
Setelah mereka bertemu raja Smith Flander mereka pun istirahat, karena besoknya mereka akan di baktis di Dungeon keabadian.
Raja Smith Flander berjanji kepada Willy akan mengantarkan dirinya untuk pergi ke makan putri Elvia, nenek dari Willy.
Raja Smith Flander mengingatkan bahwa Willy tidak boleh mengakui dirinya sebagai cicit dari raja Smith Flander, karena menurut bangsa Elf itu adalah aib, dan manusia setelah elf itu aib bagi elf itu sendiri, sehingga ratu Elisia di usir dari kerajaan Elf karena memiliki darah manusia.
Willy pun mengiyakan ucapan dari raja Smith Flander, karena dia juga tidak mau mengakui raja elf sebagai leluhurnya sendiri, karena menurut dirinya bangsa Elf adalah budak para dewa.
Raja Smith Flander dan Willy Saling menyindir waktu itu tetapi tidak menimbulkan konflik karena itu adalah urusan pribadi mereka.
Raja Smith Flander tidak peduli dengan kehidupan orang lain, dia lebih peduli dengan kehormatan dirinya sebagai bangsa Elf yang disebut ras mulia di dunia ini.
*
Ke esokan harinya Willy dan Maria pun di antara ke makan putri Elvia disana Willy berjongkok kemudian berbicara di nisan putri Elvia "Halo Nenek, aku Willy cucu mu, kakek Alfred sangat merindukan mu, dia bahkan pernah sakit sakitan karena memikirkan mu, dan memilih mengurung diri untuk menyesali perbuatannya, karena tidak menyadari bahwa kamu tengah mengandung ibu ku"
Willy pun mengelus batu nisan itu kemudian berbicara kembali "istirahat lah dengan tenang di alam sana, karena anak mu yaitu ibunda ratu Elisia sudah bahagia di kerajaan Jovalavia dan tidak menderita lagi, kakek Alfred pun semangat hidupnya kembali karena bertemu dengan ibunda dan diri ku"
Willy terus berbicara sendiri dan bercerita tentang dirinya dan kakeknya yaitu Maharaja Alfred Eldragon, Maria dan raja Smith Flander hanya melihat dan mendengar Willy bercerita tentang dirinya.
Hati raja Smith Flander pun sedikit tersentuh oleh cerita Willy, bagai mana dia dulu menderita dan pada akhirnya mencapai kebahagiaan.
Pada akhir cerita Willy pun berpamitan "Nenek, aku pergi ya, dan maaf aku tidak bisa kembali dan menemui mu lagi, tetapi doa untuk mu akan aku sertakan supaya kamu tenang di alam keabadian"
Willy pun menaburkan bunga yang dia sudah siapkan, kemudian Willy pun bangkit dan pergi meninggalkan makam putri Elvia.
Willy dan Maria pun berkumpul kembali dengan teman temannya dan raja Smith Flander pun berkata "Aku hanya mengantarkan kalian sampai di sini saja, selanjutnya aku serahkan kepada tuan Barot untuk memandu"
Barot pun membungkukkan badannya "Terima kasih yang mulia raja, aku akan menjalankan tugas ini sampai selesai"
Barot memandu mereka ke atas bukit yang di mana di atas bukit itu ada lapangan seperti pendaratan pesawat terbang, dan di sana hanya ada beberapa bangunan.
Bangunan itu seperti gudang, bengkel dan hanggar, banyak terdapat gear Dragonfly yang pernah dilihat Willy dan Maria waktu bertarung melawan monster laut Cthulhu.
Kemudian Barot pun menjelaskan "Untuk menuju ke Dungeon keabadian kita tidak bisa berjalan kaki karena melalui hutan yang sangat berbahaya, selain banyak monster binatang buas disana juga banyak monster treant dan bahkan Elder Treant, sehingga kita akan menaiki gear Dragonfly"
__ADS_1
Disana sudah ada bangsa Elf yang akan mengantarkan mereka, bangsa Elf sebagai pengendara dan anak anak itu di bonceng di bagian belakang.
Tetapi di sana Willy mengangkat tangannya untuk bertanya "Tuan Barot, apakah kami bisa mencoba mengendarainya sendiri, sepertinya itu mengasikan kalau kamu bisa mengendarainya"
Mendengar pernyataan itu, semua orang menjadi senang karena memang mereka juga ingin bisa mengendarai benda sihir terbang yang ada di kerajaan Elf ini.
Barot pun melirik ke arah komandan pasukan udara bangsa Elf dan komandan itu mengangguk setuju.
"Baiklah, tapi kalian harus berhati hati, prajurit angkatan udara akan mengajari kalian mengendarai gear Dragonfly ini, tetapi kalau kalian tidak bisa dalam waktu satu jam, maka kalian akan di bonceng oleh prajurit menurut ke Dungeon keabadian" ucap Barot
Semua orang bersorak "Hore...."
Kemudian semua orang berpencar dan mendapatkan pengarahan dari prajurit elf mengenai cara kerja gear Dragonfly.
Willy sekali lihat sudah hapal, karena cara kerjanya tidak jauh beda dengan mengendarai sepeda motor, dan hampir sama dengan cara menggerakkan Mecca Bot buat nya sendiri.
"Tuan prajurit bisakah aku mencobanya sendiri" pinta Willy.
Kemudian prajurit itu pun bertanya "Apa kamu sudah paham cara kerjanya ?"
"Baiklah silahkan naik" ucap prajurit itu
Willy pun naik dan yang pertama kali dia menekan tombol sayap dan sayap keluar dan kemudian dia sedikit menarik gas dan sayap itu pun berayun keatas dan kebawah secara cepat.
Willy tinggal menyeimbangkan badan saja dan berlahan gear Dragonfly yang dia naik melayang kemudian dia naikan tuas untuk mulai maju dan dia pun bisa terbang menggunakan gear Dragonfly tersebut.
Willy mencoba terbang berlahan tetapi di belakang Maria dengan gear Dragonfly yang dia gunakan langsung mengebut sambil berteriak kepada Willy "Ayo kita balapan sampai ke bukit itu kemudian kembali, siapa yang kalah dia harus mentraktir makan"
Mendengar teriakkan Maria, Willy pun terpacu "Baiklah ayo kita lakukan"
Kemudian Willy pun menambahkan kecepatan terbang dari gear Dragonfly tersebut dan mereka berdua terbang cepat bahkan bermanuver dengan baik.
Melihat tingkah laku mereka berdua, komandan angkatan udara menggelengkan kepalanya "kedua anak ini memang luar biasa, sekali lihat dia bisa terbang dan lebih hebat dari pada pasukan udara ku sendiri"
Sedangkan yang lainnya belum bisa terbang dengan menggunakan gear Dragonfly tersebut, hanya beberapa orang yang bisa melayang dalam setengah meter saja kemudian gear Dragonfly itu kembali mendarat.
__ADS_1
Karena keseimbangan tubuh yang tidak bisa di jaga dan pengendalian gear Dragonfly yang kurang memahami, sehingga mereka tidak dapat menjalankan gear Dragonfly itu dengan mudah.
"Yuhu.... asik ternyata, terbang menggunakan gear Dragonfly ini" teriak Maria.
"Woy hati hati nanti nabrak tebing" teriak Willy memperingatkan.
Maria terbang ke atas kemudian menukik kebawah sampai ke laut dan sayap dari gear itu mengenai air sampai air itu menciprat kesana kemari.
Willy pun melakukan hal yang sama dengan Maria dia menukik dan kemudian terbang rendah di atas air, kemudian mereka pun hendak terbang ke atas.
Tetapi para prajurit bangsa Elf meneriaki mereka berdua "Awas Cepat kabur dari sana"
Mereka melambai lambaikan tangan memperingatkan Willy dan Maria supaya menjauhi air.
Willy dan Maria yang mendengar samar samar teriakan mereka kemudian menoleh sambil terbang rendah.
Tanpa di duga buwar....
Sesuatu muncul di dalam air yang membuat Maria yang berada di paling depan kaget begitu pula Willy.
Maria langsung mengontrol gear Dragonfly yang dia naiki untuk menukik dan menghindar.
Willy melakukan hal yang sama dia juga menghindari sesuatu yang muncul dari air tersebut.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1