PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Menangis


__ADS_3

Elvina menganguk "Baiklah aku punya cara supaya dia tersadar dari sindrom ini"


Willy sedang kehilangan kendali atas dirinya sendiri, karena di selimuti Napsu Amarah dan Niatan membunuh, ketika Maria memasuki sindrom ini dia di peluk oleh Willy yang membuat dia nyaman.


Dan Maria pun kembali ke kesadarannya, tetapi Willy sangat susah, karena dia memengang pedang Dewa Naga Agung siapa pun yang mendekatinya pasti akan di hempaskan oleh senjatanya.


Sedangkan Maria tidak berbuat apa-apa dia hanya bisa melindungi Willy dari belakang, dan dia pun tidak bisa lebih dekat lagi dengan Willy.


Karena aura dominasi yang keluar dari dalam tubuh membuat Maria menjadi sesak sehingga Maria juga menjaga jarak aman 5 sampai 10 meter di belakang Willy.


Willy mengayunkan pedangnya kesegala arah "Mati kamu Raja iblis Garuda"


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Raja iblis Garuda dan Vania memasang sihir pertahanan untuk melindungi diri mereka masing-masing dari tebasan energi pedang Dewa Naga Agung.


Elvina menghalau segala serangan yang di lancarkan oleh Willy dengan pedang Phoenix Api Biru sehingga terlihat dua energi yang berbeda warna melesat ke sana kemari.


Serangan aura tebasan pedang Dewa Naga Agung yang berwarna kuning dan tebasan pedang Phoenix Api Biru yang berwarna biru muda saling bertubrukan.


Berturan kedua energi itu menimbulkan suara ledakan yang sangat keras dan dampak dari ledakan terbesar tembok dan dinding istana hancur porak poranda.


Sehingga kepulan debu semakin banyak dan membumbung tinggi, tetapi kilatan cahaya kuning dan biru terus bertubrukan karena Willy tidak henti hentinya menyerang dan terus mengayunkan pedangnya.


Setelah beberapa lama Willy pun berhenti menyerang tetapi ada suara teriakan dari Willy yang seperti kerasukan.


"Hahaha....Mati kamu Raja Iblis Garuda, dan hancur lah.... hancur dan musnah sudah....Hahaha...." Teriak Willy dengan tawa yang menyeramkan


Di arah berlawanan Elvina berteriak dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh semua orang yang ada di dunia ini "Kunaon Ari silaing Wildan Saputra, maneh ka ancikan Juring naon.

__ADS_1


Datang ka dieu Ngan saukur nyieun ka rusakan, Maneh di kirim ka Dunya ieu ku bapa maneh paman Erwin Jang nyalametkeun duya ieu, tapi Naha maneh nyieun karusakan.


Kuring datang kaduya ieu Jang nyegah kahancuran ieu duya, Jeung di titah ku bapa maneh, ngadampingan maneh ngabeh nyegah Ras Dewa ngahancurkeun ieu dunya, tapi manaeh sorangan nu ngerusak ieu dunya"


Translate : kenapa kamu Wildan Saputra, kamu kesurupan hantu apa. Datang kesini untuk membuat kerusakan, kamu di kirim ke dunia ini sama ayah kamu paman Erwin untuk menyelamatkan dunia ini, tetapi kenapa kamu malah membuat kerusakan.


Aku datang ke dunia ini untuk mencegah kehancuran dunia ini, dan di tugaskan oleh ayah mu untuk mendampingi mu, supaya mencegah Ras Dewa menghancurkan dunia ini, tetapi kamu sendiri yang merusak dunia ini.


Setelah mendengar suara yang Willy sudah familiar dan bahasa yang dia pakai itu adalah bahasa yang di gunakan dirinya waktu berada di dunia asalnya yaitu pelanet bumi dia pun tersadar dengan apa yang dia perbuat.


Mata Willy yang awalnya memerah karena dirasuki napsu amarah dan niat membunuh yang muat kepada Raja iblis Garuda, matanya berangsur normal.


Dia pun menjatuhkan pedanya dan pedang itu menancap kelantai, air mata pun mengalir, dia pun menangis dan menyesali perbuatannya.


Debu berangsur menghilang dan orang yang ada di depannya semakin jelas terlihat dan ternyata benar suara yang familiar itu berasal dari Elvina.


Willy tidak menyangka bahwa Elvina yang ada di hadapannya adalah Elvina kekasihnya yang berasal dari dunia yang sama dengannya.


Dan dia berengkarnasi menjadi anak dari Monster Ras Garuda dan menjadi putri dari Raja iblis Garuda yang dia anggap sudah membunuh kakak nya.


Sedangkan Maria yang sudah tahu siapa Willy dan nama aslinya dia hanya menyeringai kemudian bergumam "Ternyata Elvina".


Maria berjalan menghampiri Willy yang sedang berdiri mematung dan mengeluarkan air matanya.


Kemudian Maria memengang pundak dari Willy dan dia pun melirik kearah Maria sehingga tubuhnya yang mematung kembali rileks.


Elvina pun berjalan menghampiri Willy dan setelah 3 meter dia berhadapan, Willy langsung menghampiri dan memeluk Elvina dengan erat.


"Elvina....Kamu benar benar Elvina ku.... ternyata kamu berengkarnasi juga kedunia ini" ucap Willy sambil memeluk Elvina dengan menangis.


Elvina pun mengeluarkan air matanya "Ya aku disini, karena aku tidak bisa hidup tanpa mu di dunia asal kita, dan aku telah membalaskan dendam kamu kepada Hendi yang telah meracuni mu dan membuat kamu meningal dunia "


Mendengar percakapan Elvina dan Willy yang menyebutkan bahwa Elvina sudah membalas dendam dan mendengar Willy meninggal dunia membuat Raja iblis Garuda dan Vania menjadi heran.

__ADS_1


Raja Iblis Garuda bertanya kepada Vania sambil berbisik "Siapa sebenarnya Elvina?....."


Vania bingung dengan pertanyaan ayahnya itu "Bukanya Elvina adalah adikku, dan anak ayah, kenapa bilang siapa sebenarnya Elvina"


Raja Iblis Garuda mengangguk "iya benar Elvina memang anak ayah dan ibumu yang telah melahirkannya, tetapi sejak kecil dia aneh dan berbeda dengan kita.


Dari tingkah laku dan pola pikirnya seperti bukan seorang anak seperti pada umumnya, dan bahkan dari sejak usia dini kekuatan sihir nya melebihi kita dan hanya dia sendiri yang bisa menggunakan pedang Phoenix Api Biru.


Setelah dia bilang ada orang yang memberikan dia nama dengan nama Elvina, semenjak itu perkembangannya semakin pesat dari segi pisik dan kekuatan sihir"


"Kalau begitu ayo kita dekati mereka dan cari tahu" ajak Vania.


*


Willy yang sedang memeluk Elvina bertanya "Aku tidak tahu kalau kematian ku karena di racuni, dan Hendi pelakunya, tetapi kenapa kamu bisa memasuki dunia ini"


Elvina melepaskan pelukannya dan mulai bercerita "Setelah kamu masuk rumah sakit, dokter mengidentifikasi bahwa kamu terkena racun, dan kita pun lapor polisi.


Setelah diselidiki dan olah TKP ternyata yang meracuni mu si Hendi, dengan dalih ingin memenangkan kompetisi kejuaraan pencak silat, Dan setelah itu dia pun di penjara.


Aku stres atas kepergian mu dan menggila, dan mencari cara untuk bisa membalas dendam kepada Hendi, supaya dia mati dengan cara yang sama.


Aku pun memiliki ide dengan berkunjung ke Rutan tempat dia di penjara dan aku kasih dia racun dan akhirnya dia mati di dalam penjara.


Setelah itu aku pergi ke paman Erwin, karena dulu sebelum kamu melepaskan nyawa terakhir, aku lihat tangan paman Erwin bercahaya dan masuk kedalam tubuh mu setelah itu kamu pun meninggal dunia "


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2