut barang.


Aura membunuh dari Assassin sangat terasa sampai salah satu assassin melesatkan anak panah kearah Willy dan beruntung Willy tidak terkena anak panah tersebut.


"Maria cepat masuk kedalam ada penyerangan"


Ratu Elisia yang mendengar teriakan Willy langsung panik dia langsung bergegas kelantai bawah untuk segera menemui Willy dan Maria.


Kemudian panah api beterbangan ke atap menara dan kamar di lantai 2 dan 3 pun terbakar oleh kobaran api.


"Maria kamu jaga ibunda, aku akan melawan para Assassin itu apabila mereka keluar dari persembunyian"


Tidak berapa lama 20 orang Assassin keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Menara pengawas yang area bagian atasnya sudah terbakar.


Willy pun kemudian membuka pintu dan menerjang para Assassin tersebut, dan Willy pun dikepung oleh Assassin tersebut.


Melihat kesempatan itu Maria dan Ratu Elisia langsung keluar untuk lari dan bersembunyi. Ratu Elisia bersembunyi di semak semak.


"Ratu tunggu saja di sini saya akan membantu pangeran ke 3 melawan Assassin itu"


"Iya hati hati Maria ingat jangan gegabah gunakan semua kemampuan mu karena kelihatannya mereka sudah berpengalaman"


"Baik Ratu"


Maria pun bergegas membatu Willy melawan Assassin tersebut, sekarang 20 lawan 2 atau 10 lawan 1, tetapi Maria dan Willy tidak gentar.


Mereka mengerahkan semua kemampuannya yang telah dipelajari selama berguru bersama kakek Fahetar.

__ADS_1


Maria dengan tombak yang dialiri oleh sihir elemen petir melawan 10 orang Assassin tersebut. Dan Willy pun menggunakan pedang kayu yang telah dialiri sihir penguat dan belati pemberian Heri Jovanka melawan Assassin itu dengan jurus beladiri pedang tingkat tinggi.


Satu persatu Assassin tersebut kalah mereka terkapar oleh serangan mematikan Willy dan Maria dan sisa 1 orang pemimpin dari assassin tersebut.


"Maria kita tangkap assassin itu kemudian kita interogasi setelah itu kita bunuh dengan cara mengikatnya lalu lempar ke kobaran api itu"


"Iya baik ayo kita tangkap dia bersama sama lalu kita kuliti dan bakar karena dia sudah membakar tempat tinggal kita"


Assassin itu pun terpojok, teman temannya sudah mati mengenaskan dia berencana melarikan diri tetapi kemampuan Willy dan Maria diluar dugaan mereka.


Mereka di beri informasi harus membunuh pangeran ke 3 yang hanya seorang sampah tidak berguna yang hanya memiliki bejana Ilahi di level D Awal.


Dan membunuh Ratu Elisia yang tidak bisa bertarung hanya memiliki kekuatan sihir penyembuhan saja dan satu pengawal yang masih kecil yaitu Maria.


Para assassin itu Rata rata ada ditingkatan Level C1 dan pemimpinya ada di tingkat Level C3 maka dari itu mereka menganggap hal itu sepele tetapi untuk sesuatu yang tidak diinginkan mereka membawa 20 orang anggotanya.


Tetapi sayang mereka diluar dugaan kerena Willy lebih hebat dan bahkan bisa mengalahkan teman teman dari assassin itu.


Assassin itu kemudian berniat melarikan diri dia mencari celah untuk kabur, Assassin itu melihat semak semak dan terlihat ada Ratu Elisia yang sedang bersembunyi.


Wuss....


Brak....


"Jangan mendekat dan jangan melawan kalau tidak ingin Ratu mati"


Willy kaget dan marah kepada Assassin itu.


"Lepaskan Ibunda ku, jangan kau berani melukai ibunda ku kalau tidak aku tidak akan memaafkan mu"


"Hahaha....Bocah tengik seperti mu seharusnya mati saja bersama ibumu ini"


Assisten itu membawa Ratu Elisia menjauh dari Willy setelah agak jauh Ratu di tusuk oleh belati kecil dari belakang.

__ADS_1


Crack....


A.....


Kemudian Ratu Elisia didorong dan Assassin itu melompat kebelakang untuk melarikan diri.


Brak....


Ratu jatuh ketanah dan Willy pun berlari menghampiri Ratu Elisia.


"Tidak....ibunda"


Maria dengan sigap melemparkan tombak yang dia pegang.


Wuss....


Crack....


Aaaa....


Assassin itu tertancap tombak yang di lemparkan oleh Maria dari punggung tembus ke depan.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2