
Jenderal itu pun meniup peluit dan segera datang elang raksasa mendekati dan itu adalah pangeran kerajaan Inggarsia anak dari Maharani Roselia.
Elang raksasa itu pun turun dan jenderal perang itu meloncat kepungung elang raksasa itu.
"Pangeran bawa yang mulia Maharani ke kerajaan Dewagon dan mintalah perlindungan kepada uskup agung, kami akan menyusul nanti kesana, dan pimpin pasukan udara, kita tidak bisa kembali lagi ke kerajaan Inggarsia karena sudah di kuasai oleh musuh " ucap jenderal perang.
"Jenderal kenapa dengan ibunda Maharani" pangeran itu bertanya cemas.
"Yang mulia Maharani hanya pingsan cepat lah pergi dari sini sebelum terlambat " setelah berkata begitu jenderal perang segera turun dari punggung elang raksasa tersebut.
Dan elang raksasa itu pun terbang menjauhi peperangan dan beberapa elang lain pun hadir tetapi mereka hanya melindungi pangeran dan Maharani Roselia.
Mereka pun terbang dan menghilang di angkasa serta tidak lagi terlihat dengan mata.
Bentrokan terus terjadi dan jenderal itu pun berteriak "prajurit ayo mundur ikuti saya"
Prajurit Maharani Roselia pun segera mundur dan beberapa prajurit sudah terbunuh dan hanya tersisa 2.000 orang lagi yang bisa lari dan lolos dari sana.
Sebagian lagi yang terluka harus menyerahkan dan menjadi tahanan dan yang lainnya mati mengenaskan.
Kalau saja telat beberapa menit lagi jenderal itu memerintahkan untuk mundur dan melarikan diri mungkin prajurit Maharani Roselia sudah musnah tidak tersisa oleh 100 ribu pasukan gabungan kerajaan Apalone dan kerajaan Philia.
Dan pada akhirnya kerajaan Inggarsia sudah resmi jatuh dan hilang, dan ibukota kerajaan sudah di gantikan nama menjadi kota Harapan. Dengan sistem kekuasaan meniru federasi bebas.
Dan kota itu pun menjadi basis perdagangan yang bagus dan menguntungkan bagi seluruh rakyat dan kota itu juga di awasi oleh Serikat Perdamaian Benua Utara.
*
Di kerajaan Jovalavia
Willy dan yang lainnya kembali ke kerajaan Jovalavia karena ingin melihat pembangunan pangkalan militer yang di janjikan oleh Raja Hendrik Jovanka.
Willy pun sangat puas dan janji Raja Hendrik Jovanka pun sudah terpenuhi tetapi tinggal satu lagi yaitu menceraikan Ratu Isabel di depan umum.
__ADS_1
Dengan bukti yang sudah Maria serahkan waktu sebelum Clarisa menikah dengan Raja Gibran.
"Anak ku Pangeran Heri Jovanka, aku mengutus mu untuk membawa kembali Ratu Isabel dari kerajaan Nebulosus, karena janji ku pada adik mu akan menceraikan ratu Isabel di depan kalian semua" ucap Raja Hendrik Jovanka.
"Baik ayahhanda Raja, aku akan pergi ke kerajaan Nebulosus untuk membawa kembali Ratu Isabel ke kerajaan Jovalavia ini" ucap Heri Jovanka.
Raja Hendrik Jovanka menepuk pundak Heri Jovanka "aku mengandalkan mu, tetapi hati hati lah karena Raja Adrian Plakona tidak akan membiarkan kamu membawa Ratu Isabel semudah itu"
"Iya ayahhanda Raja, aku tahu dia sudah mengalami banyak penghinaan waktu pernikahan kak Clarisa dan dia pergi dengan begitu marah, jadi aku akan membawa pasukan khusus bersama ku" ucap Heri Jovanka.
Ratu Vanessa pun berkata kepada Heri Jovanka "Anaku hati hati lah, aku sedikit khawatir tentang hal ini, aku takut terjadi sesuatu kepada mu nanti di perjalanan "
"Tenang lah ibunda Ratu, aku tidak apa-apa, kota tempat kekuasaan ku dekat perbatasan kerajaan Nebulosus dan anak buah ku banyak di tempatkan di sana jadi jangan khawatir " ucap Heri Jovanka.
Kemudian Ratu Vanessa pun berbisik kepada Heri Jovanka "kalau kamu pergi ke Dungeon Raja Iblis Garuda dan menemui istri mu, ibunda titip salam dan kepada Raja iblis Garuda juga"
Kemudian Heri Jovanka memeluk Ratu Vanessa "terima kasih ibunda Ratu, hanya anda lah yang tahu anak mu ini"
"Pergilah dan hati hati " ucap Ratu Vanessa dan melepaskan Heri Jovanka untuk pergi menuju ke kerajaan Nebulosus.
Heri Jovanka pun merasa senang "apa itu dek, kamu mau memberikan apa kepada kakak mu ini"
Heri Jovanka pun menengadahkan tangannya, kemudian Willy menarik dia kehalaman istana dan membawa dia kelapangan latihan dan di ikuti oleh semua orang.
"Ayo kak ikut aku kelapangan" Willy menarik tangan Heri Jovanka dan dia pun mengikutinya.
Di tengah tengah lapangan Willy pun menggunakan sihir dimensi item Room, dan lingkaran sihir pun terbentuk , lingkaran sihir itu lumayan besar dan sedikit demi sedikit mengeluarkan benda berwarna putih.
Benda berwarna putih bercahaya lama kelamaan muncul sepasang kaki besar dan tubuh setelah beberapa lama terlihat sosok Golem metal berwarna silver dengan posisi berlutut dan pedang berada di pinggangnya.
Semua orang tersentak kaget, termasuk Heri Jovanka yang pernah melihat Golem metal raksasa seperti ini bertarung dengan monster raksasa dan memenangkan peperangan.
"Aku ingin memberikan ini kepada kakak, aku tidak enak kalau kakak ku sendiri tidak memiliki nya, paman ku raja Gibran sudah memiliki MecaBot bernama king Eldragon dan kak Ferik sudah memiliki nya dan kakak juga tahu waktu di peperangan ladang kematian.
__ADS_1
Punya kak Ferik di beri nama king Lareagon dan yang aku pake di beri nama iblis merah, dan ini sekarang punya kak Heri, silahkan beri nama" ucap Willy.
Heri Jovanka pun merasa sangat senang dan merasa sedang bermimpi, tadinya dia ingin meminta MecaBot itu kepada Willy yang mereka kira Golem metal, tetapi ternyata Willy memberikan nya sendiri tanpa di minta.
Heri Jovanka mengelus MecaBot silver itu seperti seorang anak kecil yang berulang tahun dan di berikan hadiah spesial.
Kemudian Heri Jovanka pun memeluk dan mencium pipinya Willy "Terima kasih adik ku sayang, aku sangat sayang pada mu"
Heri Jovanka sambil meneteskan air mata bahagia, kemudian Willy memberikan buku panduan kepadanya kakak nya itu "ini kak buku panduan untuk bisa menggerakkan MecaBot itu"
Heri Jovanka pun mengambil buku panduan tersebut dan memasukkannya kedalam saku celana karena buku panduan itu sebesar buku saku.
"Nanti saja aku baca dan Golem metal ini, eh Golem metal apa nama nya dik" tanya Heri Jovanka.
Willy pun tersenyum dan menjawab "namanya MecaBot kak, tapi di sebuah Golem metal juga tidak apa-apa karena sama saja"
"Oh iya MecaBot, dan MecaBot ini akan Kakak beri nama Silver knight" ucap Heri Jovanka sambil bertolak pinggang bangga.
Willy pun memuji "wah nama yang bagus"
Kemudian Heri Jovanka pun memasukan silver knight itu kedalam sihir dimensi item Room milik nya.
"Aku akan memakai dan berlatih menggunakan MecaBot silver knight setelah kembali dari kerajaan Nebulosus" ucap Heri Jovanka.
***
Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna