
Kapten Marco pun menjelaskan bahwa dia memimpin 100 prajurit Armor putih. Dan mereka bermarkas di gunung besar Bogi dekat Kota Boginia daerah kekuasaan kerajaan Lasiodora.
Mereka di sewa oleh pedang budak untuk mengawal pengiriman budak yang di jual oleh tentara bayaran awan gelap kepada orang yang di sewa mereka.
Pasukan prajurit awan gelap selain menjual budak diperjalanan dia juga menjarah, membunuh dan menangkap anak anak dan wanita untuk di jadikan tambahan budak yang akan di jual.
Dari desa desa kecil yang mereka jumpai dan bukan itu saja, mereka pun meluluhlantakkan desa yang mereka lalui. Karena mereka membawa pasukan yang banyak sehingga mereka tidak takut untuk menaklukkan semua desa yang mereka lalui.
Dan mereka juga disewa oleh Klan besar untuk berperang melawan klan lain yang sedang berselisih dengan imbalan yang setimpal.
"Tetapi setelah menyerahkan budak, kami di serang oleh pasukan monster ras Centaurus dan mereka berhasil membawa lari para budak yang di jual seharga prajurit awan gelap dan prajurit armor putih, berusaha mengejar dan menangkap kembali para budak yang di bawa lari
Sebagian dari kami dan pasukan awan gelap masih berperang melawan pasukan monster ras Centaurus tersebut dan tim kami yang mengejar para Centaurus yang melarikan diri dengan membawa para budak" ucap kapten Marco yang bercerita panjang lebar.
Willy pun tersenyum "baiklah kamu boleh pergi sekarang"
Kapten Marco sangat senang karena dia di ampuni dan dia pun bangkit dari posisi berlutut kemudian dia lari dengan sekuat tenaga.
Sambil berlari dia pun mengancam Willy dan Maria "Awas kalian berdua aku akan membawa lebih banyak prajurit untuk membunuh kalian berdua"
Willy tersenyum kemudian menatap Maria "akhir dengan satu serangan"
Maria pun mengangguk kemudian mengepalkan tangannya dan menyalurkan energi sihir elemen petir ke tinjunya "Jurus pukulan Taring Serigala...."
Maria menggunakan jurus beladiri taring serigala dari klan serigala yang dia pelajari dari kitab beladiri taring serigala bersama Willy.
Jurus yang Maria gunakan adalah jurus tingkat tinggi sehingga tinju yang dilancarkan berubah menjadi bentuk serigala petir yang lari mengejar kapten Marco.
Kapten Marco yang lari terbirit-birit, di kejar oleh serigala petir, karena lari dari serigala petir itu secepat kilat maka kapten Marco pun terkejar dan dia pun di tabrak oleh serigala petir tersebut, yang membuat kapten Marco mati tersengat aliran listrik dari serigala petir.
Setelah membunuh kapten Marco Maria pun di ajak Willy "Ayo cepat kita menuju tempat pertempuran prajurit awan gelap dan prajurit armor putih"
"Tapi bagaimana dengan prajurit awan gelap yang mengejar Centaurus tadi" ucap maria yang khawatir.
"Mereka hanya berjumlah 160 orang, sedangkan di benteng kota Heypan pejuang Orc ada 1.000 lebih apalagi martia memimpin pasukan pemanah, mereka pasti dapat mengalahkan prajurit awan gelap" ucap Willy meyakinkan Maria.
__ADS_1
"Ya kalau begitu ayo cepat pergi" Ajak Maria.
Willy dan Maria pun menggunakan kekuatan sihir elemen angin untuk berlari secepat kilat menuju tempat pertempuran.
Maria dan Willy memasuki hutan lebat melompat dari dahan pohon ke dahan pohon yang lainnya dan melihat dari kejauhan adanya kepulan asap.
Kepulan asap tersebut berasal dari Perkampungan yang sedang terjadi pertempuran, dan memang benar disana masih terjadi pertempuran antara Prajurit awan gelap yang dibantu oleh prajurit armor putih melawan pasukan monster Centaurus.
Banyak prajurit dari kedua belah pihak yang mati, tetapi kelihatannya lebih banyak prajurit awan gelap yang menjadi korban walaupun begitu mereka sekarang bisa memojokan pasukan Centaurus yang hanya tinggal 300 orang lagi
Willy dan Maria yang ada di pohon besar mengamati sekeliling mereka dan mengamati pertempuran yang terjadi.
"Ayo kita Musnahkan Prajurit Awan Gelap supaya tidak lagi menjadi ancaman di daerah sini" ucap Willy
"Prajurit armor putih pun tidak boleh di biarkan, kalau mereka kembali ke gunung bogi mereka akan membawa pasukan yang lebih banyak lagi " timpal Maria.
Mereka berdua langsung melesat ke arah terjadinya pertempuran, Willy menggunakan pedang barunya dia menggunakan energi sihir penguat untuk membuat pedang barunya 10 kali lebih tajam supaya dengan satu kali tebasan musuh langsung mati.
Begitu pula Maria dia menggunakan tombak angin tetapi tidak menyalurkan energi sihir elemen angin, karena serangan yang di lancarkan tombak anginnya tidak bisa membunuh makhluk hidup.
Sehingga sekarang Maria hanya menyalurkan energi penguat saja untuk mempertajam mata tombak.
Wuss....
Crack....
Crack....
Setelah turun dari pohon dan mendarat dekat prajurit awan gelap dan prajurit armor putih, Willy dan Maria langsung menebas dan menusuk semua prajurit sehingga terjadi pembantai sepihak.
Para pemimpin mereka pun berbalik dan berteriak kepada seluruh pasukan "Habisi orang yang telah membunuh saudara kita itu, serang...."
Semua prajurit yang sedang melawan pasukan Centaurus pun berbalik dan bergerak menuju Maria dan Willy yang sedang membantai mereka semua.
Musuh yang hanya ada di level prajurit, bagi Willy dan Maria hanya mereka anggap seekor serangga saja yang dengan mudah mereka habisi.
__ADS_1
Sehingga hanya dalam beberapa menit saja prajurit awan gelap dan prajurit armor putih sudah terbantai habis dan tidak ada yang tersisa.
Ke 300 pasukan Centaurus tetap siaga, takutnya mereka juga menjadi sasaran kedua orang yang membantai prajurit awan gelap dan prajurit armor putih.
"Siapa para pisikopat ini, dengan mudah mereka berdua membantai prajurit yang begitu banyak ini" ucap pemimpin Centaurus.
Willy dan Maria di sebut pisikopat karena mereka berdua membantai semua prajurit tanpa keraguan dan dengan sekali tebasan 2 sampai 3 orang langsung terkapar.
Willy dan Maria pun berhenti setelah semua terbantai habis, dan mendekati pasukan Centaurus.
Mereka pun mundur secara berlahan dan memasang sikap siaga, dengan senjata di arahkan kedepan.
Mereka semua takut kepada Willy dan Maria yang datang langsung membantai prajurit awan gelap dan prajurit armor putih, sehingga mereka pun menjadi waspada.
Willy dan Maria mendekati mereka karena di sana terlihat ada Centaurus yang terluka parah, dia tergeletak dengan napas setengah engah.
Willy menghampiri Centaurus yang terluka itu kemudian dia mengeluarkan botol potion, dan meminumkannya kepada Centaurus yang terluka parah tersebut.
Seketika Centaurus itupun sembuh, luka sayatan pedang di sekujur tubuh kudanya langsung menutup sempurna dan dia pun bangun kemudian berlutut.
"Terima kasih tuan muda, karena telah menolong saya" ucap Centaurus yang Willy sembuhkan.
Semua Centaurus yang dalam posisi siaga sekarang menurunkan kewaspadaannya dan menurunkan senjata mereka.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1