PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Sedikit Berbohong


__ADS_3

Willy melepaskan pelukannya kemudian menghampiri Fallion yang sudah mendarat dia pun memeluk leher Fallion, setelah itu Maria pun turun dari Fallion dan berjalan kearah Willy.


Willy bermaksud memeluk Maria tetapi


Plak....


Willy ditampar oleh Maria dan Maria pun berbicara.


"Dasar pangeran bodoh seenak hatinya pergi, Tampa memberitahukan akan kemana, Ratu ke 3 menghawatirkan mu tau"


Maria pun langsung memeluk Willy dan menangis, Willy pun meminta maaf.


"Maafkan aku Maria"


Kemudian Ferik Reagon turun dari atas punggung Gripon.


"Wah wah ternyata Willy sudah memiliki kekasih"


Maria tersipu malu sambil melepaskan pelukannya dan pipinya memerah.


"Hormat kepada Ratu ke 3 kerajaan Jovalavia, nama saya Ferik Reagon"


Ratu Elisia sedikit terkejut karena orang yang mengantarkan Willy adalah seorang pahlawan dari kerajaan Lareagon.


"Kamu kan Pahlawan dari kerajaan Lareagon, terima kasih telah mengantarkan Willy pulang, ayo masuk dulu kedalam untuk membalas kebaikan tuan pahlawan yang telah mengantarkan Willy pulang, saya sudah memasak makanan yang banyak"


Ferik Reagon tersenyum dan menerima ajakan dari Ratu Elisia


"Terima kasih Ratu ke 3 atas ajakannya saya terima undangan anda untuk masuk kedalam"


Kemudian mereka pun masuk kedalam menara pengawas.


Sesudah mereka makan Ratu Elisia bertanya kepada Ferik Reagon.


"Maaf telah menyusahkan mu karena harus mengantar Willy ke tempat ini, dan ngomong ngomong kenapa Willy bisa di antar oleh pahlawan seperti mu kesini"


Ferik Reagon menceritakan kejadian itu.


"Willy tersesat di Taman Labirin yang ada di kerajaan Jovalavia Gara gara di kejar oleh teman kakak ya Willy, itu yang pernah Willy ceritakan kepada saya, dan di taman Labirin tersebut Willy tidak sengaja mengaktifkan Portal teleportasi menuju ke kerajaan Lareagon.


Dan disana juga Willy dianggap sebagai penyusup lalu di kejar oleh prajurit Kerajaan Lareagon sampai akhirnya Willy bertemu dengan kak Clarisa yang telah menyelamatkan dia dari kejaran prajurit"


Ferik Reagon sedikit berbohong kepada Ratu Elisia untuk menutupi kejadian bahwa dia telah mencabut pedang Dewa Naga agung, dan Ratu Elisia pun percaya kepada Ferik Reagon.


"Ya sampai akhirnya Willy diantar pulang oleh saya karena disuruh oleh kak Clarisa dan kakek Freevik, karena saya satu satunya pengendara Gripon yang bisa terbang cepat untuk mengantarkan Willy pulang sampai kesini"


"Terima kasih ya sampai merepotkan kamu, kalau Willy nakal hukum saja dia memang anak tidak tahu diri, maklum 3 tahun berada di sini dia hanya berbaur sama kita berdua, dan dia kurang diajari etika"


Ratu Elisia merendahkan diri, Ferik Reagon tertawa


"Hahaha.....tenang saja Ratu ke 3, Willy anak yang baik dan sopan kok justru Rakyat kerajaan Lareagon semuanya menyukai Willy"


Ratu Elisia menghela napas


"Bagus lah kalau begitu, saya jadi tenang"

__ADS_1


Kemudian Ferik Reagon pun pamit kepada Ratu Elisia.


"Maaf Ratu saya harus kembali pulang karena sudah hampir sore di perjalanan menuju kerajaan Lareagon kalau lewat udara menjelang malam sangat berbahaya karena melewati gunung dan lembah yang didiami oleh monster yang keluar pada malam hari dan mereka bisa terbang"


Gripon jant"Ya sudah ayo saya antar"


Semua mengantarkan Ferik Reagon sampai luar menara pengawas. Disana Fallion sedang bermain dengan Gripon milik Ferik Reagon.


"Sepertinya Gripon milik ku tertarik dengan Gripon punya mu Willy"


"Hehehe.... Fallion itu Gripon jantan yang lemah, dia baru baru ini bisa terbang dan dia juga masih muda"


"Gripon punya kak Ferik juga masih muda belum genap satu tahun dan dia seekor Betina"


Ratu Elisia tertawa melihat tingkah laku dari Fallion dan Gripon milik Ferik Reagon.


"Hahah...pantas saja Fallion sangat senang dia bertemu dengan calon pasangannya"


Ferik langsung memanggil Gripon miliknya itu.


"Kuning emas ayo kita pulang"


Gripon itu pun duduk Untuk mempersilahkan Ferik Reagon manaiki punggungnya kemudian Ferik Reagon melompat naik keatas punggung Gripon dan Gripon itupun terbang keangkasa.


"Sampai ketemu lagi, dadah....."


Willy melambaikan tangannya kearah Ferik Reagon, Fallion terlihat tidak senang dia berguling di tanah kemudian melompat lompat.


Willy mendekati Fallion kemudian menenangkannya, sambil mengelus ngelus bulu yang ada di lehernya.


Fallion merasa senang dia pun berteriak


Iyak....


Iyak....


Ratu Elisia mengajak mereka masuk kedalam karena sudah sore dan menyuruh Willy untuk beristirahat.


"Ayo kita masuk ini sudah sore tidak baik berada diluar, dan kamu baru datang dan harus beristirahat karena perjalanan jauh"


Mereka pun masuk ke dalam ruang Menara pengawas.


*


Hari hari dilalui seperti biasa Willy dan Maria kembali keaktifitasnya yaitu berlatih di goa tempat kakek Fahetar berada.


Seminggu berlalu sejak kejadian itu, pagi pagi sudah ada kereta kuda dan beberapa orang prajurit. Yang sedang menuju ke menara pengawas tempat dimana Ratu Elisia dan Willy berada.


Salah seorang prajurit menghampiri dan mengetuk pintu.


Tok...tok...tok....


Ratu ke 3 kami prajurit utusan yang mulia Raja Hendrik Jovanka. Kemudian Maria yang membukakan pintu karena Ratu Elisia sedang mandi.


Krekek....

__ADS_1


"Tunggu sebentar Ratu sedang membersihkan diri"


Dengan nada yang datar Maria menyuruh prajurit itu menunggu, dia tidak mempersilakan masuk malah menutup kembali pintu yang telah dia buka.


Brak....


Yang dilakukan oleh Maria ada alasan karena mereka takut ketahuan bahwa Willy memelihara monster buas jenis Gripon.


Tidak selang lama Ratu Elisia membuka pintu dan keluar.


"Ada perlu apa prajurit datang kesini"


Prajurit itupun membungkukan badan kemudian berkata


"Saya hanya diperintahkan oleh yang mulia Raja Hendrik Jovanka untuk menjemput ada, katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan dengan anda dan para Ratu yang lain"


"Biak lah tunggu sebentar saya bersiap dulu"


Kemudian Ratu Elisia masuk kedalam dan menutup pintu.


"Ada apa Ibunda, dan siapa yang kesini"


Willy bertanya penasaran karena dari tadi dia hanya membaca buku di lantai atas.


"Prajurit suruhan ayah mu, dia memerintahkan prajurit itu untuk menjemput ibunda katanya ada hal penting yang harus dibicarakan bersama semua Ratu"


Willy pun menitipkan pesan.


"Ingat ibunda jangan meminta kepada Raja untuk, Willy kembali istana ya , dan kalau ada kak Heri, Willy titip salam. Oh iya selama ibunda pergi Willy dan Maria akan berangkat ke tempat kakek Fahetar.


Karena sebentar lagi kak Ferik Reagon akan menjemput Willy dan Maria untuk bertemu dengan kakek Fahetar dan pulang nanti larut malam.


"Iya baiklah ibunda mengerti, selamat berlatih dan semangat ya"


"Iya baik ibunda, Willy akan selalu semangat kalau tentang latihan apalagi yang melatih itu kakek Fahetar dia melatih Willy dengan metode yang sangat menyenangkan"


"Ya kalau begitu ibunda berangkat dulu ya"


"Iya ibunda juga hati hati dan jangan lupa bawa potion yang sudah Willy buat semua ada di dapur di dalam tas"


Ratu Elisia berpamitan kepada Willy dan Maria dan kemudian pergi dengan prajurit Jovalavia.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2