
Setelah para monster raksasa itu melarikan diri lingkaran sihir pun terbentuk dan para prajurit Raja Naga memasukan kembali MecaBot dan Zoobot kedalam sihir dimensi item Room mereka termasuk Willy dan Raja Ferik Reagon.
Semua berjalan kembali ke tempat semula yaitu tenda barak prajurit yang berada di bawah bukit sedang para prajurit yang terluka segera di obati.
Prajurit yang gugur di Medan perang segera di kumpulkan Jirah dan perlengkapan mereka di copot dan segera mereka di kremasi.
Disana Raja Ferik Reagon berkata kepada salah seorang prajurit "Prajurit bebaskan semua prajurit musuh yang kita tahan sebelumnya dan suruh mereka mengkremasi mayat prajurit kerajaan Inggarsia"
Prajurit itu pun mengangguk " baik yang mulia Raja akan segera dilaksanakan"
Prajurit itu pun berbalik dan membebaskan musuh yang di tahan sebelumnya, dan pasukan musuh itu pun segera mengumpulkan mayat mayat dari prajurit kerajaan Inggarsia.
Mereka mencopot semua seragam militer dan mengkremasi mayat mayat tersebut dan menyerahkan segala barang dan senjata dari prajurit yang tewas ke pihak kerajaan Lareagon sebagai harta rampasan.
Ada juga prajurit yang terluka dan tidak bisa melarikan diri mereka pun segera mengobati prajurit tersebut dan setelah peperangan itu Raja Freevik Reagon berpesan kepada para prajurit yang masih selamat dan bekerja sama dengan kerajaan Lareagon.
"Ingat Kalau kalian mau kembali ke kerajaan Inggarsia kalian, saya berpesan bahwa kalian tidak menggunakan baju militer kerajaan Inggarsia, berpakaian lah layaknya sebagai petani atau petualang maka kalian akan selamat dengan aman" teriak Raja Freevik Reagon.
Semua orang mendengarkan dengan seksama dan banyak dari mereka yang berdiskusi. Tetapi ketika itu Raja Freevik Reagon berteriak kembali " percayalah pada ku, kalau kalian ingin selamat sampai tujuan ikuti dan lakukan perkataan ku tadi, dan jangan lupa bahwa bendera putih di antara kalian dan jangan melawan kalau ada prajurit lain yang menghadang.
Kalau mereka bertanya jawab saja kalian adalah para petani dan petualang yang mengirimkan bahan pokok ke kerajaan lain yang baru pulang dari menjalan kan tugas"
Semua orang menganguk dan segera melepaskan armor yang mereka pakai dan berpakaian layaknya seorang petani.
"Pergilah dari sini semoga kalian selamat sampai tujuan, dan ingat berjalan lah ke timur melewati kerajaan Lasiodora maka kalian akan aman" ucap Raja Freevik Reagon.
Mereka pun berbalik dan pergi setelah mengkremasi mayat prajurit kerajaan Inggarsia dan mereka membawa tenda serta gerobak yang ditinggalkan prajurit yang melarikan diri supaya orang lain percaya bahwa mereka semua petani dan para petualang yang mengawal mereka.
Semua pihak kerajaan Lareagon tidak langsung pulang kekerajaan mereka mereka pun mengadakan pertemuan terlebih dahulu di bukit tertinggi.
Disana para jenderal dan kapten setiap pasukan hadir, bahkan jenderal Tavis dan Raja Gibran serta pangeran Heri Jovanka ikut dalam pertemuan tersebut.
Raja Freevik Reagon memuji atas keberanian mereka semua dan dengan semangat mereka bisa memenangkan peperangan ini dan mereka semua di berikan hadiah oleh Raja Freevik Reagon dan hadiah itu akan di berikan ketika sampai di kerajaan Lareagon.
Setelah rapat berakhir yang tersisa hanyalah Raja Gibran, jenderal Tavis, pangeran Heri Jovanka Raja Freevik Reagon, Raja Ferik Reagon, Willy dan Maria.
Heri Jovanka memuji Willy dan dia sangat kagum dengan senjata yang mereka gunakan. "Dik, Golem metal itu sungguh hebat, apa kamu yang merancang itu semua"
__ADS_1
Willy mengangguk "iya kak itu semua dirancang oleh ku, tetapi berkat Kakek Freevik yang meminjamkan 10 black Smith master kepada ku sehingga aku bisa membuat senjata berupa Golem metal itu" ucap Willy yang menyanjung Raja Freevik Reagon.
"Hahaha....Aku tidak berbuat apa-apa itu karena kakak mu Clarisa yang meminta ku memberikan black Smith tersebut, dia menemukan blue print yang ada di kamar mu dan memberikannya kepadaku.
Sehingga aku juga ingin melihat hasil yang kamu buat dalam blue print tersebut dan hasilnya sungguh mengejutkan, bahkan aku tercengang ketika memasuki markas pasukan Raja Naga mu" ucap Raja Freevik Reagon.
Semua menjadi kepo dan ingin tahu apa yang ada di dalam markas pasukan Raja Naga apalagi Heri Jovanka walaupun dia cucu dari Raja Freevik Reagon tetapi sudah sangat jarang berada di kerajaan Lareagon karena banyak tugas di kerajaan Jovalavia.
"Dik, apa saja yang kamu rahasiakan dari kakak mu ini, kenapa kamu tidak pernah bercerita tentang ini" tanya Heri Jovanka.
Willy tersenyum dan garuk-garuk kepala seperti orang bodoh yang ditanya tentang kekasih "hehehe.... Karena itu rahasia jadi aku tidak pernah bercerita kepada siapa pun"
"Hai bocah tampan, apa boleh paman mu ini menggunakan teknologi mu untuk memperkuat prajurit ku, aku lihat pasukan angkatan udara mu sangat unggul di darat mau pun di udara" ucap Raja Gibran.
Willy menggelengkan kepalanya "tidak paman, tidak boleh menggunakan teknologi ku untuk itu"
Raja Gibran pun kaget "kenapa...."
Willy menundukan kepalanya "sebenarnya aku tidak mau menggunakan semua senjata dan teknologi tersebut, tetapi karena ini demi kelangsungan bangsa Dwarf aku dengan terpaksa menggunakannya"
Heri Jovanka pun ikut bertanya kepada Willy "Dik, kenapa tidak boleh semua itu senjata dan teknologi yang hebat"
Mereka pun mengerti apalagi dengan Raja Gibran yang tahu siapa Willy sebenarnya, tetapi Heri Jovanka masih bingung karena dia tidak tahu Willy sebenarnya.
"Aku sudah di peringatkan oleh Raja Bahri Alfattih, kalau sampai pengetahuan ku di gunakan secara berlebihan di dunia ini maka bukan tidak mungkin kerajaan Bahari akan membuat diriku di cap sebagai buronannya.
Dan organisasi yang disebut other worlder mungkin akan memburu ku karena aku akan jadi orang yang bisa membahayakan dunia ini" ucap Willy mengeluh.
Heri Jovanka mulai tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Willy "apa organisasi Other Worlder.... Itu kan organisasi rahasia yang sudah ribuan tahun berdiri, dan anggotanya kebanyakan mereka pahlawan yang di panggil dari dunia lain yang bertugas untuk melindungi dunia ini "
Raja Freevik Reagon mengangguk "kamu benar cucu ku, memang organisasi itu sangat rahasia dan waktu pernikahan putri Clarisa dan Raja Gibran Willy di berikan lencana Other Worlder oleh Raja Bahri Alfattih"
Heri Jovanka semakin tidak mengerti "ach...aku masih tidak kepikiran..."
Raja Gibran mengalihkan obrolannya "sudahlah jangan di pikirkan sekarang karena kerajaan Lareagon sudah memenangkan peperangan ini bagai mana kalau kita adakan pesta setelah sampai di kerajaan Lareagon"
Semua orang setuju dan mereka pun sepakat untuk mengadakan pesta kemenangan di kastil istana kerajaan Lareagon.
__ADS_1
Ke esokan harinya sebelum mereka berangkat kembali kekerajaan Lareagon Heri Jovanka mencari Willy dia pun bertemu dan mengajak mengobrol dengan adiknya itu.
Heri Jovanka membawa Willy jauh dari mereka sehingga obrolan kedua kakak beradik itu tidak di ketahui oleh siapapun.
"Dik, dari semalam aku selalu bertanya tanya, tentang senjata dan teknologi yang kamu buat, itu benar berasal dari dunia lain" tanya Heri Jovanka.
Willy mengangguk "iya kak ...."
"Ayo jelas kan, kakak mu ini ingin mengetahuinya secara langsung dari mulut mu sendiri" jelas Heri Jovanka.
Willy pun menjelaskan "kakak tahu aku yang mencabut pedang Dewa Naga Agung, dan kakak juga tahu aku belajar beladiri yang bernama pencak silat yang di anggap orang itu adalah tarian"
Heri Jovanka mengangguk "ya terus..."
"Di dalam diriku ada sosok lain, ada jiwa lain yang memberi tahu ku, itu adalah putra Eldra yang sebenarnya anak dari pahlawan legenda Edward El Dra, jadi teknologi itu berasal dari dirinya" ucap Willy menjelaskan.
"Tapi itu hebat dik, sebagai senjata untuk mempertahankan kerajaan dari serangan musuh " ucap Heri Jovanka.
Willy mengangguk "iya benar tapi itu sangat berbahaya tetapi itu akan aku gunakan sebagai senjata rahasia, tadinya akan aku bentuk pasukan khusus yang memakai senjata tersebut tetapi itu sangat rahasia " ucap Willy.
Sebetulnya Heri Jovanka memiliki ide dan ide itu sekarang di kemukakan kepada Willy "dik, Ayahanda Raja sekarang sedang membuat pangkalan militer untuk mu dan kakak harap semua pasukan mu memakai senjata yang kamu buat, itu untuk melindungi kerajaan dan Aliansi yang kamu bentuk.
Ingat waktu Maharani Roselia pernah berkata bahwa ada Aliansi Kuil Cahaya, mungkin suatu hari nanti akan ada perang besar antara aliansi kuil cahaya dan aliansi SPBU kita.
Maka senjata yang kamu buat lah yang bisa memenangkan peperangan ini dan untuk mencapai tujuan itu maka kita harus segera membentuk pasukan aliansi"
Willy pun menyadari hal itu tetapi untuk kali ini dia ingin segera meninggalkan Padang rumput ladang kematian ini dan kembali ke kerajaan Lareagon.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna