
Raja Hendrik Jovanka pun menjadi tidak senang tetapi dia di bisikan oleh Raja Gibran.
"Tenang ayah mertua kita lihat apa yang akan di lakukan oleh Raja Adrian Plakona, dan ayah pura pura tidak tahu kejadian yang dilakukan ratu Isabel di belakang kita"
Raja Hendrik Jovanka pun mengangguk dan menghela napas, tetapi dia pun tidak mendekati Raja Adrian Plakona yang menghampiri Willy.
Kemudian Raja Adrian Plakona pun berkata lagi.
"Tuan...tuan...dan nyonya... nyonya yang saya hormati, pangeran ke 3 Willy Jovanka adalah pemenang pertama turnamen sebenua, mungkin kalian yang tidak menonton atau yang belum tahu berita ini pasti menjadi kaget.
Pangeran ke 3 bukan lagi seorang pangeran sampah seperti dahulu, tatapi sangat di sayangkan, gelar juara kompetisi antar benua tidak di dapatkan oleh kerajaan Jovalavia ini.
Tetapi pangeran ke 3 ini mewakili kerajaan lain yaitu kerajaan Lareagon yang tidak ada hubungannya dengan dirinya sendiri.
Tetapi kenapa dia sekarang di sanjung dan di akui kembali oleh ayahnya Raja Hendrik Jovanka dan sekarang mereka membuang Cucu ku padahal dengan sekuat tenaga dia berpartisipasi dalam kompetisi tersebut mewakili kerajaan Jovalavia ini"
Raja Adrian Plakona terus memprovokasi semua orang yang ada di sana dan menganggap Raja Hendrik Jovanka tidak adil karena sekarang menyanjung Willy bukan Billy.
Raja Adrian Plakona pun terus bicara supaya para bangsawan kerajaan Jovalavia memihak dirinya dan Raja lainnya tahu kebusukan dari Raja Hendrik Jovanka.
Raja Hendrik Jovanka pun menjadi geram dia akan membantah tuduhan dari Raja Adrian Plakona tetapi di hentikan oleh Raja Alfred Eldragon.
Kemudian Raja Gibran melangkah ketengah menghampiri Raja Adrian Plakona, semua mata tertuju kepada Raja Gibran.
"Tuan...Tuan...dan Nyonya... nyonya maaf atas ketidak nyamanan ini, dan ini adalah hari istimewa untuk ku, karena besok adalah hari pernikahan ku dengan putri Clarisa.
Tadinya acara ini akan di selenggarakan di kerajaan Lareagon tatapi ayah mertua memaksa untuk di adakan acara ini di sini, tatapi aku mengajukan syarat yaitu Ratu Isabel tidak boleh ada atau hadir di acara pesta pernikahan ku ini.
Jadi tuduhan yang di bicarakan oleh Raja Adrian Plakona itu tidak benar bahwa Ratu Isabel dan anaknya di buang dan di kembalikan ke kerajaan Nebulosus"
Raja Adrian Plakona pun menggertakkan gigi karena sanggahan dari Raja Gibran yang membela Raja Hendrik Jovanka, Raja Gibran pun berbicara lagi.
"Aku mengajukan syarat tersebut karena jujur saja aku membenci orang yang telah menghina Kakak ku, karena Ratu Isabel telah menyebut kakak ku sebagai Budak dan memfitnah kakak ku seorang Pel@c#r"
Semua orang menatap satu sama lain, dan berbisik.
"Siapa yang dimaksud oleh Raja Gibran, bukanya dia anak tunggal dari Maharaja Alfred Eldragon"
Yang lainnya menanggapi
"Aku tidak tahu siapa kakaknya Raja Gibran, tetapi Ratu Isabel sungguh berani menghina putri dari Maharaja Alfred Eldragon"
Orang orang berbisik menebak siapa kakaknya Raja Gibran karena hanya orang-orang yang datang ke federasi bebas yang tahu perseteruan antara Ratu Elisia dan Ratu Isabel.
Dan pengakuan Raja Alfred Eldragon bahwa Ratu Elisia adalah anak dari Raja Alfred Eldragon dengan Putri Elvia anak dari Raja Smith Flander.
Kemudian Heri Jovanka pun berbicara.
"Ibunda Ratu ke 2 sendiri yang meminta ijin kepada ayahanda Raja untuk pergi ke kerajaan Nebulosus dan bahkan pangeran Billy yang tidak mau ikut bersamanya di paksa pergi menemani ibunda Ratu ke 2.
Jadi jangan salahkan Ayahanda Raja, beliau juga sudah mencegah ibunda Ratu ke 2 untuk tidak pergi tetapi, ibunda Ratu ke 2 memaksa dan tidak bisa di cegah lagi"
__ADS_1
Heri Jovanka pun menuturkan kejadian waktu Ratu Isabel menginggalkan kereta kuda dari kerajaan Jovalavia dan berpindah ke kereta kuda kerajaan Nebulosus.
Raja Adrian Plakona pun menjadi malu setengah mati karena di pojokan oleh Raja Gibran dan Heri Jovanka, dia pun pergi tanpa berkata-kata lagi dan semua orang menatap kepergiannya seolah pandangan yang mengolok-olok dirinya.
Didalam hati Raja Adrian Plakona berbicara.
"Kurang ajar, awas kalian semua suatu hari kalian yang akan tunduk padaku dan aku akan menertawakan kalian semua.
Dan kamu Hendrik Jovanka, kamu akan mati sebentar lagi dan kerajaan Jovalavia mu ini akan menjadi milik ku"
Raja Adrian Plakona terus berjalan meninggalkan tempat tersebut tetapi di jalan dia berpapasan dengan seseorang yang langsung berbisik kepada dirinya.
"Tuan Prajurit penjaga di kastil istana ini semuanya dari kerajaan Eldragon dan saya tidak melihat prajurit bahkan pengawal dari kerajaan Jovalavia ini"
Raja Adrian Plakona semakin emosi mendengarkan berita yang tidak mengenakan tersebut.
"Kurang ajar, Hendrik Jovanka dan Alferd Eldragon apa yang kalian rencanakan"
Raja Adrian Plakona pun mengangguk.
"Baiklah beralih ke Rencana B"
Orang yang berbisik itu pun melaporkan lagi.
"Mohon maaf tuan Rencana B kayak nya tidak bisa di jalankan karena semua penganut ajaran Dewa di pindahkan ke kota bagian timur kerajaan Jovalavia"
Raja Adrian Plakona menekan giginya dan bersuara. Krekak....
Orang itupun mengangguk
"Baik tuan ku"
*
Di acara pesta dansa itu keluar 2 orang wanita yang sangat cantik memakai gaun putih dengan lekuk tubuh yang indah.
Mereka berdua adalah Ratu Elisia dan Ratu Vanessa, kedua Ratu ini sangat mempesona, semua mata memandang tidak percaya bahwa ada bidadari cantik di kerajaan Jovalavia ini.
Para wanita menjadi sangat iri dengan kecantikan kedua Ratu ini bahkan para lelaki memandang terpana dengan mata melotot dan tidak mampu mengedipkan matanya bahkan mulutnya menganga.
Seperti serigala lapar yang melihat daging domba yang empuk pikirannya melayang, bertraveling dan berfantasi.
Kemudian kedua Ratu itu menghampiri Raja Hendrik Jovanka yang sedang bersama dengan Raja Alfred Eldragon, Raja Freevik Reagon, Raja Gibran dan Heri Jovanka.
Semua Raja memandang iri melihat Raja Hendrik Jovanka yang memiliki istri yang begitu cantik.
"Wow sungguh beruntung Raja Hendrik Jovanka dia memiliki istri yang sangat cantik, tetapi mengapa dia masih tergiur oleh Ratu Isabel yang memiliki wajah yang biasa biasa saja bahkan mulutnya seperti ember"
Salah satu dari bangsawan berbisik kepada yang lainnya.
"Iya di momen yang bahagia ini bahkan Ratu Elisia yang dahulu di sia siakan sekarang hadir dan sangat mempesona"
__ADS_1
Ratu Elisia pun membungkukkan badannya ke Raja Alfred Eldragon.
"Ayahanda Raja...."
Kemudian Raja Alfred Eldragon memengang pundak dari Ratu Elisia dan kemudian mengecup keningnya.
"Putri ku begitu cantik, aku mengingatkan mu kepada ibumu Elvia"
Raja Alfred Eldragon matanya berkaca-kaca, dan Ratu Elisia pun tersenyum kemudian mengusap pipi dari Raja Alfred Eldragon.
"Ayahanda, ibunda selalu mencintaimu bahkan lebih dari dirinya sendiri"
Kemudian Raja Gibran menghampiri.
"Sudah lah kakak, ayahhanda orangnya cengeng nanti dia menangis di sini dan memalukan kita semua"
Raja Hendrik Jovanka dan yang lainnya yang bersamanya tertawa terbahak-bahak mendengarkan Raja Gibran yang bilang Raja Alfred Eldragon cengeng dan suka menangis.
Raja Alfred Eldragon pun memukul pundak Raja Gibran.
"Dasar anak kurang ajar"
Raja Alfred Eldragon menyeka air matanya sambil tersenyum.
Tetapi para bangsawan dan Raja lainnya yang belum mengetahui bahwa Ratu Elisia adalah anak dari Raja Alfred menjadi tercengang dan tidak percaya.
Bahkan mereka pun selalu bergosip tentang Ratu Elisia yang seorang budak beruntung yang dinikahi oleh Raja Hendrik Jovanka.
Dan terjawab sudah bahwa kakak Raja Gibran yang di hina oleh Ratu Isabel adalah Ratu Elisia dan pantas Raja Gibran marah dan tidak mau Ratu Isabel ada di hari istimewa ini.
Raja Hendrik Jovanka pun bertanya.
"Di mana putri ku Clarisa, Kenapa dia tidak ada di sini bersama kalian berdua"
Ratu Vanessa pun berkata
"Dia sedang dipingit untuk hari spesial besok, biar mantu ku ini menjadi gereget pas ketemu dia nanti"
Semua orang pun tertawa terbahak-bahak
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1