
Mereka semua bergerak maju kemedan perang, tidak seperti kemari yang berlari untuk segera membunuh musuh dan bertarung di antara mereka.
Sekarang kedua belah pihak maju berjalan selangkah demi selangkah untuk mempertahankan formasi mereka masing-masing.
Pasukan kavaleri maju memacu kudanya dan bergerak melewati semua pasukan karena pasukan musuh pun sudah maju dengan mengendarai Monster hewan dan bergerak dengan sangat cepat.
Bahkan di antara mereka ada yang mengendarai Giant crab yang di perkirakan besarnya sebesar mobil pada jaman sekarang, dan itu bukan satu atau dua orang tetapi banyak.
Kalau di kalahkan dengan cara biasa itu tidak akan mudah tetapi Willy sudah mengantisipasinya dengan pasukan yang menggunakan mini bot untuk melawan mereka.
Lontaran bola batu dari pihak kerajaan Inggarsia pun terus di lontarkan kearah prajurit kerajaan Lareagon dan ada beberapa kelompok barisan prajurit yang terkenal bola batu tersebut.
Sehingga banyak pula yang tewas karena lontaran dari alat pelontar tersebut dan terkena bola batu yang sangat besar dan berat.
Perang di ladang kematian tidak terelakkan lagi pasukan kavaleri sudah bertempur dengan pasukan musuh yang mengendarai Monster hewan seperti harimau raksasa, kadal balistik dan monster hewan lainnya.
Pasukan angkatan udara dari musuh pun mulai mengudara mereka langsung menukik ke Medan perang untuk membunuh prajurit kerajaan Lareagon.
Dan di pihak kerajaan Lareagon pun tidak tinggal diam sehingga mereka pun mengudara dan terjadilah perang di udara antara pasukan udara kerajaan Lareagon dan kerajaan Inggarsia.
Pertempuran di darat maupun di udara sudah terjadi dan sangat sengit sekali bahkan pasukan musuh pun mengeluarkan pasukan terkuat mereka yaitu puluhan makhluk besar yaitu monster raksasa yang pernah mereka taklukan dan pelihara untuk keperluan perang.
Pasukan ini lah yang membuat negara lain takut dengan kerajaan Inggarsia, karena pasukan ini sangat kuat dan tidak bisa di hadapi dengan mudah oleh senjata biasa.
Willy memakai earphone untuk bisa menghubungi semua pasukan khusus yang sudah di tempatkan di beberapa titik penting.
"Apa semua pasukan sudah siap" tanya Willy ke setiap kapten yang sudah berada di posisi masing masing.
"Kami sudah siap komandan" jawab setiap kapten.
"Bagus kalau begitu, eksekusi setiap musuh yang ada di dalam jangkauan kalian baik itu di darat maupun di udara" ucap Willy memerintah.
"Siap laksanakan" ucap setiap kapten.
Pasukan khusus yang di pimpin Willy bersiap sambil bersembunyi di semak-semak yang berada di perbukitan mereka menembaki pasukan udara musuh dan menembaki para prajurit musuh yang berada di jangkauan mereka.
__ADS_1
Raja Freevik Reagon hanya mengawasi dari atas bukit tertinggi, melihat situasi peperangan yang di temani oleh jenderal divisi angkatan udara.
Biar pun pasukan udara musuh lebih banyak tetapi dalam hal teknokogi, dan serangan pasukan udara kerajaan Lareagon lebih unggul apalagi pasukan Willy yang mengendarai Wyvern.
Mereka lebih cepat dan senjata yang mereka bawa untuk menyerang lebih mematikan sedangkan pasukan udara musuh hanya mengandalkan panah CrossBow, dan sihir ledakan meski ada beberapa dari mereka yang memasang pelontar di atas mahluk terbang yang mereka naiki.
"Kak apa kita hanya berdiam diri saja di sini, ayo kita olahraga sebentar sebelum kak Ferik menggunakan King Lareagon yang kak Ferik punya" ucap Willy semangat.
Raja Ferik Reagon pun bersemangat mendengar ajakan dari Willy " ayo kita ke Medan pertempuran dan meregangkan otot-otot kita"
Maria hanya tersenyum mendengar ucapan mereka karena dia pun sedang bersemangat.
Mereka bertiga memacu kudanya ke tengah Medan perang dan mengeluarkan senjata andalan mereka masing masing.
Di tengah pertempuran serangan fisik serangan sihir dan serangan lainnya di lancarkan oleh prajurit baik prajurit dari kerajaan Inggarsia maupun prajurit dari kerajaan Lareagon.
Setelah sampai di tengah pertempuran mereka bertiga turun dari punggung kuda yang mereka tunggangi dan bersiap membantai semua prajurit musuh yang mendekati mereka.
Mereka bertiga sangat kompak di Medan perang semua musuh yang mendekat langsung terlibas habis dan mati seketika.
Pedang yang di pakai oleh Raja Ferik Reagon adalah pedang ke dua terhebat yang di wariskan oleh pahlawan legendaris Legia Lareagon dan sudah menjadi senjata turun menurun yang di berikan kepada Raja Lareagon selanjutnya.
Mereka bertiga seperti menari nari di Medan perang itu adalah jurus kombinasi dari mereka bertiga ketika berguru kepada penyihir agung Volyaw Fahetar.
Dan jurus itu di pakai sekarang di saat perang terbuka melawan kerajaan Inggarsia bahkan prajurit dari kerajaan Lareagon semua memandang terpana dengan jurus kombinasi yang mereka bertiga gunakan.
Mereka bertiga mirip seperti legenda sanin di serial anime Naruto.
Di tengah tengah pertempuran ada seorang perempuan yang menggila membantai prajurit kerajaan Lareagon sambil berteriak. "Maria lawan aku, kali ini aku tidak akan berbelas kasih"
Wuss....
Brak....
Duwar....
__ADS_1
Wanita itu menggila menebaskan pedangnya dengan di selimuti elemen sihir sehingga terjadi ledakan.
"Maria ayo kita selesaikan urusan kita, dendam ku harus terbalaskan hari ini juga, kamu telah merusak wajah cantik ku dan sekarang aku akan membalas mu 10 kali lipat" teriak wanita itu.
Maria yang sedang menebas musuh dan menari di Medan perang mendengar teriakan dari putri Elena yang waktu di kompetisi benua Elena di lukai wajah oleh Maria.
Meskipun dengan menggunakan sihir Penyembuh dan Potion penyembuhan bekas luka yang di goreskan Maria tidak hilang di wajah cantiknya Elena sehingga dia sangat dendam kepada Maria.
Peperangan ini juga terjadi karena Maharani Roselia sudah berani menghina bangsa Dwarf dan meremehkan Maria yang menjadi peserta perwakilan dari kerajaan Lareagon.
Sehingga saling hina terjadi di federasi bebas ketika kompetisi berlangsung dan dengan kesepakatan kedua kerajaan ini akan mengadakan perang terbuka yang berlangsung sekarang ini.
Di peperangan ini Elena berniat membalas penghinaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Maria dengan menorehkan luka di wajahnya.
Setelah kepulangannya dari federasi bebas, Elena tidak berhenti berlatih untuk menambah kekuatanya dan menaikan levelnya sehingga sekarang dia sudah mencapai level pahlawan.
Karena itulah Elena mendapatkan kepercayaan diri untuk melawan Maria dan keyakinan bisa menang dari Maria karena kekuatan dan levelnya sudah bertambah.
Maria berhenti untuk bertarung dan mengamati serta mencari sumber suara yang dengan keras memanggil namanya.
Maria pun menemukan sumber suara itu dan kemudian dia menggunakan jurus elemen angin dan mengeluarkan di kakinya dia pun melompat dan seperti jurus meringankan tubuh.
Maria melompat dari kepala prajurit satu ke prajurit Lainnya untuk cepat berhadapan dengan Elena Maria pun menjawab Elena "Hai tuan putri yang sombong aku ada disini kalau kamu ingin membalas dendam kepada ku, ayo aku temani kamu untuk bermain"
Maria melompat dan berputar di udara kemudian mendarat dengan mulus di atas tanah serta menendang prajurit musuh yang menghalanginya untuk berhadapan langsung dengan Elena.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna