PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Melambaikan Tangan


__ADS_3

Setelah wolf-grek sampai di tempat duduk penonton dia pun di tanya oleh kakeknya yaitu Wolf-Fank.


"Bagai mana, apa kamu sudah ketemu dengan putra Eldra, dan kenapa kamu terlihat sangat lemas seperti belum makan saja"


Kemudian wolf-grek pun mengangguk. Dan menyerahkan kitab beladiri taring serigala.


"Sudah kek, dan ini kitab beladiri taring serigala nya pegang dulu sama kakek"


Wolf-brug pun bertanya


"Anak ku yang jenius ini mengapa cemberut dan mengapa kamu kembalikan kitab itu sama kakek mu"


Wolf-grek menggelengkan kepalanya


"Aku kesal sama Maria, padahal aku baru saja mau menyombongkan diri kepadanya bahwa aku sudah menguasai Seluruh dasar dari kitab beladiri taring serigala.


Eh dia malah bilang, 'jangan sombong dulu aku sudah menguasai seluruh isi kitab ini' dia berbicara begitu lah aku jadi lemas.


Terus putra Eldra bilang aku bisa mempelajari lagi tingkat selanjutnya kalau aku sudah naik level ke level C3".


Wolf-fenk dan wolf-brug pun tertawa terbahak-bahak


"Hahaha....ya iya kamu menyombongkan diri ke orang yang salah, karena Maria levelnya lebih tinggi dari pada kamu"


Wolf-grek pun kesal


"I...ih ayah kok malah meledek aku sih"


Wolf-grek sebenarnya adalah anak yang manja tetapi ketika di kalahkan oleh Maria dia pun sedikit semangat untuk menjadi yang lebih kuat.


Wolf-grek pun di puji oleh Wolf-Fank


"Hahaha.... bagus lah kamu sudah menguasai seluruh dasar dari kitab ini"


Wolf-fenk pun sedikit heran


"Eh...kan kamu baru saja tadi pergi menemui putra Eldra dan belum 3 jam kamu sudah menguasai seluruh dasar dari kitab beladiri taring serigala.


Bagaimana dengan yang di ajarkan oleh kakek yang sudah tingkat lanjut apa ada perbedaan dengan yang di ajarkan oleh putra Eldra"


Wolf-grek pun menggelengkan kepalanya.


"Sangat sangat Beda...kakek mengajari ku secara kasar bahkan sudah bertahun tahun, tetapi sekarang putra Eldra memberi tahu ku rahasia terbesar dari kitab itu.


Bahkan aku pun bisa masuk kedalam dunia semu yang ada dalam kitab tersebut dan berlatih dasar beladiri taring serigala selama 5 bulan tetapi pas tersadar itu baru saja 2 jam"


Wolf-fenk dan wolf-brug pun menjadi kaget dan wolf-brug pun bertanya


"Apa di dalam kitab beladiri taring serigala ada dunia semu dan kamu belajar di sana bersama putra Eldra"


Wolf-brug pun menangis bahagia


"Sungguh beruntung kamu nak, bisa masuk ke dunia semu yang ada di kitab beladiri taring serigala, bahkan sudah beberapa generasi dari klan serigala termasuk kakek mu.


Belum pernah ada yang bisa masuk ke dunia semu itu dan mempelajari beladiri taring serigala langsung oleh master nya"


Kemudian wolf-fenk pun berkata


"Benar apa yang di katakan oleh ayah mu kakek saya di ajarkan oleh kakek buyut mu dan meskipun kakek yang memegang kitab beladiri ini kakek hanya seperti Seekor monyet yang memainkan kelapa.


Kakek tidak tahu apa yang harus kakek perbuatan dengan kitab beladiri taring serigala ini, meskipun dilatih secara kasar tetapi memiliki serangan yang dahsyat apalagi kalau belajar langsung di dunia semu.

__ADS_1


Kekuatan mu bisa berkali-kali lipat karena belajar langsung dari sumbernya, pantas saja putra Eldra bisa mempelajari kitab ini dalam setengah Hari. Kalau di dunia semu selama 5 bulan dan di dunia nyata baru 2 jam"


Kemudian Wolf-Fank bertanya lagi kepada wolf-grek


"Terus apakah kamu tahu cara masuk kembali ke dalam dunia semu yang ada di kitab ini"


Wolf-grek menggelengkan kepalanya


"Tidak, putra Eldra hanya memukul jidat ku kemudian tiba-tiba aku sudah berada di dalam dunia semu tersebut dan ketika kembali tiba tiba saja aku tersadar"


Mereka pun pusing karena ada rahasia lain yang di sembunyikan oleh Willy kepada klan serigala dan wolf-fenk pun bertekad untuk bertanya langsung kepada Willy.


Di Tempat Willy yaitu di ruangan peserta turnamen Willy mengaga nunggu giliran bertanding karena sebentar lagi adalah gilirannya untuk naik ke arena.


Rion di depan sudah bersiap-siap dia mengelus hidungnya dengan jari jempol kemudian di arahkan ke arah Willy dengan jempol menghadap ke arah bawah. Sambil berkata pelan.


"Sebentar lagi giliran kita, aku akan menang dengan mudah melawan sampah itu"


Willy hanya menggelengkan kepalanya dengan sedikit tersenyum.


"Tunjukkan kemampuan mu jangan hanya bicara omong kosong"


Rion pun pergi meninggalkan tempat itu dan bersiap untuk pertandinganya.


Pertandingan ke 8 sudah selesai dan pembawa acara pun memanggil peserta turnamen berikutnya.


"Ya sekarang kita akan menyaksikan pertarungan berikutnya, ini adalah pertandingan yang akan sangat menarik karena ada informasi yaitu para peserta sudah saling meledek di ruang tunggu.


Jangan tunggu lama lagi kita panggil kan peserta kita, si anak jenius dari keluarga Klan Harimau dia adalah anak dari pahlawan Lodaya kepala keluarga Klan Harimau kita sambut Rion ...."


Para penonton bertepuk tangan dan yang penonton dari klan Harimau yang bersorak memberikan semangat kepada Rion, kemudian pembawa acara melanjutkan.


"Dan lawannya adalah yang sudah tidak asing lagi dari babak penyisihan sampai babak 20 besar dia selalu bikin kontroversi dia adalah si pangeran terbuang anak dari Raja Hendrik Jovanka dari kerajaan Jovalavia.


Kita panggil peserta kita Wildan putra Eldra perwakilan dari kerajaan Lareagon"


Semua penonton bersorak dan bertepuk tangan stadion pun bergemuruh oleh sorak Sorai penonton, Willy adalah idola di pertandingan kali ini, dari sejak awal para penonton mengidolakan dan menantikan pertandingan dari Willy.


Karena di setiap pertandingan Willy selalu membuat para penonton berdebar debat dan selalu menampilkan keajaiban.


Rion yang berjalan ke arah arena memajukan bibirnya sambil bergumam.


"Kurang ajar dasar penonton tidak berguna belum saja bertanding mereka sudah meneriaki dan menyemangati si pangeran sampah itu padahal para penonton ini dia adalah penduduk yang berada di kekuasaan klan Harimau"


Di ruang tunggu Willy pun bangkit dan berjalan ke luar dengan di semangati teman temannya dan di semangati oleh para penonton yang menjadi penggemar dirinya.


Willy pun melambaikan tangannya kearah penonton dan penonton pun menjadi histeris apa lagi anak perempuan yang seusianya mereka pun berteriak kepada Willy.


"Putra Eldra aku pada mu...."


"Tampan aku ingin punya anak dari mu"


"Ach...sayangku ayo kita menikah...."


Teriakan demi teriakan anak perempuan yang seusia dengan Willy menjadi gemuruh yang sangat meriah.


Rion yang sudah ada di atas arena pun bergumam.


"Sekarang kamu populer di federasi bebas ini tetapi sebentar lagi kamu akan aku habisi"


Aura kemarahan terpancar dari mata Rion dia iri kepada Willy yang menjadi pusat perhatian di pertandingan ini.

__ADS_1


Willy pun naik ke atas arena pertandingan dan wasit pun sudah bersiap kemudian wasit berkata.


"Silahkan kalian mengambil senjata yang sudah di sediakan oleh panitia"


Dengan sombongnya Rion pun berkata


"Aku tidak perlu senjata karena cakar ku ini adalah senjataku, silakan saja kalau kamu ingin memakai senjata aku tidak takut"


Willy pun tidak beranjak dari sana untuk mengambil senjata dan dia juga berbicara.


"Aku pun tidak akan memakai senjata biar tinju ku ini yang akan ku jadikan senjata untuk melawan mu"


Kemudian wasit pun menengahi


"Baiklah kalau kalian berdua tidak ingin memakai senjata, dan ingat disini kalian boleh menggunakan sihir dan Sumon tetapi tidak boleh menggunakan senjata yang tidak di sediakan oleh panitia.


Kalau kalian menggunakan senjata rahasia atau senjata yang tidak di sediakan oleh panitia maka kalian akan di diskualifikasi apa kalian mengerti"


Willy dan Rion pun mengangguk, kemudian wasit berkata lagi


"Ingat aturan untuk pemenang adalah ketika lawan menyerah, lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan, lawan pingsan dan lawan keluar dari arena pertandingan.


Apa kalian sudah siap kalau sudah siap maka pertandingan ini akan kita mulai"


Willy dan Rion berkata


"Ya kami sudah siap"


Wasit pun langsung memulai pertandingan.


"Kalau begitu pertandingan di mulai"


Setelah pertandingan di mulai wasit pun segera turun dari arena pertandingan.


Rion langsung bersiap dengan kuda kudanya kedua tangannya mencakar dengan kaki kiri dan tangan kanan di sepan dan kaki kanan di belakang dengan tangan kiri di silang di depan dada.


Willy pun membentuk kuda kuda tangan kiri di arahkan ke depan dengan mencakar kaki kiri berada di bagian depan.


Tubuh menyamping dengan kaki kanan ditekuk dan tangan kanan mengepal di depan dada.


Rion pun mencoba untuk memprovokasi Willy.


"Hai pangeran Sampah, apa kamu tidak menggunakan Jurus Tarian perang bangsa Dwarf yang konyol itu.


Tarian yang seperti para wanita penghibur menari di malam hari, hahaha....tarian Perang yang sangat konyol"


Willy pun tertawa


"Hahaha.... tentu saja akan aku gunakan jurus itu yang kamu sebut konyol itu, biar kamu dapat merasakan di pukul dengan jurus tarian Perang bangsa Dwarf"


Yang di maksud tarian Perang bangsa Dwarf itu adalah jurus pencak silat yang selalu di gunakan oleh Willy dan di gunakan juga dalam pertunjukan oleh para kapten kerajaan Lareagon.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2