PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Ledakan


__ADS_3

Desa yang di masuki oleh Willy dan Maria nampak biasa saja, banyak orang beraktivitas seperti biasa, para petani ada yang menjemur padi dan jagung.


Penduduk lainnya ada yang sedang memotong kayu bakar, ada yang sedang menempa senjata dan ada juga yang sedang membuat kerajinan tangan.


Tetapi anehnya di desa ini tidak terlihat anak anak dan wanita yang biasanya bermain dan berkumpul, disini hanya terlihat laki laki saja yang masih muda dan laki-laki paruh baya.


Willy dan Maria pun berjalan bisa dan tidak menampakkan kecurigaan, penduduk desa itu tidak ada yang menyapa sedikit pun dan hanya mencuri pandang dengan tatapan membunuh.


Willy pun melihat kedai makan, dia pun mengajak Maria untuk beristirahat di tempat itu. "Ayo kita istirahat di kedai itu sambil minum dan makan sebentar".


Maria pun mengangguk dan mengikuti Willy "Baiklah ayo.


Mereka pun masuk kedalam kedai makan tersebut, kemudian datang seorang pelayan tua dengan punggung bungkuk "silahkan tuan muda dan nona muda, silahkan masuk dan duduk, mau pesan apa tuan muda dan nona muda"


Pelayan tua itu menyambut mereka dengan ramah, Willy dan Maria pun masuk dan duduk lalu memesan makanan dan minuman. "Aku minta minuman dan makanan terenak di kedai ini jangan lama ya"


Pelayan tua itu pun mengangguk dan tersenyum ramah "Baik tuan muda, segera aku siapkan"


Di kedai itu lumayan ada pengunjungnya, ada sekitar 20 orang dalam 5 meja yang terisi dan sedang duduk di kursinya masing masing.


Tetapi mereka tidak ada yang bersuara sedikit pun bahkan hanya terdengar suara jangkrik saja yang bersembunyi di balik batu yang sedang mengepakkan sayapnya sehingga membuat suara krik....krik....


Tidak lama kemudian pelayan tua itu membawa sepiring daging dan seguci kecil arak "ini tuan muda makan terenak di sini adalah daging Babi dan arak spesial yang membuat stamina menjadi lebih kuat"


Pelayan tua itu pun menaruh sepiring daging dan arak di atas meja, Willy dan Maria tersenyum dan mengucapkan terima kasih "Terima kasih pak tua"


Kemudian Willy meraih gelas keramik dan menuangkan arah kedalamnya, setetes kecil arak itu keluar dari jalurnya dan tidak masuk kedalam gelas dan mendarat di meja kayu.


Kalau orang biasa mungkin tidak terlihat bahwa arak itu biasa biasa saja, tetapi dengan mata Willy dan Maria yang jeli, mereka melihat setetes arak yang mendarat di meja kayu membentuk korosi yang kecil dan mengeluarkan sedikit asap.


Willy pun tahu bahwa itu bukan arak meskipun aromanya seperti arak, tetapi itu asam kuat yang bisa melelehkan benda apapun.

__ADS_1


Si pelayan tua itu membungkukkan badannya yang memang sudah bungkus dan tersenyum sambil menjawab ucapan terima kasih Willy dan Maria "sama sama tuan muda, nona muda, silahkan menikmati"


Kemudian pelayan tua itu menegakkan kembali tubuhnya sambil tersenyum karena melihat Willy mau meminum arak tersebut.


Willy terlebih dahulu mencium aroma dari arah tersebut dan memujinya "Aromanya enak, pasti rasanya menyegarkan"


Pelayan tua itu tersenyum sinis "silahkan di nikmati tuan muda, nona muda"


Setelah Willy mencium aroma arak yang ada di dalam gelas yang dia pegang, kemudian Willy menyiramkannya ke wajah pelayan tua itu.


Wurrr....


"Sayangnya aku tidak minum racun seperti ini"


Wajah pelayan tua itu langsung mengelupas, dan menutupi wajahnya yang telah di siram oleh Willy, dan yang mengelupas itu bukanlah wajah aslinya tetapi hanya topeng untuk penyamaran.


Si pelayan tua itu pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... ternyata ketahuan juga bahwa itu adalah racun, ternyata seorang putra Eldra tidak bisa di remehkan begitu saja"


Willy pun malah ikut tertawa "Hahaha.... penyamaran mu bagus juga, tetapi anak buah mu semua bodoh, ketika aku masuk ke desa ini tidak ada seorang pun anak anak dan wanita, dan juga di sini banyak orang tapi tidak ada yang bersuara sedikit pun, apa mereka bisu, pembunuh bayaran seperti kalian mudah di kenali kalau kalian menyamar seperti ini, berarti kalian semua pembunuh bayaran yang masih amatir"


"Hahaha.... kalau kami bodoh, kalian berdua lah yang bodoh dan malah masuk perangkap kami"


Dengan cepat si pelayan tua itu menebak kepala Maria dan Willy sampai terpisah dari tubuh mereka dan menggelinding ke lantai.


Darah berhamburan keluar dan mereka pun tertawa terbahak-bahak dengan sangat puas "Bocah bodoh aku si nomor 20 assassin terbaik di kedai pembunuh yang di juluki si pedang kilat dengan mudah membunuh kalian berdua"


Mereka pun mengangkat senjata mereka dan berteriak gembira "Hura.....Hura....."


"Selamat Bos anda bisa membunuh mereka berdua dengan mudah, bahkan mereka di penggal dengan cepat"


Semua anak buah si nomor 20 memberikan selamat kepada pemimpin mereka karena sudah berhasil memenggal kepala Willy dan Maria dengan begitu mudah.

__ADS_1


Tetapi detik berikutnya, mereka tidak menyadari bahwa jasad Willy dan Maria berubah menjadi gumpalan pasir, dan di sana menggelinding 2 inti monster yang jatuh dari gumpalan pasir tersebut.


Warna inti monster itu merah bercahaya, semakin lama warna merah keluar semakin bercahaya dan....


Boom....


Kedua inti monster itu meledak dengan keras yang membuat seisi kedai itu porak poranda, bahkan orang yang terkena ledakan seperti itu tidak akan ada yang selamat.


Ternyata Willy dan Maria yang tadi masuk ke dalam desa itu adalah Golem tanah yang di buat oleh Willy dengan sihir Roux Rume dan di kendalikan dari jarak jauh.


Sedangkan Maria menyisipkan inti monster yang sudah di tanam sihir peledak dan di masukan ke dalam tubuh kedua Golem tersebut, dan membuat ledakan yang sangat besar.


Willy dan Maria yang masih ada di bukit tersenyum jahat, sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka keluarkan dari dalam sihir item Book mereka.


"Maria kamu sangat kejam, lihat ledakan itu, seperti ledakan naga petir yang kamu buat di kota Ormea" ucap Willy sambil menyeringai.


"Itu masih kecil karena hanya menghancurkan area sekitarnya saja, aku hanya memasang segel sihir peledak tingkat rendah saja tidak sebanding dengan naga petir ku waktu di kota Ormea" Maria berucap sedikit angkuh.


Memang benar apa yang di ucapkan Maria, dia menggunakan jurus naga Petir dan langsung membunuh beberapa troll dan kemudian membalikan laju sihir naga Petir ke atas langit, kalau saja sampai meledak di darat mungkin kota Ormea akan hancur porak poranda karena ledakan tersebut.


Beruntung Maria membelokanya ke atas langit dan meledak jauh di anggasa yang membuat monster hutan ketakutan karena kekuatan ledakan tersebut.


Para assassin yang tadi masih menyamar pun kelimpungan karena ledakan tersebut dan semua orang yang berada di kedai mati, termasuk si nomor 20.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2