PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Membuat Keributan


__ADS_3

Ketika Tetua Wan tiba disana dengan 10 Prajurit, perkataan dari Raja Freevik Reagon pun ternyata benar begitu banyak pengawal dari kediaman Tetua Wan yang terluka dan pingsan.


Pemandangan di sana begitu mengerikan karena semua pengawal bergeletakan di mana mana dengan tubuh bekas terbakar dan terkena serangan petir.


Disana Luwan yang masih sadar pun berteriak.


"Ayah tolong aku mereka berdua akan membunuh ku"


Luwan dengan sedikit terluka dia berlari ke tetua Wan, dan dengan lidah nya yang busuk dia pun melaporkan kejadian tersebut.


"Ayah ke 2 anak ini dia telah mencuri token emas dan membuat gaduh di kediaman kita ini, tolong tangkap dan beri mereka hukuman yang berat"


Kemudian Luwan pun tersenyum jahat dan berbicara kepada Willy dan Maria.


"Hai Pencuri kecil sekarang disini ada ayah ku yang akan menangkap kalian berdua, menyerahkan lah kalian kalau tidak kamu akan tinggal nama"


Kemudian Luwan menyuruh tetua Wan


"Ayo ayah perintahkan para prajurit untuk menangkap si Pencuri itu dan hukum dengan berat"


Luwan merengek seperti anak meminta jajan kepada ayahnya dengan memasang wajah yang menjijikan.


Plak .....


Tiba-tiba Luwan di tampar oleh tetua Wan.


"Anak kurang ajar beraninya membuat masalah di keluarga Klan serigala ini apa kamu sudah bosan hidup"


Tetua Wan marah dan berkata seperti itu kepada Luwan. Sambil kesakitan Luwan pun bertanya kepada Tetua Wan.


"Ayah, apakah Ayah tidak salah ucap. Yang membuat Onar itu mereka berdua dan yang bosan hidup adalah mereka juga kenapa Ayah malah marah kepadaku"


Plak....


Kemudian tetua Wan menampar lagi pipi yang satunya.


"Dasar anak tidak tahu diri.... prajurit bawa anak bodoh ini ke dalam tahanan dan tunggu hukuman yang pantas yang akan di berikan oleh kepala keluarga nanti"


Prajurit itu pun mengangguk


"baik Tetua..."


Kemudian Tetua Wan berjalan mendekati Willy dan Maria dia pun memberi hormat kepada mereka berdua.


"Maaf kan atas kebodohan anak ku tuan muda dan nona muda, apa anda berdua tidak apa apa"


Willy pun tersenyum.


"Kami tidak apa apa, eh ini pasti Tetua Wan maaf kami berdua sudah membuat keributan di kediaman Tetua Wan dan membuat para penjaga ini menjadi tepar"


Tetua Wan pun tersenyum


"Tidak apa apa tuan muda mereka memang orang yang lemah jadi biarlah itung itung memberikan mereka pelajaran.


Eh ngomong ngomong anda sudah di tunggu oleh Maharaja Freevik Reagon dan kepala keluarga di rumah utama kediaman klan serigala"


Willy dan Maria pun diajak untuk pergi ke rumah utama kediaman klan serigala. Dan di perjalanan menuju rumah utama mereka pun mengobrol.


"Tuan muda, saya mewakili anak saya untuk meminta maaf atas kebodohan anak saya, dan saya mohon tuan muda Sudi bermurah hati untuk tidak memperpanjang masalah ini"


Willy tersenyum tetapi yang menjawab Tetua Wan adalah Maria


"Enak saja memaafkan si Luwan, saya tahu Luwan itu anak Tertua wan, tapi dia berbuat seperti itu bukan kali ini saja.


Sebelumnya dia pernah mencegat kami waktu kami pulang latihan, Mempropokasi juga ingin melecehkan saya dan Siren orang seperti itu tidak bisa di maafkan"


Tetua Wan pun menjadi marah dia berbicara sambil mengumpat anaknya itu.

__ADS_1


"Kurang ajar si Luwan dia sudah memalukan keluarga wan dan klan serigala"


Kemudian tetua Wan berbicara kepada Maria.


"Nona Muda, Maaf atas kelancangan Anaku, dia adalah anak satu satunya yang kurang kasih sayang karena ibunya meninggal setelah dia lahir, tetapi berbelas kasih lah, karena dia satu satunya yang mewarisi keturunan dari saya.


Saya akan memberikan kompensasi kepada Nona Muda agar bisa meringankan hukuman anak saya Luwan"


Di sana Willy tertawa


"Hahaha.....orang tua yang sayang kepada anaknya memang begitu, mereka membela anaknya yang tidak tahu diri sampai rela mengorbankan apapun.


Tetapi anaknya yang tidak tahu diri dia meresa lebih sombong lagi karena kesalahannya selalu dibela dan perbuatannya akan semakin menjadi kalau terus-terusan di bela"


Tetua Wan pun bertanya kepada Willy


"Maksud tuan muda, saya selalu membela Luwan"


Willy mengangguk, kemudian Tetua Wan pun berkata lagi untuk meminta saran.


"Ya saya sadar saya sering membela dia karena dia darah dari keturunan saya, tetapi kalau ada saran saya harus bagai mana saya tidak ingin melihat anak saya Luwan menderita"


Willy pun tersenyum, dan berkata


"Baiklah sebenarnya saya bisa saja memaafkan Luwan tetapi, tidak tahu dengan Maria, kalau Maria memaafkan Luwan saya ada satu cara supaya Luwan menjadi berubah"


Tetua Wan pun mendapat harapan kemudian dia bertanya kepada Maria.


"Bagai mana Nona Muda apakah anda mau memaafkan Luwan"


Maria pun berkata Enteng


"Ya kalau putra Eldra memaafkan ya apa boleh buat, tetapi saya ingin kompensasi yang telah anda janjikan"


Tetua Wan pun sedikit bersemangat


"Iya baiklah, berapa harus saya berikan kepada nona muda"


"Saya tidak butuh uang, uang kami cukup melimpah"


Tetua Wan pun bingung kemudian dia bertanya lagi


"Kalau bukan uang, apa yang harus saya berikan kepada nona muda"


Di dalam hati Maria berkata


"Pertanyaan ini yang selama ini aku tunggu"


Maria pun sambil tersenyum tipis


"Aku dengar anda memiliki senjata sakti tombak serigala petir, berikan itu maka aku akan memaafkan Luwan dan kalau tidak saya akan melaporkan apa yang telah di perbuat Luwan kepada saya dan teman-teman saya"


Tetua Wan pun berpikir sejenak, kemudian Willy berbicara.


"Berikan sajalah tombak serigala petir kepada Maria, toh percuma anda menyimpannya juga, karena tombak itu tidak pernah di gunakan.


Kebanyakan orang anda bahkan diri anda sendiri memiliki sihir elemen api dan apabila menggunakan tombak itu pun tidak berguna hanya menjadi senjata biasa saja karena tidak akan menyatu dengan elemen yang anda miliki"


Tetua Wan pun mengangguk


"Baiklah akan aku berikan tombah serigala petir, tapi bagai mana caranya supaya Luwan bisa berubah sifatnya"


Willy pun tersenyum dan berkata


"Itu gampang, dia hanya harus di disiplinkan"


Tetua Wan bertanya lagi

__ADS_1


"Bagai mana cara mendisiplinkan Luwan sedangkan dia sudah terbiasa bebas tanpa Kekangan"


Willy pun menjawabnya


"Masukan saja dia kedalam pendidikan Militer dalam 2 tahun di jamin dia akan berubah total dan kalau berbakat dia pun akan cepat memperoleh promosi jabatan"


Tetua Wan pun mengangguk angguk sambil berpikir.


"Benar juga, kalau masuk ke militer terdaftar dalam pasukan latih dia bisa lebih disiplin dan kalau berbakat juga dia bisa jadi seorang kapten di militer dan tidak mengancam nyawa kalau di masukan ke dalam pasukan latih, toh benar apa yang di katakan tuan muda masa pelatihan pasukan latih hanya 2 tahun pendidikan"


Tetua Wan pun berterima kasih kepada Willy


"Terima kasih atas sarannya tuan muda saya akan melaksanakannya karena sebentar lagi akan ada penerimaan pasukan latih di federasi bebas ini"


Mereka pun sampai di kediaman utama disana nampak banyak tetua dari klan serigala dan terlihat ada kepala keluarga dari klan serigala yaitu Wolf-Fank serta anaknya Wolf-burg dan cucunya wolf-grek.


Willy dan Maria pun menghormat kepada mereka.


"Hormat kepada kakek Feng paman Brug"


Wolf-fenk pun tertawa


"Hahaha....anak muda yang cerdas dan berbakat silahkan kalian berdua duduk, ada beberapa hal yang akan saya sampaikan"


Disana raja Freevik Reagon pun berbicara.


"Maaf kakek lupa memanggil kalian sehingga kalian berdua dapat sedikit masalah di klan serigala ini"


Willy pun menyeringai sambil garuk-garuk kepala.


"Hehe...seharus Willy yang minta maaf kepada klan serigala karena sudah membuat orang klan serigala menjadi tepar"


Wolf-brug pun bertanya kepada Willy.


"Berapa orang yang sudah putra Eldra kalahkan"


Willy menyeringai lagi


"Awalnya hanya 32 orang yang mengeroyok tetapi semakin lama banyak pengawal yang datang ya kami berdua mau tidak mau haruse kalahkan mereka"


Tetua Wan pun langsung melapor


"Lapor ketua ini terjadi di kediaman saya dan semua pengawal di tempat saya semuanya sudah tepar termasuk anak saya Luwan.


Maaf atas kecerobohan anak saya yang sudah menganggap tuan muda sebagai pencuri di kediaman saya"


Wolf-grek pun berkata


"Semua pengawal yang ada di kediaman Tetua Wan ada sekitar 100 orang apa kalian berdua mengalahkan nya, memang mereka berada di level Pembentukan tetapi kalau sebanyak itu pasti merepotka dan tidak mungkin di kalahkan dengan mudah"


Willy dan Maria pun mengangguk. Dan membuat kaget wolf-grek.


"100 orang dikalahkan hanya dengan berdua"


Wolf-grek pun geleng geleng kepala


"Tidak mungkin..."


***


* Maaf sudah beberapa hari tidak update karena sibuk, mudahan kedepanya bisa update tepat waktu.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


__ADS_2