PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Bab 248 Aku Akan Ikut Dengan Kalian


__ADS_3

Setelah selesai menanamkan sihir program, inti monster pun bercahaya dan menggerakan Golem tersebut, Golem itu pun kemudian mengangkat senjatanya berupa gada dari tanah yang memadat kemudian dia bergerak dan berdiri di depan pintu mirip seperti penjaga pintu.


Hektor pun merasa senang "Akhirnya Aku berhasil membuat Golem tanah"


Willy tersenyum "ya itu hebatnya, penyihir elemen tanah, hanya mereka yang memiliki sihir elemen tanah lah yang bisa membuat Golem seperti ini, yang berarti elemen tanah itu bukan elemen terlemah, tetapi elemen terkuat"


Ucap Willy menambah kepercayaan diri Hektor, yang tadinya menganggap setiap orang yang memiliki sihir elemen tanah itu hanya bisa bertani saja, sekarang dia yakin dengan ucapan Willy bahwa elemen tanah itu elemen terkuat.


Setelah Hektor bisa membuat Golem dari tanah dia berfikir bisa membuat pasukan untuk di jadikan sebagai anak buahnya.


Dengan menggunakan Golem tidak perlu memberikan makan dan hanya tinggal perintah saja maka segala perintahnya akan di laksanakan dengan patuh.


Tetapi kekurangannya ialah dia tidak memiliki inti monster, dan hanya di kota hitam lah ada yang menjual inti monster hasil taklukan dari para petualang.


Sehingga Hektor memutuskan untuk ikut bersama Willy ke kota hitam untuk membeli perlengkapan dan dengan Golem itu dia tidak akan takut lagi menghadapi monster hewan yang ada di hutan kegelapan.


**


Libear yang tadi sedang membantu Hektor di dapur menyiapkan stamina potion dan beres beres sudah selesai dia pun keluar dari balik pintu belakang rumah.


"Guru, semua sudah di persiapkan, kita tinggal berangkat saja" teriak Libear.


Panggilan Libear ke Hektor berubah dengan panggilan Guru, ternyata Libear tadi mengobrol dengan Hektor dan berniat berguru kepada Hektor.


Dia ingin mempelajari tentang ilmu sihir, pembuatan obat dan bertani karena dia juga memiliki elemen yang sama dengan Hektor, sehingga mereka memiliki persamaan dalam hal elemen sihir.


"Baiklah aku akan bersiap" jawab Hektor.


Kemudian Hektor pun mengajak Willy dan Maria untuk masuk kedalam rumah, di sana Hektor memberikan stamina potion kepada Willy selain itu Hektor juga memberikan 10 guci madu kepada Willy.


Semua Willy masukan kedalam sihir dimensi item Book miliknya dan mereka pun bersiap untuk berangkat menuju ke kota hitam.


"Aku akan ikut dengan kalian ke kota, karena banyak keperluan, setelah mendengar dan mempelajari sesuatu dari master wawasan ku menjadi terbuka, dan kalau aku masih di tempat ini aku tidak akan berkembang, kedepannya Libear yang akan menemani ku" ucap Hektor.


Willy dan Maria pun mengangguk setuju dan Willy pun berkata "Bila anda ingin membuat potion berkualitas tinggi datanglah ke kota Heypan dan bekerja sama dengan pemimpin di sana. Di lembah Heypan banyak terdapat tumbuhan herbal yang berkualitas tinggi, disini bisa di bilang kualitas rendah karena matahari hanya menyinari ladang beberapa jam saja sehingga proses potosintesis terganggu"


"Baiklah aku akan melaksanakan apa yang di sarankan oleh master" ucap Hektor.


Mereka pun bersiap untuk berangkat ke kota hitam, Libear membawa gerobak bersamanya.


Sebelum berangkat Willy pun meninggalkan Golem yang dia buat dan memberikan perintah baru "Panen semua bahan herbal yang matang kemudian bawa masuk ke dalam rumah serta jaga ladang dengan baik serta patuhi segala perintah tuan Hektor"


Semua Golem yang Willy buat mengangguk, Karena Golem yang Willy buat berbentuk manusia, sehingga sangat pleksibel dalam memerintahkannya untuk bertani.

__ADS_1


Hektor pun membungkukkan badannya "Aku sangat berterima kasih kepada master, suatu hari nanti aku akan membalas Budi kepada master "


Willy pun tersenyum "sudahlah jangan terlalu di pikirkan, dengan kamu bisa membuat potion bantu lah orang yang membutuhkan, dan dengan keahlian anda juga bisa membuat Anda kaya"


Setelah berbasa-basi mereka pun kembali ke kota hitam, melewati barier pelindung yang di perkuat oleh Willy, Willy pun membuka jalan dan keluar dari barier pelindung tersebut.


Di sana Libear yang sedang menarik gerobak langsung bersiul untuk memanggil Pepey, dan tidak lama kemudian Pepey pun datang.


"Goar...." Raungan Pepey membuat Hektor menjadi kaget.


"Apa itu harimau taring pedang " ucap Hektor yang kaget


"Tenang lah guru, ini Pepey partner ku" ucap Libear.


Hektor pun mengengelus dada dan bernapas lega, karena selama ini dia tidak mau keluar dari daerah itu karena takut dengan harimau taring pedang dan harimau kilin api yang mendiami wilayah ini.


Sehingga banyak para petualang yang tidak mau mengambil quest dari Hektor dan akhirnya mereka bertiga pun datang.


Hektor pun bertanya kepada Libear "Apa kamu yang menaklukan harimau itu"


Libear menggelengkan kepalanya "tidak...tidak...Pepey di taklukan oleh master ku, Nona muda Maria"


Libear bukan hanya memanggil Maria dan sebutan master tetapi juga nona muda, itu tanda bahwa Libear sekarang sangat menghormati Maria.


Hektor bertanya kepada Willy dan Maria dengan serius "sebenarnya kalian berdua itu siapa, aku tidak pernah ketemu dengan anak anak yang hebat seperti kalian berdua, bahkan pengetahuan pembuatan obat herbal melebihi aku yang sudah tua ini"


Willy dan Maria tersenyum dan Maria menjawab pertanyaan dari Hektor "Willy pernah berkata bahwa kami murid dari penyihir agung Volyaw Fahetar, kalau kamu tidak percaya ya sudahlah"


Hektor hanya tersenyum, yang di pikirkan Hektor hanya berpikir positif, bahwa mereka berdua tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya karena mereka sedang menjaga privasi mereka atau menutupi jati diri mereka.


Di hutan Kegelapan memang sangatlah gelang, pas perjalanan menuju ke rumah Hektor Maria menggunakan sihir elemen api untuk menjadi penerangan dan sekarang Maria tidak menggunakan sihir elemen api tersebut.


Untuk menerangi jalan Maria pun segera memanggil Blue "Blue muncullah....blue muncullah....."


"Goar...." Raungan blue terdengar dan cahaya biru yang berkobar pun mendekati.


Hektor kembali tersentak kaget karena baru pertama kali melihat kilin api yang berwarna biru, blue pun langsung menghampiri Maria dan Maria pun mengelus kepala blue.


"A...apa kamu tidak merasa panas dan terbakar" tanya Hektor.


Maria tersenyum "Aku penyihir api dan blue ini memiliki esensi api milik ku, jadi aku tidak akan terpengaruh oleh panas dari api blue"


Hektor memandang terpana kepada Maria, dia pikir hanya Willy saja yang hebat karena tahu tentang cara pembuatan obat herbal, ternyata di sisi lain Maria juga tidak kalah hebatnya.

__ADS_1


Maria bisa membuat harimau kilin api patuh dan memberikan harimau taring pedang kepada Libear, sehingga Hektor bergumam sambil tersenyum "Sungguh anak anak yang hebat dan berbakat"


Mereka pun berjalan di hutan tanpa hambatan, karena ada blue di antara mereka yang membuat monster lain di bawah level blue merasa takut.


Perjalanan pun menjadi mulus selama perjalanan merasa terang benderang karena cahaya api biru dari blue menyinari.


Willy disana mulai berbicara kepada Hektor "Tuan Hektor, aku mau jujur kepada mu"


Mendengar perkataan dari Willy Hektor pun merasa ada hal yang sedang di rahasiakan oleh mereka dan sekarang Willy ingin mengatakannya.


"Iya silahkan master bicara saja, aku akan mendengarkannya" ucap Hektor.


"Sebenarnya kami ini petualang pemula level tembaga, kami berganti job dengan mereka yang ingin naik ke level silver, jadi setelah mencapai pintu gerbang kota anda ikut dengan mereka" Willy pun menjelaskan.


Hektor melirik ke arah Maria dan Libear, dan kembali melirik kearah Willy "Apa master dan yang lain petualang level tembaga, itu adalah petualang tingkat pemula, tetapi mengapa kalian semua begitu hebat, bahkan aku menganggap kalian semua berlevel Gold"


Willy tersenyum "Awalnya aku dan Maria tidak berniat untuk menjadi petualang karena kami berdua tidak berasal dari kota hitam ini, kami hanya pengembara yang kebetulan lewat saja"


Hektor pun mengangguk "pantas saja kalau master begitu hebat, ternyata anda seorang pengembara"


Tidak lama kemudian pintu gerbang kota terlihat Maria pun menyuruh blue berhenti "Blue berhenti di situ"


Blue pun terdiam kemudian Maria menghampiri blue dan disana Maria menggunakan sihir dimensi item Room "Blue masuk lah kedalam "


Blue pun melompat masuk ke dalam sihir dimensi item Room yang Maria gunakan. Maria berpikir kalau dia membawa blue maka seluruh kota akan menjadi heboh.


Libear pun berpikir hal yang sama, tetapi karena dia tidak bisa menggunakan sihir dimensi maka Libear hanya membuka tali kekang dan melepaskannya.


"Pepey pergilah dengan bebas, tetapi kalau nanti aku panggil kamu segera lah datang" perintah Libear.


Pepey pun mengangguk dan meraung "Goar...."


Kemudian Pepey berlari kedalam hutan dan gerobak pun kembali di tarik oleh Libear.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2