
Semua orang bergegas berkumpul di lapangan desa tersebut dan keluar 2 orang anak yang seusia dengan Willy dan Maria.
Mereka pun berlutut di hadapan anak itu, kemudian salah satu dari mereka pun melapor "Tuan muda, Bos ke 20 sudah tewas terkena ledakan tadi bersama sebagian anak buahnya, apa yang harus kita lakukan sekarang"
Kemudian anak itu pun memerintahkan seluruh anak buahnya "Bentuk kelompok dan menyebar lah susuri hutan ini, anak itu pasti bersembunyi di dekat sini"
Assassin itu pun menganggukan kepalanya "Siap laksanakan tuan muda"
Assassin itu pun bangkit kembali berteriak "Setiap kapten dan anak buahnya menyebar cari mereka di Hutan ini"
Semua orang menjadi "Siap laksanakan...."
Semua orang pun melompat dan menghilang dari pandangan mata yang tersisa tinggal 2 orang tersebut.
"Rooney apa yang kita lakukan sekarang, Willy dan Maria ternyata cerdik juga, dia tidak masuk ke dalam perangkap kita" ucap Sovia.
"Iya aku kira mereka berdua benar benar datang ke desa ini, ternyata dia hanya seorang pengecut yang malah mengirimkan Golem untuk menggantikan posisi mereka" ucap Rooney.
"Mungkin mereka sudah melarikan diri dari tadi setelah mengirimkan 2 Golem pengganti" ucap kembali Sovia.
Rooney pun mengepalkan tinjunya "Kurang ajar dasar pengecut berengsek"
"Hahaha.....siapa yang bilang aku pengecut berengsek, bukan kah kamu sendiri yang pengecut berengsek, yang lari di hutan Legicia, dan sekarang mengerahkan pasukan assassin untuk membunuh ku, siapa yang pengecut sebenarnya" Willy menggunakan komunikasi jarak jauh.
Dia mengolok-olok Rooney dan memprovokasi mereka berdua, sehingga mereka berdua naik vitam.
"Di mana kamu bersembunyi, keluar lah dasar berengsek" teriak Rooney.
Wuss.... Duwar....
Maria dari atas bukit meluncurkan serangan sihir bola api yang kemudian meledak di dekat Rooney dan Sovia.
"Ayo kejar kami berdua kalau kamu memang hebat, setelah serangan itu pasti kalian berdua tahu lokasi kami berada" ucap Willy.
Rooney dan Sovia pun sekarang mengetahui lokasi Willy dan Maria yang berada di atas bukit, dan bahkan mereka pun dapat melihat dari jarak jauh.
Rooney dan Sovia pun melompat untuk menghampiri Willy dan Maria mereka siap bertarung satu dengan yang lainnya.
Tetapi di sana Willy dan Maria juga melompat mereka berdua melarikan diri dengan cara berpikir, Rooney dan Sovia pun saling menatap dan mereka menganggukan kepalanya.
Kemudian Rooney pun mengejar Willy sedangkan Sovia mengejar Maria, beberapa assassin yang melihat Rooney dan Sovia pun mengikuti mereka dari belakang, karena mereka juga tahu bahwa mereka sedang mengejar musuh.
__ADS_1
Willy dan Maria sengaja berlari terpisah, bukan karena mereka berdua takut tetapi mereka punya rencana lain, yaitu memisahkan antara Sovia dan Rooney.
Maria terus berlari dan melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya dengan menggunakan jurus langkah kilat.
Di belakang Maria, Sovia mengejar dengan kekuatan yang dia miliki, tetapi anak buahnya yang masih di belakang tertinggal jauh dan bahkan kehilangan jejak mereka berdua.
Maria melompat ke atas dan melihat ke area sekitarnya, dan terlihat tempat itu sudah sangat jauh dari pemukiman dan hanya tanah lapang yang di tutupi rerumputan setinggi mata kaki.
Maria pun berhenti dan bergumam "Di sini sudah cocok untuk bertarung, aku tidak akan sungkan lagi melawan si Sovia yang sok imut padahal memiliki hati yang busuk"
Tidak lama kemudian Sovia pun muncul dan jarak di antara mereka terpaut 50 meter saja, di sana Sovia pun langsung mencibir "Ternyata berakhir di sini, apa kamu sudah menyerah, kalau begitu berlutut lah dan minta maaf, maka aku akan membiarkan kamu mati dengan jasad yang utuh"
"Hahaha.....apa kamu bilang, menyerah. Justru aku itu menunggu kamu karena kamu itu sangat lambat" Maria balik mencibir.
"Sialan, aku tidak akan memaafkan mu, akan aku bunuh kamu sampai keluarga mu tidak bisa mengenalinya lagi" ancam Sovia.
Maria kembali tertawa "hahaha.... bahkan aku tidak memiliki keluarga di dunia ini, aku hanya assassin yang di tugaskan menjaga tuan ku saja tidak lebih, bahkan kamu mengancam ku dengan ingin menghancurkan jasad ku, apa kamu sanggup"
"Hai wanita bodoh, kalau kamu mau tahu, aku ini seorang Priest kuil dewa cahaya yang sudah diberkati oleh sang dewa, dan kekuatan ku di atas mu, berlutut lah maka aku akan membunuh mu tanpa rasa sakit" bentak Sovia.
"Kamu hanya wanita besar mulut, ayo bunuh aku kalau kamu bisa" Maria langsung mengeluarkan tombak kilin api dari sihir dimensi item Book.
Begitupun Sovia dia mengacungkan tongkat sihir ke atas dan langsung mengeluarkan sihir cahaya miliknya.
Wuss....
Tiba tiba cahaya yang menyilaukan matanya pun muncul dan selang beberapa detik Sovia meluncurkan sihir serangan.
"Pasak Es.... meluncur lah...."
Wuss.....
Setelah itu dia pun di selimuti cahaya putih dan ternyata dia sedang memakai Armor yang dia ambil dari sihir dimensi item Book miliknya.
Untuk menetralisir kilau cahaya yang di keluarkan oleh Sovia, Maria menggunakan sihir api untuk menyelimuti dirinya dan juga menggunakan barier pelindung.
Di sana Maria juga memakai Armor merah yang sudah di modifikasi oleh Willy sehingga kaca helm nya memiliki alat untuk merubah kecerahan cahaya
Sehingga sihir cahaya ilahi tidak berefek kepada Maria, dan pasak Es yang di luncurkan oleh Sovia menubruk barier pelindung yang di keluarkan Maria, sehingga mengakibatkan ledakan.
Pasak Es pun berubah menjadi air karena barier pelindung milik Maria di selimuti api, sehingga barier itu menjadi panas yang bisa melelehkan es menjadi air.
__ADS_1
Setelah beberapa lama cahaya pun menghilang dan Maria pun menghilangkan sihir api serta barier pelindung miliknya.
Di sana nampak Maria dan Sovia yang berdiri bersebrangan, mereka berdua memakai Armor dan siap untuk bertarung.
Maria memegang tombak kilin api sedangkan Sovia memegang tongkat Priest yang di bagian atasnya memiliki motif lingkaran seperti matahari dan di tengahnya ada kristal sihir berwarna biru.
Tetapi ada yang berbeda di tongkat milik Sovia, di bagian ujung nampak ada mata tombak yang runcing dan motif matahari itu seperti ada mata pisau yang tajam. Sehingga tongkat Priest tersebut berubah menjadi tombak sihir cahaya.
"Wow Armor mu keren juga, pasti itu sangat mahal, aku akan mengambil armor itu untuk aku pakai, tetapi sayangnya gunung kembar mu begitu besar, sehingga aku nanti akan merombaknya di bagian dada" ucap Maria.
"Ya tentu saja armor Putih ku lebih bagus dari pada punya kamu, ini di buat dari bahan oricarcum yang berkualitas" jawab Sovia.
Sontak Maria pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha....Aku kira armor mu mewah ternyata sampah"
"Apa maksud mu dengan armor ku sampah, ini adalah armor terbaik di kerajaan dewagon ku" ucap Sovia.
"Dasar bodoh, oricarcum itu logam termurah dan kualitasnya buruk, bahkan hanya prajurit Rendahan yang memakai Armor dari bahan tersebut, berarti kamu hanya pesuruh rendahan di kuil cahaya" ujar Maria yang memprovokasi.
Kemarahan nampak menyelimuti hati Sovia dia pun mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat.
"Lancang sekali kamu berucap, dasar wanita ******, armor ku ini harta berharga dari kuil dewa cahaya ku" bentak Sovia.
Dia pun mengangkat tombaknya dan kristal sihir itu mengeluarkan cahaya, kemudian terbentuklah lingkaran sihir yang lumayan besar.
"Rasakan ini, dasar sialan.....pasak Es meluncur lah....."
Wuss.....
Puluhan Es yang seperti stalaktit muncul dari lingkaran sihir tersebut dan meluncur dengan cepat kearah Maria.
Maria pun melompat dan menghindari setiap stalagtit es tersebut, dan seketika arena yang terkena jatuh es itu berubah menjadi membeku.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna