PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Berteleportasi


__ADS_3

Willy berbicara sendiri


"Kak Willy tanpa sengaja sudah masuk kedalam taman labirin ini, baik lah besok pagi Willy akan coba untuk pergi ke kerajaan Lareagon tapi bukan untuk meminta bantuan Willy hanya ingin tahu saja kerajaan lain seperti apa"


Willy melamun dan dia teringat kata-kata dari kakek Fahetar.


"Kalau kamu memang anak dari Edward El Dra, ambilah senjata yang tertancap di Batu kerajaan Lareagon, kalau memang kamu keturunannya pasti senjata itu dapat kamu cabut karena senjata itu sudah ratusan tahun menunggu pemiliknya datang"


Willy mengingat perkataan dari kakek Fahetar dan kemudian bertekad besok pagi dia harus pergi ke kerajaan Lareagon dan melihat apa benar senjata ayahnya yang sekarang berada di kerajaan Lareagon itu ada.


Willy pun berbicara sendiri lagi.


"Ayah, Willy sudah tahu apa yang direncanakan oleh ayah, Willy harus menggantikan ayah untuk melindungi dunia ini kan. Ya Willy akan melakukannya sesuai dengan harapan ayah"


Tidak terasa langit sudah gelap dan malam pun tiba, Willy merebahkan diri dengan tas yang bawa dia jadikan bantal.


Tidak butuh waktu lama Willy pun tertidur pulas. Didalam tidurnya Willy bermimpi dia menjadi sosok dewasa sebelum masuk ke dunia ini yaitu menjadi sosok Wildan.


Wildan bertemu dengan kekasihnya didalam mimpi.


"Wildan sayang kesinilah aku ada di sini sayang"


Sosok wanita yang dia cintai sebelum masuk kedalam dunia ini mendatanginya dalam mimpi wanita itu m manggil manggil nama Wildan.


Wildan pun berlari sambil berteriak teriak.


"Elvina dimana kamu, aku disini"


"Wildan sayang kemarilah ini Vina ada di sini"


Wildan di dalam mimpinya terus berlari mencari kekasihnya itu, Elvina muncul dan memanggil Wildan tetapi ketika Wildan mengejar sosok Elvina kemudian menghilang.


Wildan terus berlari mencari dan terus mencari sambil teriak memanggil


"Elvina tunggu jangan tinggalkan aku, Elvina berhenti"


"Kesini ayo kejar Vina sayang"


"Elvina tunggu jangan kesana berhenti"


Didalam mimpi Elvina jatuh kedalam jurang dan berteriak


"Wildan saya tolong aaaa...ch"


Brus....

__ADS_1


Kemudian Willy pun terbangun sambil berteriak


"Elvina.... Tidak....."


Hah....hah....hah....hah


Willy bangunan sambil terengah engah, sudah lama sekali setelah dia berhenti belajar silat dari bimbingan Wildan di dalam mimpinya Willy tidak pernah bermimpi lagi hal-hal lain yang berasal dari dunia asalnya.


Tetapi sekarang ketika dia berada di bangunan yang mirip dengan kuil ini Willy bermimpi lagi tentang masa lalunya.


Yaitu bertemu kembali dengan orang yang sangat dia cintai, wanita yang selama hidupnya selalu menemani hingga Wildan meninggal dunia dan berengkarnasi menjadi Willy.


Willy sempat berpikir,


"Apakah ini suatu bertanda bahwa Elvina ada di dunia ini, tetapi ini tidak mungkin terjadi"


Willy mengandai andai


"Ach mungkin dia sudah bahagia dengan lagi laki lain di Bumi dan tidak mungkin dia berada di dunia ini,


Tapi apa mungkin Elvina meminta ayah Edwin untuk di transfer ke dunia ini dan dia berengkarnasi menjadi seorang anak di Dunia ini.


Ach tapi itu tidak mungkin terjadi karena untuk berengkarnasi aku juga harus meninggal dunia terlebih dahulu.


Tidak mungkin juga Elvina bunuh diri dan berengkarnasi ke dunia ini, dia kan punya keluarga yang sangat dia sayangi"


Willy pun memegang kepalanya karena pusing memikirkan mimpi yang dia alami.


Willy menggertakan gigi


"Ach.... sudah lah kenapa harus aku pikirkan yang penting hari ini aku akan pergi ke kerajaan Lareagon terlebih dahulu"


Willy bangunan dan berdiri karena pas dia bangun dan berteriak hari sudah pagi.


Willy berjalan kearah westafel yang ada diluar bangunan itu kemudian dia mencuci muka setelah itu dia kembali kebangunan kuil itu untuk mengambil tas dan makanan yang ada di dalamnya.


Willy pun memakan makanan yang tersisa dari dalam tas yang dia bawa kemudian melihat sekeliling bangunan tersebut.


Dia melihat ada cekungan di batu yang berada di atas pilar setinggi 50 cm di tengah tengah bangunan kuil tersebut.


Kemudian Willy melihat surat dari kak Heri Jovanka yang kemarin dia baca, Willy melihat lembaran satunya lagi.


Karena disana ada gambar cara untuk berteleportasi ke kerajaan Lareagon, setelah Willy mengamati dengan seksama kemudian Willy mengambil pisau belati yang selalu dia bawa.


Kemudian Willy membuka sarung belati tersebut dan di letakan masuk kedalam cekungan batu tersebut.

__ADS_1


Ceklek....


Pisau belati itu pun masuk dan pas dengan cekungan batu setelah itu cahaya muncul dari bawah berwarna merah.


Cahaya itu membentuk sebuah pola sihir dan cahaya merah itu semakin lama semakin terang.


Wuss....


Willy pun terselimuti cahaya terang itu sampai penglihatan mata Willy memudar kemudian cahaya yang menyelimuti Willy berangsur menghilang.


Penglihatan Willy menjadi gelap Willy pun kaget karena ini bukan tempat yang pernah dia berada


Ternyata Willy sudah di teleportasi kedalam sebuah goa, karena hanya ada batu keristal Sihir yang bercahaya menempel di dinding goa tersebut.


Willy mulai berjalan menyusuri goa dia mengikuti arah cahaya yang terang Willy berjalan terus dan kemudian tiba di mulut goa tersebut.


Willy keluar dari dalam goa itu tetapi di depan mulut goa ada sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi dan di atasnya banyak pepohonan yang rindang.


Samar samar terdengar suara dari orang orang yang sedang berlatih.


Hiat ...hiat ...hiat...


Trang...Trang...Trang ...


Terdengar teriakan-teriakan semangat dan bunyi senjata yang sedang beradu, Willy yang masih di mulut goa dia berusaha untuk memanjat tebing.


Denan susah payah Willy pun sampai ke atas dan dia pun melihat anak anak bangsa Dwarf sedang berlatih beladiri.


Ada yang menggunakan tangan kosong, ada yang menggunakan senjata pedang dan ada juga yang menggunakan senjata Kampak.


Willy tidak langsung keluar, dia terus mengawasi, mengendap ngendap dan bersembunyi.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.

__ADS_1


__ADS_2