PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
MecaBot King Eldragon


__ADS_3

Raja Gibran kaget karena di kira ini hanyalah patung biasa, dia lebih kaget lagi ketika Willy memberikan buku panduan kepadanya.


"Apa ini bisa di naiki"


Willy Langsung mengangguk.


"Ya, ini adalah mecanik Robot atau disingkat dengan nama MecaBot, Golem mekanik yang terbuat dari Logam, dan bahan logam ini yang di berikan oleh paman Gibran sendiri dari kerajaan Eldragon"


Raja Gibran sedikit berpikir


"Oh Karena itu kamu memerlukan banyak logam, dan ini adalah hasil akhir dari logam yang aku berikan"


Kemudian Raja Gibran pun memeluk Willy dengan erat.


"Terima kasih ponakan paman yang tampan, kamu memang hebat"


Willy merasak sesak karena di peluk erat oleh Raja Gibran dan dia pun meringis.


"Se... aduh...."


Raja Gibran Langsung menyadari dan melepaskan pelukannya.


"Maaf paman terlalu bersemangat"


Willy mengangguk


"Tidak apa-apa paman Willy mengerti kok"


Willy kemudian memasang alat komunikasi ketelinganya kemudian berkata.


"Blair maju beberapa langkah kedepan"


Di alat komunikasi tersebut kemudian ada balasan.


"Siap komandan"


Kemudian Raja Gibran bertanya


"Kamu bicara sama siapa, dan mana yang bernama Blair itu kenapa kamu memanggilnya"


Willy tersenyum


"Willy berbicara kepada kapten yang menjadi pilot dari MecaBot king Eldragon"


Willy sambil menunjuk kearah MecaBot tersebut, kemudian MecaBot itu bergerak secara berlahan, yang pertama pedangnya di angkasa ke atas kemudian MecaBot itu berjalan lima langkah kedepan.


Orang orang yang berada di depan pun langsung mundur kebelakang, setelah itu Willy berbicara lagi lewat alat komunikasi.


"Buat MecaBot itu berlutut dan keluar lah dari dalam supaya Paman ku Raja Gibran dan kak Clarisa bisa menaikinya"


Blair pun menjawab


"Baik komandan"


Crekit.....


Brak....


MecaBot itu berlutut dan nampak ada asap yang keluar dari punggung MecaBot dan kemudian sebuah pintu terbuka di belakang punggung MecaBot tersebut.

__ADS_1


Blair pun keluar dari dalam MecaBot tersebut dan langsung melapor kepada Willy.


"Laporan komandan, semua sudah aman terkendali semua fungsi normal dan siap untuk digunakan"


Willy mengangguk


"Terima kasih Blair sekarang kamu silahkan menjalankan tugas selanjutnya"


Blair menghormat dan berbalik kanan.


"Siap komandan"


Willy kemudian melihat kearah Raja Gibran dan kemudian berbicara


"Paman silahkan kalau mau mencoba, di dalam ada 2 kursi, kursi depan untuk pilot dan kursi belakang untuk penumpang, paman yang perlu melihat instruksi dari buku panduan yang Willy buat itu"


Raja Gibran pun melihat buku panduan dan membaca sebentar, Raja Gibran orang yang cerdas dan jenius sekali baca dia langsung mengerti cara kerja dari MecaBot.


"Paman akan mencobanya"


Kemudian Raja Gibran mengajak istrinya yaitu putri Clarisa.


"Ayo sayang kita naik, ini hadiah spesial yang benar-benar spesial"


Mereka pun pergi dan masuk kedalam MecaBot, Raja Gibran mulai menjalankan MecaBot dengan membuat MecaBot itu berdiri.


Kemudian berjalan secara berlahan meskipun sedikit oleng dan berjalan tidak sempurna sampai sampai Wyvern yang sedang berada di sana terbang ketakutan menghindari MecaBot yang di kendarai Raja Gibran.


Lambat laun dia pun mulai terbiasa dengan mengendalikan MecaBot bahkan sudah bisa mengangkat pedangnya dan bergaya seperti bertarung.


Setelah puas Raja Gibran pun berhenti kemudian keluar dari dalam MecaBot. Raut wajah Raja Gibran dan Clarisa sangat senang mereka langsung berlari ke arah Willy dan memeluknya.


Bukan hanya menjadi hadiah tetapi juga MecaBot King Eldragon bisa menjadi senjata ampuh untuk memenangkan segala pertempuran"


Willy meringis kesakitan karena di peluk oleh dua orang dewasa dan napasnya merasa sesak


"Aduk paman, kak Clarisa nanti napas ku habis kalian memeluk sangat erat "


Mereka berdua pun segera melepaskan pelukan dari Willy dan meminta maaf.


"Maaf kan kami kami berdua terlalu senang"


Memang Raja Gibran dan Clarisa sangat senang dengan hadiah yang diberikan oleh Willy berupa Golem mekanik yang disebut MecaBot.


Di sisi lain Raja Ferik Reagon merasa iri kepada mereka berdua dan dia pun memberanikan diri untuk meminta hadiah kepadanya.


"Hai putra Eldra, mana hadiah untuk ku, katamu aku akan diberi hadiah karena sudah naik tahta menjadi Raja muda di kerajaan Lareagon ini"


Willy pun menepuk kepalanya karena lupa, dan mengabaikan Raja Ferik Reagon yang sudah dianggap sebagai kakak nya sendiri dan meminta hadiah karena menjadi Raja muda.


"Haduh aku lupa kak, maaf ya aku sudah mengabaikan kak Ferik, tenang hadiah yang aku berikan sama spesial nya seperti ini yang diberikan kepada kak Clarisa dan paman Gibran"


Raja Ferik Reagon pun sudah tidak sabar lagi dia menggosok gosokan tangannya karena merasa gugup, entah apa yang akan di berikan oleh Willy kepada dirinya.


"Ayo cepat keluarkan hadiahnya aku sudah tidak sabar lagi untuk melihatnya"


Willy tersenyum melihat tingkah lucu dari raja Ferik Reagon yang tidak sabar untuk diberikan hadiah, tingkahnya seperti anak kecil yang sedang ulang tahun yang akan di berikan hadiah oleh orang tuanya.


Willy pun memanggil anak buahnya yang lain untuk mengeluarkan gerobak yang ada di dalam markas tetapi sebelum itu Willy memerintahkan pasukan tombak naga untuk membantu merangkai barang yang di kirim oleh raja Gibran.

__ADS_1


"Pasukan tombak naga, tolong bantu pasukan ku bekerja di dalam supaya pekerjaan mereka cepat selesai"


Kapten mereka melirik ke arah Maria dan Maria pun mengangguk. Dan dengan tanda anggukan dari Maria salah seorang dari mereka berteriak.


"Pasukan tombak naga ayo masuk dan bantu didalam"


Mereka semua masuk kedalam markas untuk membantu.


"Keluarkan gerobak yang tengah"


Willy berteriak dan beberapa orang mendorong gerobak besar yang ditutupi kain.


"Inilah hadiah yang akan aku berikan kepada mu kak"


Raja Ferik Reagon senang dia langsung berlari dan tidak sabar untuk membuka hadiah tersebut, Raja Ferik Reagon langsung menggenggam kain dan ingin menariknya tetapi ketika Raja Ferik Reagon menarik kain tersebut dia kesusahan.


"Euh...euh....ayo terbukalah aku sudah tidak sabar"


Willy dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak melihat Raja Ferik Reagon yang kesusahan menarik kain yang menutupi gerobak tersebut.


"Hahaha...."


"Hahaha...."


Kemudian Willy pun berkata


"Mungkin itu hadiah tidak cocok untuk mu kak, jadi kainnya tidak mau terbuka"


Wajah Raja Ferik Reagon menjadi pucat dan sedikit menahan malu tetapi yang lain malah tertawa.


"Ayolah, tolong bukakan kain ini aku sudah tidak sabar untuk melihatnya, mudah mudahan hadiah yang kamu berikan seperti yang di berikan kepada kak Clarisa dan Raja Gibran"


Willy pun menunjuk tali yang menjuntai dari atas kebawah.


"Kak coba tarik tali itu pasti kebuka"


Raja Ferik Reagon menjadi malu


"Bukannya dari tadi kamu berkata tarik tali ini, mungkin aku tidak akan di ketawakan semua orang"


Raja Ferik Reagon menarik tali tersebut dengan semangat dan berlahan kain yang menutupi hadiah itu terbuka.


Mata Raja Ferik Reagon dan semua orang terbuka lebar mereka tidak percaya apa yang diberikan oleh Willy.


Hadiah Spesial yang diberikan kepada Raja Ferik Reagon karena sudah menjadi Raja muda di kerajaan Lareagon.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Author Minta maaf kalau gaya cerita bab selanjutnya berbeda dari biasanya.

__ADS_1


__ADS_2