
Setelah mereka menghindar, benda yang muncul dari dalam air itu bergerak sangat cepat mengejar Maria dan Willy.
Ternyata benda itu adalah ikan predator yang menghuni terumbu karang di sekitar sana dan dapat memangsa apa pun makhluk hidup.
"Astaga ternyata itu ikan, dan dia mengejar kami berdua" ujar Willy yang berada di belakang Maria.
Mereka terbang rendah di air dan ikan ikan itu muncul kepermukaan untuk memangsa mereka, tetapi Willy dan Maria dengan lincah menghindari setiap serangan yang muncul dari dalam air.
Semua orang cemas dan berteriak, mereka menyuruh Willy dan Maria untuk cepat kembali dan jangan berada di dekat air.
"Bodohnya aku, aku tidak memperingatkan mereka dari awal mengenai ikan predator buas yang ada di dalam laut yang ada di sana" ucap Barot sambil menepuk jidatnya.
Semua orang tegang melihat Willy dan Maria yang di serang puluhan ikan predator, terkadang ikan itu melompat ke atas untuk menggigit gear Dragonfly dan kembali masuk ke dalam air.
Willy dan Maria malah menjadi senang dengan kejadian ini, sudah biasa mereka berdua ada dalam bahaya dan selama ini mereka menjadi incaran para assassin.
Sekarang mereka berdua di incar oleh segerombolan ikan predator yang sangat buas dan bahkan rahangnya saja bisa menghancurkan batu karang kalau ikan itu menggigit.
"Yuhu....ayo kejar aku anak manis" ucap Maria sambil mengendalikan gear Dragonfly.
"Ayo kita lihat siapa yang di buru dan siapa yang di buru...." Ucap Willy.
Kemudian Willy berteriak kepada Maria "Hai Maria, ayo kita pancing satu untuk makan malam nanti"
Maria pun memberikan tanda jempol kepada Willy "Siap ...."
Kemudian Maria mengeluarkan tombak petir dari dalam sihir dimensi, dan menunggu ada ikan yang melompat ke atas untuk dia tombak di bagian tubuhnya.
Dan benar saja salah satu ikan melompat tinggi sambil membuka mulutnya, ikan itu besar seperti paus pembunuh dengan muka dan gigi seperti hiu.
Maria langsung melemparkan tombaknya ke mulut ikan itu, tetapi lemparan Maria terlalu keras sehingga tombak petir menembus kepala dari ikan tersebut dan tidak menancap sehingga dengan cepat Maria menangkap kembali tombak petir yang dia lempar.
Ikan itu pun terjatuh dan bersimbah darah, darah pun bercampur dengan air laut sehingga menarik kawanan ikan itu untuk mendekat
Ikan yang Maria tombak pun menjadi makanan ikan predator lain karena sudah terluka dan mengeluarkan darah.
__ADS_1
Willy menepuk jidatnya "Hadeuh, tenaga kamu terlalu besar sehingga tombak mu menembus ikan itu"
Maria tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Hehehe....maaf aku tidak mengontrol kekuatan ku"
Kemudian Willy mengeluarkan tali dari sihir dimensi "Sini aku pinjam tombak mu"
Maria pun melemparkan tombaknya kepada Willy, dan Willy pun menanggapinya, kemudian tali yang dia pegang di ikat erat ke tombak petir Maria.
Kemudian ujung tali di pegang oleh Willy dan tombak kembali dilempar ke arah Maria.
"Ini tombak mu, sekarang bidik satu ikan ikan sudah cukup bersenang senang hari ini" ucap Willy.
Maria pun membidik sambil menyalurkan sihir elemen petir ke tombak yang dia pegang, supaya ketika terkena ikan predator, ikan itu langsung kesetrum dan tidak meronta-ronta.
Wuss....
Maria pun melemparkan tombaknya.
Cleb....
Krekak....
Supaya tidak kembali di makan ikan predator lain Willy yang memegang ujung tali langsung menarik ikan tersebut.
Gear Dragonfly langsung di arahkan untuk terbang ke atas dan mengangkat ikan predator tersebut, mereka berdua pun kembali ke pangkalan udara.
Willy melemparkan ikan predator itu ke tengah lapang dan dia pun mendarat, Willy dan Maria pun di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari teman temannya.
Sedangkan para prajurit elf bertepuk tangan karena cara terbang mereka sangat bagus, bahkan mengalahkan pengendara terbaik di kerajaan Elf ini.
"Hebat kalian berdua, bisa mengendarai gear Dragonfly sekali mencoba, bahkan seolah kalian sudah tidak asing dengan gear Dragonfly" ucap komandan pasukan.
Tetapi disana Barot langsung menyela "Maafkan aku karena tidak memberitahukan kepada kalian bahwa di laut karang itu di huni oleh ikan predator buas, dan aku juga memuji kalian karena hebat dan bahkan menangkap ikan itu satu ekor"
Willy malah bicara canggung "Hehehe... itu karena kami anak yang beruntung, berulang kali kami dalam situasi bahaya tetapi yang maha kuasa masih melindungi kami berdua untuk tetap selamat"
__ADS_1
Kemudian Maria pun menimpali "iya itu benar, apa yang di katakan Willy, eh... ikan itu aku tangkap untuk makan malam kita, apakah ikan itu bisa di makan"
Komandan pasukan tertawa terbahak-bahak "Hahaha....dalam posisi bahaya pun kalian berdua masih sempat memikirkan makan malam. Ikan itu bukan hanya bisa di makan, tetapi sangat baik bagi tubuh, dan satu ekor saja bisa untuk seluruh prajurit angkatan udara yang ada di pangkalan ini"
"Baiklah kalau begitu aku serahkan ikan itu kepada tuan komandan" ucap Maria.
Kemudian Barot pun tepuk tangan menandakan bahwa waktu mereka sudah habis "Ayo....ayo sudah cukup waktu kita, sekarang waktunya berangkat ke Dungeon keabadian, yang lainnya naik di belakang para prajurit pengendara"
Semua berteriak kompak "Ya ....."
Kemudian Barot bertanya kepada Willy dan Maria "Apa kalian mau menaiki gear Dragonfly sendiri, atau numpang dengan prajurit"
Willy dan Maria pun saling menatap, kemudian Maria berbicara "kami akan naik berdua dalam satu Gear Dragonfly saja"
"Baiklah kalau begitu, ikuti komandan jangan sampai keluar jalur penerbangan" ucap Barot.
Willy dan Maria mengangguk kemudian dia pun menaiki gear Dragonfly berdua, Willy yang mengendarai sedangkan Maria di bonceng di belakang.
Sebelum terbang Willy bertanya kepada prajurit yang dekat dengan dirinya "Tuan apa gear Dragonfly ini bisa kehabisan energi, aku takut gear Dragonfly ini tiba-tiba tidak bisa terbang dan kami berdua bisa jatuh dari ketinggian"
Prajurit itu pun menjelaskan "Gear Dragonfly ini menggunakan energi isi ulang"
Kemudian prajurit itu menunjukkan sesuatu di dekat stang kemudi "ini yang menunjukkan energi masih ada atau sudah habis, dan ini menunjukkan kecepatan terbang kita, kalau energi habis, dan hendak isi ulang, kamu hanya mengalirkan energi sihir ke benda ini dan energi gear Dragonfly akan terisi kembali"
"Oh begitu, terima kasih atas penjelasannya " ucap Willy.
Kemudian mereka pun terbang mengikuti yang lainnya untuk menuju Dungeon keabadian dengan tujuan untuk di baktis di Dungeon tersebut.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna