PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pedang Kayu


__ADS_3

Maria dan Nattaya pun kembali ke tempat istirahat. Tetapi Nattaya tidak duduk dia langsung pergi keluar dan menemui ketua Tim dari kerajaan Scolopendera.


Nattaya disana berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya karena telah menyerahkan kalah, dia terlalu kuat untuk saya lawan"


Beruntung ketua Tim dari kerajaan Scolopendera orang yang pengertian dan baik hati.


"Bangunlah, kamu sudah tampil cukup bagus tetapi sayangnya lawan mu memiliki sihir spesial yaitu sihir elemen petir. Sihir elemen air mu akan menjadi bumerang kepada mu jika menggunakannya melawan penggunaan sihir elemen petir.


Kamu menyadari kelemahan mu sendiri dengan langsung menyerahkan kalah, baik lah biar aku nanti yang akan menjelaskan tentang menyerahnya dirimu di pertandingan kepada Raja Scolopendera"


Nattaya pun berdiri


"Terima kasih tuan atas pengertiannya"


"Sudahlah sekarang kamu beristirahat saja"


"Baik tuan"


Di ruang tunggu Willy dan Maria pun mengobrol dan di arena pertandingan pembawa acara memanggil peserta turnamen yang akan bertanding berikutnya.


"Ya untuk pertandingan kedua memperebutkan posisi 5 besar kita akan panggil kan peserta kita yaitu Fumio perwakilan dari Republik Kursia yang akan berhadapan dengan Roger Perwakilan dari kerajaan Dewagon"


Para penonton pun menyoraki Roger.


"Huuuu ..h dasar si curang"


"Malu maluin kerajaan Dewagon saja"


"Menang dengan mengandalkan jurus cahaya membuat musuh menjadi buta dan menjatuhkan nya keluar arena itu bukan lah sikap kesatria"


"Orang yang tidak memiliki kemampuan...."


Cemoohan dari penonton terus menderu di dalam stadion tetapi Roger tidak peduli karena dia pikir yang penting adalah menang.


Pertandingan ke 2 pun di mulai antara Fumio dan Roger, pertarungan seperti biasa di awal awal Roger mengintimidasi Fumio tetapi dia tidak perduli.


Dan pertarungan itu pun tidak lama karena Roger langsung mengeluarkan jurus andalannya.


"Jurus cahaya ilahi...."


Wuss....


Brak....


Duwas....


Penonton pun sudah menebak kekalahan Fumio di pertandingan kali ini karena penonton sudah tahu trik curang dari Roger supaya menang dengan mudah.


Cahaya itu pun berlangsung menghilang dan terlihat satu orang terkapar di luar arena dan satu orang berdiri di atas arena.


Dan ternyata yang terkapar itu adalah Roger dan yang berdiri di atas arena itu adalah Fumio yang menggunakan kaca mata hitam.


Fumio sudah mempersiapkan diri dengan membawa kacamata hitam yang dia sembunyikan dan ketika Roger mengeluarkan jurus andalannya maka pertahanan dia terbuka.


Fumio pun dengan cepat memakai kacamata hitam dan segera menerjang Roger sehingga dia keluar arena pertandingan.


Para penonton pun langsung bersorak atas kemenangan dari Fumio, wasit pun langsung mengumumkan kemenangan.


Pemenang pertandingan ini di menangkan oleh Fumio perwakilan dari Republik Kursia.


Semua orang bersorak dan bertepuk tangan karena orang yang mereka anggap licik kalah dengan telak.


Pertandingan selanjutnya pun akan di mulai pembawa acara pun memanggil peserta turnamen.


"Kita lanjutkan pertandingan ini untuk memperebutkan posisi 5 besar kita panggil peserta turnamen kita Agustin perwakilan dari kerajaan Inggarsia yang akan berhadapan dengan Wildan putra Eldra perwakilan dari kerajaan Lareagon"

__ADS_1


Semua orang bersorak menyambut Willy dan para penggemar Willy pun berteriak histeris apalagi anak perempuan.


Willy dan Agustin pun naik keatas arena pertandingan, wasit di sana pun bertanya kepada Willy.


"Sekarang aturan pertandingannya boleh menggunakan senjata milik pribadi apa kamu punya senjata milik pribadi.


Karena sekarang panitia tidak menyediakan senjata untuk bertanding".


Willy pun menjadi bingung karena tidak mungkin dia mengeluarkan pedang Dewa Naga Agung dia pun mengeluarkan pedang kayu yang di berikan oleh Kaka nya Willy yaitu Pedang kayu Heri Jovanka.


Willy mengeluarkan pedang kayu tersebut dari sihir dimensi item Book yang dia simpan dan bukan hanya itu Willy juga mengeluarkan belati pemberian kakanya tersebut kemudian di tempel di pinggang Willy.


"Wasit saya sudah mengeluarkan senjata yang saya miliki ayo kita lanjutkan saja"


Wasit pun heran karena Willy menggunakan pedang kayu untuk melawan Agustin di pertandingan memperebutkan 5 besar.


"Apa kamu yakin mau menggunakan pedang kayu sebagai senjata mu"


Wasit bertanya kepada Willy dan Willy pun mengangguk.


"Iya karena ini senjata ku yang aku punya karena panitia tidak menyediakan senjata dan harus menggunakan senjata milik pribadi"


Wasit pun menggelengkan kepalanya


"Ampun dasar bocah.... baiklah kalau begitu pertandingan di mulai"


Wasit pun memulai pertandingan dan penonton pun bersorak. Di salah satu tempat penonton VIP Maharani Roselia merasa geram karena Willy.


Maharani Roselia menganggap Willy menganggap peserta turnamen dari kerajaan Inggarsia tidak memiliki kemampuan sehingga Willy memakai pedang Kayu.


Maharani Roselia pun berteriak kepada Agustin.


"Agustin Habisi lawan mu jangan sampai berbelas kasih, dia telah meremehkan mu dengan menggunakan senjata pedang kayu"


Agustin pun memberikan isyarat


Kemudian Agustin pun berkata kepada Willy.


"Hai kamu, Adiku Elena di buat cacat oleh teman mu, dan sekarang aku akan membalaskan dendam adiku kepada mu.


Suruh siapa kamu mewakili kerajaan Lareagon, kerajaan monster yang sebentar lagi akan hilang dari pelanet ini.


Dan jangan remehkan aku dengan pedang kayu mu, kalau kau ingin tahu aku adalah jenius terhebat di Kerajaan ku dan calon putra mahkota kerajaan Inggarsia selanjutnya"


Willy tersenyum


"Sudahlah tunjukan saja kemampuan mu jangan banyak bicara, aku menggunakan pedang kayu ini karena aku tidak memiliki senjata lain, yang aku punya hanya pedang kayu ini"


Agustin pun langsung menyerang kearah Willy dengan pedangnya.


"Kurang ajar rasakan serangan ku ini....hiat..."


Willy bersikap dengan melapisi senjatanya dengan haki sehingga pedang kayu milik nya menjadi lebih keras dan tajam seperti pedang asli.


Wuss....


Pedang Agustin menyabet Willy dari atas ke bawah, kemudian Willy menghindar kesamping.


Agustin pun menyerang kembali sambil berkata.


"Betapa bodohnya mana mungkin pedang kayu bisa menandingi pedang asli"


Wuss....


Trang....


Willy menakis pedang milik Agustin dengan pedang kayu milik nya. Kemudian Willy dan Agustin pun saling serang dan menahan dengan senjata yang mereka miliki.

__ADS_1


Wuss....


Trang....


Trong....


Trang....


Brak....


Kemudian Agustin menggunakan energi sihir yang kuat dia menyalurkan energi tersebut kedalam pedang milik nya sehingga pedang tersebut menjadi lebih tajam dan aura semakin kuat sehingga daya hancur menjadi besar.


Agustin menyeringai dan berkata


"Kamu hanya lah seekor serangga yang akan segera hancur oleh serangan pedang ku ini"


Willy pun sedikit terkejut


"Astaga Aura membunuh ini kuat sekali"


Willy langsung mengeluarkan sihir pertahanan yang di terapkan di kulit dan baju dia sendiri supaya tidak kelihatan mencolok kalau dia menggunakan sihir pertahanan.


"Barier Pelindung di atas lapisan kulit dan baju"


Wuss....


Willy pun diselimuti oleh sihir pertahanan. Agustin pun menerjang dengan mengayunkan pedangnya.


"Sekarang matilah kamu....hiat....


Jurus pedang Pembelah langit...."


Wuss....


Sretas....


Willy pun menahan dengan pedang kayu yang telah di selimuti oleh sihir penguat.


Trang....


Duwar....


Energi dari pedang Agustin dan pedang kayu Willy saling berbenturan dan terjadi ledakan yang hebat.


Ledakan tersebut menimbulkan asap yang lumayan banyak. Dan asap tersebut berlangsung menghilang.


Agustin pun merasa kaget karena Willy tidak apa-apa dan pedang kayunya juga tidak patah di hantap oleh pedang milik Agustin yang begitu keras dan dengan menambahkan sihir.


"Apa kamu tidak apa-apa padahal itu serangan maksimal yang aku lancarkan kepada mu,


Kamu itu monster jenis apa serangan sekuat yang aku keluarkan tidak menggores mu sedikit pun"


Willy tersenyum sambil mengelus hidungnya.


"Hehe....aku manusia biasa yang memiliki darah Elf di tubuh ku, karena ibu ku adalah setengah Elf dan mungkin kalau menurut ilmu genetika aku memiliki satu per empat darah Elf"


Agustin tidak ciut karena serangan pedangnya tidak bisa menembus Willy, dan sekarang dia mengganti strategi.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2