PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Mendapatkan Dukungan


__ADS_3

Flin Vorn sangat marah karena dia tidak bisa menghancurkan Willy dengan satu kali tebasan.


"Kurang ajar dasar Bocah tengik" teriak Flin Vorn, dia pun mengacungkan pedangnya ke arah Willy "Anak anak ayo kita serang dia bersama sama"


Flin Vorn tidak mau kehilangan muka sehingga dia menyuruh anak buahnya untuk mengepung dan melawan Willy, strategi itu supaya Willy menjadi lelah dan setelah Willy melawan anak buahnya, maka Flin Vorn bisa mengalahkan Willy dengan kekuatan maksimal yang dia miliki.


Flin Vorn sangat licik, dia menyuruh anak buahnya maju terlebih dahulu dan memanfaatkan kesempatan menyerang Willy kalau dia kelelahan. Setelah Willy dapat di kalahkan dengan mudah dan dia di anggap sebagai orang yang hebat oleh anak buahnya nanti.


Berfikir picik untuk keuntungan pribadi dan mengorbankan orang lain untuk mencapai tujuan, itulah kebiasaan dari keluarga Vorn yang memanfaatkan orang lain untuk dirinya sendiri.


*


Tersisa 25 prajurit yang memang berasal dari keluarga Vorn dan pengawal pribadi sisanya mundur tidak ikut dalam pertempuran.


Mereka bergegas bergerak untuk melawan Willy dengan pedang dan tombak yang mereka pegang.


"Serang....." Teriak salah satu prajurit.


Willy memasang sikap siaga dan siap untuk bertempur dan mengarahkan pedangnya ke arah belakang dengan mengalirkan sihir elemen angin.


Udara dingin pun terasa mengalir di ujung pedang tersebut, kemudian Willy ayunkan dengan cepat ke arah prajurit yang sedang lari menyerang "Tebasan Pedang angin badai salju berhembus lah...."


Wuss....


Pusaran angin Meluncur ke arah para prajurit yang sedang berlari dan tiba tiba prajurit yang berlari itu berhenti seketika dengan suara krekak....


Ternyata mereka menjadi beku, dan berubah menjadi patung Es berdiri tegak tidak bergerak sedikitpun.


Semua orang menjadi kaget karena dengan seketika 25 prajurit menjadi patung Es, bahkan Flin Vorn merasa ketakutan dengan kekuatan dari Willy.


Kakinya gemetaran dan merasa lemas dia berdiri dengan menggunakan tumpuan dari golok besar yang dia pegang.


"Siapa Sebenarnya kamu, dan berasal dari daerah mana" tanya Flin Vorn yang ketakutan.


Di sana Walton Vorn wajahnya menjadi pusat pasi dia sedikit demi sedikit mundur dan berniat melarikan diri dari tempat tersebut.


Maria yang memperhatikan Walton Vorn yang ingin kabur, dia segera mengeluarkan tombak petir dari sihir dimensi item Book.


"Petir penghakiman meluncur lah....." Teriak Maria.


Wuss....


Krekak....


Duwar....


Walton Vorn pun tersambar petir yang di lancarkan oleh Maria, dan seketika itu Walton Vorn mati dengan tubuh menghitam akibat serangan petir dari Maria.


Flin Vorn yang melihat kematian dari keponakannya itu mengerang dan marah, ketakutannya hilang seketika dan hatinya sudah di selimuti rasa dendam.


"Bocah tengik, kamu telah membunuh keponakan ku, dan kalian harus tahu bahwa keluarga Vorn kami tidak akan pernah tinggal diam, kalian akan di buru oleh semua anggota keluarga Vorn kami, apalagi kalian sudah membunuh anak kesayangan kepala keluarga Vorn" Ancaman Flin Vorn.


"Aku tidak akan pernah takut, dengan keluarga Vorn mu, siapa pun yang ingin membunuh ku akan aku bunuh, dan siapa pun orang yang menginginkan kematian ku akan ku buat dia mati" ucap Willy yang menantang.

__ADS_1


Brush menggelengkan kepalanya "Dasar keras kepala, tidak lihat seluruh anak buahnya sudah di jadikan patung Es dengan satu kali serang, dan bahkan si Walton Vorn yang arogan langsung mati dengan sihir elemen petir nona iblis petir " gumam Brush.


Maria geram dengan orang yang banyak bicara seperti Flin Vorn dia pun mengayunkan kembali tombaknya dan mengeluarkan sihir elemen petir.


"Petir penghakiman meluncur lah...." Teriak Maria.


Krekak ....


Duwar....


Duwar....


Sambaran petir menyambar patung Es hingga hancur berkeping-keping, menjadi partikel darah yang bercampur dengan Es yang berwarna merah.


"Itu adalah contoh bagi yang berani memprovokasi kami berdua, jika keluarga Vorn ingin membunuh kami berdua kami beri waktu sampai satu bulan ke depan, aku tunggu kalian di Federasi bebas, kalau kalian tidak muncul membunuh kami, maka kami akan kembali ke kota ini dan membunuh keluarga Vorn kalian sampai tak tersisa" Ancam Maria.


"Kurang ajar kalian, sudah membunuh keponakan ku, sekarang kalian membunuh anak buah ku" ucap Flin Vorn sambil mengangkat pedangnya yang ingin menyerang kembali Willy.


Flin Vorn langsung menggunakan sihir penguat tubuh dan menyalurkan energi sihir ke pedang untuk membuat golok pedang menjadi lebih tajam berkali-kali lipat.


Dia pun hendak menyerang Willy dengan satu kali tebasan "Rasakan tebasan golok ku ini, Tebasan penghancur langit...."


Wuss....


Trang....


Duwar....


Ledakan itu sampai terdengar ke pinggiran kota gerbang bagian selatan, yang kebetulan di sana ada rombongan kereta kuda dengan membawa berbagai macam barang yang hendak ke luar kota.


Rombongan itu adalah milik perusahaan dagang Balor yang semakin mendekat dan keluarga dari gerbang kota bagian selatan.


Beberapa kuda bersuara dan panik karena adanya ledakan besar di depan gerbang kota yang berjarak sekitar 100 meter.


Tuan muda Balor dan tuan Bomay di ikuti oleh beberapa pengawal menaiki kuda dan bergegas menuju ke gerbang kota untuk melihat ada apa yang terjadi di sana.


Mereka memacu kudanya sangat cepat dan setelah sampai Hiden Balor dan Bomay terkejut melihat pertarungan antara Willy dan Flin Vorn.


Flin Vorn terengah-engah karena kecapean, sedang Willy masih berdiri tegak, Flin Vorn pun bangkit kembali dan berniat untuk menyerang kearah Willy.


Tetapi keburu di cegah oleh Hiden Balor. "Hentikan pertarungan ini"


Flin Vorn tidak jadi menyerang Willy karena terdengar suara yang tidak asing memberhentikan pertarung mereka,


Flin Vorn pun menengok ke belakang dan ternyata itu adalah Hiden Balor, anak dari Marquis Balor, klan terkuat ke 2 di kota Murbei ini.


Meskipun Flin Vorn seorang pelindung kota dan sedikit arogan tetapi dia selalu memberi muka kepada Hiden Balor.


"Tuan muda Balor, untung lah anda berada di sini, saya mohon tegakan keadilan untuk ku dan keluarga Vorn " ucap Flin Vorn yang berniat untuk mencari pendukung dan mengadu domba antara Hiden Balor dengan Willy.


"Apa yang terjadi sehingga adanya pertarungan di tempat ini" tanya Hiden Balor.


Flin Vorn menunjuk ke arah Willy dan Maria "kedua anak ini sangat berbahaya, Yang laki laki mengeluarkan sihir Es dan merubah anak buah ku menjadi beku, dan yang anak perempuan itu dia menggunakan sihir petir untuk membunuh keponakan ku, dan menghancurkan anak buah ku yang menjadi patung Es menjadi hancur, kalau tidak percaya tanyakan pada prajurit kota yang tersisa"

__ADS_1


Hiden Balor melirik ke arah prajurit Kota "Apa yang di katakan oleh Tuan Flin Vorn itu benar"


Semua orang kita terdiam saking takutnya berbicara, karena mereka sudah melihat kengerian dari Willy dan Maria dengan sekali serang mereka langsung mati.


"Cepat jawab" tanya kembali Hiden Balor.


Salah seorang dari mereka pun angkat bicara "Kami tidak ada hubungannya maaf kami pergi"


Semua prajurit kota melarikan diri dari tempat tersebut, mereka tidak mau terkena masalah dengan memihak salah satu dari mereka.


Kalau mereka salah bicara dan memihak salah satu mungkin mereka akan berakhir di tempat ini, tetapi dengan melarikan diri mereka sudah bersifat netral.


Beberapa pengawal dari Hiden Balor langsung turun dari punggung kuda mereka ada sekitar 6 orang langsung mengeluarkan pedang dari sarung mereka dan mengelilingi Flin Vorn tetapi mereka menghadap ke arah Willy. Seolah mereka semua melindungi Flin Vorn dari serangan Willy.


Melihat para prajurit itu kabur Flin Vorn menjadi sangat kesal, tetapi dia pura pura bersedih untuk mendapatkan dukungan dari Hiden Balor.


"Tuan muda, Tolong tegakan keadilan, kalau di biarkan kedua anak ini bisa saja menghancurkan kota ini, tangkap lah anak ini dan berikan hukum yang setimpal" Flin Vorn menjilat untuk mendapatkan dukungan.


"Baiklah sebelum itu aku akan bertanya kepada mereka" ucap Hiden Balor.


Flin Vorn merasa senang karena di respon oleh Hiden Balor dan ada kemungkinan dia terpengaruh oleh Hasutan Flin Vorn.


"Tidak usah bertanya dulu tuan muda, buktinya sudah ada lihat itu Walton Vorn yang sudah meninggal dunia di bunuh oleh wanita iblis itu" ucap Flin Vorn sambil menunjuk jasad Walton Vorn.


Dengan kepercayaan diri yang tinggi Flin Vorn berbalik dan menunjuk Willy dan Maria "Hai anak anak kurang ajar, sekarang di sini ada tuan muda Balor dia dari klan terkuat ke 2 di kota ini, jangan harap kalian bisa selamat "


Willy dan Maria malah tersenyum, dan Willy pun berkata "Ternyata kamu Seorang penjilat"


Mendengar perkataan dari Willy Flin Vorn pun menjadi sangat marah "kurang ajar dasar anak tidak tahu situasi, Pengawal serang dan tangkap mereka berdua"


Flin Vorn dengan percaya diri memerintahkan kepada para pengawal Hiden Balor untuk mematuhi perintahnya dan menyuruh mereka untuk menyerang Willy dan Maria.


Tetapi para pengawal itu malah berbalik dan menyerang ke arah Flin Vorn, mereka langsung menebas Flin Vorn dari berbagai arah sampai dia tidak sempat melawan lagi


Crak ....


Crack....


Ugh....


"Kenapa kalian malah menyerang ku" kata terakhir Flin Vorn sebelum Kematian.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2