
"serang gadis itu..."
Komando dari salah satu assassin membuat mereka menyerang kembali secara bersamaan.
"Hep...hiat..."
Dua orang assassin melompat menyerang dari atas dan sisanya mereka menyerang dengan pedang mereka di bagian pinggang.
Hiuk...
Maria memutarkan tombaknya dengan cepat untuk dijadikan perisai pertahanan.
Trang....
Trang....
Sreet....
Serangan pedang yang menebas pinggang Maria berhasil di halau sampai para assassin itu terseret ke belakang sejauh 2 langkah tetapi orang yang sedang menerjang Maria masih mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah.
Maria sedikit tersenyum sambil memicingkan matanya dan berkata.
"Dasar bodoh, tombak ku lebih panjang dari pedang mu"
Maria langsung menusukan tombak miliknya kearah assassin yang sedang melompat tersebut.
Cleb....
"Agh..."
Satu assassin telak terkena tusukan ujung tombak Maria dan assassin itu pun mati sedangkan ada satu orang lagi yang menerjang Maria dari belakang.
Maria dengan cepat menghindar dan mencabut Tombaknya kemudian mengarahkan ujung tombak yang tumpul kearah assassin yang berhasil dihindari Maria.
Brak...
"Ugh...."
Assassin itu mengerang karena kantung menyannya terkena ujung tombak Maria sehingga assassin itu pun jatuh pingsan.
Maria berkata dalam hati
"Dua orang sudah tewas satu orang pun pingsan sekarang tinggal tujuh orang assassin lagi yang harus aku lawan"
Di lorong yang tadi Maria masuki terlihat ada cahaya kecil dan lambat-laun menjadi terang dan ternyata itu adalah para panitia, dan dari guild petualang serta para kapten Dwarf.
Salah seorang dari panitia yang memimpin penyelamatan berbicara.
"Berhenti kalian sudah kami kepung, menyerah lah kalau kalian melawan kalian akan mati"
Salah seorang dari Assassin itu pun tertawa sepertinya dia adalah pemimpin dari assassin tersebut.
"Hahaha....apa kami harus menyerahkan, mimpi kalian, kalian kira kami takut, kalau kami menyerah kalian akan mengintrogasi kami supaya tahu informasi siapa yang menyuruh kami.
Tapi itu tidak mungkin, kami lebih baik mati jika misi kami ini gagal.
Ayo anak anak kita serang dan bertarung sampai titik darah penghabisan.
Mereka pun berbalik menyerang ke arah panitia dan para petualang, panitia dan petualangan pun sudah siap untuk bertempur melawan para Assassin tersebut tetapi disana ada bunyi ledakan berkali kali.
Door....
Door....
Door....
__ADS_1
Crack....
Crack....
Crack....
Ketujuh Assassin itu pun mati oleh tembakan para kapten Dwarf yang menggunakan senjata Shotgun, mereka mengarahkan tembakan tersebut tepat di kepala para assassin tersebut.
Semua panitia dan petualang kaget bukan main karena tiba-tiba terjadi ledakan dan ketujuh Assassin itu langsung mati.
Para kapten Dwarf itu langsung memasukkan kembali senjata mereka kedalam item Book. Di sana Blair berkata kepada ketua panitia.
"Maaf tadi itu senjata rahasia kami yang kami keluarkan, kami tidak ingin membuang waktu dengan bertarung dengan assassin itu"
Ketua panitia kemudian berkata.
"Tadinya kami akan menangkap dan membiarkan hidup satu orang untuk kami interogasi, tetapi kalau sudah begini ya sudah lah"
Maria pun melangkah dan menghampiri mereka semua.
"Tenang saja salah seorang dari mereka ada yang masih hidup"
Kemudian Maria mendekati assassin yang sedang pingsan karena kantong menyannya terkena hantaman tombak kemudian Maria menjambak rambutnya.
"Ini adalah assassin yang pingsan, bawa lah"
Ketua panitia itupun memerintahkan panitia yang lainnya.
"Ikatan assassin itu dan bawa keruangan interogasi"
"Baik tuan..."
Salah seorang dari kapten Dwarf memungut sesuatu yang terjatuh dari assassin yang tadi di tembak olehnya. Dan kemudian dia berikan kepada ketua panitia.
Kemudian ketua panitia dan petualang melihat plakat tembaga yang diberikan kapten Dwarf.
Salah seorang dari petualang mengetahui plakat tersebut.
"Itu kalau tidak salah adalah plakat lencana dari biro pengawal...."
Maria pun langsung berkata
"Kalau boleh tahu pengawal dari kerajaan mana ya paman"
Petualang itupun berpikir sejenak kemudian dia memanggil temanya yang satu party dengan dia.
"Hai kibe coba kemari kamu tahu lencana ini dari mana aku lupa lagi"
Petualang yang bernama kibe itu pun mendekat sambil berkata.
"Dasar kamu, sudah pikun penyakit lama mu sudah kambuh kembali"
Kemudian ketua panitia memberikan pelakat tersebut kepada kibe.
"Oh ini, dulu kita pernah di tugaskan untuk bekerja sama dengan biro pengawal untuk mengawal suatu barang berharga.
Ini adalah plakat lencana biro pengawal dari kerajaan Inggarsia, mereka bukan hanya sekedar pengawal tetapi bisa di sewa sebagai pembunuh bayaran dan tentara bayaran"
Ketua panitia pun langsung mengambil kesimpulan.
"Emmm... sudah jelas ini adalah ulah dari Maharani Roselia yang ingin membalas dendam kepada kamu"
Ketua panitia itupun menunjuk mengarah kepada Maria, dia pun melanjutkan bicaranya.
"Mungkin Maharani Roselia ingin kamu mati karena sudah membuat cacat muka anaknya di pertandingan sebelumnya.
__ADS_1
Benar benar orang yang tidak berpikir panjang, kejadian ini bisa memicu perang besar antara kerajaan Lareagon dengan kerajaan Inggarsia"
Panitia itu berbicara demikian dia tidak sadar bahwa kristal kamera dron sedang merekam mereka di dalam lorong tersebut.
Dan rekaman itu langsung terlihat di layar monitor sihir yang berada di stadion. Sehingga membuat raja Freevik Reagon pun geram.
"Kurang ajar dasar wanita ******, itu adalah lencana dari kerajaan mu berarti kamu yang memerintahkan assassin itu untuk membunuh Maria dan putra Eldra"
Raja Freevik Reagon menunjuk ke arah Maharani Roselia, tetapi Maharani Roselia pun mengelak tuduhan raja Freevik Reagon, sambil menyunggingkan senyumnya.
"Jangan asal tuduh, memang itu adalah plakat lencana dari biro pengawal kerajaan ku, tetapi bisa saja kerajaan lain yang menyewa mereka, secara mereka adalah tentara bayaran dan siapa pun bisa saja menyewa mereka"
Raja Freevik pun mengancam
"Tunggu saja sampai terbukti, kamu yang memerintahkan mereka, kerajaan Inggarsia tidak segan-segan aku serang"
Maharani Roselia malah tertawa mendengar ancaman dari raja Freevik Reagon.
"Hahaha....aku tidak takut dengan ancaman mu bahkan aku terima tantangan perang mu dengan kerajaan mu, pasukan ku tidak akan takut kepada makhluk kerdil seperti kalian"
Lagi lagi Maharani Roselia menghina secara terang terangan dengan menyebut makhluk kerdil kepada raja Freevik Reagon.
"Baiklah tunggu setelah kompetisi ini berakhir aku akan mengerahkan seluruh pasukan ku untuk menyerang kerajaan mu"
Raja Freevik Reagon mengancam saking kesalnya kepada Maharani Roselia.
Di sana ada 2 orang Raja yang bimbang karena kedua kerajaan itu berbatasan langsung dengan kerajaan Inggarsia dan kerajaan Lareagon.
Kerajaan Lasiodora berbatasan dengan kerajaan Inggarsia dan Gramostola berbatasan dengan kerajaan Lareagon.
Kedua kerajaan tersebut akan terkena imbasnya kalau kedua kerajaan ini berperang, karena sudah pasti mereka akan melewati kedua kerajaan ini.
Dan kalau mereka saling menyerang mereka mungkin berperang di perbatasan antara kerajaan Lasiodora dan Gramostola.
Tantangan perang terbuka pun di lontarkan oleh Maharani Roselia.
"Tidak perlu banyak alasan dan menuduh ku mengirimkan Assassin untuk membunuh kedua anak itu, aku akan menantang perang terbuka dengan mu dan kerajaan mu.
Tentukan kapan kita mulai berhadapan antara prajurit kerajaan mu dan prajurit kerajaan ku, aku tidak takut sedikitpun, atau kalau mau kita saling serang saja langsung ke kerajaan kita masing-masing"
Raja Freevik Reagon pun menunjuk Maharani Roselia dan berkata.
"Itu lebih bagus kita langsung saling serang saja kekerajaan kita masing-masing biar tidak melibatkan kerajaan lain aku tunggu 2 bulan dari sekarang biar kamu leluasa mempersiapkan kematian mu"
Maharani Roselia pun tertawa terbahak-bahak
"Hahaha....baik lah 2 bulan lagi adalah waktu mu menemui aja karena sudah terlalu tua"
Pertandingan ini pun berakhir kelima peserta turnamen sudah kembali ke stadion dan disambut oleh para penonton.
Walaupun hari ini adalah malam hari tetapi stadion tetap ramai karena menunggu keputusan pemenang turnamen yang digelar 5 tahun sekali se benua bagian Utara.
Semua peserta turnamen menyerahkan inti monster tikus bermata satu hasil mereka berburu kepada panitia.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1