
Setelah kembali ke stadion Willy mengeluarkan sekantong uang koin emas hasil taruhan tadi yang sebagian sudah di berikan kepada si kakek tua dan sebagian lagi Willy berikan kepada Maria.
"Ini ambilah uang buat mu karena kamu telah mengalahkan si jenius itu"
Maria pun menolaknya
"Ini kan uang taruhan mu, tidak mungkin aku yang ambil, kamu saja yang simpan"
"Sudahlah wanita lebih banyak pengeluaran dari pada seorang laki-laki, kamu harus beli baju dan yang lainnya biar kelihatan lebih cantik dan feminim.
Selama ini kamu selalu berpakaian seperti seorang laki-laki, kali kali dangdan dan berpenampilan lah seperti seorang wanita pada umumnya"
Maria pun mengerti maksud Willy, dia ingin melihat dirinya memakai pakaian seperti wanita yang lain sehingga uang hasil taruhan di berikan semua kepada Maria.
"Ya baiklah kalau begitu uang ini aku simpan tapi beli baju dan yang lainnya kamu antar ya"
"Siap tenang saja...."
Di stadion pembawa acara pun mengumumkan.
"Hadirin yang terhormat, babak penyisihan grup ini sudah tinggal 80 lagi peserta sampai ke perempat final.
Kita mencari 50 besar jadi yang harus tereliminasi adalah 30 orang lagi, siapakah di antara perwakilan dari setiap kerajaan yang harus berakhir di babak penyisihan ini.
Kita akan lanjutkan pertandingan ini di arena 1 pertandingan ke 2 ada peserta dari kerajaan Eldragon yaitu Tavin melawan, Tiyas dari Republik Polinesia.
Dan di arena ke 2 kita sambut peserta dari kerajaan Jovalavia Pangeran Billy yang akan berhadapan dengan O'Leary perwakilan dari kerajaan Lasiodora"
Pembawa acara pun menyebutkan semu peserta turnamen yang akan bertanding sampai ke arena 4.
"Ternyata si Tavin anaknya Jenderal Tavish satu grup sama kamu ya"
"Iya untung saja kita tidak langsung bertanding, tapi mudah-mudahan dia bisa menang dalam pertandingan ke 2 ini.
Dan itu Kaka mu Billy dia juga bertanding di arena ke 2 dia juga ternyata tidak beruntung harus 2 kali bertanding di babak penyisihan ini"
"Iya kamu memang enak langsung ngebay lawan jadi langsung masuk ke perempat final"
Maria pun tertawa.
"Hahaha.... rejekinya anak Soleh"
"Anak Soleh apanya..."
Willy sambil cemberut
"Cie sitik cie...."
Maria pun pergi meninggalkan Willy
"Eh ...malah pergi mau kemana kamu"
Maria pun menjawab sambil tersenyum.
"Mau...tau....aja ..."
Setelah Maria pergi Willy duduk sendiri sambil menunggu giliran dia untuk bertanding.
Waktu pun tidak Willy sia siakan dengan bengong dia mengambil kitab beladiri taring serigala yang ada di sihir dimensi item Book nya.
__ADS_1
Kemudian dia buka lembar demi lembar, keajaiban terjadi Willy pun masuk kedalam bawah sadarnya.
Kemudian hologram yang ada di buku itu seakan mengajari Willy jurus demi jurus, Willy pun mengikuti arahan dan gerakan dari Hologram tersebut.
Baru saja Willy mengingat satu perempat bagian dari jurus taring serigala Willy tersadar kembali karena pembawa acara memanggil Willy untuk memasuki arena 3.
"Ya sekarang yang akan bertanding di arena 3 yaitu Wildan putra Eldra perwakilan dari kerajaan Lareagon yang akan menghadapi Vico perwakilan dari kerajaan Gramostola"
Willy pun bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan kearah arah arena 3, dan di dalam hari Willy dia berkata.
"Gramostola, oh itu pasti temannya si Yarnt yang sudah di kalahkan oleh Maria"
Willy pun naik keatas arena dan di sudut lain Vico pun naik keatas arena, wasit pun langsung memperingati ke 2 peserta.
"Ingat kalian pernah bertanding kan tadi, aturannya masih tetap sama yaitu tidak boleh menggunakan sihir apa kalian berdua mengerti"
Willy dan Vico pun mengangguk mengerti.
"Ya pertandingan di mulai..."
Wasit sudah memulai pertandingan Willy seperti biasa menggunakan jurus pencak silatnya, lagi lagi penonton bersorak menyemangati Willy.
Setiap kali bertanding Willy menjadi sorotan karena jurus yang di peragakannya sangat unik tidak seperti jurus yang lain.
Jurus Willy banyak lenggak-lenggok nya mirip seperti tarian sedangkan orang lain menggunakan hanya jurus tinju saja yang hanya berdiri dengan tangan di kepal.
Vico mencoba memperopokasi.
"Hai putra Eldra, lebih baik menyerah saja lah jangan di lanjutkan lagi, pertandingan pertama yang kamu lakukan hanyalah keberuntungan saja karena lawan mu sangat lemah.
Tapi aku tidak seperti lawan mu tadi, aku ini si jenius dari Gramostola yang level ku sudah berada di tingkatkan level B1 ayo menyerahkan lah jangan sampai kamu menyesal"
"Tadi Si Yarnt juga berkata hal yang sama dengan mu dia berkata dia adalah si jenius dari kerajaan Gramostola, tapi kenyataannya dia kalah telak bahkan oleh seorang wanita"
Vico pun tertawa terbahak-bahak
"Hahaha....Jangan Bandingkan aku dengan si Yarnt meskipun dia selevel dengan ku tapi skill dia masih kurang,
pertandingan mu yang bertama kamu menggunakan Jurus Hewan aku pun bisa menggunakan jurus hewan bahkan setiap hari aku bertarung denga hewan-hewan buas tersebut.
Si Vico ini Besar bersama hewan hewan buas di kerajaan Gramostola, karena hobinya yang aneh yang sering berburu hewan buas dan di jadikannya hewan peliharaan.
Untuk membuat hewan buas itu takluk kepadanya Vico dia selalu melawan hewan itu dengan kekuatannya dan menunjukan siapa tuan yang sebenarnya.
Dan sekarang Vico menantang Willy menggunakan jurus beladiri binatang buasnya dan bertanding dengannya.
Willy pun memberikan taruhan
"Ayo kita bertaruh, aku punya 100 uang koin emas kalau kamu menang, aku akan memberikannya kepadamu, tetapi kalau kamu kalah kamu harus bemberiku uang koin emas dengan jumlah yang sama"
Vico pun menyetujuinya dan sedikit menyombongkan diri.
"Baiklah kalau itu keinginan mu tetapi ada tambahan, jika kamu menang aku akan Bersumpah setia dan menjadi anak buah mu dan jika kamu kalah kamu cukup merangkak di ************ ku dan menggonggong seperti Anjing"
Willy pun tertawa
"Hahaha...bagus juga tawaran mu ayo kita lakukan"
Vico mengambil ancang-ancang untuk menyerang Willy dengan jurus andalannya.
__ADS_1
"Jurus cakar Harimau menerkam mangsa....hia...t"
Vico menyerang dengan tangan posisi mencakar, kemudian Willy pun menangkis serangan dari Vico.
"Jurus Cakar Elang mencengkram ikan di sungai....hep hia...t"
Brak....
Bruk....
Brak....
Saling serang antara Willy dan Vico begitu sengit sampai para penonton kembali fokus pada pertandingan Willy melawan Vico.
Pembawa acara pun mengomentari tentang pertandingan di arena ke 3 ini yang sangat sengit sekali.
"Wow lagi lagi pertandingan di arena ke 3 ini menjadi sorotan para penonton. Ya itu karena yang bertanding adalah Wildan putra Eldra yang menang telak melawan Crude di pertandingan pertama.
Putra Eldra ini menggunakan jurus tarian Perang dari kerajaan Lareagon dan Jurus hewan buas. Sekarang putra Eldra ini melawan pangeran dari kerajaan Gramostola.
Pangeran Vico juga dikenal sebagai Si Raja rimba dari Gramostola, karena kebiasaan uniknya yaitu bertarung dengan hewan buas yang di burunya.
Dan bahkan di sebut sebut sebagai Anak terkuat di Gramostola, di usianya yang masih muda ini dia banyak mengukir prestasi.
Dan keuntungan terbesar bagi Vico adalah dia bertarung melawan hewan buas tanpa menggunakan sihir, dan dia hanya menggunakan kekuatan pisiknya saja untuk menaklukan hewan buas.
Ini menjadi kerugian besar bagi lawannya, apakah putra Eldra bisa mengalahkannya, kalau putra Eldra punya keberuntungan dan kemampuan maka akan sulit juga mengalahkan pangeran Vico ini"
Pembawa acara pun memuji muji Vico karena dia adalah anak terkuat di kerajaannya dan kebiasaan uniknya yang sudah menyebar luar kekerajaan lain.
Penonton bersorak, karena ini pertandingan terpanas sepanjang babak penyisihan, semua merasa tegang dan tidak mampu mendukung dan menebak siapa yang akan menang.
Karena keduanya adalah petarung yang hebat tanpa menggunakan sihir, Willy dahulu sebelum dia bisa menggunakan sihir dia di kenal sebagai pangeran sampah.
Dan setelah di buang ke menara pengawas yang berada di dalam hutan Willy melatih pisiknya dia memperkuat badan, tangan dan kakinya dengan naik turun tangga dan berlari kesana kemari.
Sehingga pisik Willy pun menjadi kuat dengan latihan latihan itu di tambah lagi skill Beladiri Pencak silat yang dia pelajari kembali dari dunia asalnya.
Sehingga menjadikan Willy petarung yang hebat meskipun tanpa menggunakan sihir dan hanya menggunakan kekuatan pisiknya.
Saling serang dan jual beli serangan pun dilakukan oleh Willy dan Vico, stamina mereka tidak ada yang menurun sedikitpun.
Tidak ada yang merasa lelah dengan pertarungan ini mereka masih semangat dengan jurus mereka masing-masing.
Vico menggunakan jurus cakar Harimau dan Willy dengan jurus cakar elangnya, tidak ada yang bisa menebak siapa yang akan terkena serangan terlebih dahulu.
Karena serangan dan pertahanan mereka sangat sempurna dan tidak ada celah untuk menyerang dan melukai lawanya masing-masing.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
__ADS_1