PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Maria Vs Elena


__ADS_3

Maria dan Elena pun sudah berhadapan satu dengan yang lainnya. Kemudian Elena menantang bertarung "Ayo kita selesaikan urusan kita yang belum selesai waktu di federasi bebas, sekarang ini bukan di kompetisi, sehingga aku tidak akan pernah ragu untuk membunuh mu" Elena mengancam Maria.


Maria mengibaskan tombaknya dan berkata " kalau itu yang kamu mau, ayo tetapi jangan menyesal karena akulah yang akan membunuh mu"


Elena memasang kuda kuda bertarung pedang yang dia pegang di arahkan di samping depan wajahnya dan dengan posisi siap untuk Menyerang.


Begitu pula Maria dia memengang tombaknya dengan kedua tangannya posisi kuda kudanya bertarung siap untuk bertempur.


Elena menerjang lebih dahulu untuk menyerang Maria sambil berteriak "Jangan bermimpi untuk bisa membunuh ku, aku sudah bersusah payah berlatih dari siang sampai malam untuk hari ini"


Maria menahan serangan pedang dari Elena, kedua senjata saling beradu, karena serangan mereka tidak main main dan dilapisi kekuatan sihir sehingga tubrukan energi terjadi


Trang....


Duwar....


Sehingga ledakan antara dua kekuatan tidak terelakan, disana Maria yang menahan serangan Elena berteriak "tunjukan hasil latihan mu, kalau benar kamu menjadi lebih kuat"


Mereka berdua mundur beberapa langkah dan kemudian mereka sama sama menerjang dan saling menyerang.


Jual beli serangan tidak terelakkan, bunyi kedua senjata yang saling beradu menimbulkan ledakan ledakan di sekitar area pertempuran.


Prajurit lain tidak berani mendekati baik dari prajurit kerajaan Inggarsia maupun prajurit kerajaan Lareagon. Karena efek dari pertarungan mereka berdua sangat dahsyat.


Sehingga siapapun prajurit yang masuk ke area pertarungan mereka akan tewas begitu saja oleh sihir mereka berdua yang sangat kuat.


"Aku tidak akan bisa kamu kalahkan karena aku sudah masuk ke level Pahlawan dan kekuatan ku sudah berkali kali lipat bertambah dari terakhir kali kita bertarung" ucap Elena sombong.


Maria hanya tersenyum sambil menyerang dan menakis, dia mendengar Elena menyombongkan dirinya sendiri yang sudah masuk ke level Pahlawan.


Maria tidak berkata apapun dia hanya menyeringai, Maria bahkan sudah jauh-jauh hari memiliki kekuatan di level pahlawan tetapi dia tidak menunjukkannya dan kekuatannya di redam sehingga Maria hanya nampak terlihat masih di level C saja.


Maria tidak menjawab ocehan dari Elena yang membuat dia semakin geram "kamu ingin mati seperti apa, aku akan mengabulkan keinginan mu"


"Aku hanya ingin mati tua dan hidup bahagia di samping putra Eldra" ucap Maria dengan sedikit bercanda.


"Aku tidak akan pernah mengabulkan keinginan mu itu karena hari ini kamu pasti akan mati, akan aku buat kamu membayar atas luka di wajah ku ini" ancam Elena.


"Cukup omong kosong mu yang membosankan itu, seorang putri lemah seperti mu tidak pantas untuk bertarung menghadapi ku, lebih baik kamu pulang dan tidur, atau berdandan supaya ada pangeran yang melamar mu" Maria memprovokasi.


Elena semakin marah karena disebut lemah oleh Maria dan semua yang dia ucapkan dianggap omong kosong oleh Maria.


"Kurang ajar dasar kamu gadis ****** sialan hina, akan aku perlihatkan semua kekuatan ku supaya kamu menyesal sudah berurusan dengan seorang putri dari kerajaan Inggarsia" teriak Elena.


Dia mundur dan melompat beberapa langkah kebelakang kemudia mengeluarkan seluruh kekuatannya tubunya di selimuti oleh cahaya dan aura sihir berwarna biru muda.

__ADS_1


Wuss....


Wuss....


Buwar....


Arena di sekitar Elena di penuhi oleh aura sihir miliknya dia sudah mengarahkan semua kekuatan dan memasuki mode brutaliti.


Aura sihir itu membentuk bayang bayang seperti seekor harimau besar, Elena pun melompat dengan cepat kearah Maria untuk menyerangnya.


Kecepatan serang bertambah berkali-kali lipat, Elena menyerang dengan membabi buta, seperti seekor harimau betina yang sedang memburu dan mencabik seekor rusa di Padang rumput.


Serangan itu membuat Maria kewalahan dalam menangkis setiap serangannya dan tidak jarang Maria terkena sayatan kecil di tubuhnya, dan luka serta darah menetes di kulit nya.


Elena Sangat puas dengan serangannya karena sesekali dia bisa melukai Maria, dan Elena pun tertawa puas. "Hahaha.... Rasakan itu dasar wanita ****** hari ini kamu pasti mati ditangan ku, memohon dan berlutut lah maka aku akan mengampuni mu dan membunuh mu dan aku akan biarkan jasad mu utuh"


Maria tersenyum sambil menangkis dan menahan segala serangan dari Elena "Eh Tapi aku tidak berniat untuk mengampuni mu, walaupun kamu berlutut dan memohon kepada ku" ucap Maria ketus.


"Hah sudah mau mati tapi kamu masih berani berbicara sombong di hadapan ku" ucap Elena sambil terus menyerang Maria.


"Hari ini...ya hari ini aku tidak akan membiarkan kamu dan semua prajurit kerajaan Inggarsia untuk hidup" Maria berbicara datar.


Di serangan Elena kali ini, Maria tidak menahannya dia melompat dan menghindari serangan dari Elena.


Maria melompat jauh kebelakang kemudian memasang kuda-kuda siaga kemudian seluruh tubuhnya mulai diselimuti aura Sihir berwarna kuning.


Setelah itu Maria memengang tombaknya dengan kedua tangannya dan tombak itupun diselimuti aura yang sama.


Maria mulai menyerang menggunakan jurus sihir "jurus seribu hunuskan tombak angin...."


Wuss....


Maria menggunakan jurus sihir yang berelemen angin yang biasanya dia hanya menggunakan jurus sihir berelemen petir.


Begitu pula Elena dia memiliki elemen Air dan sekarang sudah memiliki tingkat lanjutan yaitu merubah air menjadi Es.


"Jurus tebasan seribu pedang Es....."


Wuss....


Brak....


Duwar....


Mereka yang awalnya bertarung dengan pertarungan jarak dekat, sekarang berubah mereka bertarung jarak jauh dengan menggunakan jurus sihir mereka.

__ADS_1


Elena kembali menyerang " jurus tebasan pedang Harimau Es ...."


Wuss....


Di sana Maria menggunakan jurus beladiri taring serigala dari klan serigala yang berada di federasi bebas. "Jurus taring serigala angin....."


Wuss....


Serangan demi serangan mereka keluarkan dari jurus sihir terlemah sampai terkuat dan di arena pertarung itu hanya ada Maria dan Elena saja karena prajurit lain semua menghindari area tersebut.


Dan jurus terakhir yang Elena keluarkan adalah jurus harimau air, jurus andalannya yang sudah di simpan selama pertarungan di mana jurus ini akan di keluarkan ketika stamina dan energi sihir yang Elena miliki hampir habis dan itu adalah jurus pamungkasnya.


"Jurus Stunami Harimau Air...."


Wuss....


Ratusan bahkan ribuan harimau yang terbuat dari sihir elemen air berlari kearah Maria seperti ombak besar.


Maria pun menggunakan jurus pertahanan Maria memutarkan tombaknya dengan cepat


" jurus Tornado kembar...."


Wuss....


Maria membentuk dua angin puyuh besar yang bergerak berlawanan arah satu dengan yang lainnya membuat harimau angin milik Elena terbawa terbang ke udara dan memecahkannya menjadi butiran air.


Sehingga daerah itu di sirami air seperti hujan akibat pecahnya harimau air milik Elena menjadi tetesan air yang jatuh kebawah dan membasahi semua prajurit yang ada di sana dan bahkan membasahi Elena sendiri.


Angi puyuh yang membawa air keudara kemudian membentuk awan hitam di udara disana Maria tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.... sudah aku katakan, hari ini tidak ada seorang pun yang akan selamat dan keluar hidup hidup dari sini termasuk kamu Elena" Maria sambil menunjuk kearah Elena.


"Apa yang kamu katakan, lihat aku belum kalah dan mati, aku lah yang akan membunuh mu hari ini" ucap Elena berbangga diri.


"Kamu memang putri yang bodoh, tidak bercermin dari pertarungan kita sebelumnya, bahkan seekor keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama, tapi kamu lebih bodoh dari pada keledai itu dan tidak menyadari bahwa sihir mu sendiri yang akan membuat kamu mati hari ini" ucap Maria menggema.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2