
Pagi-pagi semua prajurit sudah bersiap untuk berperang, prajurit Golem yang dipimpin oleh wakil jenderal sudah berada di garis depan terlebih dahulu.
Berbaris membentuk beberapa kelompok barisan yang tiap kelompok berjumlah 1.000 orang prajurit.
Sekitar 3 kelompok prajurit Golem bersenjatakan tombak, 3 kelompok prajurit yang bersenjatakan pedang dan 4 kelompok prajurit bersenjata pedang.
Semua itu adalah pasukan Golem infantri dan di belakangnya pasukan Golem Kavaleri yang semuanya mengendarai seekor kuda. Dan di belakang nya lagi barulah pasukan Magi Golem dengan menggunakan senjata berupa busur panah.
Baru lah di bagian paling belakang adalah pasukan inti dari kerajaan Lareagon yang membentuk formasi segi tiga dengan tameng dan tombak di depan.
Pasukan musuh pun sudah bersiap mereka semua sekitar 200 ribuan orang lebih dengan berbagai senjata dan alat alat perang yang sangat menyeramkan.
Salah seorang dari mereka pun dengan mengendarai kuda memacu kudanya ke tengah ladang kematian.
Dan dia pun berteriak sekencang kencangnya.
"Hai bangsa Dwarf siapa pun yang terkuat di antara kalian, ayo bertarung lah Sampai salah satu dari kita ada yang mati, aku menantang kalian by one" tantang orang tersebut.
Kemudian di pihak kerajaan Lareagon kuda yang di naiki oleh Raja Ferik bergerak karena di kendalikan oleh nya untuk maju melawan penantang yang ada di depan.
"Mau kemana kamu Ferik, jangan gegabah" ucap Raja Freevik Reagon.
"Ijinkan aku membungkam mulut orang itu dengan pedangku kakek, aku tidak akan kalah dari orang seperti itu" ucap Raja Ferik Reagon.
Dia punya kepercayaan diri, karena menguasai beberapa keahlian apalagi ilmu beladiri pedang tingkat tinggi sudah di kuasai seluruh nya dan dia ingin mempraktekkan hasil dari latihannya bersama Willy yang berguru kepada penyihir agung Volyaw Fahetar.
"Jangan...itu berbahaya" tolak Raja Freevik Reagon.
"Tapi kek, buat apa aku berguru kepada penyihir agung Volyaw Fahetar kalau tidak bisa mengalahkan orang seperti itu, dia hanya berlevel B dan aku sudah berada di level pahlawan.
Perbedaan kekuatan yang jauh dan aku akan dengan mudah menghadapi orang seperti itu" ucap Raja Ferik Reagon.
"Kek biarkan kak Ferik pergi, aku percaya dia akan memenangkan duel ini, dan aku yakin dengan kemampuan kak Ferik karena kita sering berlatih bersama"ucap Willy yang mendukung keputusan dari raja Ferik Reagon.
"Kalau itu yang di ucapkan putra Eldra baik lah aku mengijinkan mu untuk melawan orang itu, tetapi kamu harus hati-hati" ucap Raja Freevik Reagon.
Raja Ferik Reagon pun mengangguk "baik kek" kemudian dia pun memacu kudanya berlari "hiah...."
Kuda berlari sampai ketengah ladang kematian dan sesampainya di sana mereka berdua pun saling berhadapan.
"Aku yang akan melawan mu, perkenalkan aku adalah raja muda kerajaan Lareagon Ferik Reagon" Raja Ferik Reagon memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Musuh pun memperkenalkan diri "aku adalah gladiator terkuat di kerajaan Inggarsia nama ku Melvin"
Mereka pun turun dari punggung kuda dan berjalan saling mendekati dan mereka pun saling berhadapan.
Melvin menggunakan senjata pedang sepanjang 1 meter dan tameng bulat, dia bertubuh tinggi besar sedangkan Raja Ferik Reagon menggunakan senjata pedang sepanjang 60 centimeter dan tameng berbentuk trapesium tetapi di bagian bawahnya berbentuk bulat.
Dengan perbedaan ukuran tubuh antara musuh dan Raja Ferik Reagon itu tidak menjadi penghalang bagi dirinya dan tidak ada rasa takut sedikitpun pun.
Tinggi Raja Ferik Reagon hanya sedada orang tersebut dan Raja Ferik Reagon pun arus mengadah ke atas.
"Ayo kita mulai pertarungan kita, aku tidak takut sedikit pun kepada mu, kamu hanya seekor raksasa lamban di mata ku" Raja Ferik Reagon mulai memprovokasi lawannya.
"Hai cebol, jaga mulut mu akan aku sumpal mulut mu itu dengan tameng ku ini" ucap gladiator itu.
Gladiator itu mulai mengangkat pedangnya keatas dan langsung mengayunkan pedangnya itu kearah Raja Ferik Reagon.
Dengan sigap Raja Ferik Reagon mengangkat tamengnya tersebut dan menahan serangan dari gladiator itu.
Prang....
Suara menturan antara pedang dan tameng yang beradu, setelah itu gladiator itu terus menyerang Raja Ferik Reagon dan Raja Ferik Reagon pun harus terus menahan pedangnya tersebut dengan tameng dan pedangnya.
Jangkauan tangan dan pedang musuh yang panjang membuat Raja Ferik susah untuk membalas serangan gladiator tersebut.
Sesekali celah terlihat untuk menyerang balik tetapi kesempatan itu selalu terlewati dan gladiator itu selalu menyerang dengan cara yang sama sehingga serangan berikutnya dapat di baca oleh Raja Ferik Reagon.
"Hep...hiat ...."
Wuss....
Raja Ferik Reagon menyerang balik dengan mengayunkan pedangnya dari samping, tetapi teplek dari musuhnya itu sangat bagus, gladiator itu langsung mengangkat kakinya keatas sehingga tebasan dari Raja Ferik Reagon meleset.
Gladiator itu mundur beberapa langkah kebelakang, dan Raja Ferik Reagon pun mengacungkan pedangnya kearah depan dan dia siap mengunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi.
Dia pun maju menerjang ke arah gladiator tersebut dan pedangnya terus menghujani gladiator tersebut.
Permainan pedang dari Raja Ferik Reagon sangat halus, tidak sekadar si gladiator, sehingga arah pedang dan serangan sangat terarah.
Si gladiator itu berbalik terdesak oleh Raja Ferik Reagon dengan permainan pedangnya, dia terus mundur kebelakang menghindari dan menahan serangan dari raja Ferik Reagon.
Trang....
__ADS_1
Brak....
Crack....
"Agh...."
Raja Ferik Reagon berhasil melukai gladiator itu dia pun mengerang menahan sakit.
"Kurang ajar berani sekali kamu menyakiti ku, rasakan Jurus pedang ku ini...hiat..." Teriak gladiator.
Raja Ferik Reagon tersenyum karena dia sekarang bisa membaca gerakan dari gladiator itu dengan mudah, serangan gladiator itu semakin cepat dan membabi-buta tetapi pergerakan dari Raja Ferik Reagon sangat tenang.
Langkah demi langkah sangat mantap karena itulah jurus beladiri pedang tingkat tinggi, bukan hanya mengandalkan serangan tetapi pertahanan dan langkah kaki sangat di perhatikan.
Gladiator itu pun berbicara dengan dirinya sendiri "Sialan pergerakan ku sudah sangat cepat tapi dia begitu santai menghindarinya"
Raja Ferik Reagon tertawa melihat ekspresi wajah musuhnya. "Hahaha....kenapa kamu heran aku bisa menghalau dan menghindari serangan mu"
"Eagh kurang ajar, aku adalah gladiator terkuat di kerajaan Inggarsia tidak mungkin aku kalah dengan makhluk cebol seperti mu" ucap gladiator geram.
"Memang kenapa kalau kamu gladiator terkuat, ingat kamu hanya kuat tidak hebat" ucap Raja Ferik Reagon.
"Tunggu saja aku akan membuat mu menyesal" ucap gladiator itu sambil menyerahkan segala kemampuannya.
Tubuh gladiator itu tiba-tiba bercahaya kekuatan tempur meningkatkan pesat dan pergerakannya pun semakin cepat.
"Oh ternyata kamu seorang Magic Sword man, baiklah aku tidak akan ragu lagi" ucap Raja Ferik Reagon sambil mengeluarkan aura dan sihir sehingga menyelimuti seluruh tubuhnya.
Gladiator itu pun mengeluarkan sihir elemen api dan menyelimuti pedang nya "rasakan pedang berkobar ku"
"Hahaha....level B seperti mu hanya ku anggap sebagai hewan buas saja, sekali hentakan kaki ku kamu akan mati" ucap Raja Ferik Reagon memprovokasi.
"Ayo buktikan ucapan mu aku tidak takut akan kematian" ucap gladiator itu sambil mengayunkan pedang api nya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna