PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Keturunan Edward El Dra


__ADS_3

Raja Hendrik Jovanka pun melotot.


"Apa... sejak kapan putra ku bagian dari kerajaan Lareagon, dia adalah putra ku, putra dari kerajaan Jovalavia"


Raja Alfred menenangkan mereka.


"Hahaha...tenang saja cucu ku ini punya caranya sendiri untuk memenangkan perang, dia anak pemberani keturunan dari kerajaan Eldragon.


Darah leluhur Edward El Dra mengalir di tubuh cucu ku ini, Bukan cucu ku yang bagian dari kerajaan Lareagon tapi kerajaan Lareagon yang sudah bersumpah setia kepada cucu ku"


Ucapan dari Raja Alfred Eldragon tidak dimengerti oleh Raja Hendrik Jovanka diapun bertanya.


"Maksud ayah mertua apa, kerajaan Lareagon yang bersumpah setia kepada Putra ku"


Raja Alferd mengangguk.


"Iya, apakah kamu tahu cerita jaman dahulu, tentang pedang dewa naga agung yang ada di kerajaan Lareagon yang tertancap di batu besar.


Batu tersebut sekarang di beri nama batu monumen, dan anak cucu dari keturunan dari pahlawan legenda Edward El Dra setiap setahun sekali menggelar acara di kerajaan Lareagon"


Raja Hendrik Jovanka mengangguk


"Iya aku tahu cerita tersebut, tetapi apa hubungannya putra ku dengan pedang dewa naga agung"


Kemudian Raja Alfred Eldragon melanjutkan bicaranya.


"Ya itu ada sangkut pautnya, kerajaan Lareagon dan kerajaan Eldragon selalu berhubungan baik selama beberapa Ratu tahun itu karena pedang dewa naga agung.


Anak cucu dari keturunan Edward El Dra mencoba untuk menarik pedang tersebut dan siapapun yang dapat menarik pedang tersebut maka dia bisa menyatukan Benua bagian Utara ini.


Bahkan dahulu pahlawan legenda Edward El Dra diberi pedang itu oleh dewa naga agung untuk memimpin semua Ras dan melawan para Dewa.


Dan dengan pedang itu Bangsa Dwarf bahkan Ras monster bersumpah setia menjadi pengikut pemegang pedang tersebut"


Raja Hendrik Jovanka tidak dapat mencerna cerita dari Raja Alfred Eldragon.


"Jujur aku tak mengerti, sungguh...."


Raja Alfred pun menjadi kesal karena Raja Hendrik Jovanka tidak mengerti apa yang dia maksud.

__ADS_1


"Clarisa jelaskan kepada ayah mu yang bodoh ini"


Raja Hendrik Jovanka kaget karena tiba-tiba Raja Alfred marah.


"Te.. tenaga ayah mertua, aku benar benar tidak mengerti"


Kemudian Raja Hendrik Jovanka melirik kepada Clarisa yang duduk samping Raja Gibran.


"Clarisa coba jelaskan kepada ayah mu ini nak"


"Willy waktu itu dianggap penyusup karena dia menggunakan sihir teleportasi menuju kerajaan Lareagon, anak anak Dwarf yang sedang berlatih memergoki Willy yang sedang mengendap ngendap di semak belukar.


Kemudian Willy diteriaki penyusup dan bertarung melawan Ferik, Willy dan Ferik waktu itu bertarung dengan seimbang tetapi pedang Willy patah.


Kemudian Willy lari kearah batu monumen dan mencoba mencabut pedang Dewa Naga Agung dan dia berhasil mencabut pedang tersebut.


Dan disanalah bangsa Dwarf Bersumpah setia kepada Willy dan bersedia menjadi pengikut Willy"


Raja Hendrik Jovanka pun tersentak kaget.


"Apa....putra ku mencabut pedang Dewa Naga Agung"


Ratu Vanessa berbicara karena dari tadi mereka mengobrol terus.


"Sudah sudah berhenti dulu mengobrol nya, ini makanan di meja keburu dingin nanti tidak enak, ayo kita makan dulu setelah itu di lanjutkan ngobrolnya"


Raja Hendrik Jovanka pun mempersilahkan semuanya untuk makan.


"Iya... silahkan...silahkan"


Sambil makan mereka pun mengobrol di mulai dari Heri Jovanka yang bertanya kepada Willy.


"Dek apa kamu menggunakan pedang dewa naga agung waktu berburu monster tikus bermata satu dan melawan assassin yang menghadang mu"


Willy menjelaskan


"Waktu pertama dihadang Assassin Willy tidak dapat menggunakan sihir apa lagi mengeluarkan pedang dewa naga agung dari sihir dimensi item Book Willy.


Karena pengaruh dari gelang yang Willy pake mengandung batu hitam bawah laut sehingga sihir bisa di redam oleh batu tersebut.

__ADS_1


Willy mencoba mengeluarkan semua kekuatan Willy dan berhasil menghancurkan Batu hitam bawah laut.


Kemudian baru Willy dapat mengeluarkan pedang Dewa Naga Agung dan mencoba menebaskanya satu kali.


Alhasil assassin yang masih hidup tertebas menjadi dua bagian dan dinding lorong pun tak luput dari tebasan Willy"


Heri Jovanka pun memuji Willy.


"Wow sehebat itukah pedang tersebut sehingga sekali tebas bisa membelah assassin menjadi 2 bagian dan bahkan dinding yang kokoh bisa tertebas sangat dalam dengan energi yang pedang itu miliki"


Willy mengangguk sambil menyantap makanan yang ada di piringnya tersebut, dan berulang kali Raja Hendrik Jovanka terkejut karena pengakuan dari Heri Jovanka.


"A...apa benar yang kamu katakan itu Heri"


Heri Jovanka pun mengangguk meyakinkan Raja Hendrik Jovanka.


"Iya Ayahanda Raja, Heri melihat sendiri assassin yang terpotong menjadi dua bagian dan di dinding lorong yang ada bekas Tebasan pedang, tebasan itu begitu dalam.


Kalau memakai pedang biasa meskipun dialiri Manna maka Tebasan tidak akan sedalam itu"


Di dalam hari Raja Hendrik Jovanka berkata.


"Beruntung aku mempunyai anak anak yang hebat seperti Willy dan Heri, tetapi aku menyesal telah menelantarkan Willy sehingga dia menjadi marah padaku.


Ach yang penting aku di kenal di benua ini sebagai Raja yang mempunyai anak anak yang hebat, itu suatu kebanggaan dan citra ku di mata Raja yang lain akan meningkat.


Dan kerajaan Jovalavia ku ini akan disegani oleh kerajaan lain dan aku akan semakin di hormati"


Raja Hendrik Jovanka pun sambil senyam senyum sendiri dan ternyata dia masih mementingkan harga diri dan kehormatan.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2