
Tetapi perkataan Willy masih ditanggapi oleh Raja Gibran dan Raja Freevik Reagon karena mereka tahu kemampuan dari Willy yang biasa membuat gebrakan yang tidak terduga.
Raja Gibran pun berkata.
"Kalau pangeran tampan ini punya solusi apa salahnya kita mendengarkannya"
Tetapi disana ada salah satu raja yang berbicara sinis
"Dia masih anak kecil yang baru berumur antara 10-12 tahun mana tahu tentang kondisi kerajaan kita ini"
Willy tersenyum dan tidak berkata apapun. Tetapi Raja Gibran membela Willy.
"Anda belum tahu saja siapa pangeran tampan ini karena anda tidak menjadi saksi apa yang pernah dia perbuat di kerajaan Lareagon dan bahkan di kemiliteran kerajaan Lareagon"
Raja itupun bungkam karena perkataan dari Raja Gibran. Bahkan Raja Hendrik Jovanka ayah Willy sendiri tidak mau mengomentari hal tersebut.
Wolf-Fank yang dari tadi hanya menyimak saja ikut berbicara.
"Hahaha....ayo kita dengarkan dulu apa yang akan di kemukakan murid ku ini, apa bila ide dia bagus kita ikuti dan apabila ide dia kurang menarik kita tidak perlu mengikuti usulannya"
Semua orang pun mengangguk dan mencoba untuk mendengarkan apa yang akan di usulkan oleh Willy.
Raja Gibran pun mempersilahkan Willy untuk berbicara.
"Hai pangeran tampan silakan kemukakan pendapat mu untuk kerajaan Lasiodora"
Willy pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
"Hehehe... terima kasih tuan tuan karena berkenan untuk aku mengemukakan pendapat di forum ini.
Pertama adalah masalah Lasiodora yang sudah banyak mendirikan kuil cahaya. Untuk mengantisipasi pemberontakan dari para penduduk penganut ajaran Dewa kenapa kita tidak membuka perdagangan terbuka.
Perdagangan terbuka seperti yang dilakukan di Federasi bebas dan kerajaan Eldragon, dan mendirikan Guild pedagang dan Biro pengawal.
Perdagangan tersebut adalah antara Ras, contoh Ras Kobol berdagang di Lasiodora atau Ras Beasman yang berdagang di Lasiodora.
Dan bisa bergabung dengan Guild pedagang dan untuk perlindungan bisa kerjasama dengan Biro pengawal.
Nah, karena nantinya banyak ras lain yang berada di kerajaan Lasiodora maka akan memicu terjadinya sedikit perubahan.
Para penganut ajaran Dewa cahaya tidak akan lagi menargetkan kepala negara tetapi mereka fokus untuk memberantas Ras selain manusia.
Dan di sana peran penting dari kepala negara yang harus mengambil kesempatan, karena sudah di pastikan para penganut ajaran Dewa akan melakukan kekerasan dan bisa di anggap sebagai kriminal.
Kita bisa menangkap mereka dengan tuduhan makar atau tindakan kejahatan yang meresahkan, dan lambat laun mereka pun akan tersisih dari kerajaan Lasiodora"
Pendapat Willy panjang dan lebar tetapi mudah di mengerti oleh semua orang yang ada di sana, kemudia mereka pun sepakat akan menjalankan usulan dari Willy.
Mereka pun membahas masalah lain dan kesepakatan kerjasama sebagai Aliansi yang siap saling membantu satu sama lainnya.
Pertemuan pun berakhir dan mereka pun membubarkan diri, tersisa di dalam ruangan yaitu, Raja Gibran, Raja Alfred, Raja Freevik dan Raja Hendrik serta Heri Jovanka, Willy dan Maria.
Sekarang mereka membahas tentang perang yang akan di lakukan oleh kerajaan Lareagon melawan kerajaan Inggarsia.
Yang sudah di pastikan kerajaan Inggarsia di bantu oleh beberapa kerajaan lain di bawah kuil cahaya.
Teknologi militer kerajaan tersebut juga sangat canggih dan mengeringkan, bahkan beberapa prajurit mereka di jadikan tentara bayaran yang di gunakan oleh kerajaan lain.
Raja Gibran melihat Willy yang nampak tenang menanggapi mereka yang tengah membahas perang tersebut.
__ADS_1
Raja Gibran pun bertanya kepada Willy.
"Hai bocah tampan, apa kamu sudah punya rencana di peperangan nanti"
Willy mengangguk dan dia bersama Maria duduk di kursi kosong yang sudah di tinggalkan oleh Raja yang lain.
"Willy sudah menyiapkan banyak senjata dan rencana bukan hanya itu saja, Willy dengar bahwa pasukan inti dari Kerajaan Lareagon menguasai sihir Roux-Rhume yang bisa membuat Golem dan menggerakkannya"
Raja Freevik Reagon berkata
"Iya, pasukan inti ku memang bisa menggunakan sihir terkuat karena itu syarat wajib masuk menjadi pasukan inti.
Tetapi masalahnya Golem yang mereka buat hanya bisa bergerak di dekat pembuatannya dan hanya menirukan si penciptanya sendiri"
Willy berkata lagi.
"Kalau itu masalahnya Willy, Maria dan kak Ferik bisa mengatasinya, karena waktu kami berlatih dengan Kakek Fahetar, beliau mengajari kami cara membuat Golem.
Bukan hanya menggunakan sihir Roux-Rhume tetapi juga kami di ajari sihir Program supaya Golem bisa bergerak sesuai dengan perintah kita"
Raja Hendrik Jovanka dan Heri Jovanka tercengang ketika Willy mengucapkan nama kakek Fahetar.
Raja Hendrik Jovanka pun bertanya.
"Nak, maksud mu kakek Fahetar itu....."
Kemudian Heri Jovanka melanjutkan perkataan dari ayahnya.
"Penyihir Agung Volyaw Fahetar...."
Willy dan Maria mengangguk. Willy pun mengiyakan perkataan mereka.
Dan kakek Fahetar juga yang membalikan bejana Ilahi Willy menjadi normal kembali karena ternyata bejana Ilahi Willy terbalik.
Yang waktu penilaian Bejana Ilahi itu adalah penampang bawah saya di Level D awal dan ternyata setelah di balikan oleh kakek Fahetar bejana Ilahi Willy melebihi batas level Pahlawan.
Bahkan levelnya Maria sudah setara dengan kak Heri Jovanka bahkan lebih, baik lah kita kembali membahas tentang Golem"
Hendrik Jovanka dan Heri Jovanka pun kaget bahkan Heri lebih kaget lagi karena Maria levelnya lebih dari pada dirinya.
Kemudian Willy melihat kearah Raja Freevik Reagon.
"Kek kalau bisa, cari Atau beli inti monster sebanyak mungkin"
Kemudian Raja Freevik Reagon bertanya.
"Untuk apa inti monster yang banyak nak?..."
Willy pun menjelaskan.
"Nanti kita kumpulkan semua pasukan inti kerajaan Lareagon dan suruh buat Golem yang mirip mereka, nah inti monster itu fungsinya untuk mengikat Golem dan sisipi Oleh sihir Program.
Maka Golem tersebut bisa di perintah oleh penciptanya dari jarak jauh, dan untuk mengurangi korban jiwa di pihak kita.
Jadikan Golem itu pasukan garis depan dengan memasangkan Jirah Armor dan berikan Golem itu senjata supaya di kira, pasukan itu bangsa Dwarf dan bukan Golem"
Raja Gibran dan Raja Alfred Eldragon tersenyum dengan perkataan Willy, seolah dia bukanlah anak kecil tetapi orang dewasa yang bisa mengatur strategi berperang.
Dengan khawatir Raja Hendrik Jovanka berkata.
__ADS_1
"Masalah di dataran bisa teratasi dengan para Golem, tetapi kita tadi mendengar dari kerajaan baru Apalone bahwa kerajaan Inggarsia memiliki angkatan udara yang hebat dan banyak"
Willy mengangguk dan tersenyum.
"Untuk pasukan udara, Willy bersama pasukan Raja Naga sudah mempersiapkan diri bahkan pasukan Tombak Naga yang di pimpin oleh Maria akan menghalau pasukan udara dari kerajaan Inggarsia"
Raja Freevik Reagon pun berkata.
"Apa Mungkin pasukan Putra Eldra dan pasukan Maria bisa menghalau pasukan udara kerajaan Inggarsia, basukan kalian kalau di tambahkan hanya 2.000 orang"
Willy tersenyum
"Apa kakek meragukan Willy, bahkan satu orang prajurit Raja Naga bisa membunuh 100 orang pasukan musuh dari jarak ratusan meter"
Raja Hendrik Jovanka kembali tercengang dengan perkataan Willy, yang tidak percaya seolah Willy anak kecil yang suka menghayal dan berbohong.
"Willy jaga bicaramu, kita sedang membahas hal penting jangan jadikan hayalan mu menjadi memperkeruh suasana"
Willy pun membantah perkataan dari ayahnya itu
"Maaf Willy tidak sedang berhayal itu memang kenyataannya"
Kemudian pernyataan Willy di perkuat dengan perkataan Raja Gibran.
"Apa ayah Angkat, ingat waktu perlombaan antara pasukan latih, ketika melawan monster Bukit hitam.
Pasukan siapa yang tidak mengahadapi monster tersebut secara langsung tetapi kita hanya mendengar suara ledakan.
Dan pada akhirnya monster itu mati oleh serangan dadakan dari pasukan yang di pimpin oleh Willy"
Raja Freevik Reagon pun mengangguk.
"Benar aku sampai melupakan kejadian itu..."
Kemudian Raja Freevik Reagon berkata kepada Willy.
"Baiklah aku percaya kepada mu Nak, aku serahkan pasukan udara kerajaan Inggarsia kepada mu, pasukan lain akan fokus menghadapi musuh di Medan Perang"
Raja Hendrik Jovanka pun menengok kearah kiri dan kanan.
"Loh...loh...ini...."
Raja Alfred Eldragon tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha.....Kenapa kamu bingung Hendrik, Memang putra Eldra itu adalah anak mu dan darah daging mu, tetapi kamu tidak tahu kemampuan putra Eldra yang sangat hebat.
Bahkan awalnya aku tidak percaya sebelum dia membuktikan sendiri kepada ku, dan hingga sekarang kami sudah tidak merasa aneh lagi kalau dia membuat gebrakan baru.
Karena pola pikir dari putra Eldra diluar dari ekspektasi kita, bahkan pemikiran putra Eldra lebih maju beberapa langkah dari kita"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.